
tapi untuk saat ini ia lagi ngekhwatriin keadaan yezad dibandingkan perasaan vano padahal kan vano mungkin akan menjadi suami kiren entar.
ya kiren bodoh amat karena ia tak memperdulikan hal itu lagian kan sebelum perjodohan itu dimulai kiren kn sudah menyukai seseorang.
ya salah satunya digengnya Iqbal dia suka digengnya cuma kiren tau ia akan ditolak olehnya karena itu ia menerima vano supaya ia tak merasakan sakit yang luar biasa lagi.
sama dimasa lalu kiren hanya mendapatkan luka doang kalo menyukai seseorang.soalnya ia pernah gagal untuk memperjuangkan seseorang.
tapi untuk keadaan saat ini ia harus mengkhawatirkan keadaan yezad terlebih dahulu dibandingkan perasaan vano:).
itulah sifat kiren yang tak memperdulikan perasaan seseorang walaupun mereka itu adalah sahabat nya sendiri yang akan menjadi sanh suami:).
"HOS hos"kiren yang ngos-ngosan habis lari kesana kemari untuk mencari gengnya yezad untuk menanyakan tentang dimanakah rumah yezad terletak.
akhirnya ia ketemu walaupun butuh dua menitan nyari mereka semua,dan ternyata mereka semua sedang nongkrong dibelakang yang tersembunyi.
"hai"ucap kiren dengan suara ngos-ngosan kayak dikejar anjing:v.
"Napa Lo?? ngos-ngosan kayak gitu??habis dikejar anjing Lo??"tanya Dimas panjang lebar.
"bentar gw napas dulu "ujar kiren.
"oke,naah sekarang gimana??"tanya Sendy.
"kalian tau nggak rumah yezad dimana??"tanya kiren yang sudah tak ngos-ngosan lagi.
"eee, kenapa Lo tiba tiba nanya rumah yezad dimana? memang nya ada perlu apaan??"tanya rivlta.
"katanya yezad sakit ya??"ujar kiren yang langsung membuat mereka kaget kok bisa tau sikiren .
"emm,tau dari mana Lo??"tanya Dani.
"gak perlu tau dari mana nya.pokonya rumah yezad dimana??"tanya kiren.
"bukan nya kita enggak mau ngasih tau ya.cuma yezad pernah bilang jangan kasih tau kesiapa siapa rumah dia dimana "ucap Dimas.
"udahlah!GC woii,gw pengen tau doang!"ujar kiren yang emosi.
"setelah Lo tau, emang nya Lo bakalan mau ngapain kesana??"tanya Rizal.
"mau jenguk yezad lah dodol yah kali jual nanas kesana taik!"ucap kiren yang kesal kepada Rizal.
"udahlah kasih tau aja Napa sih!"kiren.
"oke thanks yo zal"ujar kiren yang kembali lari untuk menuju kekelas lagi.
"y-ya"ujar Rizal yang perlahan mulai menghilang dihadapannya.
sesampainya kiren dikelas.
"HOS hos HOS, akhirnya gw tau rumahnya dimana"ujar batin kiren.
lalu dimulai lah pelajaran tersebut, hingga kringg kringg kringg bel pulang telah berbunyi.
satu persatu anak anak pada keluar dari kelas mereka masing-masing begitu pulah dengan kiren.
tapi ditengah jalan tiba-tiba ada seseorang dihadapan nya.
"pulbar yok ay"ujar orang itu.
"ck yasudah serah"ujar kiren yang pasrah.
"yahhh,nggak jadi kerumahnya yezad hm"ujar kiren yang melas.
Kiren dan vano pun jalan berdua untuk menuju kerumahnya kiren mrk naik mobil.
ya sebenarnya kiren enggak mau naik mobil tapi karena vano memaksa makanya ia mau wk.
sesampainya di rumah kiren.
"tks"ujar singkat dari kiren.
"yah"ucap vano yang tersenyum lalu ia mengelus rambut nya kiren.
"yasudah sana pergi"ujar kiren yang ngusir vano dari sana.
"kamu ngusir aku??"tanya vano.
"ck ya ya lah masa ya ya dong seh!"ujar kesal kiren.
"yah ampun, yasudah ku pergi dulu dadah"ujar vano yang berpamitan dengan kiren
namun tak dibalas oleh kiren.kiren langsung pergi dari sana tanpa membalas Dadahan vano.