FIRST LOVE (Story' At School Of Art)

FIRST LOVE (Story' At School Of Art)
Love shot...!!!



Pagi hari setelah pertandingan usai, bang Heri memutuskan untuk pulang terlebih dahulu, sedangkan Sabrina dan yang lainnya masih ingin berlibur di kota B. Mereka sudah merencanakan untuk datang ke pulau seberang yang terkenal dengan budaya asli kota tersebut. Sambil menyelam minum air, sambil liburan juga bisa belajar tentang budaya daerah lain. Andriano menyewa speed boat untuk menuju pulau tersebut, jaraknya hanya 45menit dari dermaga pusat kota B.


" Jesica, kamu duduk temenin aku aja di sini. " kata Andriano


" haih, ya sudah iya. "


Perjalanan pun dimulai, kali ini Alex tidak keberatan dengan adanya Darius yang ikut nimbrung wisata mereka. Darius berusaha untuk mendekati Sabrina namun terus dihalangi oleh Alex dan Johan. Sedangkan Erwin terus saja menempel dengan Mida, sungguh pasangan yang romantis.


" Jes, udah punya pacar belom? " tanya Andriano


" belom, kenapa? "


" lu mau gak jadi pacar gue? "


" ogah ah, lu playboy kak Riano. Cewek lu banyak dimana-mana, aku takut nanti di massa sama cewek lu. " kata Jesica sambil terkekeh


" MAMPUS LU! DITOLAK KAN LU SAMA SODARA GUE! " teriak Johan girang


" ah, rese lu Jo. Gue beneran suka sama Jesica dari dulu, cuma karena gue udah lama gak ketemu jadi gue kira gak bakal ketemu lagi. Tapi hati gue tetep buat Jesica kok, sumpah! " kata Andriano


" heleh, gombal lu! " ujar Jesica


Namun diam-diam Jesica sebenarnya juga menyukai Andriano hanya saja dia malu kalau sampai Johan tahu.


Kapal pun berhenti di dermaga, rupanya di pulau tersebut ramai dikunjungi oleh para wisatawan domestik dan mancanegara karena ada festival yang akan berlangsung. Tak mau ketinggalan, mereka segera menuju ke lapangan untuk melihat acara berlangsung, beraneka ragam kebudayaan diperlihatkan ke para wisatawan, mulai dari musik hingga tarian khas pulau tersebut. Alex terus saja memegangi tangan Sabrina supaya tidak terpisah karena lokasinya sangat padat oleh pengunjung. Sabrina mengeluarkan HP miliknya dan merekam semua kegiatan kesenian tersebut.


" waah, aku baru tahu kalau di daerah lain ada kegiatan yang seru banget kayak gini. liburan ku gak sia-sia juga, haha... " kata Sabrina


Alex tersenyum melihat Sabrina begitu bahagia di hari itu. ' bila saja kita bertemu lebih cepat, mungkin saat ini kamu udah jadi pasangan ku. Berharap aku bisa menyatakan cinta kepada mu, tetapi aku masih ragu karena aku tak mau membuat mu sedih nantinya. '


" kak, nyari makan yuk! udah siang laper. "


" okey, kita cari makanan khas di pulau ini. " kata Alex


" yakin makanan khas? " tanya Sabrina ragu


" emang kenapa? kan kita gak tau makanan khas kota ini. " jawab Alex


" ya sudah, tapi jangan nyesel loh ya. soalnya waktu perjalanan ke sini aku sempat lihat pedagang yang jual makanan khas kota ini. Dan kamu tau apa itu? "


JRENG...! JRREEEEEEENG...!!!


" kok mirip ulat yang di pohon sagu itu ya? " tanya Alex


" emang iya, "


" cari makanan yang lain aja! " ujar Alex tak sabar


Alex bergidik ngeri melihat makanan khas di pulau kecil ini, berbagai macam reptil dan serangga seperti belalang, ulat sagu, tokek, biawak, anakan buaya, dan lain sebagainya ada semua termasuk kelelawar pun ada. Mereka berkeliling di pusat perbelanjaan pulau itu hanya untuk mencari tempat makan. Lama mereka berkeliling sembari melihat aneka pernak pernik yang indah terbuat dari kerang dan manik-manik, akhirnya ketemu juga kedai makanan yang menjajakan makanan orang normal. Mereka berdua pun langsung memesan makanan dan minuman.


