
~Chapter Sebelumnya
Dan, tak terduga..
Ditengah salam selamat tinggal Julie pada Rod, sebuah suara menggelegar.
"Ada apa ini?!"
~
Mendangar suara yang bercampur emosi marah itu, semua orang menoleh ke arah datangnya suara.
Kemudian, setelah mereka tahu, siapa pemilik suara itu, ketakutan mewarnai wajah mereka.
Semua orang di sana sontak menundukkan kepala.
Bagaimana tidak, lelaki yang meneriaki mereka adalah Poque, atau si b*bi busuk.
Begitu pula Julie, ia tertunduk kaku tidak ingin menatapnya, berusaha menyembunyikan muka dari pandangan Poque.
Namun, ternyata meski tubuhnya seburuk itu, insting Poque masih tetap bagus.
Ia mendorong kerumunan untuk menyingkir dari hadapannya karena saat ini banyak sekali orang yang berkerumun disebabkan kecantikan Julie.
Namun apa yang dilakukan Poque bukan untuk menikmati kecantikan Julie, dalam pikiran kecil di otaknya, ia merasa bahwa ada sesuatu yang salah.
Dan benar saja, spekulasi Poque terjawab ketika ia berada tak jauh lagi dari Julie.
'Mustahil! B-bagaimana dia bisa hidup? A-apakah d-dia...!' Pikir Poque.
"U-undead! Dia adalah undead!" Teriak Poque ketakutan sambil mendorong mundur semua orang, seperti hendak lari.
Lantas, beberapa penjaga yang berada di ruang tamu menoleh dan berupaya melakukan pertahanan.
Beberapa pelayan yang sebelumnya pernah berpapasan dengan Julie tampak tak percaya, namun omongan itu keluar langsung dari mulut Poque yang statusnya adalah viscount dan pemiliki istana ini.
Bila mereka tidak mengikutnya, maka hukuman eksekusi sudah pasti menanti.
Begitu pula Rod, terpaku di tempatnya berdiri, ia juga tidak yakin dengan ucapan Poque.
*'Bagaimana mungkin wanita secantik dirinya, maksudku sebaik dan sehalus dirinya adalah.. seorang undead?' Begitulah pikir Rod.*
Dan, dengan pemikiran itu, untuk pertama kalinya, prajurit yang satu ini memberanikan untuk menyangkal Poque.
Sambil merendahkan punggungnya hingga membentuk 90°, ia mencoba meluruskan.
"Tuan Poque van Chalkwise, maaf atas ketidaksopanan saya! Saya yakin bahwa Nona Julie tidak seperti yang Anda pikirkan" ucap Rod mengintervensi.
"Apa?! Apakah otakmu sudah berubah menjadi otot karena terlalu sering berlatih?! Aku adalah tuanmu, ucapanku adalah perintahmu! Jangan sok hanya karena menjadi pendekar pedang terkuat di Kota Jordan!" Cibir Poque.
Poque masih kekeh menganggap Julie adalah undead.
Bagaimana tidak, sudah jelas-jelas kejadian kala itu, ketika ia melemparkan sihir FIRE BALL pada Julie, benar-benar menghanguskannya hingga tersisa abu!
Namun, sebuah suara mengambil perhatian.
"Lalu bagaimana bila aku yang tidak setuju dengan ucapanmu! Apakah kamu akan semena-mena juga?!" Seorang pria muda dengan berbagai aksesoris ditubuhnya menginterupsi ucapan Poque.
Pria itu tinggi, tampan, dan memiliki punggung yang tegak.
'Aksesoris yang dipakaiannya nampak seperti medali kebangsawanan atau militer, apakah ia seorang putra bangsawan mungkinkah dia' pikir Julie.
"P-Prince Fernando! Maafkah ucapan saya mungkin terlalu keras dan mengganggu" mohon Poque, tak bisa arogan lagi di depan pria muda tampan itu.
Namun, hatinya berkata lain..
'S*it, kenapa bocah ingusan ini ikut-ikutan' geram Poque dalam benaknya.
Kerumunan di lorong yang agak berdesakan itu membukakan jalan untuk Prince Fernando menuju Julie.
Kemudian, ketika Prince Fernando sampai di hadapan Julie, ia merendahkan punggungnya, kemudian mengambil tangan Julie dan mengecupnya.
