ENEMY BUT MARRIED

ENEMY BUT MARRIED
#Part Dua puluh tiga



Pagi hari Zayn sudah bersiap untuk pergi kesekolah, sedangkan Clarisa masih dikamar mandi.


"Cla buruan, ini uda hampir jam set tujuh" teriak Zayn dari dalam.


"Iya..iyaa" jawab Clarisa yang tak mau kalah memberikan suara emasnya.


"Gue tunggu di bawah" ucap Zayn yang langsung pergi begitu saja.


Sampai di lantai bawah mama dan papa melihat Zayn turun sendirian tanpa adanya Clarisa di sebelahnya.


"Zayn, menantu mama mana?" tanya Mama Zayn.


"Masih di kamar Ma," sajut Zayn yang langsung duduk di kursinya.


Papa hanya menatap Zayn saja, saat sedang mengambil roti untuk dimakan, gerakan tangan Zayn terhenti saat mendengar ucapan papanya.


"Papa harap kamu bisa memperlakukan Cla dengan baik Zayn, dia itu sekarang istri kamu, papa gak mau dengar kalau kamu nantinya menyakiti hatinya dan membuat Cla menangis" ucap papa dengan nada begitu tegas.


Zayn hanya diam namun perlahan menghela nafasnya dengan dalam, belum ada satu minggu ia menikah dengan Clarisa namun papanya sudah berkali-kali mengatakan kalau dirinya jangan sampai menyakiti hati menantunya itu, begitu juga dengan sang mama yang lebih terlihat menyayangi menantunya dari pada anaknya sendiri.


Saat ingin memakan roti yang sudah dioles selai coklat, lagi-lagi ucapan papa Zayn membuat gerakan tangannya mengapung tepat di depan mulutnya.


"Apa kamu tidak bisa menunggu istrimu dulu Zayn, dia bahkan belum datang tapi kamu sudah mau makan diluan" tegur sang papa yang langsung membuat Zayn meletakkan serapannya dan beranjak dari kursinya.


"Zayn sudah kenyang, pamit dulu ya mau ke sekolah" ucap Zayn yang langsung membuat mama terkejut sedangkan papa wajahnya sudah mengeras.


"Zayn kamu tunggu Clarisa dulu , nanti dia berangkat sama siapa?" tegur papa Zayn.


"Bukannya dia menantu kesayangan papa, akan lebih baik papa yang antar Cla ke sekolah" jawab Zayn langsung melanjutkan langkahnya keluar rumah,


Tanpa mereka sadari sedari tadi Clarisa mendengar semua percakapan antara Zayn dan papanya, Clarisa hanya bisa mematung saat melihat sikap zayn yang masih yerlihat dingin, walau kadang Zayn baik terhadapnya.


Begitu tidak melihat Zayn lagi, Clarisa dengan cepat turun dari tangga berlari untuk pamit pada kedua mertuanya.


"Loh nak kamu gak serapan dulu?" tanya mama.


"Enar aja Ma di sekolah" teriak Cla yang sudah hampir sampai di pintu keluar.


Papa hanya bisa menggeleng melihat kelakuan anak dan menantunya yang bersifat begitu terbalik. yang satu begitu dingin, yang satu lagi begitu ceria.


Saat Clarisa susah sampai diluar, Clarisa melihat mobil zayn baru saja keluar dari gerbang, dengan cepat Clarisa mengejar mobil Zayn sambil meneriaki Zayn.


"Zayn tunggu" teriak Clarisa. Namun Zayn tidak mendengarnya.


Clarisa terus berlari mengejar mobil Zayn, para security hanya bisa terbengong melihat Clarisa.


"Zayn berhenti dong" teriak Clarisa lagi.


Zayn yang menatap kearah spion mobil terkejut melihat Clarisa yang berlari mengejar mobilnya, ada rasa tidak tega saat melihatnya, namun rasa kesal pagi tadi membuat Zayn membiarkan Clarisa terus mengejar mobilnya, namun saat Clarisa melewati persimpangan, tanpa sengaja seorang penjual sayur keliling lewat dan tidak melihat Clarisa sama sekali, hingga gerobanya menubruk tubuh Clarisa dan membuat Clarisa terpental cukup jauh.


"Aaaaahhk" teriak Clarisa.


Bug


Bug


Zayn yang melihat dari kaca spion langsung menghnetikan mobilnya saat itu juga.


Sssssss


"Clarisa" ucap Zayn dengan jantung yang berdetak begitu cepat.


Bersambung