
Setelah meminjam buku, Sabrina memutuskan untuk keluar dan membaca buku di taman, Darius pun kembali ke kelasnya. Sabrina duduk di bawah pohon sambil membaca buku yang baru saja dia pinjam.
Tuk...!
Tuk...!
" apaan sih? siapa lagi yang ngelempar gak jelas?! " gumam Sabrina
Tuk...!
" astaga, ganggu aja! siapa sih? " bentak Sabrina
Sabrina pun melihat ke sekelilingnya namun tak menemukan sesuatu, kemudian ia melihat keatas dan disitulah dia melihat Alex sedang duduk di atas pohon sambil memakan kacang dan melemparkan kulit kacang itu ke arah Sabrina sambil tersenyum.
" bisa kah kak Alex gak ganggu aku? sebentar aja... aku lagi baca buku. " kata Sabrina
" hahaha, baiklah aku gak akan ganggu kamu baca buku lagi. tapi... " kata Alex sambil melompat turun kebawah
" tapi, aku mau nemenin kamu baca buku boleh? "
" hah...! kalo sampai pacar kakak tau, ntar di kira aku yang mencoba deketin kakak, dan yang akan di salahkan nanti aku. aku gak mau buat keributan kak... apalagi aku gak kenal kakak. " kata Sabrina
" oh, iya. kita belum kenal, sorry. kenalin aku Alexander Katsumoto. "
" Sabrina Ratna Ayu, bentar maksud aku kita gak kenal itu kita gak akrab kak. Dan tiba-tiba aja kakak dekat sama aku, bikin orang yang liat jadi ngerasa aneh gak sih? ntar dikira aku pasang pelet atau susuk biar kak Alex deket sama aku. " ujar Sabrina
" lantas Darius? " tanya Alex
" kalo kak Darius kan aku kenal dan pernah ngobrol sama dia selama masa MOS kemarin, kalo ada orang yang liat ya pasti mikirnya ' oh, mereka kan kenal waktu MOS kemarin. wajar sih kalo sampe sekarang sering ngobrol ' gitu "
" hah, aku masa bodoh sih sama omongan orang lain, capek kalo dengerin omongan mereka dan bikin kita gak maju. yang penting sekarang aku pengen duduk sebelah kamu, nemenin kamu di sini! " kata Alex memaksa.
Sabrina pun tak bisa berbuat apa-apa lagi, dia hanya pasrah saja dengan tingkah Alex. Sabrina hanya diam dan membaca buku, sedangkan Alex hanya bisa melihat sekelilingnya dengan bosan. Sabrina tersenyum melihat tingkah Alex,
" i see your smile, Ina... " kata Alex.
" dih, siapa yang senyum? salah liat kali... " ujar Sabrina
" buku apaan sih yang kamu baca? serius banget bacanya, sampe aku benar-benar di cuekin. "
Alex pun merebut buku yang sedang dibaca Sabrina dan membaca sampul bukunya.
" oh, aku udah pernah baca buku ini. Nanti malam aku ajak kamu ke suatu tempat, mungkin kamu akan suka setelah kita mengunjungi tempat itu, dan mungkin kamu juga akan mengajakku untuk ke sana lagi. Nanti malam jam 7 tunggu aku di depan gerbang depan, aku jemput kamu di sana. " kata Alex
Setelah mengatakan itu dia langsung meninggalkan Sabrina yang masih kebingungan, bahkan dia belum sempat mengucapkan iya atau tidak untuk ajakan Alex. Sabrina pun beranjak dari tempat duduk dan pergi ke kantin untuk membeli minum.
" haih, bosan juga gak ada pelajaran gini. " gumam Sabrina
ia pun mengeluarkan buku sketsa dan peralatan menggambarnya, coretan demi coretan ia tuangkan ke dalam buku sketsa itu.
" bagus juga gambar mu! "
" astaga! Kak Darius, bikin kaget aja. " ujar Sabrina
" boleh liat gambar mu? " tanya Darius
" boleh, tapi jangan ketawain ya aku masih belajar soalnya. " jawab Sabrina
Darius memperhatikan gambar Sabrina satu per satu, dia takjub dengan hasil gambar Sabrina yang terhitung cukup bagus. Dan kemudian ia melihat gambar dirinya di buku itu, dia melihat dengan seksama
" ini, kamu gambar aku? kapan? " tanya Darius penasaran
" oh, itu waktu kita lagi istirahat masa MOS dulu. aku lagi pengen gambar, tapi bingung mau gambar apa. terus liat wajah kakak, jadi iseng gambar kakak. maaf ya aku gak bilang kalau mau gambar kakak. "
" gak papa, bagus kok. boleh aku minta gak? "
" yah, bukannya gak boleh kak. tapi nanti kalau kakak ngerobek satu kertas, kertas lainnya jadi gampang robek juga. " jawab Sabrina
" hm? satu aja, nanti aku beliin buku gambar yang baru deh kalo buku mu itu rusak. " kata Darius
" gak usah deh kak. kakak ambil aja nih gambarnya, jangan sampai rusak ya gambarnya. " ujar Sabrina
" siap, makasih ya Sabrina. aku pergi dulu, mau ke ruang OSIS " kata Darius
Darius meninggalkan Sabrina sendirian lagi. Di ruang OSIS pun Darius memamerkan gambar Sabrina ke teman-temannya, dia mengatakan kalau gambar Sabrina itu sangat bagus. Darius juga mengatakan akan selalu menjaga dan menyimpan gambar dari Sabrina.
