Finally, I Love You

Finally, I Love You
Rindu



Hayam menatap gadis disampingnya yang masih sibuk menghapus air matanya dengan tisu.


Gadis itu masih sesenggukan menahan tangis, sesekali air mata masih mencuri keluar dari sudut matanya.


"Sudah jangan menangis lagi." kata Hayam pelan sambil mengusap jejak air mata di pipi gayatri dengan ibu jarinya.


Gayatri mencoba menahan tangisannya dan masih terisak pelan.


" Kau akan semakin pendek jika menangis." gurau Hayam agar gadis itu berhenti menangis.


"Aku tuh masih sedih tau." jawab gadis itu sambil terisak pelan.


"Lain kali jangan menonton film seperti itu lagi, jika masih menangis seperti anak kecil." ejek Hayam.


"Kau tidak bisa berempati sedikit saja. Bagaimana tidak sedih jika orang yang kau cintai rela berkorban nyawa demi kita." kata gayatri protes, mungkin karena terlalu menghayati dalam menonton jadi masih terbawa suasana.


Mereka baru saja menonton film romantis komedi tapi juga penuh dengan air mata.


"Jadi kau akan bersedih jika aku terluka." tanya Hayam acak.


Dan itu sukses membuat Gayatri diam, tangis dan isakannya otomatis berhenti.


Hayam menatap Gayatri lama tanpa berkata apa-apa lagi.


"Ayo turun. Aku akan mengantarmu sampai ke rumahmu." kata Hayam sambil melepas sabuk pengamannya.


Lalu turun kemudian memutari mobil untuk membuka pintu sisi lainnya. Ia membuka pintu di samping gayatri dan melepas sabuk pengaman gadis itu.


Setelah selesai menonton Hayam mengantarnya pulang karena sudah larut malam. Ia mengantar Gayatri sampai di apartemennya.


Gadis itu turun dari mobil lalu Hayam menutup pintu ya pelan. Digenggamnya tangan gadis itu supaya tidak kedinginan.


Sambil berjalan menuju unit apartemennya Hayam berbicara pada gayatri.


"Kau jangan khawatir tentang masalah proyek itu, semua sudah ada dalam kendali. orang yang bersalah akan mendapat hukumannya." kata Hayam seakan tau apa yang dipikirkan gayatri akhir-akhir ini.


Gayatri hanya menanggapi itu dengan gumaman.


"Candra sudah memprosesnya secara hukum dan sidang perdananya akan digelar satu minggu lagi. Tapi kau jangan datang." kata Hayam memperingatkan.


"Kenapa? " pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut gayatri.


" Karena aku tidak akan ada di sana jadi tidak akan ada yang mengawasimu." jawab Hayam pelan.


"Kemana?" entah pertanyaan gayatri yang terlalu jelas atau Hayam yang terlalu pandai membaca pertanyaan dari gadis itu.


"Aku akan turun keliling beberapa kota untuk melalukan promosi film yang kumainkan. Sebenarnya jadwal turnya minggu lalu tapi karena ada masalah jadi oleh pihak manajemen diundur sampai masalah ini selesai." jelas ya panjang lebar.


Mereka lalu masuk ke dalam lift. "Lantai berapa?" tanya Hayam lalu gayatri menyebutkan nomor lantai tempatnya tinggal.


Gayatri hanya memandang Hayam lama tanpa mengatakan apapun dan Hayam terlalu peka akan hal ini.


"Tidak akan lama hanya dua minggu saja, jadi setelah pulang nanti mari kita bahas pernikahan kita." perkataan Hayam sontak langsung membuat gadis itu blushing.


"Aku tidak bertanya." kilah gayatri mencoba menutupi rasa malunya.


"Tidak.Aku hanya memberitahumu, siapa tau kau penasaran." kata Hayam penuh perhatian.


Sekarang mereka sudah sampai di depan pintu apartemen Gayatri.


"Sekarang masuklah, langsung tidak jangan bermain ponsel dan melihat aku gosip lagi." perintahnya tegas.


