Finally, I Love You

Finally, I Love You
#13 - siapa dia



Akhir pekan adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh semua pekerja kantoran termasuk juga dengan Gayatri.


Saat ini Ia sedang ada di pusat perbelanjaan yang cukup besar dan terkenal di kotanya. Ia ingin jalan-jalan juga berbelanja beberapa skincare yang sudah menipis.


Ia menuju toko resmi yang menjual produk skincare yang dipakainya. Setelah mengambil beberapa produk yang sudah ada di list belanjanya, ia juga mencoba beberapa produk make up yang cocok untuk bekerja.


"Ini produk terbaru kami kakak! silahkan dilihat dan dicoba. Ini cocok untuk dipakai saat bekerja dengan kandungan vitamin dan pelindung bibir lebih baik!" kata mbak SPG dengan senyum tiga jarinya.


Namanya juga wanita jika ada produk baru dan menarik mata pasti akan dicoba, di tambah lagi dengan promosi dari SPG yang tidak ada hentinya. Hati siapa yang tidak tergoda di tambah warna-warna yang manis dan segar.


Setelah mencoba dan melakukan pembayaran akhirnya lipstik mate itu berpindah tangan.


"Sudah lama aku tidak main di ." kata Gayatri saat melihat arena permainan yang luas.


Saat melangkah tiba-tiba tubuhnya sedikit terhuyung karena tertabrak seseorang, dan ia mendengar umpatan kasar dari seorang wanita. Lengannya terasa basah dan perih karena tersiram kopi panas.


"Sialan! ditaruh mana mata mu itu, jika tidak bisa menggunakannya lebih baik buang saja di tempat sampah." wanita itu masih mengomel sambil telunjuknya mengarah pada Gayatri.


"Apa?!! apa anda bisa tidak bisa bicara dengan sopan!!! mungkin mata anda yang tidak bisa melihat karena tertutup bulu mata kuda yang tebal itu" jawab Gayatri tidak takut. enak saja main tunjuk-tunjuk emangnya ia ikut iklan susu yang tunjuk tangan itu. otak wanita ini pasti sedang sakit.


"Dasar tidak sopan! kau tidak tau siapa aku?!! " kata wanita itu sombong.


"Saya tidak perlu kenal dengan orang yang tidak penting." Gayatri menanggapi dengan santai. Hellooo memang dia siapa sampai harus mengenalnya.


"Kau!!! dasar gadis kecil dimana orang tua mu! kau harus dididik dengan benar! ". wanita itu masih marah-marah dan mulai mengundang perhatian pengunjung sekitar.


" Anda tidak berhak berkata seperti itu. Orang tua saya mendidik saya dengan benar dan itu terbukti dari attitude saya sekarang yang tidak marah-marah didepan umum." Gayatri tidak terima jika ada orang yang menghina orang tuanya.


wanita itu tercengang dengan jawaban Gayatri karena secara tidak langsung gadis itu mengatakan jika attitude nya buruk.


"Kau!!!" belum sempat wanita itu melanjutkan ucapannya seseorang memegang lengan wanita itu dan membisikkan di telinganya.


"Tahan amarahmu rachel! kau harus menjaga image mu didepan publik!" bisik wanita lain berambut pendek yang mencekal lengannya.


Gayatri menebak mungkin dia asisten atau temannya karena setelah mendengar perkataan wanita berambut pendek itu membuatnya diam. Lalu dia melihat sekelilingnya dan terlihat mulai banyak orang yang memandang mereka.


"Baik! akan ku lepaskan kali ini jika kau minta maaf padaku!!" ucap wanita bernama Rachel itu.


"Disini anda yang salah kenapa aku harus minta maaf?!. Anda berjalan sambil bermain ponsel bahkan menumpahkan kopi panas ke tangan saya. Harus nya anda yang meminta maaf pada saya!" yang salah siapa yang disuruh minta maaf siapa. Enak saja disuruh minta maaf.


"Nona bisakah kita berdamai, kami akan memberi kompensasi pada anda atas kesalahpahaman ini." kata wanita berambut pendek menengahi.


"Sama saja kau mengakui kalau aku salah! hei kau tetap harus minta maaf!" Rachel masih tetap pada pendiriannya.