Alex hanya diam saja memandangi gambar yang dipegang Darius. Hatinya dirundung rasa panas yang tak biasa, rasa tak nyaman itu membuat Alex gelisah dan ia pun memutuskan untuk keluar dari ruang OSIS. Ia berjalan tak tentu arah dan ia melihat Sabrina sedang duduk sendirian di kantin.
Sreet...!
Srupuuut...!
" eeh, eh. itu minum ku kak... main sedot aja. "
" pak, minum 2 gelas! camilan juga bawain ya pak! " seru Alex.
" baik, "
minuman dan camilan pun datang ke meja yang ditempati Sabrina dan Alex.
" kamu gambar Darius? " tanya Alex.
" iya, "
" kenapa? " tanya Alex lagi
" iseng " jawab Sabrina
" aku juga mau, sekarang. " paksa Alex
" mau apanya? " tanya Sabrina bingung
" gambar aku, sama seperti kamu gambar Darius " jawab Alex
" hadeh, kalo sekarang aku gak bisa kak. "
" kenapa? "
" karena gak mood. " jawab Sabrina
" stop baca buku, aku mau ngobrol sama kamu! aku mau kamu gambar aku, " ujar Alex.
" dih, maksa. kalo sekarang aku gak bisa kakak " kata Sabrina
" yaudah kapan kamu bisanya? "
Alex mengambil HP yang ada di samping tangan Sabrina. Ia mengetik nomor teleponnya ke HP dan melakukan panggilan ke HP Alex.
" nih, makasih. nanti kalau mood mu udah bagus chat aku ya. aku siap jadi model gambar mu. " kata Alex
" hmm... "
" oh ya, jangan lupa nanti malam... " ucap Alex
Selama pembicaraan Alex dan Sabrina rupanya Anita melihat dari kejauhan. Ingin Anita menghampiri mereka, namun ia berpikir lagi. Untungnya Anita tak melihat dengan jelas siapa wanita yang diajak ngobrol Alex itu, karena ia hanya melihat dari belakang.
Tak terasa malam pun tiba, Sabrina bersiap untuk keluar bersama Alex. Namun, ia tak berani memberi tahuan kepada teman sekamarnya karena ia takut itu akan membuat heboh, terutama Irene. Dia pasti akan cemburu kalau ia sampai tahu Sabrina akan keluar bersama Alex.
Sabrina menunggu di pintu gerbang dan di temani bapak satpam. Sedangkan Alex masih belum keluar dari kamar asramanya.
" aku pinjam motor mu dong, Jo! "
" Mau kemana? " tanya Johan
" Mau ke sanggar mama ku bentar, sekalian mau jalan-jalan bosen di asrama mulu! bisa lumutan aku, hahaha " jawab Alex
" oh, kenapa gak pakai motor mu aja? " tanya Johan
" bensin nipis, hehe. "
" jangan lupa isi bensin full, " ucap Johan sambil melemparkan kunci motor ke arah Alex
Alex pun langsung berlari menuju ke arah parkiran motor dan menjemput Sabrina yang telah menunggu di pintu gerbang.
" sorry lama, udah dari tadi ya? "
" gak juga kok, 15menit yang lalu lah. " kata Sabrina
" pak satpam, nanti kita pulang agak larut, jangan kunci pintu gerbangnya ya. " kata Alex.
Sabrina pun memakai helm dan segera naik keatas motor Alex. Alex segera melaju motornya menjauh dari area sekolah.
" jangan pegangan di pundak, nanti jatuh. " ucap Alex
" gak akan, tenang aja kak Alex " kata Sabrina
" yakin? "
Tanpa memberi peringatan untuk Sabrina, Alex mulai menambah kecepatan laju motornya membuat Sabrina terkejut dan mengalihkan pegangannya melingkar ke pinggang sambil menundukkan kepalanya.
" Kak, jangan ngebut-ngebut dong! " teriak Sabrina
Alex tersenyum bahagia dan ia kembali melambatkan laju motornya, saat Sabrina ingin melepas pegangannya tangan Alex menahan tangan Sabrina. Wajah Sabrina pun memerah, ia juga tersenyum malu.
Sesampainya di lokasi, Sabrina dan Alex segera masuk ke sebuah bangunan yang berarsitektur Jawa. Rumah itu dibangun memakai kayu jati belanda dan bata merah yang kokoh, pintu rumah pun terdapat ukiran kayu berbentuk wayang Arjuna dan Srikandi, halaman depan terdapat sebuah kolam ikan yang tidak terlalu besar dan di isi dengan ikan koi, ada pula sebuah bangunan pendopo di samping rumahnya.
