Fery Fernando

Fery Fernando
Bab 86 salah satu



sesampai rumah sakit.........


"Sayang bertahanlah..." kata Fernando menatap Yaya sambil terus memegang tangan Yaya .


sedangkan para perawat mendorong ranjang pasien Yaya menuju ruangan UGD


.............


" sakit by..." lirih Yaya...


"bertahanlah Sayang, bertahan demi Byh dan anak kita..." kata Fernando mencoba tegar di depan Yaya...


" iya Byh ...." Yaya tersenyum dia berusaha kuat demi Fernando dan anaknya tapi.


sedetik kemudian mata Yaya sudah tertutup dia sudah tak sanggup lagi menahan sakit.


melihat itu rasa nya Fernando sudah hancur se hancurnya.


tiba di ruangan UGD dokter langsung melakukan tindakan


sedangkan beberapa perawat meminta Fernando untuk keluar dulu......


brugk..


Fernando meninju dinding rasa penyesalan nya begitu besar dia begitu frustasi rasanya.........


kenapa dia begitu bodoh meninggal kan Yaya sendiri di kamar mandi semua ini salah dia......


"tenangkan dirimu nak..." kata keempat orang tua mereka yang baru sampai di rumah sakit .


dan mereka melihat Fernando yang menyakiti dirinya sendiri bahkan dia membenturkan kepalanya ke dinding...


"semua nya salah Fer pa coba kalau Fer nggak ninggalin Yaya pasti nggak bakalan jadi gini..."


kata Fernando histeris .....


"udah nak tenanglah semua bukan salah kamu " kata mereka mencoba menenangkan Fernando....


Mami membawa Fernando duduk lalu memeluk Fernando mencoba menenangkan anaknya yang sudah begitu kacau dan rapuh itu......


" Yaya... Sayang " lirih Fernando walaupun dia sudah tenang tapi Fernando tak bisa menyembunyikan betapa rapuhnya dia sekarang.....


"sudah nak tenang lah kasihan Yaya kalau nanti dia bangun liat kamu kayak gini pasti dia sedih.." kata Mama .......


" tapi ini semua salah aku....."


"cukup nak berhenti menyalah kan diri kamu sendiri ini bukan salah kamu " kata Papa .......


.........


pikiran Fernando benar-benar kacau dan bercabang cabang.


"dok gimana keadaan Yaya dok"


kata Fernando khawatir diikuti yang lain nya.....


" pasien pendarahan kami harus segera melakukan operasi


walaupun usia kandungannya belum sampai 9 bulan tapi kita harus melakukan operasi sekarang karna jika tidak nyawa ibu dan bayi dalam bahaya"


kata-kata dokter itu seperti pedang tajam yang menusuk hati orang-orang yang mendengarnya..


"lakukan sekarang dok" kata Papi cepat


" tolong lakukan yang terbaik


selamat anak dan cucuku"


kata Papa lagi......


"tapi,,,,,"kata dokter terpotong


mendengar kata "tapi"membuat semua orang semakin takut dan panik...


"tapi apa dok" kata Fernando dia benar-benar sudah kacau saat ini........


" kemungkinan besar hanya salah satu dari merekalah yang bisa selamat sangat tipis kemungkinan untuk bisa menyelamatkan keduanya tapi kami akan mencoba dengan sebaik mungkin agar mereka bisa selamat teruslah berdoa agar tuhan memberikan mereka kekuatan.." kata dokter menjelaskan.....


mendengar kata-kata itu rasanya separuh nyawa Fernando sudah ikut hilang .


tak ada lagi yang bisa dia pikirkan bahkan untuk bicara saja lidahnya sudah kelu....


Fernando jatuh terduduk di lantai rasanya begitu sakit dan rapuh....


"kuatlah nak .."kata Papi membantu Fernando bangun....


"kami harus melakukan operasi sekarang tolong tanda tangani surat perjanjian.." kata dokter dan menyerahkan secarik kertas yang berisi perjanjian tertulis bahwa jika pasien tidak selamat atau operasi gagal pihak keluarga tak akan menuntut pihak rumah sakit...


"tanda tangan lah nak.." kata Mama...


bahkan hanya untuk memegang pulpen saja Fernando sudah tak bertenaga .


saat Fernando selesai menandatangani surat perjanjian dan Papi melakukan pembayaran administrasi operasi pun di lakukan......


rasanya pikiran Fernando sudah penuh dengan rasa takut akan di tinggalkan dan memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi membuat Fernando begitu terpukul


bahkan Fernando merasa bahwa Yaya benar-benar melakukan apa yang dia katakan tempo hari dulu....


" sayang bukankah kau sudah berjanji tak akan membuatku menangis dan gila kau sudah menarik kata-kata mu itu tapi kenapa sekarang kau benar-benar membuat kata-kata mu itu menjadi nyata..." lirih fernando disela isakan tangisnya..


next....