
" Pokoknya kalian harus tutup mulut, jangan ada yang tahu soal perikahan ini, kalian paham kan" ucap Cla saat ke empat sahabat mereka mau pulang karena hari sudah malam.
" Beres, asal ada uang tutup mulutnya maka semua akan aman" ucap Nayla sambil mengedipkan matanya ke arah Zayn.
"Jangan ganjen sama calon suami gue" ucap Cla begitu melihat Nayla yang main mata dengan Zayn.
"Cieeee calon suami, uda ngakui ni ceritanya" kompak ke empat sahabat Zayn dan Cla menyndir Clarisa yang langsung membat Cla langsung malu, sedangkan Zayn tetap diam dengan wajah datarnya namun ada sedikit senyuman di bibirnya, tapi ingat ya hanya sedikit dan itu hanya Zayn yang tahu, tidak dengan yang lain.
Setelah para sahabat pulang meninggalkan kediaman Clarisa, Zayn juga langsung pamit pada kedua orang tua Cla alias calon mertuanya yang kebetulan Ayah Clarisa juga sudah pulang dari kantor.
" Yah..Bun Zayn juga pamit pulang ya? uda malam juga" pamit Zayn.
" Kita makan malam dulu ya nak, Bunda uda siapin makan malamnya, lagian papa dan mama kamu juga sudah tahu kalau kamu di sini, jadi gak masalah dengan mereka" sahut Ayah Clarisa.
Zayn pun mau tidak mau menyetujui ajakan sang calon mertua. Clarisa yang baru turun dari kamarnya terkejut karena melihat Zayn masih berada di rumahnya.
" Kok loe masih di sini? bukannya tadi mau pulang ya?" tanya Clarisa menatap Zayn.
" Yang sopan dong Cla bicara sama calon suami kamu" tegur sang Bunda.
" Ck, terus aja di belain tuhanak orang bun, anak sendiri ibarat anak tiri" ucap Clarisa dengan wajah penuh drama.
Ayah dan Bunda hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat tingkah anaknya yang bar-barnya gak karuan dan pastinya ratu drama. tapi tidak dengan Zayn yang malah malas menatap Clarisa yang sekarang ini sudah duduk di sampingnya dengan memakai baju yang sedikit kebesaran dan celana hotpans yang malah menujukkan paha mulus Clarisa.
" Di ambilin Zayn nya dong Cla, bukannya kamu malah asik makan sendiri" lagi-lagi bunda menegur anaknya karena sudah mau melahap makanan yang ada di atas piringnya.
" Zayn kan bisa ambil sendiri Ma, punya tangan juga" ucap Clarisa.
" Iya bun, Zayn bisa ambil sendiri kok" ucap Zayn yang ingin menyendokkan nasi di atas piringnya. Namun langsung di cegah oleh Bunda.
" Biar Cla belajar melayani kamu Zayn" ucap Bunda yang langsung menghentikan gerakan tangan Zayn, malah memberikan piring yang di pegangnya pada Clarisa yang duduk di sampingnya.
Dengan kesal Clarisa menerima piring dari tangan Zayn dan muncung nya pun ttak lupa maju beberapa centi, itu membuat Zayn ingin tertawa namun di tahannya.
" Yang ikhlas dong kalau melayani calon suami Cla" tegur sang ayah karena Clarisa mengambilkan nasi ke piring zayn begitu banyak.
"Gak apa-apa Yah, kita memang mau makan sepring berdua kok, biar nampak romantisnya" sahut Cla yang membuat mata Zayn langsung mmebulat.
"Ini calon suami, kamu sulangi aku ya" ucap Clarisa dengan bicara di buat semanis mungkin.
Zayn yang melihat pun malah merinding melihat wajah Clarisa yang di buat seeprti itu, berbeda dengan ayah dan bunda yang malah terkekeh melihat tingkah pasangan muda yang ada di hadapan mereka.
" Besok loe gak usah sekolah, aku uda izinin loe 3 hari di rumah aja sampai pernikahan kita di adakan" ucap Zayn dengan suara dinginnya.
Clarisa yang mendengarnya begitu senang. " Waahhh calon suami yang pengertian, tapi nanggung banget cuma tiga hari, kenapa gak satu minggu aja" tawar Clarisa.
" Tiga hari cukup" ucap Zayn.
" Hemmm Baiklah" sahut Cla.
Zayn pun langsung berbalik dan masuk ke dalam mobilnya, namun sebelum masuk Zayn kembali melihat Clarisa yang belum masuk ke dalam rumah.
" Masuk Gih, dan jangan sekali-kali keluar memakai celana haram itu, loe boleh pakai itu kalau di dalam rumah dan hanya di depan gue aja, tidak di depan lelaki mana pun, loe dengar kan" ucap Zayn yang langsung membuat mata Clarisa membulat sempurna.
Saat Clarisa ingin menjawab, Zayn dengan cepat masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat.
" Dasar Calon suami laknat, belum jadi istri aja uda ngatur-ngatir gue pakai pakaian apa, sebeeeeel dasar ketos kulkas, gue sumpahin loe bucin akut sama gue" teriak Clarisa yang di dengar oleh ayah dan bunda yang sedang duduk di ruang keluarga.
" Ya ampun Yah, kenapa mulut anak ayah begitu banget sih, malah nyumpahin calon suami sendiri" ucap sang bunda.
Ayah terkekeh sendiri mendengar suara Clarisa yang melengking dari arah depan, " Ya gak apa-apa Bun, kan bagus kalau nanti Zayn jadi bucin sama anak kita, jadi kan rumah tangga mereka langgeng sampai maut memisahkan seperti keinginan kita semua kan" sahut sang ayah.
" Amiin" ucap sang Bunda mendoakan yang terbaik untuk anaknya.
Bersambung.
Ahkirnya setelah sekian purnama Author bisa melanjutkan novel ini juga, setelah drama lebaran dan setelah lebaran selesai.
Kita lanjutkan ya ceritanya yang pastinya sudah di tnggu-tunggu readers yang sudah tidak sabar menunggu kelanjutan cerita dari kebar-baran Clarisa dan sedingin dan sekaku Zayn.
tapi jangan lupa untuk selalu dukung karya Author ini yang masih jauh dari kata bagus ya, walau pun kaleng-kaleng tapi masih bisa menghibur para readres dan pastinya bisa buat kalian ketawa sendiri dan baper juga pastinya.
Author gak minta yang aneh aneh kok, cukup dengan ikhlas di Like dan kasih komen yang positif aja biar authornya semakin semangat buat upnya.
Oke sekian dan terima kasih dari author.
Salam sayang buat readers tercinta yang sudah mmapir di cerita author ini.
Love You.