
Akhirnya liburan sekolah hampir tiba... yeeeyy! HAPPY HOLIDAYS FOR US! not for you...!
Tetapi, sayangnya liburan semester ganjil ini acara yang telah di rencanakan oleh Alex gagal karena Sabrina tidak bisa ikut, ia harus menghadapi pertandingan bela diri di kota B. Namun, Alex mengubah rencana liburannya yaitu ikut pergi bersama Sabrina, selain liburan ia juga bisa melihat pertandingan Sabrina. Johan, Jesica, Erwin, Mida, dan Andriano pun ikut serta dalam perjalanan liburan ini. Selain itu, Erwin juga berencana untuk mengungkapkan perasaannya kepada Mida. Rupanya mereka sudah menjalani pdkt selama 2bulan tanpa di ketahui oleh teman lainnya.
" Aku sama pelatih berangkat naik pesawat, kalian mau bareng? Mumpung kami belum reservasi tiketnya, kalau hotel kami udah di siapin dari pihak panitia untuk yang dari luar kota. Tapi kalau kalian ya reservasi sendiri" kata Sabrina
" gampang, aku yang bagian reservasi hotel. Alex elu yang booking tiket pesawat, Johan kendaraan selama liburan ya. " kata Andriano
" siap! ekonomi apa bisnis? hahaha "
" ekonomi lah! tuh Sabrina sama pelatihnya juga sekalian biar kita bisa bareng nyampenya. " kata Jesica
Sabrina tersenyum melihat teman-temannya ingin menghadiri pertandingannya esok lusa. Mereka juga merencanakan perjalanan wisata selama berada di kota B, mereka mencari beberapa destinasi wisata yang menarik dan yang pasti bisa kece kalau dipake buat foto-foto. Erwin juga memilih 1 lokasi yang romantis, nantinya di tempat itu ia akan menyatakan cintanya. whaaah so sweet...!
Esoknya Sabrina izin ke pihak sekolah kalau ia harus menjalani latihan di sasana bela diri untuk menghadapi pertandingannya. Setiap hari dari pagi sampai sore Sabrina terus berlatih giat meskipun ketika pulang ia ada luka entah itu lecet, lebam ataupun terkilir, namun semangatnya semakin besar untuk bisa mendapatkan medali emas. Sesekali Sabrina pulang di jemput Alex, dengan senyum manis Alex setia menunggu Sabrina di depan tempat latihannya sampai ia selesai latihan. Lambat laun hati Sabrina sedikit luluh dengan cara Alex memberi perhatian ke Sabrina, namun Sabrina tak ingin berharap banyak karena ia tahu kalau ada Anita yang masih mencintai dan berharap Alex akan mencintainya lagi. Anita, hampir setiap harinya mencari dan menghampiri Alex dimanapun ia berada. Tetapi Alex justru berlari menjauh ketika melihat Anita, sungguh cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Hari keberangkatan pun tiba, Sabrina dan pelatihnya Bang Heri telah tiba lebih dulu di bandara dan menunggu Alex dan teman-temannya datang.
" kamu gak mau beli sarapan dulu, dek? " tanya bang Heri
" nanti aja lah, bang. kan di pesawat juga dapet makan, hehehe... " jawab Sabrina
" dasar bocah, bilang aja kalau kamu takut gendut! kamu itu atlet, makanan yang kamu makan itu bakal berubah jadi energi, harusnya kamu makan lebih banyak biar gak lemes. " kata bang Heri
" iya bang iya... "
" iya doang? sana beli makan! kamu kira aku juga gak laper apa? aku dari semalem gak makan makanya nawarin kamu makan. "
" ealah, ternyata. hahaha, yaudah aku beli makan dulu. hahaha, bilang kek kalo laper juga! jangan ngasih kode gitu aku kan gak paham. " kata Sabrina
Sabrina pun pergi ke cafetaria yang ada di bandara, ia pun harus mengantre untuk membeli makanan. Ketika tiba gilirannya antrean Sabrina malah di serobot oleh seseorang, orang itu juga tak mau mengaku salah dan diam saja.
