
Sebelum tidur Sabrina sempat memberi kabar kepada Jesica kalau dia dan Alex menginap di sebuah penginapan. Jesica pun juga membagikan momen dirinya di tembak oleh Andriano dan memamerkan sebuah kalung yang dianggap sebagai bukti tanda cinta. Sabrina terharu membaca chat tersebut, Alex pun juga ikut membaca pesan itu dari belakang. Ada satu pesan dari Jesica yang dikirim ke Sabrina dan berhasil membuatnya malu, ' aku udah pacaran, kamu kapan? Gak usah bohongi hati mu, kalau emang suka sama kak Alex bilang suka! kamu juga berhak bahagia kok... semangat ngejar cinta mu ya, Rin! '
Maka dari itu Alex mengungkapkan perasaannya ke Sabrina, akan tetapi ia masih butuh pertimbangan karena masalah Alex dan Anita masih bergulir dan belum selesai, ia tak mau menjadi orang ke 3 yang merusak hubungan.
Alex terbangun dari tidurnya, ia keluar ke balkon dan menyalakan sebatang rokok. Ia menikmati malam yang dingin itu sendiri di luar, bayangannya kembali ke masa lalu. Masa dimana papa dan mamanya masih bersama, rumah yang penuh canda tawa itu kini telah dirusak oleh keluarga orang lain yang memiliki rasa iri dengki. Semakin dipikirkan semakin membuatnya emosi,
" HHAAARG...! Sial, kepala ku malah jadi makin pusing! " ujar Alex
Ia kembali mengatur nafas, ia melihat ke arah Sabrina yang masih tertidur pulas di atas kasur.
DRRRRRTTTT... DRRRRRTTTT...
Suara getaran Hp milik Sabrina terdengar oleh Alex, ia pun segera menghampiri dan melihat layar HP Sabrina. Rupanya Irene mengirim sebuah pesan yang isinya seperti mengumpat kepada Sabrina.
' Rina, kamu liburan bareng kak Alex ya? kok gak ngajak aku juga? kamu kan tau aku suka sama kak Alex, kamu kok jahat sih Rin. Terus no hp kak Alex juga gak di kasih pula. punya temen pelit tuh emang bikin naik pitam ya... '
Alex menghela nafasnya, kemudian membantu Sabrina membalas pesan dari Irene.
' Bodo amat...!!! '
Hp Sabrina kembali di taruh di atas meja, Alex pun tiduran di sofa sambil menyalakan TV dengan volume rendah. Rasa kantuk datang kembali, Alex kembali tertidur pulas di atas sofa dengan TV yang masih menyala.
Pagi harinya Sabrina telah bersiap-siap untuk sarapan, ia meninggalkan Alex yang masih terlelap di kamar. Sabrina memesan sarapan smoothies dan kopi, tak lupa ia juga membelikan untuk Alex dan membawanya naik ke kamar.
" good morning, kak Alex. " sapa Sabrina
Alex baru saja membuka mata langsung di sambut senyuman hangat dari Sabrina.
" morning masa depan ku, " balas Alex
" masa depan, ada-ada aja kak Alex. Sarapan dulu kak, terus kita ke dermaga. Sekitar jam 10 pagi kita bakal di jemput kak Andriano dan kak Johan. " kata Sabrina
Alex segera menyantap makanannya kemudian pergi mandi. Entah mengapa hari ini Sabrina tak bisa mengalihkan pandangannya, ia senang melihat Alex memakai kaos berwarna putih dan celana pendek. Selain itu rambut Alex yang ditata rapi ke belakang membuat mata Sabrina candu untuk melihat. Alex yang sadar bahwa dirinya sedang di amati oleh Sabrina mendadak tersenyum manis, dan Sabrina merespon dengan berpura-pura pingsan.
" aku meleleh... " kata Sabrina
" lebay deh, ayo jalan. "
Sesampainya di dermaga Johan dan Andriano menyapa Alex, Sabrina sempat menggoda Andriano yang semalam baru menyatakan cinta kepada Jesica. Andriano tersenyum manja dan melirik ke arah Johan yang terus melihatnya sinis, rasanya masih belum rela kalau Jesica pacaran dengan Andriano.
