
Hayam adalah artis papan atas negeri ini. Dia digilai oleh banyak kaum hawa baik tua maupun muda. Dia terkenal karena kepiawaiannya dalam berakting dan olah vokal.
Bahkan diusianya yang menginjak 30 tahun kariernya semakin meningkat. Seperti kata orang semakin matang semakin hot.
Tapi kisah asmaranya tak semulus kariernya. Karena selama ini dia tidak terlihat menggandeng seorang wanita manapun alias tidak memiliki kekasih.
Hayam terlihat santai dan cuek dengan status singlenya tapi tidak dengan Ibunya. Wanita tua itu selalu merongrong nya untuk segera menikah. Dan perjodohan yang terus dilakukan sang ibu membuatnya muak.
"Hayam sudah ibu bilang kan kemarin ada anaknya teman arisan ibu yang akan makan malam sama kamu. Apa Rey gak kasih tau kamu." Nyonya besar mulai dengan ceramahnya.
"Bu, kan sudah Hayam bilang jangan ada acara seperti itu lagi. Aku nggak suka bu." Hayam sebenarnya malas meladeni sang ibu jika membahas masalah ini.
"Ibu itu cuma khawatir sama kamu. Hayam kamu masih normal kan? masih suka perempuan kan? apa jangan-jangan kamu suka Rey!." tembak sang ibu langsung.
"Astaga ibu. Aku masih normal dan sehat, ibu berpikir terlalu jauh." Hayam menahan rasa kesal di dadanya. Ia harus selalu menghormati ibunya, Hayam tau maksud ibunya baik tapi dia masih senang dengan kehidupannya saat ini.
"Berhentilah dari dunia keartisan mu itu dan fokuslah dengan pekerjaanmu ini." ibunya langsung banting setir mengubah alur pembicaraan tiba-tiba.
"Tidak bisa ibu, itu hanya sebagai selingan. Aku juga tetap fokus dengan pekerjaanku. Buktinya sekarang perusahaan ku semakin berkembang pesat." Hayam menemani ibunya berubah haluan.
"Kalau begitu menikahlah." Kata ibunya enteng tanpa beban.
"Apa ibu tidak ada bahan pembicaraan lain selain dua topik itu." Hayam mulai jengah dengan pembicaraan ini.
"Jika kamu masih ingin meneruskan hobi mu menjadi artis itu maka menikahlah. Kamu taukan sayang kalau dunia artis itu seperti apa. Ibu hanya ingin kamu ada yang menjaga dan mengingatkan." ibunya memberi alasan asal.
Hayam melirik jam tangannya dan menghembuskan nafasnya pelan.
" Kita akan membicarakan lagi ini nanti Bu. Aku ada acara penting setelah ini." Hayam mencoba mengambil jalan tengah.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan. Ibu akan pergi dan kembali satu minggu lagi. Jika dalam satu minggu kamu tidak mengenalkan seorang gadis pada ibu. Maka jangan salahkan ibu jika memilihkan satu gadis yang pertama kali ibu lihat di kantormu ini untuk jadi istri mu." tanpa mengatakan apapun lagi ibu Hayam beranjak dari sana.
Hayam hanya bisa menghembuskan nafas dengan kasar. Apa-apaan ini?! Astaga Hayam akan benar-benar gila jika berhadapan dengan ibunya lagi.
Sepertinya aku harus menyuruh Rey mencari jadwal baru untukku minggu depan.
Lalu ia memencet ponselnya untuk menghubungi seseorang.
" Halo. Kakak tolong kendalikan ibumu. Dia menyuruhku untuk kencan buta lagi. Astaga dia pikir aku adalah barang yang tidak laku hingga harus dipromosikan." Hayam menelpon kakaknya agar sedikit menyadarkan ibunya.
Hayam mendengarkan kakaknya bicara diseberang sambil menyugar rambutnya kasar.
"Aku tau kak ibu bermaksud baik padaku tapi itu juga privasi ku. Ibu hanya menurut padamu saja karena kau punya senjata andalan mu itu." Hayam menggerutu panjang pendek.
"Bagaimana aku tidak kesal. Ibu bilang akan menikahkan ku dengan wanita yang ia temui pertama kali di kantor. bukankah ini gila. " Hayam semakin kesal saat mendengar suara tawa diseberang.
"Jangan menertawakan ku atau ku culik anakmu itu dan jangan harap akan ku kembalikan." Ancam nya dan itu berhasil membuat kakaknya menghentikan tawanya.
"Baiklah kak aku mempercayakan urusan ibu padamu. Bye." Hayam mengakhiri panggilannya dan masih termenung ditempat duduknya.
tok tok tok
suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya. Candra asistennya masuk dengan Rey.
"Ada apa dengan wajahmu dude. Kau seperti kanebo kering." ejek Rey. Dia pasti sudah tau kalau ibunya baru datang kesini.
"shut up." Hayam mendesis menahan kesal.
Rey hanya menahan tawanya melihat Hayam kesal. Ini pasti masalah asmara lagi tebak Rey dan itu benar.
"Ada apa Can." Hayam mengalihkan tatapannya pada sang asisten.
