
hari demi hari terus berlalu Fernando merasakan kebahagiaan yang tiada tara ....
mendapatkan cinta dan kasih sayang dari wanita yang di cintai nya apalagi semenjak hadirnya buah hati mereka membuat kebahagiaan Fernando semakin lengkap.
tak terasa 4 tahun sudah berlalu
Fernando dan Yaya menjalani hari-hari sebagai orang tua dengan suka dan duka.
anak gadis mereka tumbuh dengan begitu cepat ,,,,,,, Fira tumbuh menjadi anak yang begitu penyayang dan sangat cantik walaupun dia masih kecil tapi paras cantiknya sudah kelihatan dia memiliki wajah yang begitu manis dengan mata bulat dan pipi tembem nya yang membuat semua orang akan gemas setiap kali melihatnya.
namun yang menjadi masalah adalah satu hal.....
Fira tumbuh menjadi gadis yang begitu nakal bahkan lebih nakal dari Yaya sehingga kadang membuat Yaya dan Fernando kewalahan akan sifat nakal dan jahil anak gadis mereka hampir 80% sifat Fira adalah turunan dari sifat Yaya......
dan selebihnya adalah sifat Fernando dan keluarga mereka dibalik sifat nakal Fira juga terselip sikap penyayang dan centil yang aduhay bahkan kadang membuat orang menjadi salting jika di goda oleh Fira walaupun dia masih kecil tapi dia sangat suka menggoda orang lain...
seperti sekarang Fira ikut dengan Papa nya kekantor Fira sangatlah penurut dengan Fernando dia selalu menangis jika di tinggal oleh Papanya......
Fira berjalan dengan satu tangannya di pegang oleh Fernando karna jika tidak begitu maka gadis kecil nakal itu akan pergi kesana kemari untuk mengganggu para karyawan bekerja dengan segala tingkahnya.
Fernando dan Fira baru saja keluar dari lift di lantai dasar sehingga banyak sekali karyawan yang berlalu lalang disana...
"hey Om ganteng...." kata Fira menyapa sambil mengedipkan
sebelah matanya kearah para karyawan Fernando yang tengah memberi hormat kepada mereka.......
" heyy,, dasar centil..." kata Fernando menarik pipi tembem Fira lalu menggendong Fira di pelukannya membuat para karyawan tertawa keras
" Papa..." kata Fira kesal padahal kan dia ingin melihat wajah om-om ganteng itu....
" diam lah atau nggak bakalan Papa bawa lagi kekantor" kata Fernando cuek....
"muahcc jangan marah dong Papa" kata Fira mengecup pipi Papa nya berulang kali .......
"Papa...." kata Fira manja karna Papa nya diam saja dan terus berjalan sambil menggendong nya........
" kenapa kau centil sekali haa..."
kata Fernando berhenti berjalan saat dia tiba dekat parkir dan menatap wajah anak gadisnya itu.......
" jangan salahkan dia yang salah kenapa Papa dulu Playboy" kata sony tiba-tiba entah datang dari mana makhluk planet itu๐
semenjak Fira bayi Sony memang sudah memanggil Fernando dengan sebutan Papa
...........
"om Sony " kata Fira senang dia sangat merindukan om nya itu ......
" hey,,, cantik sini .." Sony mengambil Fira dari gendongan Fernando........
Fira menatap Sony tanpa berkedip bahkan Fernando pun sama mereka berdua baru sadar bahwa wajah Sony semakin ganteng saja bahkan jauh berbeda dari yang dulu............
" kau perawatan lagi..." kata Fernando geleng-geleng kepala....
" iya dong Papa kalau aku tua mana mau si cantik ini sama aku nanti" kata Sony mengedipkan sebelah matanya
membuat Fernando bergidik ngeri....
" apakah kau salah minum obat.." kata Fernando menatap Sony aneh membuat tawa Sony pecah.....
" ke rumah Fira yuk om..." kata Fira mengajak Sony dia sangat suka bermain dengan om Sony yang baik itu....
" maaf sayang tapi om harus meeting dulu jadi nggak bisa ikut kamu " kata Sony menatap Fira........
" yaah...." kata Fira memelas padahal dia sudah membayangkan bermain dengan Sony...
" udah nggak usah sedih besok-besok kan om Sony bisa main sama kamu lagi" kata. Fernando menghibur anaknya yang kelihatan sedih.....
" iya Pa...." kata Fira yang sudah kembali ke pelukan Fernando.
" jangan sedih dong ok nanti malam om bakalan ke rumah kamu ....." kata Sony tak tega melihat Fira bersedih...
Fira langsung senang mendengar Sony yang akan datang kerumahnya .........
"jangan sedih lagi..." kata Sony menghapus air mata di pipi Fira yang tadi sempat jatuh......
Fernando tersenyum. tulus sekali Sony menyayangi anaknya bahkan sebagai seorang ayah Fernando bisa melihat nya secara langsung betapa tulusnya Sony..
itulah alasan kenapa Fernando tak pernah melarang Sony dekat dengan Fira selagi itu tidak melampaui batas...........