" Kak, tolong ya jaga etika! ini tuh antrean saya! main serobot saja. " ujar Sabrina
" mbak, pesan toast isian daging 2, chicken burger, salad, susu almond coklat 2, matcha, coffee latte, sama camilan nya nugget dan french fries, es krim sunday 2"
" baik ditunggu ya kak. " kata kakak pelayan
Sabrina merasa moodnya dirusak hari ini, ' udah antreannya panjang kayak ular, eeh malah di serobot! udah gitu pelayannya mau aja gitu ngelayanin orang yang gak punya etika. ' pikir Sabrina.
Ketika pesanan orang itu sudah dibungkus rapi dibayar, tiba-tiba orang yang menyerobot antrean menarik lengan Sabrina dengan paksa.
" eh, apa-apaan sih ini?! jangan kurang ajar ya jadi orang...! " ujar Sabrina
Orang itu pun membuka topi dan maskernya.
" Loh?! Kak Darius? kok bisa disini? " teriak Sabrina kaget
" hehe, nih sarapan buat kamu. Yang ini buat pelatih mu. " kata Darius
" kok kakak tau aku sama pelatih? terus kakak mau liburan kemana? "
" aku? aku mau ke kota B mau liat orang tanding bela diri. " jawab Darius
Sabrina tertawa mendengar jawaban Darius, mereka pun kembali ke ruang tunggu dan mereka melihat kalau Alex dan yang lainnya sudah sampai. Alex sedikit terkejut melihat Darius jalan bersama Sabrina, tetapi ia berusaha tenang di depan Sabrina.
Pesawat yang akan menuju kota B telah siap, mereka pun berjalan memasuki pesawat. Satu persatu tiket mereka kembali di check oleh petugas sebelum masuk ke pesawat. Rupanya Darius memesan tiket bisnis, sedangkan Sabrina dan yang lainnya berada di kelas ekonomi, Darius meminta kepada pramugari untuk ditukar tempat duduknya namun ditolak. Alex menahan tawa dan tersenyum sinis ke Darius.
Alex duduk di kursi samping Sabrina, dan di sebelah Alex adalah bang Heri. Perjalanan untuk sampai ke kota B ditempuh selama 2jam, Sabrina tertidur dengan kepala di pundak Alex. Bang Heri tersenyum melihat Alex begitu perhatian kepada Sabrina.
" kalau memang kamu suka sama dia, aku hanya berharap jangan buat dia menangis lagi. Dia sudah aku anggap adik ku sendiri, sekali kamu menyakitinya aku buat hidup mu berantakan. " kata Bang Heri
" siap bang, aku akan jaga Sabrina. Aku juga ingin membuat dia bahagia... " kata Alex
" Dia itu sejak kecil sudah mendapat perlakuan yang buruk dari keluarganya. Hanya kakaknya Lucia yang selalu ada di sisi dia, yang selalu memberi semangat ke dia. Tapi sejak tragedi itu, Sabrina kehilangan separuh hidupnya dan ia hampir menghabisi orang yang telah membunuh kakaknya. Hah, Rina.. Rina. Semoga kamu bisa menemukan kebahagiaan mu sendiri Rin. " kata bang Heri
Tak terasa pesawat telah sampai di bandara kita B. Para penumpang pun bersiap untuk turun dari pesawat, Johan juga sudah menyediakan mobil untuk perjalanan mereka menuju hotel. Dan sepertinya mereka meninggalkan 1 orang,
" loh, kalian gak bareng sama kak Darius? " tanya Sabrina
" enggak lah! emang dia siapa? kita aja gak ada yang tau kalau dia mau ke sini juga. " jawab Andriano
" lah, ku kira kalian juga mau ngajak bareng. " kata Sabrina
" udah, gak usah mikirin orang lain. Cukup mikirin aku aja, hehe. " kata Alex
Sabrina terdiam dan memutar bola matanya. Mobil pun berhenti di sebuah hotel mewah, lokasinya pun tak jauh dari lokasi Sabrina akan bertanding. Mereka menurunkan barang bawaan mereka dan segera memasuki hotel untuk check-in, setelah itu mereka menuju ke kamar mereka masing-masing.
