
"Yasudah mending kalian turun ke bawah gih, saudara kita sudah mau balik" ucap Bunda.
"Iya mama juga mau balik ke rumah, dan Clarisa jangan lupa siapin pakaiannya ya, biar nanti sekalian di bawa, kan kita juga mau pindah ke rumah Mama" ucap mama Zayn yang langsung membuat Clarisa membulatkan matanya.
Deg
"Cla gak tinggal disini lagi Bun?" tanya Clarisa dengan suara tercekat.
"Kamu kan sudah punya suami sayang, jadi kamu harus ikut dimana suami kamu tinggal dong" jawab Bunda sambil mengelus kepala putrinya.
" Tapi Cla gak mau pergi dari rumah ini Bun! masa Bunda sama Ayah tega sih ngusir anak Bunda yang cantiknya gak ada tandingannya ini" rengek Clarisa sambil menggoyang-goyangkan tangan Bundanya.
Ck, dalam keadaan seperti ini masih aja dia memuji dirinya, ya ampun istriku.ย batin Zayn.
"Jangan kayak anak kecil Cla. kamu gak pantes merengek kayak begini" ucap sang Bunda menegur anaknya.
"Bunda!" Clarisa gak perduli.
"Mending kamu langsung diap-siap, Bunda mau ke bawah nyiapin oleh-oleh dulu" ucap Bunda Clarisa yang langsung meninggalkan Clarisa yang masih merengek karena tidak mau pindah.
"Mama tunggu di bawa ya sayang" lanjut mama Zayn sambil mengelus pipi mulus Clarisa.
" Kamu bantu Cla buat beres-beres ya Zayn" perintah mama Zayn dan di jawab anggukan saja oleh Zayn biar cepat.
Setelah kedua kanjeng mami sudah turun, Zayn pun masuk ke dalam dan sedang melihat pelayan membersihkan bekas pecahan kaca. Tak sampai di situ, ternyata ada dua pelayan juga yang sedang membereskan pakaian Clarisa untuk dimasukan ke dalam koper.
"Bi bawa bajunya jangan semua ya, aku gak mau bawa baju banyak-banyak" ucap Clarisa saat sudah masuk ke dalam kamar.
"Baik Non" sahut kedua pelayan.
Clarisa mmebantu membereskan buku-buku pelajarannya, dia juga membawa figura photonya dan juga photo keluarganya.
Clarisa membawa semua sepatu dan juga barang-barang kesayangannya ke dalam kotak yang sudah di sediakan, sedangkan Zayn hanya bisa melihat sambil mengerutkan alisnya saja melihat istrinya beres-beres dengan lemas tapi semua barang sudah masuk ke dalam kotak besar.
Selang satu jam lamanya, kini semua barang-barang Clarisa sudah berada di lantai satu. Clarisa dan Zayn juga baru saja turun dari kamarnya. Di sana semua pada ngumpul untuk mengantar kepergian Clarisa ke rumah mertuanya. tapi hanya sampai depan pintu saja ya, bukan sampai rumah keluarga Zayn.
" Bun bisa gak sih Cla di sini aja? Cla gak bisa jauh dari Ayah sama Bunda?" rengek Clarisa namun kali ini sudah mengalir air matanya.
"Jangan kayak anak kecil Cla, sudah sana kamu masuk ke dalam mobil, Zayn sudah nunggu kamu itu" ucap Bunda Clarisa.
" Ayah" panggil Cla dengan wajah yang sudah begitu sedih.
"Ayah yakin gak nyesal kalau nanti Cla uda gak tinggal di sini lagi? nanti gak ada loh yang bikin Ayah rindukan karena gak dengar suara Cla di pagi hari" bujuk Clarisa agar Ayahnya berubah pikiran dan mmebiarkan dirinya kembali tinggal di rumah mereka.
"Kamu baik-baik disana ya, jadi istri yang baik, jadi menantu yang baik, ubah kebiasaan kamu menjadi yang lebih baik lagi, karena sekarang kamu sudah menikah, sudah ada tanggung jawab kamu untuk keluarga kecil kamu" pesan Ayah yang semakin membuat Clarisa melow, begitu juga dengan Ayah dan Bunda, namun sebisa mungkin mereka menahannya agar tidak keluar air mata di hadapan Clarisa.
Clarisa sendiri tidak bisa menjawab, Ia hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban dari nasihat Ayahnya.
Ayah menuntun Clarisa ke hadapan Zayn dan kedua mertua Clarisa, di serahkannya tangan Clarisa pada Tangannya Zayn.
"Ayah yakin kamu bisa membimbing Cla jadi sistri yang baik Zayn, tegur dia kalau salah, tapi jangan sekali-kali kamu pukul dia dengan tanganmu ini, karena sejatinya Ayah tidak pernah sedikit pun memukulnya sampai Cla sebesar ini. Dan kalau kamu sudah tidak mau memperistrikan Cla, antar dia baik-baik pada Ayah, jangan kamu sakiti hatinya" pesan Ayah pada menantunya.
Clarisa lagi-lagi semakin mewek mendengar perkataan Ayahnya, dia begitu terharu melihat ketulusan hati Ayahnya yang ternyata begitu menyayanginya, dan tanpa senagaja Clarisa juga melihat sang bunda yang sedang menghapus air mata di pipinya.
" Ayah gak usah khawatir, Zayn akan menjaga dan membimbing Cla jadi istri yang baik, dan Zayn tidak mungkin melakukan kekerasan pada istri Zayn Yah, karena dia adalah wanita pilihan mama dan papa, itu berarti adalah wanita yang terbaik untuk Zayn dunia dan akhirat nanti" sahut Zayn yang di jawab anggukan kepala oleh Ayah Clarisa.
" Yasudah kamu masuk mobil sayang, dan sering-seringlah main ke rumah Ayah dan Bunda, pintu rumah ini selalu terbuka untuk kalian" ucap Ayah dan di jawab anggukan oleh Zayn dan Clarisa.
Kini Zayn dan Clarisa sudah masuk ke mobil, begitu juga dengan kedua orang tua Zayn. Mobil perlahan melaju dengan pelan, mobil Papa dan mama Zayn berada di depan, sedangkan mobil Zayn dan Clarisa di belakang, saat mobil sudah hampir keluar gerbang, tanpa di sangka seseorang muncul di depan gerbang dan membuat supir langsung menghentikan mobilnya secara mendadak dan membuat Clarisa yang tadinya murung langsung kesal karena kepalanya kepentok kursi di depannya.
"Awwwww"
Bersambung.