"Saya minta maaf pada Anda?! Hell No!!" Orang sombong seperti Rachel harus dilawan jika tidak dia akan tetap berbuat semena-mena. Lalu dia menunjuk ke arah Rachel, "Dan saya tidak butuh kompensasi dari wanita seperti anda!!!" Setelah berkata seperti itu Gayatri langsung pergi dari dana ke arah playzone, gadis itu benar-benar kesal dan ingin melampiaskan rasa marah nya.


"Kau!!!!! Gadis menyebalkan. Liat saja aku akan membalas semua penghinaan hari ini!!" Rachel menahan kesal karena dipermalukan didepan umum seperti itu oleh bocah kecil.


Wanita itu lalu menghentakkan kaki dan pergi sari sana dengan hati menahan amarah.


"Saya minta jika ada yang mendokumentasikan kejadian tadi mohon Jangan diunggah. Ini demi kenyamanan bersama dan juga demi citra Rachel sebagai publik figur. Jika ada yang tetap mengunggah maka itu akan kami tindak secara hukum karena melanggar privasi." wanita berambut pendek itu mengingatkan semua orang yang ada di sana lalu melangkah pergi menyusul Rachel.


Sebenarnya itu memang salah Rachel dan ia sangat menyayangkan sikap dan ucapan wanita itu, ini semua ia lakukan demi kelangsungan karier Rachel. Sebenarnya banyak para rekan sesama model yang mengeluhkan sikap Rachel dan ia sudah memperingatkan wanita itu. Tapi wanita itu tetap masa bodoh dengan semua itu karena ia merasa lebih tinggi dari yang lain hanya karena dia sudah Gi Internasional.


*************


Dilain tempat Gayatri sedang melampiaskan amarahnya dengan bermain pukul tikus. ia membayangkan sedang memukul wanita tadi dengan sekuat tenaga.


Memang siapa dia suruh aku minta maaf, sifat sombong dan angkuhnya itu akan menjadi bumerang baginya. Emang wajib hukumnya aku harus mengenalnya. dia yang tidak dididik orang tuanya dengan baik. What the ****!!!!!! Gayatri memukul mainan itu sekuat tenaganya sampai membuat beberapa orang menoleh kearahnya.


Gadis itu juga mencoba permainan lainnya. terlihat ia sedang mainkan tekken tag tournament. beberapa orang yang bermain dengannya secara multiplayer dibabat habis tanpa sisa.


Tak lupa dia juga memainkan whack and win dan mendapat poin sempurna. Entah darimana dia mendapat kekuatan sebesar itu, mungkin efek dari kemarahan menjadikannya lebih kuat. Entah benar atau tidak jika seorang wanita marah maka tenaganya akan berlipat ganda.


Dance revolution adalah permainan yang ia mainkan saat ini bersama seorang gadis remaja. Meski mereka tidak saling kenal, tapi mereka kelihatan kompak dalam memainkan permainan itu sampai tak sengaja bahu gadis itu menyenggol lengan Gayatri.


Rasa perih langsung menyengat lengannya dan itu membuatnya menghentikan permainan yang tengah seru-serunya.


"Apa kakak baik-baik saja?" tanya gadis itu.


Gayatri segera mencari toilet untuk memeriksa lukanya. Ia melihat lengannya kemerahan dan untungnya tidak melepuh.


"Harusnya ku tonjok saja wajahnya tadi, sepertinya itu adalah asetnya yang paling berharga. isshhh atau harusnya ku tarik saja rambutnya sampai lepas." Gadis itu asyik bermonolog ria di depan cermin sambil membilas lengannya.


Setelah selesai membersihkan lengannya ia segera membeli salep untuk luka bakar dan segera mengoleskan pada lengannya. Karena ia menggunakan baju dengan lengan panjang sampai siku membuatnya kesulitan mengoles luka di bagian lengan atasnya.


"Mungkin hari ini aku di suruh beli baju sekalian. Oke mari kita meluncur mencari baju." moodnya kembali membaik karena akan pergi berbelanja lagi.


Ia masuk ke sebuah toko pakaian yang sering dikunjunginya. Ia memilih satu baju kaus ukuran besar dan langsung dibayar di kasir. Ia meminta ijin untuk memakainya di sana sekaligus.


Ia mengganti baju nya dengan kaus yang baru saja dibelinya serta melipat dan memasukkan baju yang kotor tadi ke dalam paper bag. Setelah keluar toko gadis itu menjadi kursi yang biasa tersedia di Mall, lalu mengolesi salep lagi.


