Fall in Love with You

Fall in Love with You
eps 23



setelah kiren sampai disekolahan ia tak langsung kekelasnya ,ia kerumah yang ia bikin bersama vano vino and varo juga.


dan moga mogaan saja vano tak ada aamiin ujar kiren.


sesampainya kiren sampai disana, tiba-tiba vano ada disana tak sesuai dengan ekspektasi nya jadi ia kecewa,jadi ia langsung pergi dari sana lagi.


Vano yang melihat itupun ia langsung lari mengejar kiren,tapi karena kiren tau vano lagi ngejar ia dia sengaja larinya dikencengi supaya ia tak mengejar nya.


tapi sepertinya kiren sudah lelah untuk berlari , tiba-tiba ia terjatuh karena terseladung batu yang ada didepannya.


"akhh,syalan pake jatuh segala"ujar kiren yang berusaha berdiri walaupun kakinya sakit.


tapi semakin dekat dekat dan dekat sivano untuk menuju kekiren,vano yang melihat kiren terjatuh pun ia mempercepat larinya.


tapi tak disangka kiren pun berhasil berlari lagi walaupun kakinya sakit.


kata kiren mah mending paksa berlari dari pada harus ngobrol dengan vano itulah yang dikata batinnya


tapi karena ia tak menahan rasa sakit itupun,ia berhenti dan ia juga duduk dipinggir jalan yang ada kursinya.


"akhh,sial kali gw pake sakit segala najiss"batin kiren yang kesal saat melihat kakinya luka.


tapi tak disangka vano pun sampai ditempat nya kiren, karena ia berlari sekuat tenaga nya walaupun sebenarnya ia sudah capek berlari.


"kiren,are you oke??"tanya vano yang khawatir dengan keadaan kiren yang sedang terluka dikakinya.


Vani memegang kakinya kiren untuk memastikan bahwa lukanya tidak parah,namun kiren menepis tangan nya vano.


"gak usah megang megeng kaki gw Lo"ujar kiren yang melarang vano untuk menyentuh kakinya yang sedang luka.


"ah sorry sorry ya, pasti sakitkan tuh luka"ujar vano yang mengkeluarkan kontak obat.


"sini gw obatiin dulu lukanya.biar gak tambah parah"ujar vano.


"ogah"ucap kiren menolak.


"entar bahaya lukanya makin parah"vano.


"biarin,gak usah sok perduli Lo ck"ucap kiren 🙄


"wajarlah gw perduli,Lo kan sahabat gw ren"ucap vano.


setelah selesai mengobati nya.


"oke sudah"ujar vano yang sudah selesai mengobati kaki kiren.


"tks"ucap kiren yang berterima kasih namun ia memalingkan wajahnya kearah lain.


"yup sama sama.btw Lo gak perlu nangis lagi ren,dan soal pernikahan ini kita lanjutkan saja walaupun Lo Ama gw gak mau"ucap vano kiren pun langsung menengok dan mengangkat satu alisnya yang artinya mksdnya??.


"ini karena keputusan mereka, untuk kawin diusia dini emang gak enak cuma ya Lo ngerti aja."ujar vano.


"ha, maksudnya??"ucap kiren yang masih bingung dengan ucapannya vano.


"ren, santai aja ya untuk hal ini.gw bakal-"ucap vano yang terpotong oleh kiren yang udah konek.


"Van, pernikahan itu enggak mudah apalagi kita berdua masih SMP.kau tau itu kan?"ujar kiren.


"hm gw tau hal itu ren.pernikahan memang enggak mudah, pernikahan juga gak cuma perasaan cinta doang tapi kebutuhan ekonomi juga.sedangkan kita Lo Ama gw aja gak saling jatuh cinta,tapi kalo soal ekonomi gw bakal pastiin cukup untuk kebutuhan sehari-hari."ucap vano yang panjang lebar kali tinggi setinggi harapan Lo kecrush Lo:v


"memang gw yakin Lo bisa cukupin kebutuhan sehari-hari,cuma kalo dah ada anak kan makin repot Cui"ucap kiren yang nyambung nyambung keanak Cui:v.


"astga, ngapain pikir sampai keanak kiren.kita mending mentingin gimana pernikahan kita lancar sama kita saling jatuh cinta oke??"ucap vano..


"lah dia ngapain Ngomong gitu dh, padahalkan gw dah jatuh hati kedia cuma.."batin kiren yang sengaja ia kunci karena ia tau vano bisa baca didalam hatinya.


"udah yok.mending kita pulang"ujar vano yang memegang tangan nya kiren.


"lah? sekolah nya gimana??"tanya kiren yang bingung.


"coba liat jam deh"ujar vano yang ingin kiren melihat jam dihpnya.


lalu kiren pun langsung melihat jam dihpnya


"what!!??udah jam 2 cuii"ujar kiren yang sangat sangat kaget.


"hooh,Lo Ama gw kan tadi kejar kejaran anjay baru ingat Lo"ucap vano.


"lah?Mane gw tau anjay"kiren.


"dahlah enggak penting,yok pulang"ujar vano yang langsung menarik tangan kiren.