" kita sekamar ya Rin, " ujar Mida
" pengennya gitu, tapi aku udah ada kamar sendiri, hehe. " kata Sabrina
" yah, kita cuma berdua dong. Gak seru ah, gak asyik! " ujar Jesica
" kalian kan bisa main ke kamar dia, kamarnya Sabrina cuma ada single bed. Kalau kalian mau tidur sama dia mau tidur dimana? " tanya bang Heri
Sabrina tertawa, mereka pun mengeluarkan isi koper mereka semua dikamar masing-masing.
' Rina, kita ketemu besok waktu kamu bertanding ya. '
sebuah pesan singkat di HPnya yang dikirim oleh Darius. Sabrina tersenyum membaca pesan singkat itu, ia pun kembali menyimpan HP nya di saku celana.
" suntuk sekali, Jalan-jalan lah. " gumam Sabrina
Sabrina pun keluar dari kamar dan berjalan menuju ke taman yang ada di bagian belakang hotel, di sana juga terdapat kolam renang yang besar. Sabrina memesan jus buah dan duduk di pinggir kolam renang sambil melihat pemandangan.
' aduh, cowoknya cakep-cakep banget. Ngakak Mida sana Jesica seru kali ya, sambil ngerumpiin mereka. ' pikirnya.
" on the way...! " jawab Jesica
Jesica dan Mida pun bergegas turun dan berlari menuju ke lokasi Sabrina berada. Mereka duduk santai bertiga sambil melihat pemandangan roti sobek yang sedang berenang di kolam renang. Ada salah satu laki-laki yang sadar kalau ia sedang diamati oleh Sabrina dan teman-temannya, ia justru semakin menunjukkan kelihaiannya dalam berenang.
Alex dan yang lainnya yang sibuk mencari keberadaan ketiga perempuan itu menghela nafas ketika tahu kalau mereka sedang duduk sambil mengamati pria lain yang sedang berenang.
" samperin? " tanya Andriano
" pake tanya, lepas baju...! " jawab Alex emosi
Sabrina dan yang lainnya dikejutkan dengan sosok Alex yang tiba-tiba menceburkan diri ke kolam renang dan berenang menghampiri Sabrina.
" seger ya liat ginian? " tanya Alex
" biasa aja sih, wleeek...! " jawab Sabrina
" yakin? " tanya Alex sekali lagi.
Kali ini Alex naik ke permukaan dan memperlihatkan otot perutnya yang berjumlah 6 dan di balut dengan kulit putih bersih, selain itu otot lengan yang juga terbentuk membuat tubuhnya terlihat macho. Sabrina hampir saja mimisan,
' buset dah, kak Alex bikin jantung aku gak kuat...! mak, aku gak kuat kalo di kasih liat yang bening begini... '
Alex pun mendekatkan wajahnya ke wajah Sabrina, Sabrina reflek menutup matanya...
PLETAK...!!
Sebuah sentilan mendarat tepat di kening Sabrina, Alex tersenyum dan kembali berenang bersama teman-temannya. Johan pun menyuruh Jesica mengambilkan handuk. Sabrina masih saja memegang keningnya dan cemberut, Alex berpura-pura tak melihat.
" Hai, kenalin aku Sonia, dan dia teman ku Ravenna. "
" Oh, ada apa ya? apakah ada yang bisa dibantu? " tanya Alex
" cuma mau kenalan, boleh? kamu ganteng, udah punya pasangan? "
" pasangan, belum sih. Aku Alex, senang berkenalan dengan kamu. " kata Alex
Sabrina yang melihat percakapan antara Alex dan dua orang wanita asing itu membuatnya sedikit tak nyaman. Ada perasaan cemburu muncul secara tiba-tiba, namun segera ia tepiskan. Sabrina pun kembali masuk ke hotel, dengan tergesa-gesa ia tak sengaja tersandung dan hampir jatuh. Untung saja ada seorang laki-laki yang membantu menahannya.