Gayatri mengangguk patuh lalu menekan tombol kunci pintu apartemennya. Setelah terdengar bunyi bip pintu itu terbuka dan gadis itu hendak berjalan masuk tapi menghentikan langakahnya.


Dia membalikkan badannya dan menatap Hayam. "Terimakasih." ucapnya pelan.


Saat gadis itu akan membalikkan badannya Hayam mencegahnya.


"Aku perlu mengisi dayaku sebelum pergi." kata Hayam lalu mengecup kening gadis itu pelan dan lama.


kemudian ia melepaskannya dan mengecup pelan pipi gadis itu.


"Masuklah.Selamat malam." Hayam lalu mendorong gadis itu masuk dan menutup pintunya.


Setelah yakin gayatri masuk ke apartemen dengan selamat Hayam melangkah kan kakinya pergi dari tempat itu.


Dibalik pintu gayatri merosot ke lantai karena lemas dengan serangan mendadak dari Hayam.


Dia menyentuh pelan kening dan pipinya yang terasa panas, dimana Hayam menciumnya dengan lembut.


************


Baru beberapa hari berjauhan dengan laki-laki itu sudah membuatnya merasakan apa itu Gegana. Kata yang pernah ia dengar secara tak sengaja di music player yang ada di Mall.


Rasa Gelisah, Galau, Merana menahan rindu ini membuatnya merasa tidak nyaman. Ingin rasanya dia berlari dan menemui Hayam.


Meski laki-laki itu selalu mengiriminya pesan tentang kegiatan yang dilaluinya dan kadang meyempatkan diri menelfonnya.


Dan sekarang ia belum menerima kabar apapun dari Hayam sejak kemarin malam. Bahkan hanya sekedar pesan sapaan selamat pagi.


Astagaaaa ini pasti efek dari ciuman Hayam tempo hari. Laki-laki itu pasti sengaja melakukan hal itu padanya, supaya ia terus mengingatnya.


"Aaaaaa aku bisa gila kalau begini." teriaknya tanpa sadar.


"kenapa mbak? kita sudah hampir sampai rumah sakit ini."tanya Rika.


Gayatri tersadar jika kini dirinya ada di dalam mobil bersama Rika, untung saja bukan dia yang menyetir. Kalau Gayatri yang menyetir dan dalam kondisi seperti ini bisa lain ceritanya nanti.


Bisa-bisa mereka berdua yang dikirim ke rumah sakit nanti. Dan niat mereka untuk menjenguk andi batal.


"Nggak papa kok, hanya teringat sesuatu saja." kilahnya.


"Kirain lagi mikirin Pak Dirut." tebak Rena tepat sasaran.


"Apaan sih." elak Gayatri lalu memalingkan wajahnya menatap keluar jendela.


Rika menghentikan mobilnya di parkiran rumah sakit. Ia melepas sabuk keselamatan lalu memutar badannya menghadap Gayatri.


" Mbak gak tau gosip terbaru Pak Dirut ya. Nih, mbak baca sendiri gosipnya. apalagi itu ada foto-fotonya mbak sama Pak Dirut." Rika memainkan ponselnya lalu menyerahkan pada Gayatri.


Gayatri menerima ponsel Rika lalu melihat berita yang ada di sana berserta foto-fotonya dirinya bersama Hayam.


"Bahkan ada yang mengatakan kalau mbak itu kekasihnya Pak Dirut." kata Rika menggebu-gebu.


Foto kedua saat ia tengah menggendong sepatu di kedua tangan dan Hayam tersenyum padannya. Di foto itu diambil dari arah belakangnya sehingga menunjukkan belakang tubuhnya. Tapi semua orang bisa tau jika itu adalah gadis yang sama karena baju yang ia dan Hayam kenakan masih sama.


"Nih mbak foto terpanas dan bikin mewek semua penggemar Pak Dirut. Foto kemarin waktu insiden kecelakaan di proyek. So sweat banget kan." Rika terlihat menggeser-geser layar ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto lagi.


