FIRST LOVE (Story' At School Of Art)

FIRST LOVE (Story' At School Of Art)
Mata-mata



Liburan telah usai, kini seluruh siswa telah kembali ke sekolah dan belajar seperti biasa. Karena sudah di semester kedua, para siswa semakin sibuk dengan tugas dan jadwal latihan yang padat. Banyak dari mereka yang sering datang ke studio di malam hari untuk melatih dan mencari inspirasi, sedangkan yang kelas 1 lebih memilih untuk mulai mencari sanggar atau tempat latihan diluar sekolah supaya mereka lebih mampu mengikuti kegiatan di sekolah.


" Rina, kamu latihan narinya mulai kapan? " tanya Jesica


" mulai nanti sore, harusnya sih udah bisa mulai dari waktu kita ujian kemarin tapi karena kebijakan dari sekolah di tambah aku ada pertandingan kemarin akhirnya di undur, dan ya jadinya hari ini. " jawab Sabrina


" ohh, Rina kamu masih sering minum obat penenang ya? "


" hah? maksudnya? " tanya Sabrina kaget


" ya, sebenarnya aku udah tau kalo kamu punya riwayat mental, terus waktu semester kemarin kan kamu sempat pingsan tuh dan obat penenang mu juga di temuin di tangan mu. " jawab Jesica


" siapa aja yang tahu mengenai hal ini? "


" Aku, Johan, Andriano, Alex, Erwin, Mida. ah, sama petugas kesehatan!!!"


Sabrina yang mendengar jawaban Jesica langsung lari menuju ke ruang kesehatan dan menemui petugas kesehatan.


BRAAAK...!


" e-eh! aduh maaf kak gak sengaja buka pintunya terlalu kencang! hehehe... " ujar Sabrina


" sudah tidak apa-apa. Ada perlu apa kemari? Apa kamu masih sakit atau tidak enak badan? "


" enggak kak, tapi saya ingin membicarakan sesuatu sangat penting."


Sabrina menanyakan mengenai obat yang ia bawa ketika ia pingsan waktu itu. Petugas kesehatan membenarkan hal itu dan mengatakan kalau yang menemukan Sabrina pingsan pertama kali adalah seorang wanita, ia juga yang memberikan obat itu ke petugas kesehatan untuk mengembalikan ke Sabrina, dan setelah wanita itu pergi teman-teman Sabrina datang ke ruang kesehatan.


" petugas kesehatan ada bilang wanita itu siapa? " tanya Jesica


" enggak, dia cuma bilang kalau dia satu satu angkatan sama kita. " jawab Sabrina


" kira-kira dia siapa ya? "


Bel sekolah berbunyi, seluruh siswa pun kembali ke asrama. Sabrina bersiap-siap untuk pergi ke sanggar tari, Alex pun telah menunggu Sabrina di gedung asrama untuk berangkat bersama.


" mohon bantuannya, Tante... " kata Sabrina


" iya, Sabrina kamu bisa pakai perlengkapannya di sana. Dan kamu Alex, Mama mau bicara sama kamu. "


Sabrina berlatih menari dengan siswa lainnya di studio, Alex dan Mamanya masuk ke ruang kantor.


" kamu putus sama Anita? "


" sejak kapan aku pacaran sama dia? " tanya Alex


" Alex, kamu tau kan keadaan kita saat ini seperti apa? kita butuh bantuan Anita untuk bisa melepaskan Papa kamu, kalau kamu kayak gini kasus Papa mu bisa semakin runyam. " jawab Mama Alex


" hah, aku udah bilang kan sama Mama kalau aku lagi nyusun rencana untuk membalikkan keadaan. Mama tidak usah khawatir, kalau semua bukti sudah dapat kita pasti bisa menolong Papa. "


" Haih, semoga kata-kata mu bisa di percaya. " kata Mama Alex


Setelah selesai berlatih menari, mereka makan bersama dengan Mama Alex. Mereka bersendau gurau bersama, Mama Alex juga mengatakan kalau sanggar beliau menerima surat undangan untuk tampil di panggung arena terbuka terbesar di kota itu. Mama Alex menawarkan Sabrina untuk bergabung di pementasan itu dan mengikuti audisi untuk mendapat sebuah peran.


