
Hampir lima belas menit Zayn menunggu Clarisa di UKS, namun belum ada tanda-tanda Clarisa akan siuman, dengan telaten Zayn mengusap tangan Clarisa dan memberikan minyak kayu putih tepat dihidung Clarisa.
"Dok kenapa Cla sampai sekarang belum sadarkan diri juga?" tanya Zayn yang semakin khawatir.
"Mungkin sebentar lagi, tapi percayalah dia hanya kelelahan saja" jawab dokter yang stay di UKS.
Zayn masih setia di samping ranjang Clarisa, namun tiba-tiba keributan terjadi di depan UKS dan membuat Zayn langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Ada apa ini?" tanya Zayn saat melihat kedua sahabatnya dan sahabat Clarisa serta Nadia dan antek-anteknya berada di depan UKS.
"Tanya saa selir loe ini, uda dibilang jangan masuk masih aja ngeyel," jawan Amanda dengan wajah judesnya.
"Aku cuma mau ketemu kamu Zayn, aku khawatir sama kamu, tadi kan kamu sudah berjam-jam di hukum" ucap Nadia.
Zayn menarik nafas sesaat, sebelum dia mengeluarkan suaranya, dokter yang menjaga Clarisa keluar memberitahu Zayn kalau Clarisa sudah siuman.
"Maaf, pasien sudah sadar," ucap dokter memberitahu yang langsung mmebuat Zayn meninggalkan mereka semua.
"Sebaiknya kalian kembali ke ke dalam kelas, ini belum jam istirahat, atau kalian berempat mau masuk keruang BP?" tanya Haris yang langsung membuat semua ciwi-ciwi dihadapan mereka langsung bubar seketika.
Namun sebelum bubar, tetap aja ada perang mata di antara mereka, Haris hanya bisa menghela nafas saja, sedangkan Dirga malah sibuk memperhatikan Amanda yang menurutnya hari ini begitu cantk.
"Loe uda gak apa-apa kan?" tanya Zayn yang masih bisa melihat wajah Clarisa sedikit pucat.
"Gue lapar!" bukannya menjawab, Clarisa malah berkata lain.
Zayn tersenyum melihat wajah polos Clarisa, dengan cepat Zayn memberikan nasi uduk yang sudah di pesannya sedari tadi.
Dengan mata berbinar Clarisa menerima nasi uduk kesukaannya, yang tadinya lemas, kini dia makan dengan lahapnya bukan seperti orang sakit.
"Pelan-pelan, gak ada yang minta juga," ucap Zayn sambil mengelus kepala Clarisa dengan lembut.
Deg
Jantung Clarisa langsung bertalun-talun, entah kenapa nasi yang saat ini berada tepat di dalam mulutnya begitu susah untuk ditelannya.
"Gue mau ke ruang BP sebentar ya, loe disini dulu jangan kemana-mana, oke," perintah Zayn dan langsung dijawab anggukan kepala oleh Clarisa.
Setibanya di ruang BP, Zayn langsung izin permisi untuk membawa Clarisa pulang, bukannya Zayn ingin bolos, namun saat ini dirinya berfikir kesehatan Clarisa paling utama untuknya.
"Baiklah Zayn, tapi cuma hari ini saja ya, tidak untuk hari-hari berikutnya, walau pun kamu anak pemilik sekolah ini, tapi saya tidak suka kalau kalian sesuka hati saja," ucap buk Santi tegas.
"Baik pun," jawab Zayn yang malas berdebat.
Saat sudah kembali ke UKS, Zayn melihat Clarisa sudah selesai makan, dia langsung membereskan tas Clarisa dan juga tasnya.
"Ayo!" ajak Zayn yang membuat Clarisa mengerutkan keningnya.
"Mau kemana?" tanya Clarisa.
"Pulang, loe harus banyak istirahat, minggu depan kita mau tryout, jadi loe harus menjaga kesehatanya" jawab Zayn yang langsung menarik tangan Clarisa begitu saja.
Clarisa hanya menurut saja, jujur dia juga paling malas masuk kelas saat ini, apa lagi nanti setelah jam istirahat, pelajaran yang paling dia benci hadir di hari ini, yaitu pelajaran sejarah, baginya itu adalah pelajaran yang paling aneh, setiap belajar selalu saja membahas masa lalu, padahal Clarisa selalu berfikir hidup itu realita, ngapai juga harus capek-capek mengulang masa lalu, padahal masa depan juga belum dijalani.