ENEMY BUT MARRIED

ENEMY BUT MARRIED
Part duapuluh



"Ini jatah aku" ucap Clarisa kemudian langsung meminum susu yang tadi dibawanya.


"Terus jatah aku mana?" tanya Zayn yang langsung mengalihkan matanya tepat di dada Clarisa.


Merasa di lihatin, Clarisa dengan spontan langsung menutup dadanya dengan satu tangannya.


"KETOOOOS MESUUUUM" teriak Clarisa dengan sekuat-kuatnya.


Praaaaaaang


Gelas yang berada di tangan Clarisa ikut terjatuh karena Clarisa terkejut saat susunya tumpah menegnai dirinya, hingga dia langsung melepaskan gelas yang ada dalam genggamannya.


"Ya ampun Cla" ucap Zayn yang ikut terkejut.


"Ini semua gara-gara loe tau gak? kalau mulut loe gak bicara kayak gitu aku juga gak akan lepasin gelas ini dari tangan, dan susu juga gak tumpah" sahut Clarisa membela diri.


"Sebaiknya sekarang loe ambil sapu gih, biar kita beresi ini pecahan gelasnya" perintah Zayn sambil mengutip pecahan gelas yang besar-besar.


Clarisa pun langsung bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya, namun karena tidak melihat tumpahan susu dan tidak memakai alas kaki, Clarisa terpeleset dan terjatuh duduk di atas pangkuan Zayn dan membuat Zayn juga terkejut.


Mereka saling tatap, mata mereka saling mengunci, Zayn mengangkat tangannya yang berada di atas paha Clarisa, sedangkan Clarisa tangannya masih mengalung di leher Zayn agar tidak terjatuh di lantai.


Zayn yang melihat wajah cantik istrinya dari jarak yang begitu dekat, dengan perlahan langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Clarisa. Zayn merasa bibir Clarisa yang berwarna seperti buah chery telah memanggil-manggil dirinya.


Wajah kedanya semakin dekat, bahkan bibir Zayn sudah tinggal di tempelkan saja di bibir Clarisa. Begitu pun juga dengan Clarisa, ia menyambut apa yang akan di lakukan oleh Zayn. Saat keduanya sudah siap ingin menempelkan, Tiba-tiba...


Tok


Tok


Tok


Cla, Zayn kalian tidak apa-apa kan di dalam?" tanya sang Bunda dari luar kamar.


" Huuuffff" desah Zayn.


Ya ampun ibu mertua, kenapa lagi-lagi dirimu mendadak jadi setan sih? tadi malam juga tiba-tiba nongol, nah ini uda hampir aja, ehh nongol lagi, bener ya kata pepatah, orang ketiga itu setan, dan setannya kali ini ibu mertua gue,Batin Zayn menggaruk kepalanya yang tidak gatal kemudian melanjutkan membersihkan pecahan gelas yang ada di lantai.


Ceklek


Clarisa membuka pintu dan terlihatlah bunda dan mama mertuanya. " Bun, Ma, Ada apa?" tanya Clarisa dengan sedikit gugup.


" Kita tadi lihat ada suara pecahan gelas, kalian gak lagi berantem kan?" tanya mama sedikit mengintip ke dalam kamar menantunya.


" Gak ma, kita gak lagi berantem? ucap Zayn yang tiba-tiba sudah berada di belakang Clarisa.


"Iya bener Bun, Ma" sahut Clarisa membenarkan ucapan Zayn.


"Kirain kalian berantem, suaranya kedengaran sampai di lantai bawah" ucap bunda bersuara.


"Tadi kita rebutan susu Ma, makanya gelasnya sampai pecah" sahut Zayn dengan wajah santainya.


"kenapa harus rebutan sih? kan bisa tinggal minta lagi sama bibi" ucap Bunda.


"Males turun Bun" sahut Zayn.


"Yasudah mending kalian turun ke bawah gih, saudara kita sudah mau balik" ucap Bunda.


"Iya mama juga mau balik ke rumah, dan Clarisa jangan lupa siapin pakaiannya ya, biar nanti sekalian di bawa, kan kita juga mau pindah ke rumah Mama" ucap mama Zayn yang langsung membuat Clarisa membulatkan matanya.


Deg


bersambung.