"Jadwal meeting dengan kantor cabang yang diagendakan besok lusa terpaksa diundur minggu depan Pak." jawab Candra.
Hayam hanya mengangguk menanggapi laporan asistennya. Dan tersenyum tipis Tuhan memang menolongnya disaat yang tepat. Disaat ia ingin mencari cara untuk menyibukkan diri agar terhindar dari perjodohan konyol ibunya.
" Ya ACC permintaan mereka." Hayam menyetujui permintaan dengan mudah tanpa menanyakan alasannya.
Rey dan Candra saling bertanya lewat tatapan mata mereka. Ada apa dengan bos mereka yang tidak biasanya langsung menyetujui pembatalan meeting tanpa banyak tanya.
"Baik Pak." Jawab Candra lalu membungkukkan badannya untuk pamit dari sana.
Rey bangkit dari sofa lalu berjalan ke meja Hayam dan mendudukkan dirinya di kursi.
"Ada apa denganmu dude, apa masalahmu dengan Aunty Marisa sangat berat." tebak Rey tepat sasaran.
"Bukan apa-apa Rey. Ayo bukankah aku ada acara sore ini?" Hayam tidak memberi tahu masalah dengan ibunya karena ia akan menjadi bahan ledekan Rey saja.
"Apakah Aunty Marisa memaksamu untuk menikah!" Bukan pertanyaan tapi lebih ke pernyataan. Hayam lupa bahwa temannya ini sangat pandai membaca pikiran orang.
Hayam menghentikan langkahnya tepat didepan pintu dan menoleh kebelakang menatap Rey dengan tajam.
"Aku akan memecat mu sebagai manager ku jika masih tidak bisa mengontrol mulutmu itu." Ancam nya pada Rey.
"Dan aku akan dengan senang hati membantu Aunty Marisa mencarikan mu seorang istri. Aunty pasti akan berterimakasih padaku nanti." Rey dengan santai membalas Hayam hingga mati kutu.
Merasa kalah berdebat Hayam memutuskan keluar dari ruangannya dan meninggalkan Rey di ruangannya. Dari kejauhan samar ia mendengar tawa keras Rey.
Sial! umpat Hayam dalam hati. Apa hari ini karena dia sarapan bubur ayam tanpa kacang?. Apa hubungannya dengan bubur ayam tanpa kacang coba?!
**********
Masih ada waktu satu jam sebelum acara meet and great dimulai jadi dia memutuskan berkeliling Mall. Mungkin dengan begitu ia bisa sedikit menghilangkan rasa kesal di hatinya.
Hayam memasuki sebuah distro baju oversize dan menemukan sebuah baju yang menarik minatnya.
Kemudian terjadi perdebatan antara dirinya dan gadis kecil itu. Dia terlihat sangat menggemaskan saat marah. Dengan mata bulat dan bibir tipisnya terus menjawab dirinya tanpa takut. Hayam sedikit terhibur dan bisa melupakan kekesalannya tadi.
setelah dirasa cukup mengembalikan moodnya yang berantakan ia meninggalkan gadis itu yang terlihat masih amarah dengan mulut komat kamit.
"Gadis kecil itu lucu juga, bahkan dia tidak mengenaliku. wah daebak!!" Hayam benar-benar heran bahwa ada orang yang tidak mengenali dirinya, apalagi ini seorang perempuan.
Karena moodnya sudah membaik dia akan menuju tempat acara meet and great nya berlangsung. Saat melewati toko sepatu Hayam tertarik untuk melihat-lihat karena ia memang penyuka sepatu Sneakers.
Dan juga dia tau ada sepatu limited edition khusus menyambut musim panas tahun ini dan itu hanya beberapa pasang saja.
Ia suka memakai sepatu itu karena nyaman saat digunakan. Hayam menjatuhkan pilihannya pada sepatu yang didominasi warna merah terlihat berani dan menantang.
Lalu ia memanggil salah satu karyawan toko untuk membungkus sepatu itu.
"Sepatu ini limited edition dan di toko ini ada sepasang, apakah anda tertarik untuk membelinya sekaligus Tuan." Karyawan toko itu memberi senyum bisnis dan menawarkan sesuai SOP tokonya.
Hayam menimang sebentar tawaran itu, bukannya dia tidak mau tapi akan dia berikan pada siapa sepatu itu nanti. Karena desain dan bahannya sangat bagus sayang jika tidak dibeli.
"Anda bisa memberikannya pada pasangan anda Tuan. Saya yakin dia akan sangat senang menerima hadiah pasangan dari Anda." Lanjut terus sis promosinya.
"Baiklah. Masukkan tagihannya ke rekening saya sekalian sepatu ini." Hayam mengangguk menyetujui.
"Mari saya antar untuk mengambil sepatu itu Tuan." Kali ini karyawan tersebut tersenyum lebar karena bisa menjual barang limited edition. Dan itu artinya bonusnya juga akan bertambah.
Dia senang memiliki pelanggan seperti Hayam karena tanpa banyak bicara dan drama langsung bungkus.
