
"Woyy bangun, enak banget loe tidur di kamar gue" teriak Clarisa dan membuat Zayn langsung mengangkat tangannya dari kedua matanya.
" Berisik banget loe, gue ngantuk" bukannya bangkit, Zayn malah berbalik.
karena tidak ada pergerakan dan malah balik badan, Clarisa langsung menarik tangan Zayn, namun karena Clarisa masih memakai kebaya dan susah buat melangkah lebar, ahkirnya Clarisa malah terjatuh ke tubuh Zayn karena Zayn melawan saat di tarik oleh Clarisa.
BUK
PUK
Mata Clarisa dan Zayn langsung melotot sempurna saat kedua bibir mereka saling menempel. Tidak ada pergerakan di antara keduanya, mereka masih saling diam dan menatap.
Jangan di tanya dengan detak jantung keduanya, sudah pasti seperti dentuman drum band yang di pukul sekuat kuatnya.
Namun kesadaran mereka langsung tersadar saat suara ketukan pintu kamar Clarisa di ketuk dari luar.
Tok
Tok
Tok
" Sayang kalian sudah tidur?" teriak bunda Cla dari luar.
Clarisa langsung bangkit dari atas tubuh Zayn dan menatap Zayn dengan tatapan tajamnya, sedangkan Zayn memasnag wajah datar tanpa expresi plus tanpa dosa.
" Loe pasti sengaja kan tarik gue biar loe dapat kesempatan dalam kesempitan biar bisa meluk gue, ngaku gak loe? ucap Clarisa dengan wajah yang sudah begitu kesal.
" Ck, pede gile loe, dari tadi loe sendiri yang ganggu gue, sekarang loe malah nuduh gue" bantak Zayn tidak terima.
" Tap" ucapan Cla terputus karena mendengar suara ketukan pintu lagi.
Tok
Tok
Tok
"Cla, Zayn kalian benar-benar sudah tidur?" teriak bunda Cla dari luar.
" Ck, awas loe, pembahasan kita belum selesai" ucap Clarisa yang langsung berjalan ke arah pintu meninggalkan Zayn yang sedang menatapnya dengan tatapan datar.
Ceklek
" Kenapa bun?" tanya Cla langsung saat pintu sudah terbuka.
" Bunda fikir kalian sudah tidur, habis lama banget buka pintunya?" sahut sang bunda.
" Belum lah bun, Cla juga masih pakaian begini, masa iya uda tidur, lagian gimana mau tidur, ada anak orang yang malah santai tidur di kamar Cla bun" ucap Cla sambil memberitahukan keberadaan Zayn ada di kamarnya.
Bunda Cla melihat ke arah kamar anaknya siapa yang di maksud oleh anak gadis rempongnya, namun saat melihat Zayn yang berada di atas kasur Clarisa, bunda hanya bisa menggelengkan kepalanya seketika.
" Jadi bunda gak marah Cla tidur satu ranjang dengan ketos galak itu? bunda gak takut anak gadisnya di apa-apain nanti?" tanya Clarisa dengan wajah yang sedikit tegang.
" Mau di apa-apain juga gak masalah sama bunda, kalian kan sudah sah, asal pakai tempo aja Zayn nya, biar kamu gak hamil dulu, kalian kan belum lulus sekolah" jawab Bunda yang semakin membuat Clarisa langsung mengaga tak percaya mendengar ucapan sang bunda.
" Uda kamu gak usah banyak mikir, ni koper Zayn, tadi bunda lihat masih di bawa" ucap Bunda dan memberikan koper Zayn ke tangan Clarisa.
" Yauda kamu langsung bersih-bersih dan layani suami kamu, ingat jaga tempo jangan kebablasan" lanjut Bunda Cla yang malah membuat Clarisa semakin kesal.
Begitu sang Bunda sudah tak terlihat lagi, dengan cepat Clarisa langsung menutup pintu dan menyerahkan koper yang ada di tangannya dengan pemiliknya.
