FIRST LOVE (Story' At School Of Art)

FIRST LOVE (Story' At School Of Art)
Pemilihan OSIS baru



Hari ini seluruh siswa sedang menjalani ujian sekolah semester ganjil, suasana di gedung kelas hening sampai-sampai kita bisa mendengar suara jarum jam dinding karena mereka sangat fokus untuk mengisi jawaban soal ujian mereka sampai waktu yang telah ditetapkan itu selesai. Tak ada siswa yang berani menoleh ataupun bersuara, karena selain guru yang mengawasi mereka, ada pula cctv di setiap sudut dan tengah atap ruang kelas. Bahkan mereka pun tak berani membawa contekan, sebelum mereka masuk ke ruang kelas mereka selalu di cek oleh guru dengan sangat teliti, bahkan sampai kotak pensil dan pulpen pun di cek semua.


Ujian berakhir pada pukul 13.00, untuk kelas 1 di lanjutkan ujian praktek pada pukul 19.00 di pendopo sekolah, karena mereka masih junior jadi ujian mereka masih dibagi per kelas, masing-masing kelas menampilkan 1 karya untuk ujian mereka dan tema pun bebas! Selain itu, para siswa kelas 1 juga di bantu secara sukarela oleh para senior dan guru praktek baik itu dari penataan stage, audio, makeup dan kostum sampai lighting.


" aduh, kepala ku... Rasanya udah mau pecah! Ujiannya susah banget,mana gak bisa nyontek pula. " keluh Aliya


" emang gak belajar? " tanya Saskia


" ya belajar, tapi lupa... kan abis belajar terus tidur, jadi lupa. "


" makanya kalau belajar itu di ulangi lagi kalau pagi, kan jadi gak lupa. " kata Sabrina


" pengennya sih gitu, tapi aku kalau liat buku suka ngantuk lagi. kayaknya aku alergi buku pelajaran deh... " balas Aliya


" yaelah, itu bukan alergi! itu namanya malas, whuu...!! " tukas Saskia


Mereka tertawa dan bercanda sepanjang jalan.


" eh, kalian duluan aja ke kantinnya. Aku mau ke kamar mandi dulu, ada panggilan alam. Perut ku bergejolak ingin mengeluarkan sebongkah emas, lumayan punya tabungan untuk di sumbangkan ke sekolah. Hahaha... " kata Sabrina


" idih, amit-amit. Jorok ih si Sabrina... " ujar Saskia


Mereka berpisah di depan pintu kamar mandi. Tanpa Sabrina tahu ternyata Anita dan teman lainnya mengikuti Sabrina sampai di kamar mandi. Dan Anita pun melancarkan aksinya, ia mengunci Sabrina di dalam kamar mandi dan menempelkan kertas bertuliskan ' MAAF SEDANG PERBAIKAN '.


JEGLEK...!


Sabrina pun kebingungan karena pintu kamar mandi terkunci dari luar, sedangkan jam hampir mendekati untuk ujian ke dua. Sabrina semakin panik karena ia tak membawa HP di sakunya, ia hanya mampu berteriak dan meminta pertolongan namun tak kunjung tiba.


" TOLONG! SIAPAPUN YANG DI LUAR TOLONG BUKAIN PINTU KAMAR MANDI, DONG! ADA YANG TERKUNCI DI DALAM NIH...! " teriak Sabrina terus menerus.


Ia pun akhirnya menyerah dan terduduk di belakang pintu kamar mandi. Tiba-tiba terbersit keinginan untuk mendobrak pintu kamar mandi, pikirnya kalau dia menggunakan sedikit tenaga untuk mendobrak pintu tersebut mungkin saja pintu itu terbuka dan tidak mengalami kerusakan. Sabrina pun mengambil ancang-ancang sambil mengatur napasnya, dia pun menghitung di dalam hati satu sampai tiga dan kemudian...


