FIRST LOVE (Story' At School Of Art)

FIRST LOVE (Story' At School Of Art)
Terungkapnya Irene



Sejak Sabrina mengetahui kalau Irene bersekongkol dengan Anita, ia mulai menjaga jarak dari Irene. Irene pun merasa kalau terkadang Sabrina bertingkah sedikit menjauh darinya, namun Irene hanya berfikir mungkin saja Sabrina moodnya sedang jelek dan terus menempel pada Sabrina.


Sekolah kembali gempar karena berita Sabrina dan Alex kembali mencuat di website sekolah, kali ini di artikel ditulis bahwa Sabrina dibayar untuk tidur dengan Alex. Kesabaran Sabrina benar-benar habis, ia berlari ke kantor redaksi sekolah dan menemukan beberapa siswa senior sedang rapat untuk menerbitkan artikel selanjutnya.


BRAAAK...!!!


" DIANTARA KALIAN SIAPA YANG BERTUGAS MENYELEKSI BERITA?! " teriak Sabrina


Semua terdiam tak berani bersuara sedikit pun,


" ku kira tim redaksi sekolah itu pintar dan berbobot, rupanya hanya sekumpulan SAMPAH DENGAN OTAK UDANG!! kalian dibayar berapa berani upload berita gosip seperti itu? kalian tidak takut kalau nantinya yayasan tahu bahwa artikel yang kalian upload itu tidak mendidik dan hanya mengutamakan minat pembaca? lagi pula itu berita fitnah! DAN KALIAN SUDAH MENYEBARKAN FITNAH...!!! " seru Sabrina


" kami juga tidak tahu siapa yang mengirimkan artikel itu, kita hanya menerima email dari seorang anonim dan diminta untuk segera meng-upload artikel itu. " jawab salah satu anggota redaksi


" dan kalian menuruti permintaannya? hah?! bagus sekali ya. okey aku juga mau kirim artikel mengenai kalian semua, judulnya " fakta bahwa tim redaksi sekolah bodoh dan mudah diperalat orang hanya untuk mendapatkan minat pembaca yang banyak. " gimana? apakah boleh? "


" kamu jangan keterlaluan ya?! mentang-mentang ada Alex di belakang mu lalu kamu bisa seenaknya saja membuat berita artikel. " ujar ketua redaksi


" loh, kalian saja berani menerbitkan berita tanpa bertanya kebenarannya dulu kan? yang keterlaluan siapa? "


Adu argumen tak terelakkan, Jesica terus saja menenangkan Sabrina. Disisi lain, Irene kembali bertemu dengan Anita di kamar mandi. Anita merampas hp Irene dan mengecek isi HP-nya, Anita marah saat melihat foto yang ada di artikel itu rupanya ada di galeri foto Irene.


" sepertinya semalam aku tak melihat ada foto ini dikirim ke hp ku? " tanya Anita


" a-a-aku... aku, lupa kak. maaf, " jawab Irene terbata-bata


" jangan-jangan kamu yang mengirimkan artikel itu ke redaksi sekolah. apakah benar? "


Irene tertunduk tak berani bersuara, ia tahu sekalinya ia bersuara entah itu menjawab tidak atau ya tetap saja Anita akan menghajarnya habis-habisan. Irene terus di cerca pertanyaan dan Anita juga melayangkan tamparan ke pipinya. Irene hanya bisa menangis menahan sakit di pipinya. Rupanya ada seorang siswa yang mendengar percakapan antara Irene dan gengnya Anita, ia baru berani keluar dari bilik kamar mandi setelah mendengar pintu kamar mandi terbuka dan Anita pergi.


" kamu kenapa bisa punya masalah dengan kak Anita sih? Dan Sabrina, kamu bukannya sekamar sama dia? " tanya Anggita


" ceritanya panjang, tapi yang pasti semua masalah ini terjadi karena dia juga suka sama kak Alex, padahal dia juga tahu kalau kak Alex udah punya pacar. " jawab Irene


" terus hubungannya sama kamu apa? "


" Sabrina minta tolong sama aku untuk minta nomor kontaknya kak Alex, awalnya aku nolak tapi dia desak aku terus. Dan itulah awal mula aku sering di labrak sama kak Anita, dia kan ratu cemburu. " kata Irene


" bukan aku, lagian untuk apa aku buat kayak gitu? aku kan temannya Sabrina, sekamar pula. Kalau terjadi gesekan antara kita kan jadi canggung, lagian kalau ada apa-apa kita juga saling bantu, meskipun terkadang Sabrina kalau minta tolong selalu bikin aku dihajar oleh kak Anita karena berhubungan dengan kak Alex. " jawab Irene


" ya kalau kayak gitu harusnya kamu nolak dong! kamu harus tegas, kamu gak boleh kayak gini terus! itu sama aja kamu dimanfaatin sama dia."


Irene mulai menangis, Anggita memeluknya untuk menenangkan hatinya. ' bagus, ada satu orang yang percaya dengan perkataan ku. Tunggu aja kamu Sabrina, aku akan buat kamu gak betah di sekolah ini, dan untuk Anita aku bakal bongkar kebusukan mu. ' kata Irene dalam hati.


