
Hayam menghadiri sidang akhir putusan dari hakim, ia memakai pakaian semi formal berupa blazer hitam dipadu dengan kemeja biru navy serta celana berwarna hitam.
Dokter mengatakan jika lukanya sudah kering hanya perlu rawat jalan untuk penyembuhannya.
Hayam datang bersama Candra sang asisten kesayangannya. Ia berjalan dengan santai namun Aura yang keluar dari tubuhnya berbeda. Antara menjadi seorang artis maupun pengusaha. saat ini ia sedang menjadi sosok Hayam sang Direktur Utama, lebih terkesan berwibawa dan mengancam.
Wajah yang biasannya tersenyum ramah pada penggemarnya kini berubah dingin dan serius. Ia selalu bisa bekerja secara profesional, dan menempatkan dirinya dengan tepat sesuai porsinya.
Rey sudah ada di sana menunggu Hayam beserta pengacara dan tim kuasa hukumnya. Ia juga sebagai juru bicara Hayam dari kasus yang dialami artis dibawah naungannya itu.
Banyak rekan wartawan dan reporter sudah ada di sana sejak pagi, mereka tidak ingin melepaskan berita yang sangat panas saat ini.
Rey memberi arahan agar Hayam menyapa mereka sebentar sebelum masuk ke ruang sidang.
"Saya secara pribadi mengucapakan terimakasih atas semua kerja keras rekan-rekan semuanya yang mengawal kasus ini dari awal sampai akhir. Saya yakin banyak tenaga dan usaha yang sudah rekan-rekan korbankan untuk mengikuti kasus ini. Saya juga mengucapakan terimakasih atas doa dan dukungannya selama ini. Semoga kasus ini segera berakhir dan semua kembali normal. Terimakasih.".
Sebenarnya masih banyak pertanyaan yang ingin mereka ajukan tapi ditahan dibibir mereka masing-masing. Karena nanti akan ada waktunya mereka menanyakan pertanyaan masing-masing.
Rey sudah berjanji dengan mereka, bahwa Hayam akan mengadakan konferensi pers terkait kasus ini dan juga penyerangan yang dialami Hayam beberapa hari lalu.
Mereka semua akhirnya menelan bulat-bulat semua pertanyaan yang akan menyembur keluar.
Tahan!!! Sabar akan berbuah berita besar!!! itu tekad mereka dalam hati.
Sidang berjalan secara tertutup dan tenang. Perkara kasus ini dimenangkan oleh Hayam dan terdakwa dijatuhi hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku.
Semua tampak lega dan puas, masalah terselesaikan dengan baik dan tepat. Hayam menjabat tangan semua orang yang sudah membantunya dan mengucapkan terimakasih.
Hayam tampak benar-benar lega, karena dengan begitu dia bisa memikirkan rencana pernikahannya dengan tenang.
Ia mengeluarkan ponselnya kemudian membuka laman sosial media berlogo kamera. Hayam mengunggah foto kemarin saat ia terbaring di rumah sakit.
Foto tangannya yang sedang diinfus sedang bertautan dengan tangan Gayatri, dijari manis gadis itu tersemat cincin yang ia berikan.
Ia mengambil foto itu saat Gayatri tengah tertidur saat menemaninya, gadis itu pasti tidak akan mau di foto jika sedang sadar. Tapi Hayam juga tidak akan mengambil foto Gayatri tanpa seijinnya, atau gadis itu akan marah dan merajuk.
Jadi memutuskan mengambil foto tangan mereka yang saling bertautan. dan memberi keterangan tentang foto itu.
"Terimakasih sudah menemaniku melewati semua ini dengan baik ❤. We are officially, now!"
************
Gayatri melihat akun stargram milik Hayam dan melihat unggahannya, Gadis itu tersipu jika mengingat kejadian di rumah sakit kemarin.
🌺flash back on 🌺
"Jangan menggodaku seperti itu Aya." kata Hayam dengan suara rendah.
Gayatri yang bingung dengan maksud Hayam hanya mengangkat alisnya ke atas, meminta penjelasan pada Hayam.
"Kau yang menggodaku sayang, jadi Jangan salahkan aku!" setelah mengatakan itu Hayam langsung mencium bibir gadis itu.
Gayatri yang tidak siap dengan serangan mendadak dari Hayam langsung gelagapan dan mematung. ini adalah ciuman pertamanya dengan seorang laki-laki.
