FIRST LOVE (Story' At School Of Art)

FIRST LOVE (Story' At School Of Art)
Ada udang dibalik batu



" Rina, aku boleh minta tolong gak? " tanya Irene


" tolong apa? "


" itu, aku mau pinjem hp kamu. Mau chat sodara aku, hp ku lagi error sim cardnya gak kebaca. " jawab Irene


" oh, boleh. Tapi, nomor kontaknya gak hilang kan? " tanya Sabrina


" enggak kok, aku simpan di e-mail ku. " jawab Irene


Sabrina pun memberikan handphone miliknya ke Irene dan meninggalkannya duduk di kantin. Dengan senang hati Irene menerima handphone milik Sabrina dan segera membuka aplikasi chat, Irene kaget ketika melihat nama di salah satu teman chat Sabrina.


" Kak Alex " gumam Irene


Ia pun melihat foto profil yang Alex gunakan saat itu,


" HAAAHH...!! Ini kan... ini foto kapan?? " tanya Irene


Seketika Irene membuka chat antara Alex dan Sabrina, Irene membaca isi chat-nya dari awal sambil ia memotret isi chat tersebut dengan handphone miliknya sendiri. Irene melupakan tujuannya meminjam handphone Sabrina, ia semakin dibuat penasaran dan mengecek isi chat Sabrina lainnya. Semakin penasaran Irene semakin ia dibuat kaget dengan isi chat Sabrina terutama ketika Irene membaca chat antara Sabrina dengan dokter psikolog yang sering ia datangi, dan lagi Irene menemukan chat antara Sabrina dan Mama kandungnya yang membahas masalah kematian kakaknya.


" udah belom? " tanya Sabrina mengagetkan Irene


" ah?! eeh, bentar ya... masih nunggu balasan lagi nih, bentar aja. " jawab Irene gugup


' huh, hampir saja. Jantungku rasanya mau copot! Sekarang aku tahu kenapa Sabrina gak mau ngasih nomornya kak Alex, rupanya dia juga diam-diam suka sama kak Alex. Huh! berlagak sok jual mahal padahal aslinya juga caper sama cowok-cowok! '


Irene kembali berpura-pura mengetik sesuatu di handphone milik Sabrina, dan tak lama ia mengembalikan handphone tersebut.


" chat-nya udah aku hapus, aku juga udah bilang sama sodara ku untuk gak bales chat ku lagi. Makasih ya, Rin... " kata Irene


" okey, sama-sama. Aku tinggal dulu ya, aku mau otw ke sanggar udah hampir telat! see you... " ujar Sabrina


Irene tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arah Sabrina, Irene terus melihat ke arah Sabrina dengan tatapan kebencian.


BRRAKK...!


Irene kembali dikejutkan oleh gengnya Anita, Anita menarik tangan Irene dan membawanya masuk ke kamar mandi untuk di interogasi. Irene dicerca banyak pertanyaan oleh Anita terkait ia dengan Alex, hingga akhirnya Irene mengatakan kalau selama ini Alex dan Sabrina mempunyai hubungan yang spesial, Irene juga memberikan bukti foto serta chat milik Sabrina.


" darimana kamu dapet foto ini? " tanya Anita


" dari hp Sabrina, tadi aku pinjam dan gak sengaja lihat foto profil kak Alex yang bareng Sabrina. " jawab Irene


" waah, pantas saja nomor kontak ku di blokir sama Alex. Bagus, mulai hari ini kamu harus ngasih informasi tentang perkembangan Alex dan Sabrina. "


" Suatu saat nanti aku bakal bikin Alex bertekuk lutut dihadapan ku, dan Sabrina aku bakal bikin dia malu seumur hidupnya. " kata Anita


Irene menuruti perintah Anita, namun di sisi lain ia pun ingin mengambil keuntungannya sendiri dengan cara menjelekkan nama baik Sabrina di sekolah dan membongkar kelakuan buruk Anita ke kepala yayasan dengan tujuan untuk membuat Alex menjauh dari Sabrina dan Anita.


layaknya udang dibalik batu, niat baik Irene itu rupanya hanya kedok belaka untuk mengelabuhi Sabrina. Irene sering meminjam handphone Sabrina dengan alasan memberi kabar untuk saudaranya, namun kenyataannya Irene justru mengambil gambar isi chat-nya dan setelah itu beberapa diantaranya ia kirimkan ke website sekolah. Irene menggunakan nama anonim supaya tidak dicurigai oleh siapapun, selain itu Irene terkadang mengambil handphone milik Sabrina dimalam hari untuk melihat chat-nya di sosmed.


