
Zayn melihat kedua sahabatnya sudah berada disamping mobilnya, Kaca mobil Zayn turun dan kedua sahabatnya dapat melihat pasutri muda itu berada didalam mobil.
"Kalian berdua ngapai didalam berduaan? kurang puas emangnya tadi malam di dalam kamar?" tanya Dirga yang langsung disambut tawa oleh Haris. Clarisa hanya bisa memasang wajah jutek saja, sedangkan Zayn tak bereaksi apa-apa.
"Tolong ambilkan kotak obat p3k di UKS, Cla kakinya sedang terluka" perintah Zayn, bukannya bergerak kedua sahabatnya malah menatap Clarisa begitu intens.
"Kalian ngeliatin apa?" tegur Zayn yang langsung membuat Dirga dan Haris berdiri tegap seketika.
"Emang Cla kenapa Zayn? loe pasti ganas banget tadi malam ya? sampai-sampai Cla gak bisa jalan, wah parah Loe Zayn," tanya Dirga dan langsung menyalahkan Zayn.
Zayn yang sudah sejak tadi sabar dengan ucapan mulut tak berfaedah Dirga langsung menatapnya seperti burung elang yang siap memangsa santapan makan siangnya.
"Sekali loe bersuara, jangan harap besok mulutmu bisa berkicau seperti biasa." Ancam Zayn yang langsung membuat Driga menutup mulutnya seketika.
"2 menit lagi bel Zayn, mending Cla nya langsung di bawa ke UKS aja langsung, takutnya kalian di hukum gara-gara telat. gak lucu kan kalau pengantin baru di hukum sama-sama di lapangan" ucap Haris.
Clarisa merasa masa bodoh, dia tetap keukeh akan keluar dari dalam mobil kalau semua murid sudah pada masuk kelas, bisa habis dia di amuk dengan penggemar suaminya itu.
"Gue gak apa-apa, mendingan kalian pergi deh, entar Gue nyusul kalau uda sepi" usir Clarisa.
Zayn tak bangkit sedikitpun dari kursi mobinya, dia tetap menemani Clarisa di dalam mobil dan menyuruh kedua sahabatnya untuk masuk kedalam kelas dan melihat ada anak yang bolos atau tidak.
Dirga dan Haris pergi dengan keinginan Zayn, begitu murid sudah tak terlihat ahkirnya Zayn dan Clarisa Keluar, mereka jalan bersama, memasuki lorong-lorong kelas, namun langkah mereka seketika terhenti saat bu Santi memanggil mereka berdua.
"Zayn...Cla" panggil bu Santi.
Zayn dan Cla berbalik, Clarisa bersikap biasa saja karena ini sudah biasa dia hadapai, berbeda dengan Zayn, dirinya langsung menghela nafas dengan pelan saat ingin menghadapi buk Santi.
"Kalian berdua telat dan tidak melapor pada ibu?" tanya bu Santi dengan wajah judesnya.
"Sebenarnya kita gak telat bu, tadi tu kita sudah sampai, Ta"
"gak ada alasan, kalian berdua langsung kelapangan dan hormat bendera saja sampai bel istirahat pertama berbunyi' ucap bu Santi memotong ucapan Zayn.
"Entar aja deh aku pura-pura permisi ke toilet" batin Nadia dan langsung masuk kedalam Kelas.
Sama halnya dengan Nadia, Amanda dan Naila juga melihat Clarisa di hukum hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dan Haris omongan haris ternyata menjadi kenyataan, pasangan pengantin baru akhirnya di hukum bersamaan di tengah lapang.
Cuaca yang cukup panas membuat Clarisa sedikit pusing, keringat sudah membasahi keningnya, apa lagi tadi dia sama sekali tidak masuk serapan sedikit pun, dan di tambah kejadian kecelakaan kecil yang menimpa dirinya.
Pandangannya mendadak buram, kakinya juga mendadak lemas, dan nyeri di lututnya semakin menjadi, di detik kemudian tiba-tiba
Brruuuuukkkkk
Zayn langsung terkejut saat melihat Clarisa pingsan tepat di depan matanya.
"Cla bangun Cla, loe kenapa? Cla" panggil Zayn panik dan menggoyangkan tubuh Clarisa.
Karena tidak ada pergerakan dari istrinya, dengan cepat Zayn menggendong Clarisa dan membawanya ke UKS. Zayn yang begitu panik berlari dengan cepat membawa Clarisa, wajah pucat Clarisa semakin membuat Zayn seakan sulit bernafas.
"Cla kumohon bukalah matamu" ucap Zayn sesekali.
Begitu sampai di UKS, Zayn langsung membaringkan Clarisa di kasur, dokter yang berada di UKS langsung memeriksa Clarisa, dia tidak mau bermasalah saat melihat anak pemilik sekolah ada dihadapannya saat ini.
"Gimana dok?" tanya Zayn saat dokter sudah selesai memeriksa Clarisa.
"Tidak apa-apa. dia hanya kelelahan, dan sepertinya dia belum serapan" jawab dokter wanita yang bernama Kamila.
Zayn seketika langsung lega mendengarnya, dan dia teringat kalau luka istrinya juga belum di obati sedari tadi.
"Dok tolong obati luka Clarisa yang ada di dengkul, tadi dia terjatuh" ucap Zayn yang langsung dijawab anggukan kepala oleh dokter tersebut.
Clarisa msih belum sadar, dengan cepat dia menghubungi Haris untuk membelikannya serapan dikantin untuk Clarisa kalau dia sudah sadar nanti.