Foto ini benar-benar terlihat sangat romantis, di sana terlihat Hayam tengah menangkup wajahnya dengan satu tangan dan tangan yang satu terlihat sedang membersihkan wajahnya.


Gayatri setuju dengan perkataan Rika, foto terakhir itu memang terlihat sangat romantis.


"Jadi mbak beneran kekasihnya Pak Dirut?! " tanya Rika langsung dan itu membuatnya mati kutu.


"Udah ah jangan baca gosip melulu, gak baik bagi kesehatan otak dan jantung." kata Gayatri sambil turun dari mobil membiarkan Rika menebak-nebak sendiri hubungannya dengan Hayam.


*************


Saat ini Hayam sedang melakukan promosi film terbaru nya dan jadwalnya dari kemari sampai sekarang sedang sangat sibuk-sibuknya. Bahkan sejak semalam ia belum menyentuh ponsel sama sekali.


Setelah sibuk promosi film dari pagi sampai menjelang malam, ia lalu sibuk mengurus perusahaannya dan memantau kasus yang sedang berjalan.


Ia bahkan belum bisa mengabari gadis kecilnya dan bertanya kabar.


"Sepuluh menit lagi kita akan naik ke stage dude, jadi fokuslah oke." kata Rey mengingatkan Hayam tentang jadwalnya.


"Hmmm." jawabnya singkat. "Oke. Mari selesaikan ini lalu kita bisa bersantai sejenak." Hayam lalu bangkit dari duduknya.


Mereka menuju stage dan duduk ditempat yang sudah diatur untuk masing-masing pemeran.


Acara promosi berjalan lancar dan masuk ke sesi tanya jawab pada para pemain film.


Para wartawan yang sejak tadi menahan diri untuk bertanya mulai menyemburkan pertanyaan pada Hayam. Sebagian besar pertanyaan itu tidak ada hubungannya dengan film yang mereka promosi kan.


Banyak yang penasaran siapa gadis di foto yang tersebar di internet itu. Benarkah itu kekasihnya atau sekedar gimick belaka. Atau itu hanya sensasi yang dibuat untuk menaikkan pamor film yang sedang gencar mereka promosi kan.


Hayam menjawab dengan lugas dan profesional meski pertanyaan mereka kadang sangat tidak sesuai dengan fakta dan membuat emosi. Tapi Hayam tetap menjawab dengan tersenyum dan tetap tenang.


Dalam pertanyaan terakhir yang diajukan tentang hubungan kedepannya dengan gadis misterius itu.


" Semua foto itu memang asli tidak ada unsur pemalsuan atau apapun. Dan tentang kecelakaan itu memang benar-benar terjadi bukan hanya untuk sensasi. Teman-teman semua pasti mengikuti berita yang sedang berlangsung buka? Jadi saya minta doa dan dukungan kalian semua agar bisa melewati ini semua dengan kuat dan tetap semangat." Hayam menjawab panjang lebar .


"Lalu bagaimana dengan gadis itu?" tanya seseorang dan diangguki semuanya termasuk timnya dalam promosi film. Mereka sangat penasaran dan menduga-duga bagaimana hubungan sang artis dengan gadis itu.


Hayam berdehem pelan sebelum menjawab dan tersenyum membayangkan Gayatri saat ini.


" Sekarang yang perlu teman-teman ketahui adalah, bahwa dia adalah seseorang yang istimewa bagi saya. Doakan saja semoga hubungan kami melangkah ketahap yang lebih serius. Nanti akan saya umumkan jika memang serius, dan teman-teman semua akan jadi yang pertama memberitakannya. Terimakasih." Hayam menutup sesi tanya jawab bagiannya dan menyerahkan mikrofon pada pembawa acara.


Setelah selesai ia memberitahukan pada Rey jika ia akan pergi ke suatu tempat sebentar.


Ia meminjam mobil milik Rey karena mobilnya tadi ia tinggal kan di hotel.


Hayam melajukan kendaraannya dengan santai membelah jalanan yang lumayan ramai.