" Ma, kita pulang dulu ya... "


" iya, kalian hati-hati dijalan. Alex, jangan ngebut! " kata Mama


Sebelum sampai di sekolah, Alex mengajak Sabrina mampir ke sebuah toko es krim di pinggir jalan.


" kak Alex, aku mau tanya sesuatu... "


" boleh, tanya apa? "


" kak Alex tau kalau aku minum obat? " tanya Sabrina


" iya, aku tau. " jawab Alex


" kak Alex gak mikir apa-apa gitu tentang aku? "


" mikir apaan? yang aku pikirkan tentang kamu itu... kapan ya kamu terima cinta aku? " kata Alex


Sabrina memutar bola matanya, ia melihat sekilas seseorang yang sedang bersembunyi di balik pohon dan membawa sebuah kamera.


" kak, sepertinya aku melihat seseorang di balik pohon itu. " kata Sabrina


" hmm? dimana? "


" itu di situ... " jawab Sabrina sambil menunjuk ke pohon depan toko es krim


" udah, biarin aja. mungkin dia lagi nunggu orang, makan lagi es krim mu. " kata Alex


Selesai itu mereka segera kembali ke asrama sekolah.


" istirahat, jangan banyak pikiran ya... " kata Alex


Sabrina segera naik ke kamarnya, rupanya di kamar saat itu hanya ada Irene di kamar sedangkan Jesica dan Mida sedang berada di studio sekolah. Sabrina menaruh tas dan menaruh HP-nya di atas meja untuk di charge.


" kamu gak ada latihan, Ren? " tanya Sabrina


" owh, okey. Aku mandi dulu ya, gerah banget. "


Sabrina segera masuk kamar mandi, ketika sedang mandi ia samar-samar mendengar suara Jesica dan Mida yang membuat keributan di kamar.


" uwiiih, makanan nih. Tapi aku udah kenyang sih, tadi udah makan. " kata Sabrina


" hmm, mentang-mentang diajak makan sama kak Alex sekarang berlagak gak mau makan yang aku beli. " sindir Jesica


" bukannya gitu, tadi aku di ajak makan sama emaknya kak Alex selesai latihan di sanggar, terus sebelum sampe asrama kita mampir dulu ke toko es krim. Eh, tapi sisain buat aku ya... "


" kamu, jadian sama kak Alex ya? " tanya Irene


" enggak kok, kata siapa? "


" kalian kayaknya terlalu mesra deh. " kata Irene


" ya gimana ya, kak Alex kan bucin banget sama Sabrina. Sedetik aja gak liat Sabrina bisa gila dia, hahahaha. " gurau Jesica


" yang ada tuh si Jesica pacaran sama kak Andriano. Tuh liat kalung yang di pake Jesica itu hadiah dari kak Andriano, spesial limited edition. " ujar Sabrina


Jesica senyum-senyum sambil memegang kalung yang ia pakai. Tak terasa waktu telah larut, mereka pun bersiap-siap untuk tidur. Sabrina kembali menaruh HP-nya di meja dan di charge, setelah itu ia kembali ke tempat tidur.


Hp Sabrina memakai fitur sandi keamanan dengan menggunakan sidik jari. Ketika kesadaran Sabrina mulai hilang samar-samar ia melihat seseorang yang sedang mengutak-atik HP-nya, namun siapa orang itu tak nampak jelas karena gelap.


Keesokan harinya, Sabrina melihat HP-nya ' tak ada yang berubah sih, apa aku semalam salah lihat ya? ' Sabrina bergegas merapikan tempat tidur dan berangkat menuju ke gedung kelas.


" Pagi... " sapa Sabrina seperti biasanya


Tak ada seorangpun yang membalas sapaan nya, suasana dikelas pun nampak aneh karena mereka terlihat sangat sinis memandang Sabrina. Aliya dan Saskia yang biasanya langsung menghampiri Sabrina seperti enggan untuk bertegur sapa, cuek saja pikir Sabrina.