Hayam mencium Gayatri dengan agresif dan sedikit kasar, Sejak bibirnya menyentuh bibir gadis itu pertama kali saat kecupan yang ia curi. Bibir gadis itu sudah menjadi candu baginya, ia ingin lebih dan lebih lagi.
Hayam melepas tautan bibir mereka dan memandang gadis didepannya yang mematung. Gadis itu tersenggal kehabisan nafas karena perbuatannya. Ia mengusap bibir gadis itu yang bengkak dan basah karena ulahnya.
" Relaks Sayang. Follow me and i'll teach you." kata Hayam lalu mulai mencium gadis itu lagi.
Kali ini ia mengubah ritme ciumannya, tidak sekasar dan tergesa seperti tadi. ciuman Hayam berubah menjadi lembut tapi semakin melenakan dan menuntut.
Gayatri yang semula diam mematung mulai terlena dan mengikuti permainan Hayam. Ia memejamkan matanya menikmati apa yang mereka lakukan, ia sudah tidak bisa berpikir lagi.
Otaknya sudah pergi traveling entah kemana kini tubuhnya seolah bukan miliknya lagi, tubuhnya bergerak sendiri tanpa bisa ia cegah.
Suasana makin panas dan menuntut mereka untuk melakukan hal lebih. Bahkan posisi mereka sudah berubah kini malah Gayatri yang berbaring di ranjang pasien. Tangannya sudah mulai sibuk membuka kancing kemeja Gayatri
Kegiatan panas mereka mungkin akan kebablasan jika tidak terdengar suara kesakitan dari mulut Hayam. Luka di perutnya tidak sengaja tertekan oleh tangan Gayatri.
Alarm di kepala Gayatri langsung menyadarkan gadis itu, ia segera tersadar dan saat melihat posisi mereka membuatnya langsung melompat dari ranjang.
Dan terlihat Hayam tengah kesakitan sambil memegangi bagian perutnya yang terluka.
"A.a... apa yang sakit. Kesini berbaringlah sebentar, aku akan memanggil dokter." kata Gayatri panik dan hendak berlari keluar.
Hayam menarik tangan gadis itu mencegahnya keluar.
"Apa kau ingin memanggil dokter dengan penampilan seperti itu." kata Hayam singkat sambil menahan sakit.
Gayatri tersadar lalu melihat penampilannya yang berantakan, rambut yang sudah keluar dari ikatan yang rapi. Bajunya yang kusut dan tiga kancing kemejanya yang terbuka. Wajah gadis itu langsung memanas mendengar perkataan Hayam.
"Kau bisa memencet tombol itu dan merapikan penampilanmu di kamar mandi." Hayam menunjuk tombol di samping kanan ranjang sambil menahan senyum lebar.
Tanpa banyak bicara gadis itu langsung menekan tombol darurat dan berlari ke kamar mandi.
🌺flash back off 🌺
Gayatri merasa wajahnya memanas lalu menepuk pelan pipinya berkali-kali.
"Sadar gadis bodoh! apa yang kau bayangkan barusan, otakku rasanya benar-bermasalah. Mungkin aku kurang mengkonsumsi minyak ikan." ia memukul kepalanya lagi.
Suara pintu terbuka dan terlihat Rena di sana. "Ayo, semua sudah berkumpul di ruang rapat, ada hal penting yang akan diumumkan." ajaknya pada Gayatri.
"Apakah harus? " tanyanya.
"Tentu saja! bukankah kau sudah mendapat memo kemarin. Semua wajib hadir! " jawab Rena sambil menarik tangan Gayatri.
"Bisakah aku melewatkannya?! sepertinya aku sedang tidak enak badan." Gayatri mencoba mencari alasan agar tidak mengikuti kegiatan itu. Jujur ia belum siap jika harus bertemu dengan Hayam.
Apa yang akan ia katakan jika bertemu dengannya. Ia masih sangat malu jika mengingat kejadian itu.
"Tidak! dan jika kau masih mencari alasan yang tidak masuk akal, aku akan menyeret mu dari sini sampai ke sana. Dan kau tau kan aku tidak pernah main-main!" kata Rena tegas.
Gayatri akhirnya pasrah mengikuti Rena karena ia tahu jika sudah mengatakan A pasti akan di lakukan A oleh gadis itu.
Mereka berjalan berdampingan menuju ruang rapat dan ternyata di sana sudah berkumpul banyak orang. Mereka menempati posisinya masing-masing sesuai jabatannya.
Tak lama kemudian muncul sosok yang ditunggu, yaitu Hayam sang Direktur Utama. Setelah duduk mereka mulai rapat kilatnya.
