Fery Fernando

Fery Fernando
diamnya Fernando



fernando benar2 marah dan kecewa.....


πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘


sekarang fernando sadar bahwa rasa cinta dan sayang nya yang terlalu berlebihan kepada yaya membuat yaya tak lagi mempedulikan perasaannya .......


dia terlalu memanjakan dan tidak pernah marah kepada yaya walau kadang yaya melakukan hal2 yang sudah melampaui batas ........


tapi untuk sekarang fernando benar2 harus memberi yaya sebuah peringatan


agar dia jera ...........


fernando pulang lebih dulu ...............


yaya sampai di apartemen jam 4 sore...


saat yaya membuka pintu apartemen...


"dari mana saja kau kenapa jam segini baru pulang ....."


kata fernando begitu dingin dia sedang duduk di sofa


" byby udah pulang ....kok byby pulang cepat" kata yaya mendekati fernando dan hendak bersalam.....


namun fernando menarik tangannya dan tak membiarkan yaya bersalam


membuat yaya kaget..


........................


fernando menatap yaya dengan tatapan begitu tajam dan sangat dingin ...


membuat yaya begitu takut jadinya....


"terus kenapa kalau aku pulang cepat apakah kau takut aku mengetahui semua kelakuan mu" kata fernando menatap yaya dengan penuh kemarahan.....


yaya menunduk dia begitu takut walaupun dia tidak tau dimana letak kesalahan nya tapi wajah suaminya menggambarkan bahwa suaminya sedang marah bahkan sangat2 marah .........


"byby kenapa ,,,,, yaya salah apa kok byby tiba2 marah..."


kata yaya memberanikan diri untuk menatap Fernando...........


fernando mencekal leher yaya membuat yaya menghadap nya ..............


"kau bertanya kau salah apa haaah..."


kata fernando membentak yaya ...


emosi fernando benar2 menggebu-gebu


bahkan dia tak bisa lagi menahannya dia ingin melampiaskannya ...........


bayangan yaya membalas pelukan laki2 itu membuat Fernando tambah emosi


............................


fernando menunjukan yaya sebuah foto ...


membuat mata yaya melotot pantas saja suaminya marah ................


tak ingin rasa marah dan emosi nya yang hampir meledak membuat dia menyakiti istrinya fernando segera pergi meninggalkan yaya.....


"byby yaya bisa jelasin..."


kata yaya terus mengejar fernando sampai ke kamar........


namun fernando seolah tak peduli dan terus mengabaikan yaya.....


saat fernando memasuki kamar...........


fernando sedang membuka lemari untuk mengambil baju nya.......


"byby dengarin penjelasan yaya dulu by"


kata yaya memeluk fernando dari belakang yaya begitu takut....


fernando menghempas tangan yaya yang tengah memeluknya........


seketika dia berbalik dan menghadap yaya.........


"penjelasan......


apakah kau mau menjalaskan bahwa kau akan memilih laki2 itu dan meninggalkan aku karna dia lebih sempurna ketimbang aku haaaaa" kata fernando membentak yaya rasanya dia benar2 sudah terbakar api emosi...........


"enggak by,,,,,,"


kata2 yaya terpotong karna.........


prang...........


membuat kaca itu retak dan tiba2 hancur berkeping keping membuat darah segar mengalir deras di tangan fernando.....


"byby,,,,,,,, " kata yaya memeluk fernando dan menangis terisak2 di pelukan fernando .............


yaya begitu takut dan sangat sedih .....


yaya tidak menyangka bahwa suaminya ketika marah tak akan menyakiti dia tapi malah menyakiti dirinya sendiri......


"lepasin yaya aku tak ingin kemarahanku membuat aku menyakitimu........"


kata fernando mencoba menahan emosinya.......


"byby boleh sakitin yaya karna memang yaya yang salah tapi byby nggak boleh sakitin diri byby sendiri kayak gini"


kata yaya menangis dan terus terisak di pelukan fernando.......


seketika fernando sadar dari emosi dan rasa marah nya .............


fernando diam mematung membiarkan yaya terus terisak di dadanya......


fernando sadar kalau dia terus bersama yaya sekarang dia takut nanti karna tak bisa menahan emosinya dia akan menyakiti yaya ....


buktinya karna dia tak mampu menahan emosinya dia barusan membentak dan memarahi istrinya membuat yaya begitu takut oleh nya.......


sekarang fernando benar2 harus menenangkan dirinya dulu jika nanti fikiran nya sudah jernih barulah dia akan bicara kembali kepada istrinya.......


fernando memilih untuk mendiami yaya selama beberapa hari karna mungkin dengan begitu yaya bisa sadar dan belajar bahwa dia harus menjaga sikapnya agar tak menyakiti hati suaminya ............


sesaat kemudian yaya melepaskan pelukan nya dan menatap Fernando.....


air matanya masih mengalir deras.....


fernando hendak melangkah pergi ....


"byby mau kemana" kata yaya begitu sendu.......


"pergi...."


kata fernando ketus.....


"jangan pergi by,,,,,"


kata yaya memohon....


dia terus memohon agar fernando tidak pergi.........


"kamu ingin aku pulang malam ini tau tidak" kata fernando tegas...


yaya mengangguk.........


"makanya sekarang biarin aku pergi atau nggak aku nggak bakalan pulang"


kata fernando semakin tegas dan keras


membuat air mata yaya kembali mengalir deras...............


yaya menghapus air matanya yang terus berjatuhan tampa henti........


"iya byby boleh pergi ,,,,,,, tapi izinin yaya obatin luka byby dulu" kata yaya memegang tangan fernando yang sudah di penuhi darah .........


"nggak usah ..."


kata fernando kembali menarik tangannya namun , yaya tak mau melepaskan tangan fernando..........


"tapi nanti infeksi by,,,,"


kata yaya memohon bahkan tubuhnya sudah bergetar menahan isaknya.....


"biarin aja ,,,,,, kalau tanganku infeksi dan lama kelamaan tubuhku juga akan sakit sakitan setelah itu aku akan mati ......"


kata fernando membuat yaya menangis begitu keras ,,,,, fernando membuat perasaan yaya begitu tersayat dengan kata2 nya...........


"byby kenapa ngomong gitu ,,,,,,,,


apakah byby udah nggak sayang sama yaya lagi" kata yaya terus terisak......


"percuma byby menyayangi kamu kalau kamu itu nggak menghargai perasaan byby........ asal kamu tau yaa hati byby sakit bahkan perih rasanya melihat istri sendiri berada di pelukan orang lain dan yang lebih menyakitkan istriku juga membalas pelukan laki2 lain"


kata fernando mengeluarkan semua isi hatinya ..............


dan melangkah keluar ......


next.....


😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