Karena hal itulah sekolah sempat gempar oleh kabar yang beredar bahwa Sabrina menggoda Alex, dan kabar bahwa Sabrina memiliki masalah mental terkuak di website sekolah. Untungnya Alex dan yang lainnya mampu meredam kabar itu sebelum sampai di yayasan, namun imbasnya Sabrina yang sebelumnya memiliki banyak teman sekarang mereka menjaga jarak bahkan ada pula yang menghina Sabrina.


" kamu gak papa kan, Rina? " tanya Jesica


" aku gak papa kok, makasih ya kalian selalu ada buat aku ketika aku lagi sedih maupun senang. " jawab Sabrina


" iya, sama-sama kok. Lagian kita kan juga satu kamar, jadi jelas hanya kamilah yang paling tahu kamu itu orang seperti apa. " kata Mida


" udah, gak usah di dengar omongan mereka. toh mereka taunya dari website sekolah yang entah siapa yang ngirim ke redaksi sekolah. Dan kenapa pihak redaksi mau aja upload itu, padahal mereka kan gak tau siapa yang ngirim. Hmmm... kira-kira kalian tau gak siapa orangnya? " ujar Irene


" ya, kita gak bisa curiga sama siapapun sih. Takutnya nanti malah makin runyam masalahnya, lagian mau curiga sama siapa juga jadinya praduga tak bersalah. " kata Sabrina


" eh, Jesica! coba minta tolong sama kak Andriano, dia kan hacker tuh. siapa tahu dia bisa nemuin pelakunya! " seru Mida


" eh iya, bener juga ya! untung kamu ingetin Mida. Bentar aku telpon dia dulu... "


Irene nampak kikuk setelah mendengar perkataan Mida, ia tak tahu sama sekali kalau Andriano adalah seorang hacker. Dalam hati Irene berharap semoga Andriano tak mampu menemukan Irene.


" aku tahu tujuan kamu telpon itu apa, tapi sebentar ya. Aku lagi ngerjain tugas yang di kasih Alex, lagian Alex juga lagi usaha nyari tahu soal masalah Sabrina. " jawab Andriano


" aaah, okey sayang ku. Semangat...!! " ujar Jesica sambil menutup telponnya


" gimana? " tanya Mida


" Tenang aja, lagi di selidiki langsung sama kak Alex. " jawab Jesica


' huh, syukurlah... ku kira bakalan langsung ketemu. Lagian aku kan juga pake IP sekolah, gak mungkin ketemu... ' batin Irene


Mereka pun mengesampingkan masalah itu dan belajar.


Malam semakin larut, Sabrina dan yang lainnya sudah tertidur lelap.


" okey, kalian tidur yang nyenyak ya... Jangan bangun dulu, Sabrina aku pinjam hp mu ya! " kata Irene bisik-bisik


Irene mengambil hp Sabrina yang tergeletak di atas meja, sayangnya hp Sabrina menggunakan sistem keamanan dengan sidik jari. Irene kemudian menarik pelan tangan Sabrina dan menempelkan jarinya ke hp Sabrina.


" akhirnya kebuka, makasih ya... " bisik Irene


Irene kembali melancarkan aksinya untuk mengecek kabar terbaru tentang Sabrina, selain itu Irene juga membuka galeri foto dan melihat sekumpulan foto mesra antara Sabrina dan Alex. Yang paling mengejutkan adalah, foto Sabrina dan Alex yang sedang tiduran berdua dengan posisi tangan Alex yang memeluk Sabrina penuh mesra.


Api cemburu kembali memuncak, ' sial, apa cantiknya sih dia? ' Irene pun meletakkan hp Sabrina kembali ke meja setelah ia mencuri beberapa foto dari hp Sabrina, saat ia hendak berdiri Irene melihat ada botol yang tertindih bantal yang sedang ditiduri Sabrina. Perlahan Irene mengambil botol itu dan rupanya itu adalah botol obat anti depresan milik Sabrina, Irene kembali mengambil gambar botol obat itu dan meletakkannya kembali ke bawah bantal Sabrina.


Irene mengira tingkahnya malam itu berjalan lancar karena semua teman sekamarnya tertidur lelap. Irene mengajak Anita bertemu di atas gedung asrama malam itu juga untuk memberikan beberapa fotonya. Tanpa mereka sadari, Sabrina dan Jesica melihat dan memotret kegiatan mereka dari kejauhan. Sabrina hanya berdiri diam mematung melihat kelakuan Irene yang ternyata busuk. Selama ini ia menganggap Irene adalah teman yang baik, mereka saling membela dan membantu ketika sedang berhadapan dengan Anita, terkadang Irene memaksa untuk membantu Sabrina dalam hal sepele seperti pekerjaan rumah yang sebenarnya itu sudah tugas dari Sabrina, namun rupanya mereka adalah sekumpulan manusia licik yang memanfaatkan temannya, layaknya musuh dalam selimut. Dan mulai malam itulah, Sabrina dan Jesica membuat rencana untuk menjebak Irene.