FIRST LOVE (Story' At School Of Art)

FIRST LOVE (Story' At School Of Art)
Medali Emas



Hari ini adalah hari pertama pertandingan bela diri, Sabrina dan bang Heri bersiap untuk berangkat ke lokasi pertandingan, teman-temannya pun sudah menanti di depan pintu masuk siap mengantar dan menyemangati Sabrina. Jantung Sabrina berdetak lebih kencang, ia merasa sangat gugup ketika memasuki pintu aula pertandingan.


" tenang dek, anggap saja ini seperti latihan mu kemarin. Yang penting kamu fokus dan percaya diri. " kata bang Heri


" Santai, Rin. Kita ada bersama mu, kita akan jadi pemandu sorak untuk kamu...!! " ujar Jesica


" SEMANGAT SABRINA...!!! " ujar teman-teman lainnya


" Rina tunggu... " panggil Alex


Alex tiba-tiba memeluk Sabrina dihadapan banyak orang, ia merasa malu namun juga tenang.


" kamu pasti bisa, aku percaya kamu pasti bisa memberikan performa yang terbaik. Kalau kamu menang, aku traktir kamu makan enak. " kata Alex


" hahaha, janji ya! "


Sabrina berpisah dengan teman lainnya, ia dan bang Heri menuju ke ruang ganti untuk bersiap. Sesekali Sabrina menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan hatinya supaya tidak gugup. Bang Heri juga mengingatkan beberapa teknik yang harus dipakai untuk melumpuhkan lawan bila dalam keadaan terdesak, tetapi jangan sampai membahayakan pihak lawan.


" Bang, doain Sabrina menang ya. Kalau aku menang, nanti medalinya mau aku hadiahin untuk kakak. Kakak selalu berharap aku bisa masuk ke pertandingan nasional, aku akan mengerahkan segenap tenaga ku untuk sampai final. "


" iya, dek. Abang selalu doa'in kamu, kakak mu juga pasti melihat pertandingan mu ini. Sekarang kamu jangan mikirin yang enggak-enggak dulu, fokus di pertandingan kamu. Kalau udah siap kita keluar sekarang. " kata bang Heri


Acara pertandingan pun dimulai, MC memulai membuka acara dengan meriah. Sebelum acara dimulai kita semua diharuskan menyanyikan lagu nasional, semua orang yang ada di dalam aula berdiri dan menyanyikan lagu nasional dengan khidmat. Setelah itu pertandingan dimulai, wasit pun mengingatkan beberapa peraturan yang harus ditaati oleh para peserta.


" Hari ini kita melaksanakan pertandingan karate Kumite, Kumite adalah pertarungan bebas karate. Dalam kumite, selain memakai seragam standar karate, karateka harus memakai beberapa perlengkapan seperti pelindung tangan, gum shieldkaret penahan gigi, pelindung selakangan, dan lain-lain. Pertandingan akan berlangsung selama 3 menit, dan para peserta dilarang menyerang dengan siku, lutut, cakaran, cekikan, mematahkan sendi, dan menyerang bagian vital.Daerah yang boleh diserang adalah kepala, wajah, leher, dada, perut, samping tubuh, serta punggung. "


Beberapa peserta ada yang tengah bersiap di lapangan, ada pula yang menunggu gilirannya dan mengamati jalannya pertandingan. untungnya Sabrina masih harus menunggu, kali ini lawannya adalah dari daerah K. Bang Heri terus saja menenangkan hati Sabrina dan meyakinkan dirinya kalau ia bisa berhasil mengalahkan perwakilan dari kota K itu. Sabrina terus saja mengatur nafasnya dan sesekali melihat ke arah penonton mengamati Alex, Alex mengacungkan ibu jarinya ke arah Sabrina. Tak jauh dari tempat duduk Alex rupanya ada Darius yang juga menonton.


" hah, menepati janji. " gumam Sabrina


" siapa? " tanya bang Heri


" yang kemarin kita ketemu di bandara waktu mau berangkat ke sini. " jawab Sabrina


" oh, cinta segitiga ya. Hati-hati loh, jangan sampai ada yang terluka. hahah... " ujar bang Heri


" apaan sih bang! mau fokus tanding nih, jangan bikin aku overthinking! "


