
sesampainya di rumah.
pas kiren sampai dirumah,ia tak Salim orang tuanya ia langsung kekamar nya dan terus ia juga ganti bajunya.
setelah selesai ganti bajunya ia menangis lagi, karena yah gitu deh sedangkan mama hanya bingung kenapa anak nya menangis.
Windia mengetuk mengetuk pintu kamarnya kiren namun tak dibuka olehnya.
windia pun ngerasa khawatir dengan keadaan sang putri nya yang datang datang menangis.
saking Windia khawatir dengan keadaan anaknya ia reflek nelepon vano.
"hello??nak vano"Windia.
"yah,ada apa Tante??"tanya vano ditelepon.
"Tante mau nnya boleh??"tanya Winda kepada vano.
"boleh Tan,mau nanya apa??"jawab vano kepada Windia.
"kiren kenapa nangis??"tanya Windia.
"kiren nangis?? emm aku enggak tau Tan"jawab vano kepada windia.
"ah, begitu yasudah maaf ya Tante ganggu kamu Van"ujar Windia yang tak enakkan.
"eh??gpp kok Tan, untuk urusan kiren biar saya saja yang urusin ya"ujar vano didalam telepon itu.
"baiklah, makasih ya nak vano"ujar Windia.
"ya sama sama Tan"ujar vano.
lalu beberapa menit kemudian telepon nya pun mati, sesuai perkataan vano ia akan menelepon kiren untuk menanyakan mengapa ia masih menangis.
namun pas disaat vano nelepon kiren ,kiren tak menjawab nya karena dirijek olehnya karena ya kiren malas aja gitu Ngomong Ama vano.
kiren curiga kenapa vano tiba-tiba nelepon begitu saja,benar saja dugaannya ternyata dia adalah mamanya.
kiren pun tambah kesal walaupun ia sudah berhenti menangis,ia kesal dan marah marah sendirian dikamar tiba tiba perut dia laper.
"mau gak mau gw harus turun,tapi gimana ya gw malas ah"ucap kiren yang tak jadi, mending ia tak makan dari pada ditanyai panjang lebar.
tapi untung nya dikamarnya ada beberapa makanan walaupun makan makan ringan ya sedikit tapi bisalah untuk ganjel perut kiren.
kiren pun memakan Snack itu sampai habis tapi tetap saja Perut kiren masih lapar.
"aduhh, gimana ni perut gw masih lapar"keluh kiren sambil memegangi perut nya.
"ck, yasudah lah gw kebawah aja"ujar kiren yang tak tau harus ape ye,jadi ia langsung turun untuk makan.
"moga mogaan mama gak ada aamiin"ujar batin kiren...
sesampainya kiren dibawah.
"duh, sialan mama pake ada segala lagi ck"batin kiren yang sambil nunduk kepalanya dibawah.
"nak, sini duduk"ujar Windia.
kiren pun duduk dimeja makan namun tak disampiing sang ibu.
ia juga makan tanpa menatap wajah ibunya.
"kamu kenapa nangis tadi nak??"tanya Windia sambil makan.
Windia nanaya namun tak dijawab oleh kiren kiren yang asik makan pun tak mendengar ucapan sang ibu.
setelah ia selesai makan ia langsung kekamarnya lagi,ia pun tidur karena sudah malam jam 09.45hampir jam 10
keesokkan harinya 🌄.
kiren pun bangun pada jam 06.08,kiren pun langsung mandi dan pakai baju untuk berangkat sekolah.
ia akan berangkat sekolah sendirian tanpa seseorang yang mengantar nya,ia hari ini tak sarapan dan juga ia tak Salim sang ibu.
Windia yang bingung sama sang anak nya ia hanya diam dan Windia percaya bahwa vano bisa membujuk sang anak.
sesampainya disekolahan 🏫