Fery Fernando

Fery Fernando
Bab 21 Jalan Romantis



Sesampai di loby apartemen Fernando meminta petugas parkir untuk mengeluarkan motor matic nya.


Yaya begitu senang melihat motor suaminya ternyata adalah motor matic.


Yaya mengambil kunci dari tangan Fernando dan segera duduk di kursi depan untuk menyetir.


"Ehh, nggak boleh" kata Fernando tak memberikan Yaya izin.


"Nggak mau Yaya mau nyetir sendiri " kata Yaya bersikeras.


"Nggak Sayang ini udah malam ntar kalo jatuh gimana".


"Nggak bakalan jatuh, ayok naik" kata Yaya tersenyum penuh arti.


Fernando seolah mengerti arti senyuman gadis jahil itu.


"Nggak Sayang sini biar Byh bawa" entah kenapa Fernando begitu ragu akan kemampuan istrinya.


Bukan masalah bawa motor tapi , mengendarai motor dengan benar.


"Yasudah kalau nggak mau, biar Yaya pergi sendiri aja" kata Yaya tersenyum jahil dan akan segera ngegas motor nya.


"iya" kata Fernando pasrah istrinya itu benar-benar.


Fernando memasangkan helm di kepala Yaya dan untuk dia sendiri dan naik ke atas motor.


belum juga dia duduk dengan pas Yaya sudah ngegas motor nya pool membuat Fernando kaget karena hampir jatuh.


"Apakah kau mau membunuh ku" kata Fernando geram.


"hahahaha"


Yaya tertawa begitu keras mendengar kemarahan suaminya.


"Maaf by,, " kata Yaya yang sudah menormalkan kecepatan motor nya.


Fernando hanya diam sambil menikmati angin malam ,


ternyata pergi dengan motor lebih menyenangkan ke timbang dengan mobil


dan yang paling menyenangkan adalah bersama orang yang dia sayang.


"By,,,,," kata Yaya yang masih fokus melihat ke depan sembari menyetir.


"Apa Sayang"


"liat deh orang yang di depan kita" Fernando menatap lurus Ke depan , di depan mereka juga banyak sekali orang yang berlalu lalang menggunakan motor.


"terus,,,"


"Liat yang pake motor merah"


Fernando tertawa .


"Apakah kau juga ingin seperti itu"


"ya iya lah masa nggak, Byh aja yang nggak peka" kata Yaya memelas, akhirnya Fernando memeluk Yaya dari belakang .


"Apakah hangat" kata Fernando mengeratkan pelukannya.


Ternyata Yaya menyuruh suaminya memeluknya bukan hanya karena alasan dingin tapi juga alasan lain.


"Yaya turunin kecepatan nya nggak" kata Fernando mulai takut.


Bagaimana tidak Yaya membawa motor dengan begitu kencang bahkan kecepatannya nyaris mencapai 90 km.


"seru Byh,, ," kata Yaya terus tertawa Fernando geleng kepala ternyata istrinya itu tak hanya jahil tapi benar nakal.


setelahnya Yaya kembali menormalkan kecepatannya.


mereka memang berkendara cukup lama mungkin sekitar satu jam karena mereka ingin pergi ke alun alun kota.


Ternyata di beberapa pusat keramaian ada beberapa polisi yang sedang berjaga jaga.


awalnya Yaya terlihat seperti biasa namun,saat tiba di dekat polisi dia menaikkan dan menurunkan kecepatan motornya dalam tempo yang bersamaan secara berulang ulang membuat Fernando melotot di buatnya.


apakah gadis nakal ini ingin mereka di kejar polisi dan benar saja polisi sudah mengejar mereka beberapa menit kemudian.


"Byh kita di kejar polisi, hahahaha" gadis nakal itu bukannya takut dia malah tertawa.


"Puas "kata Fernando kesal


"Belum Byh" Yaya menancap full gas motor nya sedangkan polisi terus mengejar mereka.


Fernando tak bisa membiarkan istrinya terus berkendara ugal ugalan seperti ini bisa mati muda mereka berdua jadi nya.


Fernando bergeser duduk sedikit ke depan dan mengambil alih setir motor


membiarkan Yaya untuk duduk di depan karena tubuh Fernando yang tinggi dan atletis bisa mengimbangi tubuh Yaya yang kecil dan mungil selain itu dia bisa melindungi istrinya jika sewaktu waktu bahaya datang.


"huhu lebih kencang lagi Byh,,


ntar polisi bisa nangkap kita"


kata Yaya begitu senang.


Fernando geleng kepala bisa-bisa nya istrinya itu bilang begitu dalam kondisi see genting ini,apakah dia pikir mereka sedang balap apa?.


Fernando mengeluarkan skill pembalap nya dia mengendarai motor dengan begitu lihai sehingga beberapa saat kemudian polisi sudah kehilangan jejek mereka .


Fernando berhenti tepat di gerbang utama alun alun-alun kota. Yaya memutar duduknya sekarang dia duduk bersandar di atas stang motor.


"kamu bisa jatuh Sayang"kata Fernando memegang pinggang Yaya agar dia tidak jatuh.


"Byh hebat...." kata Yaya berpegang pada leher Fernando


"kau benar-benar nakal, hampir saja kita masuk kantor polisi karena ulah nakal mu Sayang"kata Fernando mengecup pipi Yaya


...........


"Makan yuk Byh, Yaya udah lapar.." kata Yaya memegang perutnya .


"Bukan lapar lagi udah kelaparan" kata Fernando menurunkan Yaya dari atas stang motor dan menggenggam tangan Yaya menuju tempat orang jualan.


Kejar kejaran dengan polisi benar-benar menguras energi.


next.