Bel istirahat berbunyi, Jesica menghampiri Sabrina dikelas dan mengajaknya ke kantin.


" Jesica, kamu pacaran ya sama Andriano? "


" iya, mang kenapa? " balas Jesica


" jaga baik-baik pacar mu, Jes. Kalau gak di jaga nanti bisa direbut PE-LA-KOR...! "


" maksudnya? " tanya Jesica


" cuma ingetin aja, jangan terlalu percaya sama orang apalagi itu orang terdekat. Biasanya kalau yang dekat itu suka pagar makan tanaman. "


" gaje banget sih dia! iiihhh, udah yuk Rin, kita ke kantin. " ujar Jesica


Sabrina dan Jesica langsung mengantre untuk mengambil makanan, semua siswa yang melihat kehadiran Sabrina langsung memasang wajah sinis, ada juga beberapa siswa senior pria yang sengaja menggoda Sabrina namun dihalangi oleh Jesica. Para pegawai kantin yang biasanya baik dengan Sabrina pun sekarang menjadi judes dan galak dengannya, perasaan bingung menyelimuti pikiran mereka.


" tuh kan, dia itu suka godain cowok orang! dasar gak tau malu! "


" iya, udah tau itu cowok udah punya pacar tapi masih aja godain. "


" harus jaga baik-baik laki kita nih, kalau gak bisa digodain sama dia. "


" kasian temennya kena getahnya akibat kelakuan dia, kalo aku udah gak gak mau temenan lagi deh... "


" murahan! "


Sekali lagi Sabrina dan Jesica bingung dengan keadaan sekitar mereka. Banyak suara cibiran yang entah ditujukan untuk siapa, namun pandangan mata mereka tertuju ke Sabrina dan Jesica.


" muka polos hanya untuk menutupi busuknya dia aja. "


" Lagian kenapa cowoknya juga mau sih sama dia? cantikan juga aku ketimbang dia. "


" ah, jangan-jangan dia pakai pelet kalau gak susuk. iiihhh, amit-amit deh deket sama dia! "


BRRRRRRAAAAKKK...!!!!


" CUKUP!!! " teriak Jesica kesal


" heh, kamu! maksud kamu apa ngomong kayak gitu sambil liatin kita, hah?! " tanya Jesica


" kamu gak lihat berita yang dishare di akun sekolah? "


" aku gak peduli sama berita itu, yang aku tanya maksud kamu apa ngomong kayak gitu? siapa yang pakai pelet? " tanya Jesica


" Jesica, kamu mending hati-hati deh sama orang terdekat mu karena siapa tau dia juga ngincar cowok mu. "


" kamu gak kenal dia, dan kamu nge-judge dia negatif. Berani banget kalian semua, kalian semua gampang banget ya ketipu sama orang. Kalian percaya sama sama rumor itu? BODOH...!!! Sekarang kalau aku mau nyebarin rumor tentang siswa yang bernama Indah yang semalam mesum sama siswa yang bernama Rudi di kamar mandi kalian percaya? Hahaha... percuma orang tua kalian nyekolahin kalian sampai jenjang SMA kalau otak kalian masih dangkal kayak gini. Sama rumor gak jelas aja percaya! " ujar Jesica


" tapi ini ada bukti chat-nya, gak mungkin kan itu hoax! "


" smartphone! ingat hp sekarang itu lebih pintar dari otak kalian, apalagi ada banyak aplikasi untuk ngedit. Makanya otak dipakai buat mikir yang bener, jangan dipakai untuk mikir sesuatu yang gak jelas kayak gini. kalian dosa tau percaya sama fitnah! " kata Jesica


Jesica dan Sabrina pergi meninggalkan kantin tanpa membereskan meja bekas mereka makan. Emosi menyelimuti pikiran dan hati Jesica, Sabrina berusaha menenangkannya dengan memberikan minuman dingin.


" tapi siapa ya yang nyebarin rumor itu? " tanya Sabrina