Apalagi Hayam juga seorang artis terkenal, ia akan memotret Hayam nanti untuk memberitahu teman-teman dunia mayanya bahwa ia bertemu langsung dengannya. Pasti akan banyak yang iri.
"Akan saya ambil sendiri dan tolong urus pembayarannya saja." Hayam menolak halus tawaran yang diberikan padanya karena saat itu ia melihat gadis kecil sedang menuju ke toko ini juga.
Akan sangat merepotkan jika ada orang yang mengikutinya, karena dia tidak akan bisa menggoda gadis kecil itu.
"Baik Tuan."
Setelah karyawan itu pergi ia melangkah kan kakinya menuju gadis itu. Hayam mengamati apa yang gadis itu lakukan. Rupanya dia ingin membeli sepatu ini juga.
Lalu senyum jail muncul dibibirnya. "Aku akan mengerjaimu gadis kecil".
Dan benar apa yang ada dipikiran Hayam, gadis itu kembali marah dan bersungut-sungut. Ia memeluk sepatu itu dengan posesif seolah itu adalah barangnya yang sangat berharga. Jika tidak dilindungi akan direbut orang lain, sangat lucu bukan.
Hayam menahan tawanya agar tidak menyembur keluar saat ini.
Ia malah mencondongkan tubuhnya kedepan dan gadis itu menarik tubuhnya kebelakang. Membisikkan kata-kata yang hanya bisa didengar oleh gadis itu.
"Baiklah sampai jumpa Nona kecil. Semoga kali ini sepatu itu tidak ada yang menginginkannya." Lalu ia melangkah pergi dari sana menuju meja kasir.
"Ini kartu Anda Tuan." Karyawan itu memberikan kartunya pada Hayam.
"Bisakah aku meminta kertas dan pena." Tanya Hayam setelah menerima kartu ATMnya.
"Baik Tuan, tunggu sebentar." Lalu dia mengambilkan kertas beserta pena dan memberikannya pada Hayam.
Ia terlihat begitu serius saat menulisnya. Dan tersenyum sendiri ini membuat kasir di depannya salah sangka bahwa Hayam sedang menulis pesan romantis pada kekasihnya.
"Berikan ini pada gadis itu saat kemari." setelah memberikan pesan itu Hayam langsung keluar dari toko sepatu itu dengan hati yang ringan.
Sepatu itu kini sudah ada pemiliknya, ia hanya berfikir akan sangat sayang jika barang sebagus itu tidak ada yang memilikinya. Dan gadis itu benar-benar tau selera yang bagus.
************
Hayam masih senyum-senyum sendiri memikirkan pertemuannya dengan gadis kecil tadi.
Sampai di tempat khusus yang dibuat panitia untuk dirinya dibelakang stage pun senyum itu belum hilang dari bibirnya.
"Dari tadi kami semua mencarimu dude. Aku pikir kau kabur karena tekanan batin." Suara Rey langsung menyambutnya.
"Aku hanya pergi jalan-jalan saja." jawab Hayam enteng tanpa dosa.
"Dan kau tidak mengatakannya padaku, aku kebingungan mencarimu." Rey makin kesal karena Hayam hanya menanggapinya dengan santai.
Rey berpikir Hayam tidak jadi mengikuti jadwal meet and great nya dan kabur karena ucapannya tadi. Dia sudah berpikir yang tidak-tidak bahkan masalah kerjasama kontrak yang terancam batal.
Tapi itu semua tidak terjadi karena Hayam muncul dimenit-menit terakhir.
"Sekarang aku sudah disini jadi masalah ini selesai. Oke." Hayam lalu mendudukkan dirinya di kursi depan meja rias.
"Ya terserah. Kau bosnya dude." Rey hanya pasrah mendengar ucapan Hayam.
Setelah selesai di make up mereka bergegas menuju tempat acara dilangsungkan. Seperti dugaan Rey akan ada banyak penggemar yang akan menantinya diluar.
Begitu Hayam keluar langsung ada beberapa bodyguard yang melindunginya. Menjaga agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan. mereka mengawal Hayam dengan sangat ketat tapi masih dalam lingkup wajar.
Selama perjalanan ke tempat acara banyak penggemar yang meneriakkan namanya dan Hayam balas dengan senyum sopan dan lambaian tangan. Dia selalu bersyukur karena masih banyak yang mendukungnya. Tanpa mereka ia tidak akan menjadi Hayam yang sekarang.
Dan karena itu Hayam membalas kebaikan mereka dengan terus berkarya dan memberikan penampilan terbaiknya.
Lalu pandangannya menemukan sosok gadis kecilnya sedang mengamati poster dirinya dengan kening berkerut. ingin rasanya ia mendekat menyentuh kening gadis itu untuk menghilangkan kerutan di dahinya.
Tiba-tiba gadis itu menoleh dan pandangan mereka bertemu. Matanya membulat terkejut lalu tangannya terangkat menutup mulutnya. Hayam melihat itu semua dan senyum terbit di bibirnya.
Akhirnya kau tau siapa aku kan, Hayam mengatakan itu dengan sorot matanya. Dan tanpa disadarinya bibirnya menggumam "Gadis kecil".
*************