Fery Fernando

Fery Fernando
Bab 85 Yaya jatuh...



lampu tetangga yang mati ๐Ÿ˜‚jangan terlalu seriuss...


....................


" iya nanti Byh kupasin ya sayang..." kata Fernando lembut...


"yuk masuk ....." kata Yaya senang.....


"sekarang Byh mandi habis itu Yaya temenin makan.." kata Yaya yang sedang membantu melepas kemeja Fernando di kamar mandi.....


"ihhhh..... Byh harum banget.."


kata Yaya yang sudah memeluk Fernando dan mencium aroma tubuh Fernando...


kadang Fernando geleng-geleng kepala dengan istrinya , semenjak Yaya hamil dia suka sekali menghirup aroma tubuh Fernando bahkan kadang-kadang dia belum mandi seperti sekarang.....


"sekarang Byh mau mandi ,,,," kata Fernando...


"Yaya tunggu di luar ya Byh..."


.............


selesai mandi dan berganti baju Fernando makan di temani Yaya......


" kenapa nggak mau makan hmmm..". kata Fernando menatap Yaya dia sudah menyuapi Yaya dari tadi Yaya tetap menolak....


"Yaya mau makan mangga by.."


kata Yaya semangat...


Fernando menghabiskan makanan nya dengan cepat lalu mengupas kan Yaya mangga..


"makanlah" kata Fernando menyuapi Yaya mangga yang telah selesai di kupas.....


" asemm." kata Fernando bergidik melihat Yaya yang makan mangga muda ...


"enak banget Byh..." kata Yaya makan dengan lahap.....


membuat Fernando geleng-geleng kepala Yaya bilang mangga muda enak padahal dari aroma nya aja udah ketahuan kalau mangga muda rasa nya asam.....


...........


1 bulan kemudian......


usia kandungan Yaya sudah 7 bulan Yaya sudah agak kesusahan untuk beraktivitas seperti biasa......


Fernando juga sudah tidak memperbolehkan Yaya melakukan sesuatu yang berat-berat bahkan sekarang Fernando lebih sering di rumah dia hanya akan kekantor apabila ada pekerjaan yang tak bisa di lakukan nya dari jarak jauh .....


Fernando begitu memanjakan Yaya bahkan kadang Yaya merasa Fernando terlalu berlebihan kepadanya ..


tidak ada satupun kegiatan Yaya yang tidak di bantu oleh Fernando bahkan sampai Yaya mandi pun di bantu oleh Fernando...


Yaya bersyukur sekali memiliki suami yang begitu perhatian dan sayang kepadanya


...............


Yaya sedang berendam didalam bathup tubuh Yaya sudah penuh dengan busa sabun yang begitu banyak sekali bahkan busa itu sampai berserakan ke lantai kamar mandi.....


" harum banget...." kata Yaya menghirup sambil memainkan busa tersebut.........


merasa sudah puas berendam yaya membasuh badannya dengan air bersih....


" Byh mana sih..." kata Yaya yang sudah berdiri di dalam bathup dan memakai kimono mandinya.


sebenarnya Yaya sering ingin keluar sendiri dari dalam bathup tapi Fernando selalu melarang Yaya dan suaminya akan mengangkat Yaya untuk mengeluarkan Yaya dari dalam bathup......


akhirnya Yaya mencoba keluar sendiri walaupun di lantai masih berserakan busa-busa sabun bekas dia mandi tadi....


Yaya melangkahkan satu kaki nya keluar bathup walaupun agak ke susahan..


"yei....berhasil." kata Yaya senang dan mencoba mengeluarkan satu kakinya lagi .....


dan ...


"akkrrrggg....."


Yaya terpeleset karna lantai yang licin Yaya memejamkan matanya rasanya sangat sakit sekali dia jatuh terduduk di lantai .........,


awalnya Yaya hanya merasakan sakit biasa pada kakinya yang terpeleset namun sekarang perut nya yang sakit bahkan rasanya begitu sakit ......


dan Yaya mulai panik saat melihat darah yang mengalir deras di lantai.....


"arggg,, sakit..." lirih Yaya dia mulai terisak......


.......


"Sayang....." kata Fernando begitu panik melihat istrinya yang sudah jatuh terduduk di lantai dan darah yang mengalir begitu deras di lantai.......


Fernando menggendong Yaya yang terus teriak. dia dengan cepat membawa Yaya kerumah sakit......


"sakit by...." kata Yaya terus menangis...


" sabar ya sayang sebentar lagi kita sampai" kata Fernando menenangkan Yaya mereka sedang menuju rumah sakit...


" cepatan pak.." kata Fernando berteriak keras ...


entah kenapa melihat kondisi istrinya seperti ini membuat dia begitu kacau dan tidak tenang.


"tahan ya sayang...." kata Fernando mencoba menguatkan yaya walau rasanya dia sudah begitu rapuh....


belum lagi memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang mungkin akan terjadi membuat rasa takut begitu menghantui fikiran Fernando....


next...