ENEMY BUT MARRIED

ENEMY BUT MARRIED
Part duapuluhdua



Kini Zayn dan Clarisa sudah masuk ke mobil, begitu juga dengan kedua orang tua Zayn. Mobil perlahan melaju dengan pelan, mobil Papa dan mama Zayn berada di depan, sedangkan mobil Zayn dan Clarisa di belakang, saat mobil sudah hampir keluar gerbang, tanpa di sangka seseorang muncul di depan gerbang dan membuat supir langsung menghentikan mobilnya secara mendadak dan membuat Clarisa yang tadinya murung langsung kesal karena kepalanya kepentok kursi di depannya.


"Awwww"


"Maaf Non Mamang gak sengaja" ucap Mang Usep merasa bersalah.


"Gak apa-apa Mang" sahut Clarisa dengan  mengelus keningnya yang sedikit nyeri.


"Kenapa ngerem mendadak Mang?" tanya Zayn.


"Itu Den, di depan ada sepupu non Cla" jawab mang Usepmmeberitahu.


Clarisa yang mendengar nama sepupunya di sebut langsung mengangkat kepalanya melihat ke depan mobil, dan benar saja Riana sudah berada di samping mobil mereka, tepatnya di samping pintu dimana Zayn duduk.


"Mau ngapain sih dia?" kesal Clarisa menatap Riana.


Zayn langsung menurunkan kaca mobilnya dan melihat Riana sudah tersenyum manis padanya.


"Ada apa?" tanya Zayn dengan wajah dinginnya.


"Aku boleh ikut kalian? soalnya aku masih ingin jalan-jalan di sini, aku memperpanjang liburku sampai lusa" ucap Riana dengan wajah percaya dirinya akan diajak oleh Zayn.


Clarisa yang mendengar ucapan Riana langsung meelan salivanya dengan kelat, dia menatap Zayn yang duduk di sebelahnya dengan tatapan seolah-olah dia menolak perminataan Riana.


" Maaf tidak bisa, karena aku dan Cla berencana mau menghabiskan waktu berdua saja, kau tau kan kalau pengantin baru bagaimana?" tolak Zayn yang langsung membuat Clarisa tersenyum riang di dalam hati.


Berbeda dengan Riana yang sudah menegepalkan tangannya di bawah, namun wajahnya dipaksa nya untuk tersenyum.


"Jalan mang" ucap Zayn yang langsung menutup kaca mobil tanpa melihat Riana kembali.


Begitu mobil jalan, Clarisa tanpa sadar langsung memeluk Zayn, " Uuhhh terima kasih suamiku, gue kira tadi loe mau ajak dia ikut satu mobil sama kita" ucap Clarisa yang masih memeluk Zayn.


Zayn hanya tersenyum kecil melihat tingkah Clarisa, namun dia sama sekali tidak menjawabnya dan tidak melarang dirinya di peluk oleh Clarisa.


"Zayn" panggil Clarisa yang masih memeluk Zayn.


"Hemmm" sahut Zayn sambil melihat hpnya melihat data laporan keuangan kafenya.


"Gak akan ada yang tahu kalau gak mulut loe yang ember" jawab Zayn yang langsung mmebuat Cla memajukan bibirnya ke depan.


Namun Zayn yang melihatnya merasa gemas sendiri, ingin sekali dirinya menciumnya dan **********, tapi Zayn hanya bisa menepis pikiran kotorannya saja.


Tanpa terasa kini mereka sudah sampai dikediaman Zayn, Clarisa menganga melihat rumah Zayn yang begitu besar, bahkan rumahnya sendiri tidak ada apa-apanya.


"Ini rumah apa istana? gede banget" ucap Clarisa tanpa sadar.


"Jangan norak Cla" sahut Zayn yang melihat istrinya seperti orang kampung.


"Gak norak Zayn, tapi ini emang gede banget, rumah gueMah gak ada apa-apanya" jawab Clarisa.


"Emang loe uda punya rumah?" tanya Zayn yang spontan langsung mendapat timpukan dari  Cla.


"Kasar banget sih jadi Cewek" kesal Zayn yang langsung keluar dari mobil.


Clarisa ikut menyusul Zayn keluar dari mobil dan menatap rumah Zayn semakin kagum.


"Sayang selamat datang di rumah kamu yang akan kamu tempati sekarang" ucap mama Zayn sambil merangkul Clarisa membawa masuk.


Para pelayan dengan sigap membawa koper Clarisa masuk kedalam kamar Zayn, karena saat ini Clarisa akan menjadi penghuni kamar itu juga.


"Ma ini beneran rumah kan?" tanya Clarisa yang masih menganggumi rumah besar milik keluarga Zayn.


"Hahaha, ya rumah dong sayang, jadi apa kalau bukan rumah. dan ini nanti semua ini nanti juga akan menjadi milik kalian, tapi harus ada satu syarat" jawab mama Zayn.


"Apa itu Ma?" tanya Clarisa penasaran.


"kasih mama cucu" jelas mama Zayn yang langsung membuat Clarisa bungkam.


Zayn yang mendengar dari kejauhan hanya bisa tersenyum kecil tanpa diketahui Clarisa dan yang lainnya.


Bersambung.