Sabrina dan Jesica yang juga menuju ke kamar mandi kaget melihat Irene yang tengah menangis dan rambutnya acak-acakan. Anggita melihat kedatangan Sabrina langsung memaki dan mendorongnya dengan kasar. Anggita tak habis pikir kalau Sabrina ternyata punya hati yang busuk, ia kira selama ini ia melihat sosok Sabrina itu adalah gadis yang baik dan ceria.


" maksud mu apa ngatain temen ku kayak gitu? kamu kenal sama dia? " tanya Jesica


" kalau memang Sabrina itu baik, gak mungkin dia nyelakain temennya sendiri! " jawab Anggita


" udah, Anggita kamu jangan kayak gitu ya. Sabrina juga temen ku, kita udah seperti keluarga. Kamu jangan bicara seperti itu lagi ya... " kata Irene


" Tapi,... "


Irene menganggukkan kepalanya dan meyakinkan Anggita kalau dirinya baik-baik saja. Irene dan Anggita pergi meninggalkan Jesica dan Sabrina di kamar mandi, Jesica dan Sabrina semakin yakin kalau selama ini sikap baik Irene hanya untuk memanfaatkan mereka. Tak lama kemudian, beredar kabar kalau Jesica berpacaran dengan Andriano hanya untuk mendapatkan uangnya saja, karena semua orang tahu bahwa Andriano adalah anak konglomerat terkenal di kota. Giliran Jesica yang tak tinggal diam, Jesica membuat pengakuan kalau ia sudah mengenal Andriano sejak usia sekolah dasar. Saat itu Andriano selalu mengucapkan kalimat kalau ia akan menikahi Jesica kelak ketika mereka sudah dewasa. Hal itu pun juga diakui oleh Andriano sendiri, ia meng-upload foto dirinya yang tengah menyatakan cinta di hadapan Jesica sambil membawa kalung berlian. Untung saja kabar miring itu mampu mereka klarifikasi sehingga tidak berlanjut.


" alamat IP-nya dari sekolah, tapi aku belum bisa menemukan siapa pelakunya. " kata Andriano


" kita udah tau kok siapa pelakunya. Tinggal tunggu waktu aja, pasti ketahuan. " kata Jesica dengan penuh percaya diri


" kita masih mencari bukti, dan kamu Mida, mulai hari ini kalau ganti baju jangan di kamar ya. aku udah pasang kamera tersembunyi di kamar. " kata Sabrina


" hah? sejak kapan kamu pasang itu? " tanya Mida panik


" baru kok, aku taruh di rak lemari ku. Intinya bersikap biasa aja, jangan sampai menimbulkan kecurigaan. " kata Sabrina


Rencana untuk mengungkap siapa yang memfitnah Sabrina pun dimulai. Kamera tersembunyi itu tersambung dengan komputer milik Andriano, meskipun sedikit tidak nyaman namun mereka tetap harus bersikap sewajarnya. Malam pun tiba, mereka pun bersiap untuk tidur, hanya Irene yang mengatakan masih ingin belajar. Sabrina sebenarnya tak bisa tidur, ia hanya berpura-pura tidur supaya bisa yakin siapa yang mengambil gambar di hp miliknya. waktu menunjukkan pukul 00.00, Irene melangsungkan kegiatannya kembali membuka hp milik Sabrina. ' ternyata dugaan ku benar, kenapa kamu jahat banget sih Irene? aku punya salah apa sama kamu? ' Sabrina masih saja berpura-pura tidur, dan menyaksikan Irene yang tengah bermain dengan handphone-nya.


Keesokan harinya, Anita menghampiri Sabrina dan menampar wajah Sabrina dengan keras. Kata-kata kasar keluar dari mulut Anita, ia mencaci maki Sabrina seenak hati. Sabrina hanya berdiam diri sambil mengatur emosinya, Jesica pun membela Sabrina namun ia juga terkena tamparan keras oleh tangan Anita. Perkelahian tak terelakkan, kali ini Anita sangat keterlaluan ia menjambak rambut Sabrina dan membenturkan kepalanya ke pinggir meja hingga membuat Sabrina pingsan, tak sampai disitu saja Anita yang gelap mata menancapkan cutter ke perut Sabrina. Alex yang melihat kejadian itu berlari menghampiri tubuh Sabrina yang lemas, ia segera membawa Sabrina ke rumah sakit terdekat, darah segar mengalir hingga menodai baju Alex. Tangis Alex dan yang lainnya pecah ketika melihat Sabrina dibawa ke ruang operasi, dokter pun menyatakan kalau kondisi Sabrina dalam keadaan kritis.


Di sisi lain, Erwin berhasil mengungkap siapa dalang yang telah memfitnah Sabrina. Irene pun dipermalukan di depan seluruh siswa, ia dijuluki musuh dalam selimut, serigala berbulu domba, pagar makan tanaman, dan lain sebagainya. Irene diamankan ke ruang BK dan disidang oleh guru BK, sedangkan Anita ia langsung lari usai melakukan percobaan pembunuhan.