
Seorang wanita cantik yang dari lahir sudah terlahir begitu cantik kini semakin cantik dengan balutan kebaya berwarna gading melekat di tubuhnya di tambah lagi dengan makeup natural yang tambah membuat dirinya terlihat bagaikan cinderalla. Aroma bunga melati yang sudah terpasang di atas kepalanya menambah kecantikannya.
Pintu kamar Clarisa terbuka dan muncul lah kedua sahabat Clarisa Nayla dn Amanda, keduanya melongo melihat kecantikan sahabatnya yang bar-bar di depan mata mereka.
" Nay kita gak salah kamar kan? atau Clarisa emang pergi dan di gantikan dengan bidadari yang ada di hadapan kita saat ini" tanya Manda yang langsung membuat Clarisa yang mendengarnya jengah dan menatap keal pada kedua temannya.
" Mulut kalian sadis banget sih" ucap Clarisa yang langsung membuat Nayla dan Manda langsung mendekati Clarisa yang duduk di kursi meja riasnya.
" Waaah...loe cantik banget Cla sumpah. gue aja yang wanita langsung jatuh cinta pada pandangan pertama sama loe, gimana Zayn yang melihat nanti ya? gue yakin dia langsung faling in love sama loe" ucap manda yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Nayla.
" Ck, kalian bilang apa sih, dia itu pria kaku dan dingin. mana ada hatinya tersentuh dengan seorang wanita cantik, sebelum gue di dandani begini juga dia gak tertarik sama gue, padahal dari orok juga gue uda cantik kali" ucap Clarisa dengan percaya dirinya dan gantian malah Manda dan Nayla yang kesal mendengar ucapan Clarisa.
" pantang di puji uda besar kepala aja nie anak Nay" ucap Manda.
" tau Loe, percaya dirinya gak perna ilang" sambung Nayla.
Di bawah seluruh keluarga Zayn sudah hadir, Zayn di dampingi kedua sahabatnya, siapa lagi kalau bukan haris dan juga Dirga, kepala sekolah dan para guru sekolah mereka juga hadir di acara pernikahan mereka, dan tentunya sudah mendapat izin dari pihak sekolah karena pemilik sekolah adalah milik papa Zayn.
Kini Zayn sudah dudukdi hadapan penghulu dan juga Ayah Clarisa, entah kenapa jantungnya mendadak berdetak lebih kencang, tangannya juga mendadak dingin. Dirga yang duduk di belakang Zayn langsung mendekat dan membisikkan sesuatu pada Zayn yang mmebuat Zayn kesal seketika.
"Santai Zayn, tarik nafas biar gak gugup. karena akan lebih gugup entar malam saat malam pertama nanti" ucap Dirga dengan kekehan.
Zayn ingin selalu manabok mulut Dirga dengan tisu yang ada di hadapannya, tapi dia harusmenjaga sikap di depan mertua dan juga para tamu.
" Sudah bisakita mulai?" tanya pak penghulu pada Zayn dan Ayah Clarisa.
" Sudah pak?" jawab ayah Clarisa dengan mantap.
" Gimana dengan nak Zayn? sudah bisa kita mulai?" tanya pak penghulu sekali lagi karena dilihatnya tadi Zayn hanya diam saja. Dan kali Zayn menjawab dengan anggukan kepala dengan mantap.
"Baiklah kalau begitu mari kita baca basmalah terlebih dahulu agar acara yang kita buat ini lancar sampai selesai nanti" ajak pak penghulu.
" Bismillahirohmanirohim" ucap semua yang ada di sana dengan serantak.
" Silahkan di jabat tangannya calon ayah mertuanya nak Zayn, karena Ayah dari calon wanitanya sendiri yang ingin menikahkan anak perempuannya" ucap pak penghulu.
Dengan cepat Zayn langsung mengangkat tangannya dan menjabat tangan calon mertuanya, Ayah Clarisa langsung tersenyum begitu merasakan tangan calon menantunya yang sudah dingin seperti menggenggam es batu.
" Nak Zayn" panggil ayah Clarisa dengan mantap.
" Saya Pak" jawab Zayn juga dengan suara yang mantap.
" Saya terima nikah dan kawinnya Clarisa Deandra Wiguna dengan mahar tersebut tunai" jawab Zayn dengan lantang.
" Gimana Para saksi" tanya pak penghulu.
" Sah"
" Sah"
" Sah"
" Alhamdulillah" ucap semuanya karena akad nikah berjalan dengan lancar. dan gak tanggung tanggung, semua tamu yang ada di sana tercenang-cenang mendengar mahar yang di berikan oleh Zayn untuk Clarisa.
Di kamar Clarisa yang bisa melihat zayn mengucapkan ijab kabul dengan lancar merasa terharu, ia mengira kalau Zayn akan main-main karena pernikahan ini hanya terpaksa baginya, begitu juga dengan dirinya, tapi ternyata tadi Clarisa melihat Zayn begitu serius dan lantang saat menyebut dirinya.
" Selamat ya sayaaang, ahkirnya udah sah jadi Nona Zayn Brahmana ni sekarang" ucap Nayla memeluk Clarisa yang masih mematung menatap telivi yang ada di hadapannya.
" gak tanggung-tanggung loh maharnya Cla. elo yang minta ya?" tanya Manda.
" Ck, gak lah, gue juga gak tahu dia mau ngasih apa" jawab Clarisa.
Dan saat masih fokus melihat ke arah televisi, pintu ruangan terbuka, dan kini masuklah Bunda Clarisa dan mama Zayn untuk menjemput pengantin wanitanya.
" Ayo sayang, sudah waktunya kamu keluar, Zayn pasti langsung terpesona lihat kamu yang begitu cantik" ucap mama Zayn sambil mengelus wajah cantik sang menantu.
Kini Clarisa keluar di tuntun Bunda dan mama mertuanya. begitu ,menuruni tangga semua mata langsung menoleh ke arah Cla dan langsung terpesona melihat kecantikan Clarisa.
"Gilak Cla cantik banget Zayn, gua mah mau kalau calon pengantinnya modelan kayak begini" ucap Dirga yang langsung dapat sikutan dari tangan Zayn.
" Isshhh, canda doang Zayn. gitu aja langsung sensi loe" sambung Dirga sambil mengelus perutnya. sedangan Haris hanya bisa terkikik melihat Dirga yang merasa sakit.
Kini Clarisa sudah berdiri di hadapannya Zayn, dengan cepat Clarisa langsung duduk, karena jujur saja dirinya begitu gugup saat di pandang oleh Zayn begitu dalam.
" Silahkan di salam suaminya nak Clarisa" ucap pak penghulu merintah.
Clarisa pun menatap Zayn yang saat itu Zayn juga menatap dirinya, mata keduanya bertemu, mereka sama-sama bengong karena saling mengangumi dan itu dapat di lihat oleh pak penghulu.
" Tatapannya nanti saja di lanjutkan sebelum malam pertama, lebih lama lebih romantis, kalau sekarang DPnya saja dulu, nak Cla cium tangan suaminya, dan nak Zayn kening istrinya dan jangan lupa di baca doa pengantinnya ya" sindir pak penghulu yang langsung mengundang tawa para tamu dan seluruh keluarga.
Bersambung.