
Gayatri berkeliling di sebuah distro sedang memilih baju oversize kesukaannya. Sudah lebih dari selusin koleksi baju oversize tapi Gayatri tetap ingin menambah koleksinya.
Pilihannya jatuh pada kaos berwarna hitam dan ada tulisan kanji yang melintang dari atas kebawah. Meski tidak tau apa artinya tapi menurutnya itu keren sekali. ソウルメイト
(Sōrumeito) (artinya adalah belahan jiwa).
Saat tangannya hendak mengambil kaos itu ada tangan lain yang juga memegangnya. Seketika Gayatri menoleh dan melihat sosok laki-laki tinggi menjulang disampingnya.
" ini milik Saya Tuan. Saya yang pertama kali melihatnya. " kata Gayatri dengan nada sesopan mungkin.
Gayatri tidak rela barang incarannya diambil orang lain. Ia selalu menggunakan kata formal jika bertemu dengan orang baru.
Selain untuk kesopanan jika bertemu orang baru Gayatri melakukan itu supaya tidak terkesan SKSD
" Tapi aku yang pertama kali mengambilnya. Jadi ini milikku. " jawab laki-laki itu tak mau kalah.
" Anda belum membayarnya jadi ini masih milik bersama dan saya yang akan membayarnya!." Gayatri kukuh dengan pendiriannya.
Enak sekali main klaim milik dia yang sudah capek-capek keliling mencari yang cocok dihati main diembat aja.
"Asal kau tau nona. Orang-orang akan dengan senang hati memberikan barang mereka padaku secara cuma-cuma tanpa harus aku memintanya. " Sombong laki-laki itu.
"itu urusan mereka bukan saya. Dan saya tidak sama dengan mereka." jawab Gayatri penuh penekanan.
Laki-laki itu kaget dengan reaksi Gayatri yang tidak sama seperti kaum hawa kebanyakan. Yang jika bertemu dengannya akan histeris dan memberikan hadiah apapun kepadanya.
"Apa anda tidak mengenali saya nona?" tanya laki-laki itu penasaran.
Gayatri mandang laki-laki itu dengan tatapan aneh. Dia pikir dia siapa sampai aku harus mengenalnya pikir Gayatri.
"Memangnya sepenting apa sampai saya harus mengenal anda. " jawab Gayatri dengan berani.
Laki-laki itu membolakan matanya terkejut dengan jawaban gadis itu. waaahhh daebak!!! dijaman ini ada juga orang yang tidak mengenalinya.
Dia mengamati Gayatri dari atas sampai bawah melihat dengan seksama bahwa dia masih menapak tanah dan bernafas dengan oksigen dari hidungnya.
Gayatri jengah dengan cara memandang laki-laki itu padanya. Tanpa banyak kata dia kembali merebut kaos yang dipegang laki-laki itu.
Tapi laki-laki itu lebih sigap dari Gayatri, dengan cepat dia memindahkan kaos itu ketangan kanan dan mengangkatnya tinggi-tinggi diatas kepalanya.
Gayatri mencoba sekuat tenaga merebut kaos itu dengan cara melompat tapi apalah daya karena tinggi mereka terlalu njomplang. Dia hanya setinggi dada pria itu.
"Tuan tolong kembalikan kaos itu." Pada akhirnya Gayatri mengalah karena kelelahan.
"No. Ini milikku. " Laki-laki itu tetap keras kepala dan berlalu meninggalkan Gayatri hendak membayar di kasir.
Gayatri menyusul disamping laki-laki itu dan masih melanjutkan perdebatan mereka sampai didepan kasir. Gayatri berharap kasir itu membelanya karena mereka satu gender.
Tapi pikirannya salah gadis kasir itu tampak tidak ada niatan membelanya karena ia sudah terpesona dengan laki-laki itu.
Astaga bisa tidak sih mereka bekerja secara profesional rutuknya dalam hati.
Dan sejak tadi Gayatri mengamati semua karyawan di toko itu terpesona dengan laki-laki itu dan tidak ada yang menggubris pertengkarannya. Mereka hanya fokus pada laki-laki menyebalkan itu.
"Apa tidak ada stok yang lain mbak? " tanya Gayatri pada kasir itu.
"Maaf kak tidak ada. " Jawaban itu sontak membuatnya kecewa.
"Anda akan sangat aneh jika mengenakan kaos ini nona. Anda akan seperti orang-orangan sawah nantinya." Sambil menahan tawa laki-laki itu mencoba menjelaskan tapi dari nadanya bicaranya ia seperti mengolok-olok Gayatri.
"Itu bukan urusan anda Tuan. " Gayatri memandang laki-laki itu dengan pandangan juteknya.
Kasir yang melihat akan ada perdebatan lagi mencoba menengahi dengan menawarkan Gayatri model baju yang sama tapi tidak oversize alias ukuran normal.