Ia merasa lebih baik setelah mengganti baju dan mengobati lukanya.


"Sekarang aku lapar. Enaknya makan dimana ya." katanya sambil memegang perutnya yang berbunyi pelan. ia mengamati keadaan sekitarnya sambil berpikir kemudian melanjutkan, "Aaaa masakan korea saja aku mau makan hot pot pasti enak.".


Karena terlalu fokus dengan pikirannya ia tidak mendengar saat ada yang manggilnya. Dan orang itu langsung menarik lengannya karena gadis itu hanya setinggi dadanya.


Pekikan kecil terdengar dari bibir gadis itu, begitu berbalik ia sangat terkejut dengan orang yang memegang tangannya.


***************


Hayam tengah berada di Mall yang sama dengan Gayatri. Tadi ia sempat menanyakan apa rencana akhir pekan gadis itu dan hanya dijawab singkat pergi ke Mall Star light. Setelah itu Hayam tidak bisa menghubungi Gayatri, lebih tepatnya gadis itu tidak melihat ponsel sama sekali.


Ia sempat mencoba berkali-kali menghubungi gadis itu tapi tidak ada respon.


Ia berkeliling Mall hampir satu jam dan belum menemukan gadis itu.


Saat hampir putus asa Hayam melihat gadis itu keluar dari toko pakaian dimana ia dan Gayatri pertama kali bertemu. Mungkin ia akan membeli toko itu kedepannya, karena menyimpan kenangan di sana.


Hayam mengikuti gadis itu diam-diam dan memperhatikan setiap perbuatan gadis itu. Bahkan saking fokusnya gadis itu tidak sadar saat laki-laki itu sudah ada didekatnya, bahkan saat asik bermonolog ria tentang makanan Hayam hanya tersenyum saja.


"Aya" panggil Hayam sekali dan dua kali gadis itu masih tidak mendengar.


Bahkan gadis itu beranjak pergi dari sana, Hayam langsung mencekal lengan gadis itu.


"Gayatri!". Hayam memanggil nama lengkap gadis itu dan mencengkeram lengannya. Tapi gadis itu memekik kesakitan padahal Hayam tidak memegang dengan kuat.


"Ada apa?! " tanyanya khawatir.


"Tolong. . lepas tanganmu. Itu sakit." jawab gadis itu pelan.


Hayam langsung melepas pegangannya dan melihat lengan gadis itu yang berwarna merah seperti terbakar.


"Apa yang terjadi dengan lenganmu?!!" Hayam menatap Gayatri dengan tatapan khawatir.


"Hanya luka kecil saja." gadis itu sedikit mengipasi lengannya yang terasa perih lagi. Ia mengambil salep luka bakar dan hendak mengoleskan lagi.


Hayam melihat itu langsung mengambil salep dari tangan Gayatri dan menuntun gadis itu kembali duduk. Ia mulai mengoleskan salep itu di luka dengan sangat pelan takut menyakiti gadis itu.


"Kenapa bisa seperti ini?! heemm?! " Hayam bertanya dengan lembut masih dengan mengoleskan salep. "Meski aku tidak tau apa yang terjadi, tapi tolong jaga dirimu dengan baik saat aku tidak ada di sampingmu untuk menjagamu."


Gayatri hanya diam mendengar ucapan Hayam dan melihat laki-laki itu memperlakukannya dengan lembut membuatnya secara tidak sadar menceritakan apa yang terjadi tadi.


"Jadi apa sekarang kau lapar?! " tanya Hayam yang terlihat mengalihkan perhatian dan Gayatri juga tidak ambil pusing dengan hal itu.


"Ya. Aku mau makan hot pot. Ada Restoran dekat sini yang mempunyai private room, kau bisa melepas masker dan topi mu nanti." Gayatri menjawab dengan semangat.


Hayam tersenyum lalu menautkan jemarinya dengan jemarinya gadis itu dan melangkah pergi.


"Kau gadis ku yang hebat. Aku akan mentraktir sepuas mu, kau pasti kehabisan tenaga karena bermain tadi kan." Hayam mengacak pelan rambut gadis itu.


Saat ia mendengar cerita Gayatri tentang apa yang dialaminya tadi hatinya sakit dan marah. Jika ia ada di sana pasti akan lain cerita nya. Ia akan membela gadis itu di depan semua orang, agat mereka tau siapa yang coba mereka tantang.


****************