
"Kita mau kemana?! " tanya Gayatri begitu mobil yang ditumpanginya tidak mengarah pada jalan menuju apartemennya.
"Kita akan fitting baju pengantin." jawab Hayam singkat sambil fokus mengemudikan mobil nya.
"Apa?!! kau bahkan tidak memberitahuku sebelumnya." protesnya.
"Kau bisa melihat ponselmu, aku sudah mengirim pesan padamu sebelumnya." Hayam menepikan mobil nya, ternyata mereka sudah sampai.
"Hei hei tunggu dulu. Aku bahkan belum membuka ponsel sama sekali hari ini." Gayatri memegang lengan Hayam yang tengah membuka sabuk keselamatannya.
"Apa aku peduli tentang itu. Yang penting kita sudah sampai disini jadi ayo turun." Ia membuka pintu kemudian turun lalu memutari mobil nya seperti biasa membukakan pintu untuk Gayatri.
"Apa kau biasa seperti ini pada setiap wanita." tanya Gayatri heran tapi juga senang dengan perlakuan manis Hayam.
"Tidak.tapi kau wanita kedua yang mendapat perlakuan istimewa dari ku. Jadi kau sangat beruntung Aya." Hayam sengaja berkata ambigu pada gadis itu.
"Jadi siapa yang pertama?!" tanyanya sedikit ketus dan turun dari mobil dengan sedikit melompat dan tergesa. Hayam tersenyum senang melihat reaksi gadis itu.
"Kau cemburu padaku Aya! " bukan pertanyaan tapi pernyataan.
"Tidak!" jawab Gayatri cepat dan itu sudah membuktikan perkataan Hayam.
"Aku senang kau cemburu, itu tandanya kau peduli padaku dan menandakan kalau aku penting bagi mu. Terimakasih." Ucap Hayam sambil mengecup kening gadis itu. Ia kemudian menggandeng tangan Gayatri masuki sebuah butik yang cukup ternama.
Seperti kerbau yang dicokok hidungnya Gayatri diam dan menurut pada Hayam, laki-laki itu tau bagaimana cara menjinakkan gadis kecil nya.
Gayatri termasuk bukan wanita yang pemilih dan harus mengikuti mode terbaru. yang terpenting itu nyaman dipakai dan tidak merepotkan. Ia memilih gaun yang direkomendasikan oleh Hayam, ia percaya jika pilihan laki-laki itu tidak akan mengecewakan.
Saat mencoba gaun-gaun itu ia sudah merasa kan tidak enak pada perutnya, ia mencoba menahan agar kegiatan ini cepat selesai dan ia bisa pulang.
Karena sudah tidak tahan setelah mencoba gaun terakhir dia akhir nya tumbang di sofa. Hayam langsung mendekati gadis itu dengan cemas saat melihat wajah pucatnya.
"Apa yang sakit?!! " tanyanya langsung saat Gayatri memegang lebih tepatnya mencengkeram perutnya.
"Aku tidak apa-apa Hayam, tenanglah! apa kita sudah selesai? bisa kau antarkan aku pulang saja." pinta gadis itu dengan lemah.
"Kita ke rumah sakit sekarang!! " putus nya lalu menggendong Gayatri dan berjalan cepat menuju mobil.
"Hei!!! Jangan ke rumah sakit antar saja aku pulang." Gayatri panik sendiri dengan kelakuan Hayam, apa lagi mereka masih di butik dan menjadi tontonan para pekerja di sana.
"Kau kesakitan dan wajahmu pucat, apa ada yang kau sembunyikan dari ku?! " tanya Hayam penuh selidik.
Gayatri terkejut dengan tebakan laki-laki itu karena memang benar jika dia menyembunyikan kenyataan bahwa itu adalah hal yang wajahmu saat seorang wanita mendapat kan siklus bulanannya.
Hayam yang melihat wajah terkejut Gayatri makin yakin dengan dugaannya bahwa gadis kecil nya menyembunyikan sesuatu.
Ia menghentikan langkahnya dan menatap tajam tapi penasaran pada Gayatri sebelum mengatakan hal konyol karena kepanikannya. "Kau hamil Aya?! " kata Hayam langsung tanpa proses di otak pintarnya itu.
