
" Byh berangkat ya sayang"
kata Fernando mengecup kening Yaya dengan penuh kasih sayang...
Fernando sengaja tidak membangunkan Yaya karna dia takut nanti mengganggu tidur Yaya lagian dia juga akan pulang cepat.
begitu meeting nya selesai Fernando akan langsung pulang.
..................
saat Yaya bangun rasanya begitu sunyi Yaya melihat jam ternyata sudah jam delapan pagi..........
Yaya duduk dan mengucek matanya.
"Byh kemana ya." kata Yaya berbicara sendiri.....
" apakah Byh sedang di dapur" kata Yaya semangat dan menuju kamar mandi untuk menyikat gigi lalu berdandan agar kelihatan cantik.....
Yaya sudah tak sabar ingin melihat wajah suaminya rasanya dia begitu rindu akan suaminya Yaya menyisir rambutnya cepat.
dan segera keluar dari kamar.
"Byh" kata Yaya memanggil manggil Fernando tapi tidak ada sahutan........
Yaya sudah menyusuri seluruh ruangan apartemen tapi dia tidak menemukan suaminya.........
"hiks. hiks...." saat ini Yaya hanya ingin menangis
perasaan begitu sedih dan tak menentu kenapa suaminya meninggalkan nya
apakah Fernando sudah tak menyayangi nya lagi......
Yaya bersandar di dinding dekat pojok ruangan tapi rasanya Yaya terlalu lemas untuk berdiri hingga dia perlahan-lahan goyah dan jatuh terduduk di lantai.
"hiks. hiks..." kata Yaya begitu sendu bahkan membuat hati orang yang mendengarnya nyeri......
........................
selesai meeting Fernando langsung pulang dia takut nanti istrinya sudah bangun dan menangis lagi seperti kemarin-kemarin .....
sesampai apartemen Fernando membuka pintu utama apartemen nya......
saat pintu terbuka hati Fernando begitu sakit melihat istrinya yang tengah terduduk lemas di pojok ruangan dan dia sedang menangis sambil memeluk lututnya......
"sayang " kata Fernando berjongkok dan membawa yaya ke pelukan nya......
"hiks.....hiks...." Yaya terus menangis membuat Fernando tambah merasa bersalah....
"hey, jangan nangis lagi."
kata Fernando mengangkat yaya dan duduk di sofa .
" Byh minta maaf " kata Fernando lembut dan menghapus air mata Yaya yang tengah duduk di pangkuannya..
"by ,,,by hiks,,, kena,,,,,pa tinggalin ,,, hiks Yaya" kata Yaya terus menangis bahkan air matanya sangat deras menandakan betapa sedihnya dia sekarang.
" tadi Byh ada meeting pagi Sayang dan meeting nya cuma satu jam makanya Byh nggak bangunin Yaya
lagian Byh juga pulang cepat kok nih Byh setengah sembilan udah pulang."
kata Fernando menjelaskan.
namun ,,,,, bukannya berhenti menangis malah dia menangis semakin kencang.
membuat Fernando bingung.
" shht jangan nangis Byh minta maaf" kata Fernando lembut dan menggoyang goyang pelan tubuh Yaya agar dia tenang......
"Byh tu anggap ya sebagai istri Byh nggak sih kenapa Byh tu selalu pentingin pekerjaan Byh kadang Yaya tu ngerasa kayak nggak ada penting-penting nya di dalam hidup Byh bahkan Byh lebih pentingin pekerjaan dari pada Yaya hiks....hiks..." kata Yaya berterus terang.....
Yaya sedih entah kenapa dia merasa seperti di nomor dua kan......
" ya ampun sayang kok kamu mikir gitu kamu itu yang paling penting dalam hidup Byh kamu lebih penting dari apapun termasuk pekerjaan Byh"
kata Fernando yang tidak menyangka bahwa istrinya berfikiran begitu ....
" bohong..... Byh lebih pentingin pekerjaan ketimbang Yaya hiks hiks."
kata Yaya menangis tersedu sedu namun ......
woek.....
woek...
woek.....
Yaya muntah .....
"astaga.....sayang" Fernando mengangkat Yaya menuju wastafel ........
Yaya terus muntah sambil menangis membuat Fernando tambah merasa bersalah.
Fernando mengelus pundak Yaya. Yaya sudah tidak muntah lagi tapi dia sudah sangat-sangat lemas.
mungkin jika Fernando tidak memegangnya dia sudah jatuh ke lantai.....
Fernando membersihkan bibir Yaya lalu membawa Yaya kembali ke kamar.....
"sayang udah jangan mikirin hal-hal yang nggak penting
itu akan berdampak pada kesehatan kamu" kata Fernando lembut.
dia sedang menyelimuti dan menghapus air mata Yaya.
"hiks hiks..." Yaya tak menjawab tapi dia masih terus terisak......
"dengerin Byh kamu itu adalah yang paling penting dalam hidup Byh sayang lebih penting dari apapun
sekarang tidurlah kamu pasti lemas..."kata Fernando mengelus kepala Yaya ....
"tidurlah..." kata Fernando menatap Yaya yang tidak memejamkan matanya tapi hanya menatap Fernando dalam diam.......
"tidurlah sayangku.... Byh nggak bakalan tinggalin kamu lagi..." kata Fernando mengecup kening Yaya...
Yaya memejamkan matanya
saat dia sudah tidur Fernando menatap wajah Yaya yang tertidur dengan begitu sendu.
sepertinya anaknya benar-benar tak mau di tinggal .
secara naluriah Fernando sadar kalau yaya bersikap seperti tadi itu karna bawaan hamilnya ...........
Fernando menyingkap selimut sampai sebatas perut Yaya.........
Fernando mengelus perut yaya yang sudah mulai membuncit walaupun belum terlalu kelihatan...
"hay ..... Dedek cepat lah tumbuh besar agar bisa ketemu sama papa " kata Fernando seolah sedang berbicara kepada anaknya.
" kamu marah ya papa tinggal papa minta maaf yaa ,,,, jangan bikin mama kayak tadi lagi kasihan dia..."
kata Fernando tersenyum dan mengecup perut yaya berulang kali.....
next.......