" akhirnya, nyempil sekali tempat ini. " ujar Sabrina


" penuh perjuangan ya kalo sama kamu, hehehe. " kata Alex


" kenapa emangnya? gak suka? "


" bukan gak suka, tapi emang pantes untuk di perjuangkan. " jawab Alex


" masa?? "


" iya, kenapa? mau aku perjuangin? " tanya Alex balik


" hahaha, tidak berharap! Gak mau sakit hati... Makan kak. "


Selesai makan Alex dan Sabrina memutuskan untuk berjalan-jalan mengelilingi pasar aksesoris yang ada di pulau itu, Sabrina juga membeli beberapa aksesoris yang terlihat lucu untuk oleh-oleh. Tak terasa hari semakin senja mereka kini berjalan menuju ke pantai sambil melihat indahnya sunset di ufuk barat. Pemandangan langit sore yang indah dan deburan ombak laut membuat suasana menjadi terasa romantis,


" oh my God! aku lupa ngabarin temen yang lain kalau kita nyebar sendiri! haduh...!!! " ujar Sabrina panik


" eh... eh...! "


" mereka pasti nyariin kita, aduh gimana ini? mana baterai ku lowbat pula, kak Alex hp mu coba... "


" HP ku? HP ku... HP ku mana?? Loh, lah...!! oh, iya aku lupa Hp ku kan di pinjem Johan tadi. " kata Alex


" Lah, terus kita gimana dong...??? "


Sabrina mulai panik ketika hari berubah menjadi malam, dan Alex berusaha menenangkan Sabrina. Alex menunjukkan langit malam yang indah dan bertabur debu angkasa, mereka membentuk sebuah rasi bintang yang indah.


" bbrrrr...! "


" dingin ya? nih pakai jaket ku. " kata Alex sambil memakaikan jaketnya


" kakak gak dingin? "


" aku laki-laki, aku hanya ingin melindungi wanita kesayangan ku dari apapun termasuk angin malam. yuk, jalan! " kata Alex


" mau kemana? "


" kamu mau tidur disini kah? " tanya Alex


Mereka berjalan menyusuri pertokoan yang hampir tutup, Alex menanyakan letak penginapan di area pulau yang terdekat. Setelah mendapat informasi mereka langsung bergegas menuju ke tempat penginapan itu.


" maaf, tapi kamarnya sisa satu dan single bed. " kata resepsionis


" waduh, tapi kita beda jenis kelamin lho bang?! " seru Sabrina


" ya, mau gimana lagi. Kalau mau ya silakan ambil, kalau enggak ya gak masalah. "


" ya sudah, kami ambil! berikan kuncinya. " kata Alex


" loh, kak! Ta-tapi... "


Alex menarik tangan Sabrina dan membawanya naik ke kamar. Dengan wajah panik dan takut Sabrina enggan masuk ke kamar.


" haish, tenang aja. Aku gak akan ngapa-ngapain kamu kok, Rin. Aku yang akan jagain kamu tidur... " kata Alex


Sabrina masih terus menatap wajah Alex tak percaya.


" Sumpah! Serius! Aku janji aku gak akan ngapa-ngapain kamu! tuh, hp mu di charge dulu abis itu mandi. " ujar Alex


Sabrina akhirnya mau mengikuti Alex masuk ke kamar, meski ada perasaan waspada namun ada perasaan senang yang menyempil di hati. Sabrina hanya bisa memakai baju yang tadi ia beli di pasar dan memakai jaket milik Alex untuk menutupi bagian dadanya yang sedikit terlihat.


" udah malam, tidur gih. " kata Alex


Sabrina merebahkan tubuhnya ke atas kasur, ia melihat Alex berjalan menuju ke kamar mandi. Badan terasa lelah namun mata masih terjaga sampai Alex selesai mandi.


