
"Nda kira kira Cla malam ini uda ena-enak belum ya? Zayn gimana ya kalau lagi berada di atas Cla, pasti makin tampan itu" tanya Nayla sambil membayangkan wajah Zayn yang begitu tampan bak artis korea.
" Kenapa loe jadi mikir jorok sih Nay?" tanya balik Manda menatap Nayla yang senyum-senyum sendiri.
" Waah gak beres ni anak, jangan pagar makan tanaman loe Nay" tegur Manda memperingati, namun detik kemudian.
PLAK
" Awww, sakit Nay" bentak Manda dengan tatapan horornya.
"Hadiah buat loe, abis mulut loe gak ada filternya, masak iya gue rebut lakik sahabat sendiri, emang gue sahabat apaan?" ucap Nayla dengan tak kalah emosi.
"Habis loe dari tadi gue ajak bicara malah asik senyum-senyum gak jelas, ya gue mikirnya loe mau rebut Zayn dari Cla" sahut Manda masih mengelus bahunya karena di pukul Nayla.
"Loe aja yang mikirnya negatif, gue itu mikiri mereka lagi ena-enak tahu, gimana reaksi Zayn saat berada di atas Cla, wajah dinginnya yang di penuhi keringat, Uuuhh, pasti makin tampan" ucap Nayla membayangkan Cla dan Zayn sedang melakukan malam pertama. Berbeda dengan Manda yang malah melongo melihat Nayla.
"Bener-bener gak waras si Nayla ini" ucap Manda.
Para sahabat yang sibuk mengibah pengantin baru dan membayangkan apa yang sedang mereka lakukan saat malam pertama, justru berbanding terbalik dengan yang terjadi di kamar dengan Cla dan Zayn.
Setelah sama-sama selesai membersihkan diri dan sudah berganti pakaian, kini keduanya kembali berdebat hanya untuk mau tidur saja.
" Loe ngalah napa sih sama cewek, masak iya tega bener biarin gue tidur di sofa" ucap Cla saat sebelumnya mereka berdua suit untuk mencari siapa yang akan di tidur di kasur, dan pemenangnya adalah Zayn, sehingga Clarisa harus tidur di sofa.
"Gue gak maksa elo buat tidur di sofa, kalau Loe mau tidur di kasur silahkan, gak ada yang larang, tapi ingat jangan suruh gue tidur di sofa, karena badan gue bakal sakit semua, paham loe" sahut Zayn yang langsung naik ke atas kasur.
Clarisa yang melihat Zayn sama sekali tidak mau menuruti perkataannya mau tidak mau dia melangkah ke sofa dengan perasaan kesal.
"Baru nikah satu hari anak Ayah dan bunda itu menderita begini, gimana kalau satu minggu, bahkan satu bulan?uda tinggal nama kali anak kalian yang cantik ini" ucap Clarisa setelah merebahkan tubuhnya di sofa.
"Gak usah lebay" sahut Zayn yang mendengar perkataan Clarisa.
Clarisa yang mendengar sahutan yang keluar dari mulut Zayn langsung kesal dan menatapnya dengan tajam, tapi mau bagaimana lagi, berhubung dirinya memang kalah saat suit tadi, jadi mau tidak mau dirinya harus tidur di sofa malam ini.
"Kenapa maksa banget sih Cla harus tidur di sofa, yang ada nanti badan kamu sakit semua" ucap Zayn sambil menatap wajah Clarisa yang begitu teduh di pandang saat sedang tidur.
"Kalau lagi tidur gini manis banget kamu, coba kalau lagi On, sebel banget liat tingkah kamu" Lanjut Zayn dengan senyuman manisnya.
Dengan perlahan Zayn mengangkat Clarisa untuk tidur di tempat tidur, Zayn tidak mau kalau sampai Clarisa terjatuh kalau tidur di sofa. Setelah menyelimuti Clarisa, Zayn pun ikut berbaring di sebelah Clarisa, Namun sebelum Ia menutup mata, Zayn kembali menatap wajah Clarisa yang sudah masuk kedalam mimpi, ada senyuman manis terbit di bibirnya karena tidak menyangka, di usianya yang masih terbilang muda, kini dirinya sudah menikah, bahkan dengan musuhnya sendiri saat di sekolah.
Sebenarnya yang menganggap musuh itu hanya Clarisa, karena merasa tidak terima kalau di hukum setiap hari. Namun karena gak mau di bilang lelaki yang lemah, Zayn pun ahkirnya mengikuti permainan Clarisa, Hingga mereka ahkirnya bermusuhan hingga sekarang, tapi malah di nikahkan dengan kedua orang tua mereka.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, perasaan Clarisa baru saja menutup matanya, namun ia sudah di bangunkan dengan suara alarm dari ponsel Zayn yang terus hidup.
Zayn sendiri sudah mematikan alaram di ponselnya, tapi dia tidak langsung bangun karena ingin menetralkan matanya agar tidak pusing kalau langsung bangkit.
Berbeda dengan Clarisa, begitu tidak mendengar lagi suara yang sejak tadi menganggu telinganya, kini dia malah kembali tertidur dan semakin erat memeluk Zayn sebagai pengganti guling.
Clarisa merasa begitu nyaman tidur sambil memeluk guling, ia merasa aroma tubuh Zayn sebagai obat tidur untuk dirinya.
Zayn sendiri yang di peluk oleh Clarisa hanya bisa menatap sang istri dengan senyuman kecil, di elusnya pipi mulus Clarisa yang ada di atas dadanya, di rapikannya anak rambut yang menutupi wajah Clarisa. ada rasa hanbgat di hati Zayn saat menatap wajah istrinya yang sedang tertidur.
"Manis banget sih?" ucap Zayn kemudian langsung mencium kening Clarisa dengan lembut. Setelah itu Zayn dengan pelan memindahkan tangan Clarisa di guling beneran agar Clarisa tidak terbangun.
Setelah berhasil, Zayn langsung bersih-bersih kemudian langsung menjalankan sholat subuh. Zayn memang senagaja tidak membangunkan Clarisa, karena pasti akan ribut kalau dirinya yang membangunkan , jadi Zayn berfikir mendingan Zayn kembali memasang alaram sekitar 15 menit lagi, untuk membangunkan Clarisa agar istrinya bisa melakukan sholat Subuh.
Dan benar saja, saat Zayn sudah pergi olahraga pagi, alaram kembali berbunyi dan membuat Clarisa mau tidak mau membuka matanya.
Clarisa melihat sekeliling kamarnya, Ia melihat dirinya sudah berada di atas kasur empuknya.
"Perasaan tadi malam gue tidur di sofa? kenapa bangun-bangun malah tidur di kasur? apa jangan-jangan si ketos mesum itu ya yang pindahin gue?" Clarisa berkata-kata.
"Ahk bodoh amat, yang penting tidur gue nyenyak, mending sekarang gue bersih-bersih dulu, sebelum tuh ketos balik lagi ke kamar" ucap Clarisa langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih kemudian melakukan sholat Subuh.
Bersambung.