
Malam itu benar-benar gelap.
Beberapa penduduk masih menyalakan lampu mereka di malam hari, namun lampu tidur yang masih hidup itu tidak begitu terang.
Dan jika kita melihat ke jalanan, beberapa lampu jalan juga masih hidup.
Namun bahkan lampu di rumah penduduk masih lebih terang daripada lampu lampu itu.
Diantara semua cahaya yang tidak begitu terang ini, tiba-tiba ada satu yang sangat terang.
Sorot cahaya yang amat menyilaukan datang dari lantai 2 sebuah rumah yang tampak tua, dengan pagar kayu di depan rumahnya.
Yap.. itu dari rumah Fred.
...
Setelah membuka buku "Empire" ke 1, tiba-tiba sebuah cahaya keluar dari dalam buku itu.
Sangat menyilaukan, seakan akan dunia hanya berisi sekumpulan cahaya.
Tapi tak lama kemudian, kilatan itu berangsur-angsur meredup.
Hilang tak diketahui.
Isi buku pun kemudian bisa dilihat.
"Sial, aku kira aku akan tersedot ke dalam buku setelah sinar itu berakhir, kemudian menjadi pahlawan di dunia buku ini, berakhir bahagia, kaya, dan kembali ke dunia nyata bersama semua harta. Hah.. fantasi benar-benar menggoba namun tak nyata. Lalu kenapa buku ini bersinar?" Ucap Fred setelah merasakan cahaya itu.
Halaman pertama buku ini hanya bertitahkan tulisan "1" ditengah, dengan sebuah lingkaran mengapitnya di dalam.
Kertas yang digunakan cukup tipis, jadi meski halamannya cukup banyak, beratnya masih bisa di tolerir.
Kemudian, di halaman kedua...
Apa ini? Ada namaku di halaman kedua?
Fredi Satyagraha : The novice
Hah? Bagaimana buku ini tahu namaku yang bahkan 'mereka tidak tahu?
Juga... The novice? Pemula? Apa karena aku baru membaca buku ini aku disebut pemula.
Sepertinya buku ini mengandung sesuatu yang misterius, namun tidak sampai bisa mengguncang hukum alam.
Baiklah, langsung saja kita membaca kisah pertama di buku ini.
...
*Death Valley*
Di penghujung februari, dimana es mencair.
Tumbuhan bersuka cita menghadapi perubahan ini.
Bunga-bunga 'membuka diri' seakan mengundang kawanan serangga.
Indah, sungguh indah alam ini, menyaksikan pesta penyambutan musim yang akan datang.
Namun lain hal nya dengan lembah ini.
Dia abnormal.
Tidak ada pesta.
Tidak ada sambutan meriah.
Bahkan tidak ada kehidupan.
Tumbuhan mati, dan hewan menjadi buas.
Tanahnya tak hijau, bahkan tak coklat.
Juga tak subur, sepertinya kehidupan gurun bahkan lebih baik.
Warna hitam lekat, mewarnai setiap sudutnya.
Kesunyian yang disajikan, tampak mengerikan.
Menyimpan berbagai misteri.
Namun semua manusia di dunia ini tahu, bukan harta atau emas berlimpah yang dikandung misteri itu.
Hanya ada marabahaya dan kematian di balik tanah hitam mati ini.
Death Valley
Dunia para undead, musuh seluruh umat.
Pembawa bencana dan ketakutan.
Tidak ada yang mau berhubungan dengan mereka, namun konflik tidak dapat dihindari.
Setengah benua sudah menjadi milik mereka.
9 kekaisaran sudah ditelan kegelapan mereka.
Dan kian semakin melebar.
Manusia berusaha mati-matian bertahan hidup.
Setiap hari adalah bencana.
Tidak ada waktu berleha-leha.
Apakah sang pencipta dunia sudah lupa, bahwa dunia ini miliknya?
Apakah ini hukuman kita atas segala kejahatan yang kita perbuat?
Membunuh, memp****sa, korupsi, dan kekejian lainnya.
Sudah tidak ada harapan.
Jika engkau mau menjadi setitik cahaya bagi kami, aku mohon jangan berikan kami harapan yang berat.
Kami sudah cukup berharap.
Ribuan pahlawan sudah gugur.
Mungkin ini saatnya bagi kami menerima kenyataan.
... Apakah engkau mau menjadi sang pahlawan?
...
Hah?
Sungguh keren!