BRUUUAAAAAAKKK...!!!!


" Sabrina? apa-apaan kamu? kamu mau merusak fasilitas sekolah? " tanya seorang guru yang terkejut melihat Sabrina mendobrak pintu


" maaf, Bu. Saya tidak bermaksud untuk merusak fasilitas sekolah, tapi tadi saya terkunci di dalam kamar mandi Bu. Saya sudah gedor-gedor pintu sambil minta tolong tapi tidak ada yang bantu saya, jadi ya sudah saya dobrak. Maaf ya Bu... " kata Sabrina


" hah, kamu ini ada-ada saja! lagian ini kamar mandi udah ada tulisannya SEDANG PERBAIKAN kenapa kamu masih masuk? "


" Lah, perbaikan yang gimana Bu? tadi saya mau masuk gak ada tulisan kayak gitu Bu. " jawab Sabrina


Guru itupun mengecek dalam kamar mandi, semuanya terlihat baik-baik saja. Tak ada yang rusak kecuali pintu yang di rusak oleh Sabrina baru saja. Untungnya pihak sekolah tak menuntut ganti rugi, cukup hanya minta maaf sebanyak 50x ditulis di kertas saja.


Masing-masing kelas harus mempunyai kandidat yang memenuhi syarat tersebut dan nantinya mereka akan di seleksi kembali melalui beberapa tahapan ujian untuk bisa di terima menjadi anggota OSIS. Sedangkan untuk ketua OSIS, biasanya kandidat yang di pilih adalah mereka yang pernah menjabat sebagai anggota OSIS. Dan yang menjadi kandidat calon ketua OSIS adalah Anita, Johan, dan Alex. Para masing-masing kandidat juga di wajibkan membentuk sebuah tim sukses untuk membantu mereka berkampanye selama 1 Minggu, tim sukses pun diberi kebebasan mau berkampanye seperti apapun namun isi kampanye tidak boleh mengandung unsur sara, pornografi dan mencurangi pihak manapun.


" Saya mencalonkan diri sebagai ketua OSIS dengan tujuan untuk ikut membantu memajukan dan menertibkan sekolah dari siswa yang tak mau di atur. Selain itu untuk yang perempuan kalau kalian ada pengaduan mengenai ketidak adilan dalam berpendapat atau tidak diberi kesempatan untuk berpendapat silakan sampaikan ke saya, dan saya akan membantu kalian menyampaikan suara kalian ke kepala yayasan. " kata Anita


" Saya sebenarnya sudah menjadi ketua OSIS tapi saya dipaksa mencalonkan diri kembali karena katanya saya mampu mengayomi teman-teman semua dan mampu menyelesaikan masalah internal tanpa meminta bantuan dari guru konseling. Dan bahkan guru konseling sendiri sudah mengucapkan terima kasih karena telah meringankan tugas beliau, benar kan Bu? hehehe... Jadi banyak yang meminta saya untuk kembali mencalonkan diri menjadi ketua OSIS, selain itu saya berharap masukan saya untuk kepala sekolah mengenai rencana pengelompokan siswa baik itu yang kelas menengah ke atas dan menengah ke bawah, ataupun yang pintar dan yang biasa saja itu di batalkan, karena itu bisa memicu terjadinya permusuhan antar siswa. Seperti itu saja yang saya sampaikan. Terima kasih... " kata Alex


" Saya jadi calon ketua OSIS sebenarnya bukan karena keinginan saya sendiri melainkan karena dipaksa oleh mereka semua termasuk sepupu saya yang sekarang berdiri sambil tersenyum di pojok belakang kanan bersama temannya. Tetapi meskipun seperti itu, saya harap saya mampu mengayomi teman-teman semua dan adik kelas, dan semoga saya mampu menjadi ketua OSIS yang baik dan tegas. Terima kasih, btw kalian mau memilih saya silahkan tidak memilih juga tidak masalah. " kata Johan


Sorak gemuruh dari masing-masing kubu pun riuh di dalam ruangan auditorium untuk menyemangati para kandidat calon OSIS, ada yang bersorak memanggil nama dan menyanyikan yel-yel.