" maaf, Terima kasih. " ucap Sabrina
" kayaknya aku pernah lihat kamu deh, kamu yang dulu pernah ikut pertandingan kejurnas di kota M bukan sih? yang dapet medali perak. "
" 2 tahun lalu kah? " tanya Sabrina
" iya. 2 tahun lalu, soalnya aku masih ingat wajah kamu. BTW, kenalin aku Reno dari kota E. "
" Sabrina, umb... aku permisi dulu ya, mau latihan buat tanding besok. " kata Sabrina
" okey, "
Sabrina kembali ke kamar dan menemui pelatihnya untuk meminta jadwal pertandingan. Sedangkan Reno masih berdiri dan memperhatikan Sabrina berlari menjauh, begitu pula dengan Alex yang memandang sinis ke arah Reno. Alex pun memilih untuk naik ke permukaan dan kembali ke kamar.
Tok tok tok...!!!
" ya, bentar! " teriak Sabrina
Sabrina terkejut melihat Alex yang masih memakai baju handuk berdiri di depan pintu kamarnya.
" kak Alex ngapain ke kamar ku? terus, kenapa gak pake baju? awas masuk angin. " kata Sabrina
Sabrina hendak menutup pintu kamarnya namun di tahan oleh Alex. Sabrina pun kembali membuka pintunya dan Alex menerobos masuk.
BRAK...! pintu tertutup.
" Rina, aku pernah bilang kan. Jangan mikirin cowok lain selain aku, udah lupa? " tanya Alex
" lah, emang kenapa? suka-suka aku dong, lagian kak Alex juga tadi ngobrol sama cewek kan. "
" ya, tapi abis itu aku gak nanggapi lagi. Rina, yang aku suka itu kamu. " kata Alex
Suasana pun tiba-tiba menjadi hening, wajah Alex perlahan mendekati wajah Sabrina, bibir Alex juga perlahan mendekati bibir Sabrina. Sabrina menutup mata, jantung Sabrina rasanya ingin meledak karena tak mampu lagi menahan debaran nadi yang kuat dan cepat.
" mmmuah! dasar anak kecil! " kata Alex
Alex mencium pipi Sabrina, dan itu membuat raut wajahnya berubah menjadi merah. Alex tersenyum dan keluar dari kamar Sabrina. Sabrina masih diam terpaku tak mampu bergerak,
" KYYAAAAAAAA...!!! "
Sabrina berteriak kegirangan dan menghempaskan tubuhnya ke atas kasur, ia terus bertingkah seperti orang yang baru saja mendapat kejutan. Ia berguling kesana kemari, duduk dan kembali mengingat ciuman Alex di pipi dan kembali tertawa kegirangan sambil memukul bantal dengan gemasnya.
Alex mendengar teriakan Sabrina dari depan pintu kamar, ia tertawa mendengar suara Sabrina.
' imutnya ini anak, rasanya pengen segera aku bawa pulang ketemu mama. '
Alex kembali ke kamar dengan wajah sumringah yang membuat bulu kuduk ketiga temannya merinding.
Malam harinya Erwin membuat kejutan untuk Mida, ia sudah menyiapkan sebuah kalung untuk Mida. Di tepi kolam renang, dengan suasana romantis Mida berjalan menggunakan gaun berwarna pink pastel.
" Mida, aku suka sama kamu. Percaya atau tidak, waktu pertama kenal kamu jantung ku berdetak tak karuan, ada perasaan yang berbeda ketika menatap mata dan melihat senyum mu. Mida, mau kah kamu jadi pacar ku? " ucap Erwin
" emm, aku sebenarnya juga suka kamu. Jadi ya, aku mau... " jawab Mida
Malam itu, mereka pun resmi menjadi sepasang kekasih.