"Apa??!!!" Gayatri berteriak heboh, bukan hanya dirinya saja yang terkejut dengan perkataan Hayam tapi seluruh karyawan yang mendengar nya. Otaknya masih loading memikirkan perkataan Hayam, bagaimana bisa dia mengucapkan kata bodoh itu.
Melihat Gayatri yang masih diam karena syok dengan perkataan laku-laki itu dan Hayam berpikir jika Gayatri belum mengerti maksudnya maka ia menejelaskan dengan entengnya.
"Apa kau bisa hamil hanya dengan ciuman?! kita pernah melakukannya sekali waktu. . . . " belum sempat Hayam menyelesaikan ucapannya Gayatri langsung membungkam mulut laki-laki itu dengan kedua tangannya.
Laki-laki ini benar-benar bodoh! dimana dia meletakkan otak pintarnya itu! mereka bahkan tidak pernah tidur bersama bagaimana mungkin dia bisa hamil.
Gayatri benar-benar malu ingin rasanya dia menggali lubang dan masuk kedalamnya dan tidak keluar lagi.
"Lebih baik kita pulang sekarang, please!" kata Gayatri memohon yang masih ada di gendongan Hayam dan menyembunyikan wajah nya di dada bidang laku-laki itu. Ia bahkan tidak punya wajah lagi untuk menatap para karyawan di sana.
Mereka pasti mendengar perkataan Hayam tadi karena ia berbicara lumayan keras. Bahkan sakit kram yang ia rasakan sudah hilang entah kemana karena saking terkejut nya.
"Jangan sampai ada gosip yang keluar dari ruangan ini. Bahkan semut sekalipun bertelur sekalipun." kata Hayam tajam penuh penekanan.
"Baik Tuan!!! " mereka serempak menjawab patuh.
Siapa yang tidak tau Hayam Janitra Adhinata seorang aktris dan juga pengusaha sukses. Apa lagi ada nama Adhinata dibelakang namanya, meski semua orang tau dia memulai karier dan bisnisnya dari nol tanpa bantuan keluarga besar Adhinata.
Tapi semua orang segan dan patuh padanya meski dengan atau tanpa nama keluarganya. Karena jika sampai terjadi sesuatu dengan keturunan Adhinata maka tamat sudah riwayatnya.
****************
Gayatri mendiamkan Hayam selama dalam perjalanan pulang dari butik, tidak ada satu katapun yang keluar dari bibirnya.
Hayam yang sudah bisa berpikir jernih langsung menyadari kesalahannya dan merutuki betapa bodoh dirinya.
Benar apa yang dikatakannya, ia tadi sempat berpikir yang tidak-tidak mengenai sakit Gayatri. Apakah berhubungan dengan kejadian saat tersiram kopi panas, tapi yang tersiram itu tangannya jadi tidak mungkin berefek ke perutnya. dan dengan bodohnya ia berpikir bahwa Gayatri hamil.
Astaga kenapa dia jadi sebodoh itu, bahkan mereka tidak pernah tidur bersama hanya ciuman panas dan hampir kebablasan, hampir!!!
Gayatri masih diam dan begitu mobil sampai di parkiran bassement dia langsung melompat turun dan berjalan meninggalkan Hayam. Tapi baru beberapa langkah rasa sakit itu kembali membuatnya menghentikan langkah dan mencengkeram perutnya.
Hayam yang panik langsung melepas sabuk pengaman dan berlari menuju Gayatri. Tanpa berkata apapun dia langsung mendekap gadis itu dan menggendongnya.
"Kau harus memperhatikan keselamatanmu, jika masih sakit kau harusnya bilang padaku." Kata Hayam lembut lalu menuju lift dan menekan tombol lantai tempat gadis kecil nya tinggal.
Gayatri hanya diam di gendongan Hayam karena ia merasa nyaman dan juga ia kehabisan tenaga untuk berdebat.
Setelah sampai Hayam menekan kode akses masuk yang sudah dihafalnya ia lalu masuk dan mendudukkan Gayatri di sofa.
"Apa yang kau butuhkan?!" tanyanya kemudian.
"Air hangat." jawab Gayatri lemah.
"Untuk minum atau kompres." tanyanya lagi. Dan hanya dijawab anggukan kepala oleh Gayatri.