"Kami mempunyai satu produk seperti itu Nona tapi dengan size yang normal. Jika Anda mau kami akan mengambilkan nya." tawar karyawan lain dengan senyum profesional dan nada seorang sales bisnis.
Meski dengan terpaksa Gayatri mengangguk karena ia melihat kaos incarannya sudah melaksanakan transaksi dengan mesin kasir.
Bubay kaos incaranku maaf aku tidak dapat memilikimu dan membawamu pulang Gayatri hanya mengucapkan didalam hati lalu memandang sang pemilik kaos itu dengan tajam.
"Baiklah Nona kalau begitu selamat tinggal." Laki-laki itu tersenyum tapi matanya terlihat mengejek Gayatri.
lihatlah gayanya ingin rasanya Gayatri nampol kepalanya jika saja dia terlahir sedikit lebih tinggi.
"Kaosmu akan segera datang jadi jangan cemberut lagi. Oke." Laki-laki itu menggoda Gayatri dengan mengedipkan sebelah matanya.
Gayatri membolakan matanya karena terkejut sampai dia tidak bisa membalasnya. Menyebalkan.
Semoga ia tidak bertemu dengan laki-laki menyebalkan dan sombong itu lagi.
*********
Suasana Mall sangat ramai tidak seperti biasanya padahal ini bukan akhir pekan. Gayatri menikmati es krim favoritnya sambil mengamati orang lalu lalang disekitarnya.
Apakah ada event besar, biasanya Mall memang akan ramai jika ada suatu kegiatan yang menarik. seperti pameran, meet and great, atau bazar umkm.
"Baiklah sekarang waktunya berburu sepatu!" Gayatri beranjak dari duduknya lalu membuang cup es cream ke tempat sampah.
Toko sepatu ada di lantai dasar berbeda dari distro yang ia kunjungi sebelumnya. Kakinya melangkah pelan menuju eskalator sambil bersenandung pelan.
Ternyata ada sebuah acara meet and great seorang selebritas di lantai dasar itu lah mengapa sangat ramai sekarang.
Gayatri tidak terlalu peduli dengan hal itu karena kenyataannya ia tidak mengikuti berita gosip artis karena ia tidak suka.
Ia hanya melewati kerumunan orang yang didominasi perempuan dan kebanyakan usia remaja.
Anak jaman sekarang berbeda dengan dirinya dulu. Dia dulu masih seragam putih Abu-Abu sibuk belajar sekarang lihatlah mereka. Sudah pintar berdandan bergaya.
Ia hanya mengerikan bahu cuek. Apa mau dikata jaman cepat sekali berubah jika kita tidak mengikuti maka kita akan terseok-seok mengejarnya.
Ia masih akan menerima jika dalam batasan normal karena ia juga memiliki adik perempuan.
Biasanya dia akan kesini hanya sekedar untuk cuci mata karena ya itu tadi MAHAL. Bahan yang digunakan premium bos!.
Ia langsung melangkahkan kakinya menuju rak sepatu dan berharap barang itu masih ada. Ia sudah memimpikannya sebulan lalu dan mulai menabung.
Dengan cepat ia meraih sepatu itu dan mendekap nya. ia trauma dengan kejadian tadi 😄.
Sepatu sneakers adalah favoritnya sejak dulu karena nyaman dipakai dan sangat efisien. Dan yang dia idamkan ini adalah sepatu Limited edition. kabarnya sih hanya memproduksi beberapa pasang saja.
Dan benar saja dugaannya ada sepasang tangan menjulur untuk mengggapai sepatu itu. Untung saja gerakannya udah disetel gas kenceng.
Gayatri menoleh dan menemukan laki-laki tadi yang berebut kaos oversize dengannya.
Ia semakin memeluk dengan posesif sepatunya.
"Anda mengikuti saya." tembaknya langsung pada laki-laki itu.
Laki-laki itu menaikkan alisnya dan menatap tidak senang pada Gayatri.
"Anda berlebihan Nona. Saya hanya ingin membeli sepatu disini." Jawabnya santai.
"Apa Anda juga akan berebut sepatu dengan saya tuan. Tapi maaf sepatu ini sudah sold out jadi anda bisa mencari yang lain." Ia masih kesal dengan kejadian tadi karena gagal mendapat kaos incarannya. meskipun mendapat model yang sama persis tapi hatinya masoh tidak rela.
"Calm down girls. Saya sudah membeli sepatu." ia menunjukkan paper bag warna hitam dengan logo toko tersebut. "Saya hanya tertarik dengan sepatu itu.". (padahal dia beli sepatu sama persis dengan si Gayatri. sepatu couple gitu).
" Alasan." gumam Gayatri pelan.
Laki-laki itu hanya tersenyum tipis mendengar gumaman gadis kecil dihadapannya.
"Itu sepatu yang bagus. selera Anda sangat baik Nona." puji laki-laki itu.
"Terimakasih." hanya itu yang bisa Gayatri ucapkan karena memang mereka tidak saling mengenal untuk melanjutkan obrolan.