" nah gitu dong, ketawa. Kan gak sepaneng lagi. " kata bang Heri


Tiba lah giliran Sabrina bertanding, Sabrina menyempatkan untuk berdoa sebelum memasuki lapangan pertandingan. FYI, lapangan pertandingan karate itu terbuat dari matras rata dan aman dari kemungkinan terjadinya bahaya jika pemain terjatuh, berikut ini ukurannya Panjang : 10 meter, Lebar : 10 meter, Tinggi : 1 meter, Material : Eva Spon dengan Density yang tinggi. Dan pertandingan karate sendiri ada 2 jenis yaitu yaitukata dan kumite. Kata adalah peragaan jurus yang telah di bakukan.Ada empat aliran kata yang di sepakati secara resmi untuk pertandingan oleh WKF. Masing-masing adalah dari shotokan, goju ryu, shito ryu, goju ryu.Pertandingan kata terbagi dalam dua jenis, yaitu tunggal dan beregu.Untuk kata beregu, setiap regu terdiri atas 3 orang.Penilaian kata didasarkan pada ketepatan, kecepatan, keseimbangan, konsentrasi, dan kekuatan gerakan.Adapun waktu pelaksanaan pertandingan adalah 3 menit.Kumite adalah pertarungan bebas karate. Dalam kumite, selain memakai seragam standar karate, karateka memakai beberapa perlengkapan seperti pelindung tangan, gum shieldkaret penahan gigi, pelindung selakangan, dan lain-lain. Untuk kedua karateka, sabuk dibedakan dengan warna merah dan biru.Pertandingan dibagi menurut kelas berat badan dan jenis kelamin, waktu pelaksanaannya 2-3 menit.Secara umum dalam kumite karateka dilarang menyerang dengansiku, lutut, cakaran, cekikan, mematahkan sendi, dan menyerang bagian vital.Daerah yang boleh diserang adalah kepala, wajah, leher, dada, perut, samping tubuh, serta punggung.


Pertarungan sengit pun dimulai, mereka saling menyerang dan bertahan. Alex dan temannya yang melihat pertandingan Sabrina pun merasa tegang,


" semoga Rina bisa lolos ke babak selanjutnya, " kata Jesica


" bisa-bisa, dia pasti bisa lolos ke babak selanjutnya! " kata Alex


" kak Alex yakin banget, antara yakin sama sok tau itu beti loh kak. Beda tipis...! " ujar Erwin


Sorak sorai dari seluruh penonton memenuhi aula tempat berjalannya pertandingan. Tak terkecuali teman-teman Sabrina yang terus menyemangati Sabrina.


" Ayo Sabrina! kalau kamu lolos aku traktir kamu makan enak di tempat mahal...!!! " teriak Erwin


" kita juga ya! " sahut Jesica


" idih, minta kak Johan lah! " kata Erwin


" udah, Jes. Nanti aku ajak kamu makan deh, tapi berdua aja ya. Kita candle light dinner berdua biar romantis. " kata Andriano


" berani?! " tantang Johan


" iya lah! gue kan calon sepupu ipar lu, " ujar Andriano


Mereka semua tertawa terbahak-bahak. Alex pun tak kalah heboh memberi semangat kepada Sabrina. Sedangkan Darius hanya duduk dan memperhatikan saja.


PRRIIIIIIIIIITTTTT....!!!


Waktu pertandingan 3 menit itupun usai dengan kemenangan yang di dapat oleh Sabrina. Sorak sorai dan tepuk tangan kembali bergemuruh, bang Heri pun memeluk dan memberikan selamat untuk Sabrina. Pertandingan selanjutnya di mulai lagi hari esok, jadwal besok adalah penyisihan ke babak semi final dan selanjutnya ke babak final.


" Mami ada di kota B sekarang, nanti mami share-loc kamu aja biar bisa langsung kesini aja. "


" siap Mi... " kata Erwin


Mereka pun pergi ke resto yang telah di tentukan, sayangnya bang Heri tak bisa ikut karena ada acara pertemuan dengan beberapa teman lama, sesampainya di sana Mami Erwin sudah menanti di depan pintu masuk.


" Erwin anak mami, seru liburannya? " tanya Mami Erwin


" seru kok, Mi. Eh iya, kenalin ini temennya Erwin. Jesica, Sabrina, terus yang laki bertiga itu senior kak Alex, kak Johan, kak Andriano, sama kenalin yang ini calon mantu mami, namanya Mida. "


" e-eh?! udah nemu calon mantu aja anak mami. Mana cantik pula calon mantunya, pinter kamu milihin calon mantu buat mami. " kata mami Erwin


Mereka semua pun masuk ke resto, rupanya resto tersebut milik maminya Erwin yang baru saja dibuka 1Minggu yang lalu. Mami Erwin membawakan makanan yang paling spesial untuk mereka, sembari mengobrol dan bercanda bersama mami Erwin mereka saling bertukar cerita dan membahas sekolah mereka. Bisa dibilang Erwin ini sangat dimanjakan oleh kedua orang tuanya karena ia anak tunggal dan calon penerus usaha orang tuanya, mereka hanya ingin Erwin hidup dengan serba berkecukupan. Mami Erwin pun juga sering ngajak ngobrol Mida untuk lebih kenal satu sama lain. Selesai itu semua mereka memutuskan kembali ke hotel untuk istirahat karena esok hari Sabrina ada babak penyisihan lagi untuk menuju ke final.