Semua gerakannya terlalu luar biasa, benar-benar menujukan tata krama seorang bangsawan sejati.
Julie memerah menyaksikan pria ini, namun masih tetap saja..
'Hah.. masih lebih tampan kakak daripada dia, tapi karena dia membantuku, aku harus memanfaatkan situasi ini, baiklah.. mari berakting layaknya seorang putri' pikir Julie.
"Terima kasih atas rasa hormatmu, saya sangat menghargainya" ucap Julie dengan tulus.
"Suatu kehormatan juga bagiku bisa menyapa wanita secantik Anda, nona." Jawab Prince Fernando.
Kemudian, sambil memicingkan roknya sedikit, serta merendahkan punggung sedikit sambil menundukkan kepala.
Sebuah gaya elegan yang menunjukan perilaku seorang putri bangsawan.
"Yang mulia pangeran, perkenalkan, nama saya Julie" ucap Julie sambil mempertahankan pose elegannya.
Prince Fernando sangat terkejut, tata kramanya bak putri mahkota, ditambah kecantikannya, bahkan meski wanita di depannya memakai baju pelayan (maid), semua itu tampak kontras seakan-akan ia mengenakan gaun mahal yang biasanya digunakan adiknya di istana kerajaan.
"Nona Julie, silahkan.. cukup panggil saya Nando, saya salut dengan tata krama Anda, apakah Anda seorang bangsawan dari kerajaan lain?" Tanya Prince Fernando.
Tanpa berpikir lama, Julie membuat sebuah cerita bohong tentang dirinya.
"Terima kasih pangeran, tapi sangat tidak sopan bagi orang rendahan seperti saya untuk memanggil Anda seakrab itu, saya hanyalah seorang putri buangan yang datang dari kerajaan yang jauh. Dan sayangnya saya harus berakhir di rumah seorang bangsawan cab*l seperti dirinya" Julie melirik Poque sebentar.
"Astaga, jadi Anda memang benar-benar putri, meskipun itu di masa lalu, tata krama Anda memang benar-benar melekat erat. Lalu, apakah saya boleh tahu, siapa bangsawan cab*l itu? Apakah itu tumpukan daging disana?" Prince Fernando mengikuti pandangan Julie yang mengarah ke Poque.
"P-pangeran! Anda jangan percaya padanya, saya yakin 100% dia adalah undead yang berusaha menipu Anda, pangeran. Sebab saya sudah-"
Poque hampir keceplosan di tengah ketakutannya.
"Sudah apa? Apakah mungkin maksudmu 'membunuhnya'? Jadi kamu sudah melukai warga sipil, selain itu melakukan percobaan pemerkosaan juga? Sudahlah, jangan berbohong, aku sudah tahu semua kebusukanmu selama ini, lagipula untuk apa aku datang kemari jika bukan untuk mencari bukti kebusukanmu!" Cemooh Prince Fernando.
"Penjaga, cepat tangkap dia!" Perintah Prince Fernando segera.
Melihat perubahan situasi tidak lagi menguntungkan bagi Poque, Poque pun bergegas menyiapkan mantra ledakan kilat.
Mantra kilat itu mengejutkan semua orang.
Semuanya menutup mata berusaha meminimalisir dampak kilat.
Dan beberapa saat kemudian, ketika kilatan cahaya memudar...
...Poque menghilang!
"Aku tahu ini akan terjadi tetapi tetap saja tidak mampu menghadapinya! Cepat perintahkan seluruh pasukan mengepung istana kota ini! Dia pasti masih tidak jauh."
Seluruh prajurit berzirah segera melaksanakan perintah sang pangeran.
"Pelayan, tolong antarkan nona ini ke tempat peristirahatan!... nona, silahkan ikuti pelayan ke tempat peristirahatan" pinta Pangeran Fernando.
"Pangeran, saya mohon maaf sebelumnya, saya harus segera pergi, ada seseorang yang menunggu saya.." meski Julie tidak yakin, tapi ia merasa bahwa kakaknya, Fred, pasti ada di tempat ini juga.
Jadi jalan terbaik adalah mencarinya, namun...
"Nona, jika memang ada yang menunggu Anda, saya bisa mengirim seseorang untuk menemuinya, dimana dia tinggal"
'Aduh, bagaimana ini.. Pasti akan mencurigakan kalau aku ngomong tidak tahu, aku hanya bisa berjudi..' Julie agak bimbang.