"Apakah anda benar-benar tidak mengenal saya Nona?" tanya laki-laki itu memastikan sekali lagi bahwa gadis didepannya tidak mengenalnya.
"Ya. Karena saya tidak akan mengingat sesuatu yang tidak penting bagi saya. Karena itu akan membuang-buang waktu." jawabnya dengan logis.
Benarkan kenapa kita memikirkan sesuatu yang tidak ada untungnya bagi kita? itu pikiran Gayatri.
"Sepertinya Anda terlalu sibuk bekerja hingga tidak ada waktu untuk memanjakan diri sendiri."
Gayatri masih belum ngeh dengan yang diucapkan laki-laki itu. Saat dirinya masih memproses perkataan yang dilontarkan padanya laki-laki itu beranjak pergi dengan senyum miring nya seolah menyindir nya.
"Baiklah sampai jumpa Nona kecil. Semoga kali ini sepatu itu tidak ada yang menginginkannya." Lalu laki-laki itu melangkah pergi.
Setelah beberapa saat ia menyadari maksud dari ucapan laki-laki itu.
Dasar laki-laki menyebalkan! memangnya kenapa kalau dia tidak mengenalnya. Memangnya dia artis sampai aku harus mengenalnya sungut Gayatri dalam hati.
Dan dia bilang aku gadis yang tidak bisa memanjakan diri. Lihat saja Tuan jika kita bertemu lagi aku akan membuatmu tidak bisa melupakan pertemuan kita nanti.
Dan yang lebih menyebalkan lagi ternyata laki-laki itu sudah membayar sepatunya dan memberinya sebuah catatan kecil yang dititipkan untuknya.
"aku sudah membayarnya untukmu, jika kau ingin menggantinya gantilah saat kita bertemu. bye gadis kecil".
**********
Gayatri keluar toko sambil bersungut-sungut karena ia tidak bisa mengembalikan pembayaran laki-laki itu. Memangnya siapa dia berani sekali membayari sepatunya.
Ia berencana mengelilingi Mall sebentar sebelum pulang untuk meredakan amarahnya. Gayatri menghentakkan kakinya lagi dengan kesal.
"Menyebalkan! Apa coba maksudnya gak jelas banget beliin sepatu orang. Memangnya siapa dia sok sok an banget jadi orang." Gayatri masih mgedumel sendiri.
Ia menghembuskan nafas dengan kasar dan meniup poninya.
"What ever. akan kubalas kalau ketemu nanti. ahhh waktunya cuci mata biar pikiran fresh."
cuci mata versi Gayatri adalah melihat laki-laki tampan, karena dia penikmat laki-laki tampan. Dan dengan itu moodnya bisa kembali membaik.
Hei tidak ada yang salah dengan itu. Oke. Dia gadis normal dan juga sehat wajar bila dia juga tertarik dengan lawan jenis. Tapi sangat anti baginya mengagumi laki-laki yang sudah mempunyai pasangan. Big no.
Ia tidak mau ambil resiko akan dihajar dan dihujat oleh banyak orang. Memikirkannya saja membuatnya ngeri.
Kakinya berhenti di tempat akan diadakannya meet and great seorang selebritas papan atas negeri ini. Ia melihat poster-poster yang menggantung disana.
Wajah seorang laki-laki yang sangat tampan dan menarik. Dan sebagai pengagum pria tampan ia tak lupa motret nya untuk koleksi di galeri ponselnya.
Gayatri lalu mengamati wajah laki-laki di poster itu, sepertinya ia pernah melihatnya tapi dimana?
Dia bukanlah fans fanatik dan tidak mengikuti berita arti hiburan negeri ini.
Ia juga sering menonton film, mendengarkan musik tapi tidak mengikuti perkembangannya.
Mata tajam dan alis yang tebal serta rahang tegasnya sepertiengingatkan ia pada seseorang tapi siapa? ingatannya benar-benar buruk jika menyangkut wajah seseorang.(makanya nanti kalo dah nikah musti ketemu setiap hari biar gak lupa sama laki-laki nya). 😁
Tiba-tiba dari arah kanan muncul segerombolan wanita berteriak histeris membuat Gayatri menoleh. Ada apa gerangan hingga membuat semua kaum hawa histeris tapi bukan karena takut lebih ke arah memuja.
Lalu pandangan Gayatri bertemu dengan seseorang yang ada didalam kerumunan. Pandangan yang sangat familier dan terkesan mengejek seolah mengatakan. Jangan terkejut seperti itu, biasa saja.
Ya dia adalah laki-laki yang berebut barang dengannya dua kali. Dan wajahnya sama dengan wajah artis yang ada diposter itu.
What the hell. Ini sama sekali tidak lucu.
Dan dari gerakan mulut laki-laki itu dia bisa mengerti dengan jelas apa yang diucapkan meski tidak ada suara yang keluar.
gadis kecil
"aku bukan gadis kecilmu." teriaknya dalam hati gusar.
**********