" namanya orang suka ya jangan di larang kak Jo! percuma nasehatin orang yang lagi bucin tuh, gak bakal di dengerin sama mereka. Udah biarin mereka senang-senang sesekali mumpung masih muda. " kata Sabrina
Andriano mengacungkan ibu jarinya ke arah Sabrina, sedangkan Alex dan Johan saling bertukar pandang. Mereka pun segera naik ke kapal, Sabrina duduk di depan sambil menikmati teriknya sinar matahari tiba-tiba saja Alex datang mendekati Sabrina, ia tiduran dan menaruh kepalanya di paha Sabrina dan membuat suasana menjadi canggung.
" Rina, jujur aja deh kamu suka kan sama aku? Tapi kamu bohongi diri kamu sendiri. " kata Alex
" gak tau lah kak Alex, aku pusing. Minggir dulu deh, berat tau kepala mu. " ujar Sabrina
" haish...! "
" Hei, lu berdua duduk di situ ganggu pandangan gue tau gak! Ntar kalo nabrak lu berdua yang tanggung jawab. " kata Andriano
Sabrina nyengir sok cantik ke arah Andriano, Alex menarik tangan Sabrina dan menyeretnya ke dalam bersama Johan dan Andriano.
" Lex, semalem aku dapet kabar tentang perkembangan kasus Papa mu, ada sedikit titik terang. Reino sama Ziva udah berhasil nge hack komputer milik yayasan sekolah. " kata Johan
" okey, kebetulan besok aku mau ke kantor Papanya Anita. Aku bakal pasang kamera mini dan alat penyadap suara di sana, Andriano lu udah tau kan harus ngapain? "
" Siap, yang penting hati-hati aja. Jangan sampai ketahuan. " kata Andriano
Sabrina hanya diam saja dan sibuk dengan handphonenya ketika Alex dan yang lainnya sibuk merencanakan sesuatu untuk membuktikan kalau orang tua Alex tidak bersalah.
" Tapi, sepertinya kamu masih harus deketin si Anita deh. Soalnya dia kan juga tau kasus Papa mu, siapa tau bisa dapetin info dari dia kan... " kata Johan
" Kalau urusan itu bisa di atur, tapi aku takut nyakitin hati Sabrina. " ujar Alex
" Idih... gak sakit kok kak tenang aja, toh kita kan gak ada hubungan apa-apa. " kata Sabrina
" MAMPUS LU...!!! Di tolak kan lu...! Hahahaha... " seru Andriano
" kalian bahas kayak gini di depan ku gak takut aku bocorin? " tanya Sabrina
" Kita percaya sama kamu kok, " kata Alex
" Paling kamu cerita juga cuma sama Jesica. " kata Johan
" Dan Jesica cerita lagi sama aku, " kata Andriano
Selama perjalanan di kapal Alex dan yang lainnya sibuk membicarakan tentang rencana membalas dendam, Sabrina hanya diam dan sibuk chattingan sama Jesica. Jesica bercerita tentang kejadian semalam, dan Sabrina juga mengatakan kalau semalam Alex juga menyatakan cinta namun ia tolak karena Alex masih harus berurusan dengan Anita. Ia tidak mau satu sekolah membully-nya dan menjadi target sasaran Anita. Sabrina hanya ingin sekolah dengan tenang dan mempunyai teman yang banyak.
Kapal pun tiba di dermaga, Jesica telah menunggu di pinggir dermaga sendirian.
" Akhirnya sampai juga kalian...!!! " teriak Jesica kegirangan
Jesica merentangkan tangan sambil berlari ke arah Alex dan yang lainnya. Andriano yang melihat Jesica pun menyambut dengan merentangkan tangan dan berlari, sayangnya Andriano dilewati begitu saja oleh Jesica, Jesica justru memeluk Sabrina dengan erat. Andriano dibuat mati gaya, Alex dan Johan menepuk pundak Andriano sambil melewatinya.
" Kamu ngapain diem di situ? " tanya Jesica
" gak papa! selingkuhan mu udah datang aku di cuekin... " gerutu Andriano
" elu yang selingkuhan! Sabrina baru pacar aku, whuuuu... " bentak Jesica
" hahahaha, maaf ya kak. "
Mereka pun kembali ke hotel dan istirahat. Esok harinya mereka bersiap untuk kembali ke asrama sekolah karena liburan hampir usai.