Sesekali Gayatri mencuri pandang pada laki-laki itu, tapi sepertinya ia sedang sangat serius dan fokus dengan rapat kali ini. Ia tidak melirik gadis itu sama sekali hanya fokus pada penjelasan laporan manaje setiap manajer.
Laki-laki itu terlihat sangat profesional dan bisa menempatkan dirinya di situasi yang tepat. Ia terlihat tegas dan penuh wibawa saat menyangkut masalah serius tentang perusahaannya.
Hayam melakukan perombakan besar-besaran pada seluruh jajaran manajer dan tiap bagian kepala divisi. Jika perlu diganti akan langsung diganti tanpa ragu jika terbukti tidak kompeten.
Tidak pandang bulu dan tebang pilih, asal orang itu kompeten serta garfik kinerjanya bagus dan bekerja keras maka akan mendapat promosi. Begitu pun sebaliknya meski pun orang itu punya bekingan orang kuat di dalam tapi jika kinerjanya terus menurun maka juga tidak akan dipertahankan.
"Dia terlihat sangat keren!" pelan Gayatri berucap tapi masih bisa didengar oleh Rika.
"Pak Dirut yang mbak?! Emang keren kok. Kalau gak keren mana mau mbak sama pak Dirut?! benar kan?!!!" Rika berbicara sambil berbisik.
Gayatri langsung menoleh dan melotot mendengar perkataan Rika. Yang di pelototi hanya cengengesan tidak jelas, Rika malah gemas melihat sikap Gayatri.
************
Sejak tadi Hayam sudah tau jika gadis kecilnya sering mencuri pandang padanya, namun ia abaikan karena ia harus bisa bersikap profesional. Sikap yang ingin ia contohkan pada semua karyawannya.
Gadis itu tidak tau bahwa ia mati-matian menahan kakinya agar tidak berlari dan memeluk gadis itu. Benar kata jargon sebuah film terkenal dulu "rindu itu berat" padahal baru beberapa hari mereka tidak berjumpa. ia sudah sangat rindu, apa lagi jika mengingat hal yang terjadi saat ia sakit.
Hayam benar-benar hilang kendali waktu itu dan hampir saja kebablasan jika rasa sakit tidak menyadarkannya. Dan rasa bibir gadis itu masih ia ingat sampai sekarang.
"Bagaimana menurut anda Tuan." pertanyaan Candra menyadarkan lamunannya tentang gadis itu. Dengan cepat Hayam bisa menguasai diri dan bersikap profesional.
"Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, kita akan merombak besar-besaran mulai dari jajaran direksi sampai karyawan biasa. Sebagai seorang Direktur Utama saya masih bisa memberikan beberapa kesempatan bagi yang ingin merubah diri. tapi jika saya berperan sebagai pemilik perusahaan ini saya tidak mau ada hal yang merugikan saya. Jadi saya mengambil jalan tengah dari semuanya. saya akan memberi kesempatan pada beberapa orang untuk berubah, tapi juga bertindak tegas pada orang yang merugikan perusahaan, yaitu pemutusan hubungan kerja." Hayam mengatakan itu dengan tegas sambil penuh penekanan dan menatap tajam semua yang hadir di sana.
"Jadi gunakan kesempatan yang di berikan perusahaan ini dengan sebaik-baiknya." lanjut Hayam tegas.
"Siap Tuan!! " jawab mereka serempak.
Rapat diakhiri setengah jam kemudian dan semua meninggalkan ruangan dengan tertib.
Semua memuji keputusan yang di ambil Direktur Utama mereka. Sudah sejak lama ada beberapa orang yang bekerja asal-asalan dan hanya mengandalkan jabatannya.
Menikmati pujian dan hasil kerja keras karyawan kecil tapi jika ada kesalahan kecil saja maka akan dimarahi habis-habisan.
Hayam pernah mendengar gosip itu tapi saat ditanyakan langsung selalu ditutupi, tapi Hayam tidak hilang akal dia melakukan penyelidikan diam-diam dan mengumpulkan bukti-bukti.
Tapi siapa sangka ada kejadian mengerikan yang menyertai terbongkarnya sebuah rahasia besar. Dan Hayam seperti mendapat tangkapan ikan yang sangat besar.
Dan sebagai bonus ia malah mendapat kan Gayatri. Berbicara soal Gayatri bagaimana kabar gadis itu sekarang? bahkan tadi ia tidak sempat untuk sekedar melihatnya.
**************