"Ni koper loe, dan sekarang mending loe angkat kaki dari kasur empuk gue dan loe tidur di sofa" ucap Clarisa.
Zayn yang tadi rebahan langsung bangkit begitu mendengar perkataan Clarisa.
" Ogah, kalau loe mau, loe aja yang tidur di sofa. lagian loe gak dengar tadi apa kata Bunda? ini itu malam pertama kita, loe harus layani gua, dan tenang aja, gua pasti bisa jaga tempo, dan gak akan ke bablasan" sahut Zayn kemudian langsung mengambil alih koper miliknya dari tangan Clarisa dan membukanya untuk mengambil pakaian ganti, setelah itu Zayn langsung melangkahkan kakinya ke arah dimana kamar mandi berada, tapi sebelum masuk Zayn kembali berbalik dan menatap Clarisa yang masih berdiri dengan wajah bodohnya karena mendengat ucapan Zayn yang mengatakan kalau ini malam pertama mereka.
" Gua mau mandi ni, loe mau bareng gak? ucap Zayn kembali menggoda Clarisa namun tetap dengan wajah datarnya.
Clarisa yang tersadar langsung menatap Zayn yang sudah menutup pintu kamar mandi karena melihat wajah Clarisa yang sudah seperti singa mengamuk.
" DASAAAAR KETOS MESUUUUM" teriak Clarisa yang malah msmbuat Zayj tersenyum mendengarnya di dalam kamar mandi.
Berbeda dengan pengantin baru, berbeda pula dengan sahabat Zayn dan Clarisa di masing masing tempat.
Saat ini Haris dan Dirga sedang berada di rumah Dirga, setelah selesai acara di rumah Clarisa, Dirga mengajak Haris untuk menginap di rumah agar bisa main PS bareng.
Dan saat main PS para lelaki tampan ini malah mengibah sahabatnya yang baru saja menikah.
" Gua gak nyangka Zayn memberikan mahar saham buat Clarisa? dan banyak bener lagi, baru kali ini ada pengantin pria ngasih mahar saham pada pengantin wanitanya" ucap Dirga.
" Mungkin Zayn punya alasan buat kasih mahar itu ke Cla, lagian Zayn gak akan mungkin miskin karna mahar yang sudah dia kasih sama Cla, orang Zayn juga pembisnis muda, kafe nya aja ada di mana mana, belum juga dia ada saham di beberapa perusahaan, dan pasti loe tahu kalau bokap dan nyokap nya juga pemilik perusahaan terbesar di Asia, anak tunggal lagi, gak bakalan habis tu harta sampek 14 turunan, bukan 7 turunan lagi, tapi kelipatanya" sahut haris yang di jawab anggukan kepala olej Dirga.
" Iya bener, enak banget hidup Zayn ya, uda tajir melintir, dapat bini cantik bahenol walau pun tu mulut uda mirip bon cabe level 10, gak bisa diam" ucap Dirga lagi yang langsung di sambut tawa oleh Haris.
Berbeda dengan Sahabat Clarisa, Amanda dan Nayla saat ini berada di rumah Nayla, dan pastinya mereka berdua sedang bersantai di kamar Nayla sambil maskeran, wajah yang sudah di tutupi masker, mereka berdua menggibah sang sahabat yang baru saja sah menjadi suami orang.
"Nda kira kira Cla malam ini uda ena-enak belum ya? Zayn gimana ya kalau lagi berada di atas Cla, pasti makin tampan itu" tanya Nayla sambil membayangkan wajah Zayn yang begitu tampan bak artis korea.
" Kenapa loe jadi mikir jorok sih Nay?" tanya balik Manda menatap Nayla yang senyum-senyum sendiri.
" Waah gak beres ni anak, jangan pagar makan tanaman loe Nay" tegur Manda memperingati, namun detik kemudian.
PLAK
" Awww"
Bersambung.