Fernando tau semenjak Fira lahir Sony seperti memiliki sebuah harapan dan semangat baru dalam hidupnya dia menjadi orang yang lebih sering tersenyum .
lama menjadi teman sekaligus sahabat Sony membuat Fernando mengerti bahkan paham akan penderitaan dan pilunya hidup yang dialami oleh Sony .....
apalagi semenjak orang tua nya meninggal hidup sendiri bukanlah hal yang mudah walaupun dari segi ekonomi dia mampu
........
Fira memang terbiasa di manjakan oleh Sony bahkan setiap kali Sony datang ke rumah Sony selalu membawakan hadiah sehingga Fira tak akan takut untuk meminta hal-hal yang dia inginkan kepada Sony....
" siap tuan putri..." kata Sony tersenyum...
" gue pulang dulu" kata Fernando pamit....
"iya Pah" kata Sony terkekeh ...
lagi-lagi Fernando geleng kepala melihat Sony yang sudah rada-rada gila itu.....
sesampai di rumah.......
mereka disambut dengan senyum manis Yaya yang membukakan mereka pintu...
lalu Yaya bersalam dengan Fernando, Fira juga bersalam dengan mamanya...
" sini peluk sama Mama...." kata Yaya lalu mengambil anak gadisnya dari pelukan Fernando....
" Byh mau mandi dulu atau makan"
" Byh mau mandi dulu aja sayang..."
"hehehe,,,, pas banget Byh Yaya juga belum masak" kata Yaya tertawa tanpa dosa...
" huuu,,, Mama " kata Fira memelas...
"gimana Dek senang ikut Papa ke kantor" kata Yaya bertanya sambil terus berjalan bergandengan menuju kamar bersama Fernando.......
" senang banget Maa" kata Fira merentangkan tangannya lalu memeluk leher Yaya dengan kedua tangannya......
Fernando sedang mandi sedangkan Yaya membantu Fira mengganti baju....
"sayang Mama harus masak dulu kamu mau ikut sama Mama..." kata Yaya merapikan rambut Fira...
"Fira mau nunggu Papa dulu mah" kata Fira berbaring di sofa kamar orang tuanya.walaupun Fira tidur pisah kamar dengan Papa dan Mamanya tapi hampir semua kebutuhan Fira berada di kamar orang tua nya .....
Fernando sudah selesai mandi dan ganti baju hanya tinggal menyisir rambutnya...
"Papah sini Fira sisirin...." kata Fira yang sudah berjinjit meraih tangan Fernando.....
"baiklah tuan putri kecilku" kata Fernando duduk di bawah dan bersandar di sofa sedangkan Fira duduk di sofa sambil menyisir rambut Fernando...
" awww,,,, pelan-pelan Dek sakit". kata Fernando meringis karna anaknya menyisir terlalu kencang....
" maaf Pah" kata Fira kembali menyisir dengan pelan. Fira sangat suka menyisir rambut Papanya walaupun dia tak pernah bisa malah kadang dia semakin mengacak rambut Papanya ..
tapi Papa nya tak pernah marah makanya Fira sangat sayang kepada Papa sama seperti pada Mamanya.....
" udah puas ngacak rambut Papa"kata Fernando menatap anaknya ...
" hehehe udah Pa" kata Fira tersenyum senang....
Fernando merapikan rambutnya dan mengajak Fira turun untuk makan...
saat Fernando akan menuruni tangga terakhir dia tersenyum sangat lebar melihat Yaya yang sepertinya sangat fokus memasak. Fernando mengajak Fira ke dapur....
sesampai di dekat Yaya belum juga Fernando melakukan apapun bahkan dia belum bicara sama sekali....
Fira tersenyum jahil........
Fira mengambil tepung dia atas meja kecil dekat rak piring lalu dengan sengaja melempar tepung dalam wadah kecil yang tadi dia ambil itu ke udara sehingga mengenai Mamanya yang tengah fokus memasak.
membuat Fernando yang berdiri di dekat Yaya terdiam sambil melotot....
dan yang paling nyesek Fira memberikan wadah itu kepada Fernando dengan terburu buru membuat Fernando mau tak mau memegang wadah itu dari pada pecah...
saat Yaya menoleh nampak lah Fernando yang sedang berdiri sambil memegang mangkok tepung di tangan nya membuat yaya benar-benar geram melihatnya..
" bu,,, bu ,, bukan Byh sayang tapi Fira" kata Fernando terbata bata......
dan yang lebih mengejutkan Fira sudah hilang tanpa jejak .....
membuat Fernando tambah kaget anak nakalnya itu benar-benar mengantarkannya ke lubang buaya habis lah dia kena amuk Yaya๐
Fira terkikik melihat kedua orang tua nya yang tengah saling siram tepung di tempat persembunyiannya.
mendengar tawa Fira dari pojok ruangan membuat Fernando dan Yaya berhenti sekarang Yaya tau siapa yang berulah...
dan membuat mereka berdua jadi saling siram dengan tepung bahkan wajah mereka sudah penuh dengan tepung....
" lari....." kata Fira segera berlari sebelum orang tuanya menangkap nya.....