Buku ini membawakan kisah yang tampak nyata.
Dan layaknya seseorang yang sedang bercerita denganmu berada tepat di depanmu, kemudian mengajakmu menjadi pahlawan.
Sungguh tidak rugi aku membawa buku ini, yang beratnya melukai pundakku.
Namun sayangnya...
Kenapa ceritanya sudah berakhir disini?
Apakah sang penulis bercanda?
Hei! Buku ini sangat tebal, setidaknya ada hampir 300 lembar, yang berarti ada sekitar 600 halaman.
Apakah ini modus penipuan baru? Menjual buku yang tebalnya 600 halaman tapi hanya berisi cerita yang bahkan tidak sampai 1 lembar penuh!
Sia*an!
Bagaimana dengan buku yang lain?
"Baik, mari kita coba dari buku nomor 2 ini" teriak Fred, agak sedikit marah.
E.. emm ... uaaarrg .. sia*an ..
Kenapa buku ini tidak bisa dibuka? Apakah si editor manambahkan lem terlalu banyak.
"Buku macam apa ini! Sia*an!"
Huff .. huff .. (terengah-engah)
Hahh...
~Setelah berbagai usaha, hanya buku nomor 1 yang dapat dibuka.
Sisa buku lainnya tidak dapat di buka bahkan dengan berbagai alat dimulai dari obeng, pisau, dan bahkan gergaji kayu.
Buku itu tidak tergores layaknya sebuah miniatur dari baja yang tampak seperti buku.
Namun perasaan menyentuh buku biasa seperti pada umumnya dapat dirasakan saat kamu memegangnya.
Apakah ini buku dari teknologi alien?
Hahh, sudahlah.
Mending aku tidur saja, sekarang sudah pukul 00:50 besok aku harus mengantar adikku.
Dewi kesialan! Kapan engkau akan mati?! Mati aja sana!
~Tidak perlu waktu lama untuknya tertidur lelap.
Dia adalah **** tukang tidur.
Meski ia orang yang tak kenal lelah, yang bekerja keras untuk menjadi tulang punggung keluarganya.
Namun dia tetaplah manusia, dia masih bisa lelah, juga masih bisa mengantuk.
Dia juga bisa bermimpi di dalam tidurnya.
Meski sebagian besar mimpinya hanyalah mimpi buruk...
Namun apa yang ia tidak ketahui adalah, mimpi buruknya merubah sesuatu-
...
Udara disini sangat jernih.
Meski kekacauan merajalela, polusi hanya datang dari wilayah mereka, undead.
Hah? Ini sepertinya familiar? Mengapa aku terpikir sesuatu seperti itu?
Tunggu? Pakaian ini? Apakah aku akhirnya menjadi seorang gelandangan karena terlalu malas?
Tidak, tidak, semua orang adalah gelandangan?
Sebentae dimana aku?
[Anda sedang memasuki dunia "SLUMBERLAND: The Prologue"]
"Slumberland? Hei siapa kau? Aku meminta penjelasan" tanya Fred.
[Novice, jangan banyak bacot dan cobalah pikirkan sendiri, selamat tinggal]
"Hei, hei!" Fred masih mencoba berbicara dengan suara itu, namun tidak ada respon.
Orang-orang menatapnya aneh, seperti melihat orang gila.
Tiba-tiba kedinginan menyelimuti Fred, ia merasakan tatapan aneh itu sehingga ia pergi darisana.
Setelah berjalan tanpa arah sebentar, ia sampai di sebuah air mancur dan memilih duduk di sekitar sana.
Dari dalam kolam air mancur yang begitu jernih, tampak tampilan wajah seorang pria yang postur wajahnya mirip Fred, tapi sedikit lebih tampan.
"Apakah aku setampan ini? Sepertinya cukup tidur membuat tubuhku semakin bugar... tunggu tidur? Slumberland? Novice?"
Aku baru ingat bahwa setelah berbagai cara mencoba menelusuri misteri di buku yang aku beli dan tidak berhasil, aku memutuskan untuk tidur.
Dan setelah itu, berarti slumberland (slumber: keadaan tertidur) adalah dunia mimpi.
Dan jika menghubungkan dengan kata Novice, kalo tidak salah, di buku nomor 1, yang aku beli, tertulis namaku 'Fredi Satyagraha : The Novice'
Lalu... apakah ini dunia di dalam buku?
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ini adalah bab kedua ku. Terima Kasih
1 Maret 2020