" kenapa belum tidur? " tanya Alex


" rindu dengan seseorang itu berat ya. Apalagi rindu dengan orang yang gak akan pernah bisa kita lihat lagi. Sakit... " jawab Sabrina


" hmmm, sini aku peluk biar bisa tidur. " kata Alex menggoda


" apaan sih, belum nikah gak boleh itu. " ujar Sabrina


" berarti kita harus nikah dulu? mau gak nikah sama aku " tanya Alex


" gak mau, masih pengen sekolah! " jawab Sabrina tertawa geli mendengar ajakan Alex


" yah, di tolak. Aku juga anak yayasan loh, tapi papa ku lagi kesandung masalah. Ia di jebak oleh seseorang yang mengakibatkan Papa ku masuk penjara, beliau dituduh melakukan korupsi. Aku minta bantuan Johan dan Andriano untuk menyelidiki kasus ini sampai ke akar-akarnya, karena koneksi mereka banyak. " kata Alex


" yang sabar ya kak. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya kok, tetap semangat menjalani hidup. "


" makasih ya, " kata Alex


Alex merebahkan tubuhnya di sebelah Sabrina yang membuatnya kaget. Alex memeluk tubuh Sabrina dengan lembut,


" Rin, kamu tahu kan kalo aku suka sama kamu. "


" hehe, tapi kakak kan udah punya kak Anita. Kadang aku pengen menjauh dari kakak tapi kok ya kakak ngejar terus. Aku gak mau bikin masalah dengan kak Anita, dia tipikal orang yang mau melakukan apapun hanya untuk mempertahankan kamu di sisinya. " kata Sabrina


" Tapi sebenarnya aku mendekati Anita karena Papa ku yang ada di penjara. Kami membuat kesepakatan, namun sayangnya Anita terlalu posesif hingga membahayakan orang lain. Maaf, waktu itu aku gak bisa nolongin kamu dari amukan Anita. "


" aku gak papa kok kak, cuma ya jujur aja. Aku mungkin juga bisa lepas kendali kalau kak Anita sering membully aku. " kata Sabrina


" Rina, kamu mau gak jadi pacar aku. Bukan cuma pacar tapi juga teman hidup ku, "


" selesaikan dulu urusan mu dengan Anita kak. Aku gak mau jadi orang ketiga... " kata Sabrina


" Aku sama Anita sebenarnya gak pacaran, aku kan udah bilang sama kamu. Aku suka sama kamu... "


" gak romantis, gak mau ah. pffft... " ujar Sabrina


" oh, mau yang romantis... "


Tiba-tiba Alex membalikkan tubuh Sabrina, Alex berada di atas tubuh Sabrina. Dengan mata yang penuh cinta, Alex mengungkapkan perasaannya kepada Sabrina.


" I Love you... "


" aku bakal jawab kalau kakak udah bisa bikin aku yakin seyakin-yakinnya, lagian kita baru kenal belum ada setahun. " kata Sabrina


Alex hanya bisa menghembuskan nafas, ia kembali berbaring dan tidur sambil memeluk tubuh Sabrina. ' sampai kapan pun kamu gak akan pernah aku lepas... '


Di lokasi lain ada adegan romantis yang hampir saja batal karena ulah seseorang.


Andriano memberikan sebuah kejutan romantis untuk Jesica, ia menyiapkan candle light dinner dan kalung untuk menyatakan cinta kepada Jesica. Hal itu diketahui oleh Johan, ia menghasut Jesica untuk tidak ke sana, tapi hal itu gagal. Jesica tetap pergi namun Johan memaksa ikut.


" mumpung ada saksinya nih, Jesica kamu mau gak jadi pacar aku? "


" kenapa kakak suka sama aku? " tanya Jesica


" aku suka sama kamu karena pandangan pertama waktu kita ketemu dulu. Kita juga sering main bareng, aku juga kagum dengan sifat mu yang mendominasi. Aku pernah bilang kalau aku sempat mencari mu namun tak ketemu. Sekarang kamu tiba-tiba kembali muncul di hadapan ku dan membuat ku teringat masa kecil kita dulu. Jesica, saat itu lah aku sudah menyukaimu. Apakah kamu akan menerima cinta ku ini? "


" Apa boleh buat, aku juga suka sama kamu. " jawab Jesica


Johan hanya bisa diam dan menyuruh Andriano untuk menjaga Jesica.


" kalau sampai aku tahu Jesica nangis karena elu! gua gebukin lu...! " Seru Johan