"Em, sebenarnya aku tidak tahu lokasi pastinya, hanya saja.. sepertinya dia ada di pusat kota" ucap Julie menerka-nerka.
Pusat kota pasti sesuatu yang lumrah dimiliki sebuah kota, ada yang menyebutnya alun-alun dan ada ada juga dalam bahasa lain "Town Squere"
Jadi menyebutnya pusat kota akan lebih aman jikalau mungkin memiliki penyebutan yang berbeda.
"Pusat Kota.. maksudnya alun-alun? Kalo begitu aku akan mengirim Rod saja, dia adalah prajurit terkuat Kota Jordan dan sudah bekerja di kota ini cukup lama, aku yakin dia lebih tau seluk-beluk kota dibanding kita berdua. Dan aku sarankan Nona untuk menetap dulu disini, em.. tidak, ini perintah!" Prince Fernando sedikit memaksa.
"Yang Mulia Pangeran, terima kasih atas perintahnya, saya akan melakukannya sebaik mungkin, dan.. mohon maaf sebelumnya, bisakah Nona Julie memberitahu saya ciri-ciri orang tersebut" Rod memberi kesan prajurit yang pemberani.
"Em.. dia pria yang cukup tinggi, rambutnya hitam, dan.. bisakah kamu mendekat kesini Tuan Rod.." setelah itu Julie mendekatkan mukutnya ke telinga Rod.
Rod memerah merasakan napas Julie, dia berusaha keras untuk tetap fokus mendengarkan bisikan Julie.
Dan di akhir bisikan Julie, Rod menatap Prince Fernando sedetik kemudian mengangguk.
"Baiklah Nona Julie, saya akan mencarinya secepat mungkin, Anda hanya perlu beristirahat saja. Jadi... selamat siang!" Rod segera meninggalkan lorong itu.
"Baiklah Nona Julie, silahkan ikuti pelayan ini, saya harus mengurus bangsawan busuk itu," setelah mengatakan itu, Prince Fernando pergi meninggalkan Julie.
"Nona, silahkan ikuti saya.." pinta sang pelayan pada Julie.
***
Di alun-alun kota..
Fred sedang berdiri diam di depan pintu suatu bangunan tua yang paling mencolok di lingkungan itu.
"Syatem, apakah ini tidak salah?!"
[Ini sudah tepat 99% sesuai gambaran peta itu]
"Hei, ayolah, jangan ingatkan aku akan kejadian itu lagi!"
'bagaimana bisa sebuah peta seperti, memang sih itu tampak seperti sebuah peta, namun mengapa itu harus digambar di tubuh seorang pria berotot! Memang sudah gila dunia ini, sebelumnya aku bertemu kakek-kakek psikopat, dan barusan aku bertemu....'
"Uhuk.. uhuk.. aku tidak ingin mengingatnya!" Teriak Fred.
Tiba-tiba pintu bangunan di hadapannya terbuka.
"Minggir!" Seorang pria gagah berteriak marah setelah membuka pintu.
Dia memakai penutup mata seperti bajak laut.
Fred melihati pria itu, 'Apakah petualang di dunia ini semuanya seperti ini?' Pikir Fred.
"Kenapa?! Minggir! Kamu mengotori pandanganku" pria itu hendak meninju Fred.
Wushhh (sfx: suara tinju melesat)
Fred secara reflek menghindar dari pria itu.
"Hehe, kamu boleh juga bocah! Kalau begitu bagaimana dengan ini!" Pria itu kemudian menendang ke arah perut Fred.
Fred sedikit kesal pada pria tak di kenal ini, dia pun menunduk dan melakukan sapuan pada kaki lainnya yang masih menyentuh tanah, dengan keras!
Gubrak! (Sfx: suara tubrukan)
Pria mata satu jatuh dan menghantam tanah.
"Bocah sok! Beraninya kamu! Kamu tidak kenal diriku ya!? Aku dijuluki tinju api karena keahlianku."
Kemudian pria itu berdiri dan membersihkan debu di tubuhnya.
Lalu..
FLAMING FIST !
Brrr (sfx: kobaran api)
Dari kehampaan, kobaran api muncul menyelimuti tangan pria mata satu!
"Rasakan ini!"
Bamm! (Sfx: suara tinju)
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terima kasih yang sudah support!
8 Maret 2020