" Mama, " sapa Alex
" Alex! apa kabar sayang? " sapa mama Alex
" baik ma, gimana sanggar tari mama? kapan pentas lagi nih? "
" ya beginilah, kalau pentas mama belum bisa memastikan ya. Soalnya kan kita abis pandemi, jadi ya belum banyak. kemungkinan bulan depan mama mau adain pementasan untuk evaluasi. " jawab Mama Alex
" eh, ngomong-ngomong siapa ini? cantik banget, pacar baru ya? hehe " tanya Mama Alex
" dia junior aku ma, tapi do'ain ya ma. " bisik Alex ke telinga Mama
" kenalin ma, dia Sabrina junior tahun ini. dia aku ajak kesini karena dia lagi nyari sanggar belajar nari, dia jurusan tari juga kok. " kata Alex
Sabrina nampak bingung dengan perkataan Alex, karena sebelumnya Sabrina tidak meminta dia untuk mencarikan sanggar tari.
" Sabrina, tante. " ucap Sabrina.
" oh, iya. saya Mamanya Alex, kamu mau belajar tari? "
" i-iya tante. saya ingin belajar menari lebih dalam lagi, ya lebih tepatnya belajar tari lainnya selain di sekolah. " jawab Sabrina
Mama Alex mengajak mereka berdua masuk ke ruangan yang biasa di jadikan tempat latihan menari, Sabrina mendengar alunan musik gamelan yang menenangkan hati. Sabrina melihat anak seumurannya menari dengan luwes, wiraga dan wirasa menyatu dengan irama alunan musik. Sabrina setuju untuk belajar menari di sanggar tari milik Mama Alex.
Sepulang dari rumah Mama Alex, Alex mengajak Sabrina makan di sebuah cafe.
" loh, dek? "
" eeh, kak Aldo. kok kakak disini, sama siapa? " tanya Sabrina
" sama temen-temen kakak, kamu... sama dia? pacaran kamu? kakak bilangin mama nih ya...! " ujar Aldo
" apaan sih?! ngaco deh... " sahut Sabrina
" nama kamu siapa? "
" Alex, seniornya Sabrina. "
" oh, Aldo. kakaknya Sabrina... "
Setelah perkenalan itu, Sabrina diajak pulang ke sekolah lagi oleh kakaknya. Alex pulang sendiri menggunakan motornya, dan di jalan ia bertemu dengan Irene yang sedang menunggu taxi di pinggir jalan sendirian. Alex pun menawarkan memberi tumpangan untuk Irene sampai ke sekolah. Sesampainya di sekolah, Anita mengintai siapa wanita yang dibonceng Alex.
Keesokan harinya...
" Sialan kamu ya! DASAR ******...! " teriak Anita sambil menampar pipi Irene
" aah...!!! maksudnya apa ini kak? " teriak Irene
" kamu ya! dasar cewe murahan...! berani banget kamu ya deketin Alex lagi! aku udah bilang sama kamu, JANGAN PERNAH DEKETIN ALEX LAGI! tapi semalam kamu malah boncengan sama dia, maksud kamu apa? dasar gatel...! " ujar Anita
" aku cuma numpang dan itupun kak Alex yang nawarin. " kata Irene
Keributan pun tak terhindarkan, Sabrina dan Jesica yang melihat berusaha melerai perkelahian mereka. Meski perkelahian mereka bisa di lerai, namun mereka harus datang ke ruang BK untuk menerima hukuman. Sabrina dan Jesica pun mengalami beberapa luka cakaran di tangannya, dan mereka segera diobati di ruang UKS.
" heh, denger ya ******! sekali lagi kamu deketin Alex, aku buat kamu gak betah tinggal di sekolah ini...! " kata Anita
" kakak tuh aneh deh, aku ketemu kak Alex di jalan. Sebelumnya aku juga liat kak Alex boncengin cewek, tapi dari bentukan tubuhnya kayak aku kenal, cuma aku gak tau dia siapa. Kakak jangan asal nuduh deh! " bantah Irene
" aku gak peduli mau itu Alex awalnya pergi sama orang lain, tapi yang aku liat kamu semalem boncengan sama Alex. kalo emang gak ada taxi, apa kamu gak bisa ngojek? buat apa ada ojol?! bilang aja kamu ganjen kan sama Alex! dasar cewek gatel! " ujar Anita
" terserah kakak mau bilang apa, yang pasti aku gak salah dan aku cuma di kasih tumpangan sama kak Alex. " kata Irene
Mereka berdua dihukum membersihkan kamar mandi di area gedung jurusan. Namun ya seperti biasanya Anita justru menyuruh teman satu gengnya untuk melaksanakan hukumannya. Sedangkan Anita, sibuk mencari keberadaan Alex.