Tanpa banyak bicara ia segera ke dapur menyiapkan air hangat untuk minum dan juga mengisi kompres air hangat.
Sekarang dia tahu apa yang menyebabkan Gayatri kesakitan seperti itu karena ia mempunyai ibu yang pernah memberinya wejangan tentang hal ini.
Bahkan kadang teman-teman artisnya juga mengalami hal yang sama seperti yang dialami gadis kecil nya ini.
Setelah beres semua ia membawanya pada gadis itu dan membantunya minum serta meletakkan kompres di atas perutnya.
"Aku sudah meminta orang di rumahku membuat kan air kunyit asam mungkin sebentar lagi sampai. Kau bisa meminum air jahe ini dulu." Hayam mendudukkan Gayatri dari posisi berbaring dan membantunya minum.
Tak lama terdengar bel berbunyi dan ternyata itu adalah orang yang dikatakan Hayam tadi, ia lalu membawa minuman herbal itu pada Gayatri dan membantunya minum.
Setelah satu jam wajah Gayatri sudah tidak sepucat tadi dan sudah tidak sesakit tadi.
"Aku sudah jauh lebih baik sekarang lebih baik kau pulang Hayam, ini sudah malam." kata Gayatri mengingatkan Hayam jika ini sudah malam, tidak baik bagi mereka berdua jika ada dalam satu ruangan.
"Aku akan menginap disini malam ini." putus Hayam tanpa bertanya pada Gayatri.
"Kau pulang atau aku tidak akan mau bertemu dengan mu lagi." ancam gadis itu.
Hayam mendengus kesal mendengar keputusan Gayatri. Apa gadis itu tidak tau kalau dia sangat khawatir padanya.
"Aku tau kau khawatir padaku dan aku sangat tau itu tapi kau juga harus memikirkan konsekuensi jika ada rumor tidak baik tentang dirimu." Gayatri mencoba menjelaskan dengan lembut.
"Aku tidak peduli! " jawabnya keras kepala.
"Bagaimana jika rumor itu tentang aku? apa kau juga tidak peduli padaku?! " Gayatri langsung membidik tepat sasaran.
Hayam berpikir dan menyerah dengan keputusan Gayatri.
"Baiklah baiklah! tapi aku akan mengantarmu ke kamar lebih dulu untuk memastikan kau bisa istirahat dengan nyaman. Oke! " kata Hayam tanpa mau ada penolakan dan gadis itu mengangguk mengiyakan.
Setelah memastikan gadis itu berbaring dengan nyaman di tempat tidurnya dia berpamitan dan beranjak pergi tapi tangan gadis itu menahannya.
"Terimakasih karena sudah merawatku dan selamat malam." Gayatri mengecup cepat pipi kiri Hayam lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut sampai tidak bisa dilihat oleh laki-laki itu.
Hayam hanya tersenyum simpul ia gemas dengan perlakuan gadis kecil nya.
"Selamat malam. Have a nice dream." katanya pelan mengusap selimut yang ada di kepala Gayatri. Lalu ia melangkah keluar dan menutup pintu kamar memastikan semua sudah aman. Akhir nya ia melangkah keluar apartemen itu dan memastikan pintunya sudah terkunci dengan aman barulah ia dengan tenang meninggalkan apartemen gadis itu.
****************
Hai hai hai 🙋🙋🙋🙋 halo para readers penyemangatku!!!!!
Disini saya ucapkan terimakasih pada para readers yang sudah mau membaca karya receh saya. saya terharu sekali karena ada yang mau nengok novel ini.
Dan juga saya tidak menyangka akan ada yang menjadi kan favorit 😍💕. Saya sangat berterimakasih, ini membuat saya semangat menulis lagi. Terimakasih banyak-banyak yang udah masukin di daftar favorit nya, ini merupakan kejutan bagi saya. 🥰🥰🥰
Jika ada kritik dan saran silakan utarakan di komentar ya, supaya saya bisa memperbaiki tulisan saya ke depannya.
Harapan saya tidak muluk-muluk, ada pembaca di karya saya saja sudah bersyukur. Dan menjadi kan favorit itu sebuah bonus bagi saya.
lope kalian semuaaaaaa 🥰🥰🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘😘😘