Tiba-tiba terdengar nada dering ponselnya ia melirik sekilas dan melihat nama Candra di sana, ia lalu menepikan mobil dan menghentikan nya untuk menerima panggilan dari Candra.


"Ada apa?! " tanya Hayam langsung.


Ia diam mendengarkan penjelasan Candra diseberang sesekali mengangguk dan menanggapi


jika diperlukan.


"Jadi sidang terakhirnya tiga hari lagi. Dan sudah kau pastikan jika mereka yang terlibat tidak akan lolos buka." tanya Hayam memastikan.


Dan jawaban diseberang membuatnya tersenyum puas.


"Bagus.Aku akan menaikkan bonus mu bulan ini." Hayam lalu mengakhiri panggilannya.


Ia lega satu masalah sudah terselesaikan dengan baik. Para pelaku kejahatan sudah ditangkap semua dan mendapat hukuman atas tindakan mereka yang merugikan perusahaan juga membahayakan keselamatan nyawa orang lain.


Para korban juga sudah mendapat perawatan terbaik untuk pengobatannya. Hayam menginstruksikan agar memberikan perawatan maksimal bagi para korban.


Sekarang ia harus segera membicarakan pernikahannya dengan gadis kecilnya tapi sebelum itu ia perlu mengambil sesuatu yang sangat penting.


*************


Hayam sampai ditempat yang ia tuju. Sebuah toko perhiasan dan dia sudah kesini kemarin untuk membeli sebuah cincin untuk Gayatri.


Setelah ia memilih cincin yang pas dan sesuai dengan kepribadian gadis itu. Kemudian meminta untuk diukirkan namanya di dalam cincin itu.


Dalam dua hari pesanannya sudah siap jadi dia memutuskan mengambilnya sekarang. Karena besok ia sudah bisa kembali ke kotanya dan menemui gadis itu.


Rencananya ia akan memberikan cincin itu setelah pulang dari acara promosi filmnya. Dan membahas rencananya pernikahan mereka.


Ia keluar dari toko dengan tersenyum bahagia sambil memandangi bungkusan berisi cincin di tangannya.


Karena terlalu bahagia ia sampai tidak sadar ada yang menatapnya tajam dan penuh benci.


Dengan gerakan cepat ia berlari menuju Hayam dengan tangan yang memegang pisau.


Hayam mempunyai insting yang tinggi, mungkin dikarenakan dia rajin berlatih ilmu beladiri sejak dulu jadi insting bertahan langsung reflek digerakkan oleh tubuhnya jika ada bahaya yang mengancam.


Seperti gerakan slowmotion dalam film aksi, Hayam bisa melihat kearah mana pisau itu akan diarahkan jadi ia langsung mengelak. Tapi fokusnya terpecah saat bungkusan cincin itu jatuh ke tanah.


Kesempatan itu digunakan orang asing tadi untuk menusuk Hayam tapi dia langsung memutar badannya dan memukul penjahat itu telak.


Namun penjahat itu masih bisa melukai Hayam di bagian perut meski tidak dalam tapi itu juga merupakan sayatan yang panjang.


Darah langsung merembes membasahi bajunya yang kebetulan hari itu berwarna putih.


Pekikan beberapa orang pejalan kaki langsung mengundang perhatian banyak orang termasuk karyawan dan satpam toko perhiasan tadi.


Tanpa banyak bicara mereka langsung keluar dan menahan penjahat yang tersenyum puas seperti irang gila. Beberapa orang langsung menolong Hayam dan segera memanggil ambulans sekaligus polisi.


Hayam yang masih sadar mencoba mencari bungkusan cincin yang jatuh tadi.


"Tolong ambilkan bungkusan itu." kata Hayam pelan menahan sakit diperutnya.


Dengan sigap seseorang lalu mengambil dan menyerahkannya pada Hayam. Dengan pelan ia menerimanya dan dia peluk dengan erat.


"Terimakasih." Itu kata terakhir Hayam sebelum dia jatuh pingsan.


****************"