Hari pemilu pun tiba, seluruh siswa berkumpul di pendopo depan sekolah. Masing-masing siswa yang telah mendaftar di izinkan memberikan hak suara dengan cara mencoblos foto kandidat calon OSIS di balik bilik suara. Satu persatu mereka masuk dan keluar dari bilik pemungutan suara, penghitungan suara pun harus menunggu selama 1jam.


" Mohon perhatian, kepada seluruh siswa


diharapkan segera memasuki gedung auditorium karena penghitungan suara pemilu ketua OSIS akan segera dimulai. "


Seluruh siswa pun berbondong-bondong memasuki ruang auditorium untuk mengetahui hasil penghitungan suara. Penghitungan suara pemilu ketua OSIS ini pun di saksikan oleh kepala sekolah dan wakil yayasan. Penghitungan suara pun dimulai, satu persatu kertas yang berada di kotak pemungutan suara di buka dan di bacakan nama siapa yang tertera di kertas. Ada beberapa kertas yang rusak, ada pula yang memilih golput, namun ada pula satu kertas yang terdapat sebuah tulisan yang berpesan, ' kepada Anita, kamu jangan harap bisa jadi ketos ya...! kalau kamu jadi ketos bisa-bisa sekolah ini gak akan punya penerus. Belum jadi ketos aja udah sok kuasa, apalagi jadi ketos! amit-amit jabang bayi deh! '


" maaf, saudara Anita dan yayasan. Saya hanya. menyampaikan pesan yang ditulis di kertas ini saja, karena ini kan bersifat terbuka. tapi yang nulis ini memilih Alex. Alex tambah satu lagi...! "


Raut wajah Anita pun langsung berubah menjadi malu karena kata-kata barusan. Anita hanya bisa tertunduk dan memendam perasaan benci.


Hasil penghitungan suara pun selesai,


" ya, akhirnya kita telah menyelesaikan pengumuman hasil pemilu hari ini, dan kita bisa lihat dengan jelas bahwa Alex yang menjadi ketua OSIS untuk dua periode, dan wakilnya adalah Johan. Sedangkan Anita maaf sekali mungkin tahun depan kamu bisa mendaftar diri lagi untuk pemilihan ketua OSIS. Selamat, dan harapan saya semoga diperiode kedua ini saudara Alex lebih dimaksimalkan lagi kinerjanya. "


Semua pun bertepuk tangan dan memberikan selamat untuk Alex serta Johan.


Keesokan harinya seluruh siswa yang dipilih untuk menjalani test seleksi anggota OSIS berkumpul di auditorium untuk menjalani test tertulis setelah itu dilanjutkan test wawancara. Sabrina yang juga terpilih menjadi kandidat calon anggota OSIS pun mengikuti serangkaian test tersebut, dan saat ini telah menyelesaikan semuanya hanya tinggal menunggu pengumuman.


" semoga lolos ya Rina. Kamu kan anaknya pinter. " kata Erwin


" ya kalo aku sih tidak terlalu berharap sih. kalau rezeki ya bersyukur, kalau enggak yaudah... gak bisa dipaksa. " balas Sabrina


" ya kamu berdoanya yang baik-baik dong!! " tukas Saskia


Sabrina hanya tersenyum.


Pengumuman hasil pemilihan anggota OSIS pun diumumkan, sayangnya nama Sabrina tidak di panggil yang artinya dia tidak lolos seleksi. Sabrina tersenyum dan mengatakan dalam hati, ' tak masalah, yang penting masih bisa sekolah. Kasih tahu mama gak ya? tanggapan mama pasti marah-marah kalau tahu aku gak bisa masuk anggota OSIS. '