Keesokan harinya, Sabrina kembali bertanding dengan lawan yang lebih menantang dari daerah lain. Sabrina kembali mengerahkan segenap tenaga untuk melumpuhkan lawan, teriakan sorak Sorai dari riuh kembali memenuhi aula. Teriakan dari teman Sabrina semakin keras tatkala melihat Sabrina kembali memenangkan pertandingan dan lolos ke babak final yang akan berlangsung hari itu juga.


" Nih minum dulu... " kata Alex dan Darius bersamaan sambil mengulurkan minuman ke Sabrina


Sabrina melongo melihat Alex dan Darius, begitupun bang Heri. ' lah, mereka berdua ngapain coba? bikin canggung kan... bang, tolong ambil satu dong. terserah mau punya siapa. ' Tanpa pikir panjang, bang Heri mengambil kedua botol air minum itu dan menaruhnya di bawah, sedangkan Sabrina diberikan air minum yang di bawa bang Heri. ' makin canggung lah aku bang...!! '


Pertandingan semifinal berlangsung, Sabrina semakin gugup dan rasa percaya dirinya sedikit menurun.


" dek, ada chat di HP mu. " kata bang Heri


" keluar bentar... " Pesan itu di kirim oleh Alex.


Sabrina pun izin ke bang Heri untuk ke kamar mandi, Sabrina bergegas mencari Alex. Alex menarik tangan Sabrina dan membawanya masuk ke sebuah gudang di belakang aula.


" ssstt...!! jangan berisik. " ucap Alex berbisik


" kak Alex ngapain ngajakin ke tempat kayak gini? bahaya tau berduaan di tempat gelap kayak gini. " kata Sabrina


" kamu jangan gugup ya, aku yakin kamu bisa masuk final. Jaga pikiran dan hati kamu, jangan goyah sama lawan mu. Yakinkan diri kamu kalau kamu lebih hebat dari mereka. " kata Alex


Alex perlahan mendekatkan wajahnya ke Sabrina dan menempelkan ibu jarinya ke bibir Sabrina dan menciumnya. Sabrina terkejut dan tersenyum malu,


" kamu tau, aku udah suka sama kamu. Jadi aku pengen kamu menang di semi final ini, buktikan kalau kamu hebat. " kata Alex


Semi final pun dimulai, tersisa 10 orang yang kemudian akan diambil 4 orang untuk menuju ke babak final dan masih akan di seleksi lagi menjadi 2 orang untuk pertandingan memperebutkan medali emas.


Hari itu Sabrina kembali bersemangat hingga hari final tiba. Alex dan yang lainnya tak henti-hentinya meneriakkan nama Sabrina hingga suara mereka hampir habis. Di akhir pertandingan babak final pertarungan sengit terjadi, seharusnya pertandingan hanya berlangsung 1x sesi, namun karena seri akhirnya juri memutuskan untuk melanjutkan babak kedua.


Semua penonton dibuat tegang karena lawan Sabrina juga sangat tangguh, lawan Sabrina berasal dari kota B yang juga namanya sudah terkenal karena sering menjuarai bela diri di tingkat nasional. Sabrina sempat kewalahan melawannya, namun tiba-tiba ia mendapatkan semangatnya kembali ketika bang Heri meneriakkan nama kakaknya,


" INGAT LUCIA, SABRINA! kamu yang bilang sendiri, medali emas itu kado untuk kakak mu Lucia!! " teriak bang Heri


Sabrina kembali menarik nafas panjang dan kembali mengontrol fokus dan emosinya.


BRRAAAAKKKK...!!!


PRRIIIIIIIIIIITTT...!!!!


" dan inilah pemenang baru pertandingan karate tingkat nasional, SABRINA...!!! "


" HORREEEEEE...!!!! " teriak bang Heri yang langsung berlari dan memeluk Sabrina dengan penuh semangat


Sabrina tersenyum bangga, hatinya seolah ingin meledak karena sangking bahagianya. Ia pun naik ke podium untuk menerima trofi dan medali emas.


" selamat atas kemenangan mu, semoga kamu bisa masuk ke tingkat internasional dan membanggakan negara kita. "


" terimakasih, saya akan giat berlatih dan terus berusaha. " kata Sabrina dengan penuh bangga.


Sabrina memamerkan medali dan trofinya ke arah Alex dan teman lainnya, Alex tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Mereka semua pun turun dari kursi penonton dan berlari ke arah Sabrina untuk memberikan selamat.


' Medali ini aku hadiahkan untuk mu, kak. Setelah liburan kedua nanti aku akan pulang dan datang ke rumah kakak untuk memberikan medali ini. Rina tahu kakak pasti doa'in Rina biar menang, Rina sayang kakak, Rina janji gak akan ngecewain kakak. I love you so much my sister... '