Empire

Empire
Romansa Pria



~Chapter Sebelumnya


‘Hah.. semoga saja ini berhasil!’ Fred berdoa dalam hati.


“Apakah aku bisa mengajukan misi?!”


~


Pfft (sfx: menahan tawa)


“Ha? Hwahahahaha, hah.. kukira kamu ingin membicarakan apa. Huff.. Kamu terlalu banyak berpikir Fred. Tahukah kamu, serikat ini cukup simpel dalam hal administrasi, apalagi kamu sudah dapat kepercayaanku” Evelyn tertawa lepas mendengar ucapan Fred.


“O-oh? Jadi begitu..” Fred agak malu sekaligus lega mendengar ucapan Evelyn.


“Jadi, misi seperti apa yang ingin kamu ajukan? Pengumpulan? Perburuan? Atau sesuatu lainnya?” Tanya evelyn.


“Aku ingin mengajukan misi pencarian, pencarian seseorang” jawab Fred.


“Pencarian seseorang ya.. ini memang misi yang jarang ada, biasanya sebuah misi pencarian meliputi pencarian hewan, dan kalaupun ada misi pencarian terhadap manusia, biasanya orang di poster itu adalah seorang buronan atau penjahat kelas kakap lainnya. Tapi tidak apa-apa, aku akan membantumu, jadi apakah kamu ada gambaran tentang orang itu?” Jelas Evelyn panjang lebar.


“Emm.. ciri-ciri paling mencoloknya adalah rambut merahnya. Dan menurutku parasnya agak berbeda dari kebanyakan orang di kota ini..” jelas.


“Emm? Rambut merah? Memang sih.. warna rambut merah memang agak aneh. Tapi dengan begitu kita bisa menemukannya dengan cepat, lalu.. apakah dia kekasih mu?” Evelyn sesikit menggoda Fred.


“A-apa? Bukan, bukan, dia sebenarnya adalah adikku..” sangkal Fred.


‘Hihi, syukurlah..’ Evelyn kegirangan di dalam hatinya.


“Oke, oke, sekarang ayo mengurus pengumuman misinya, kamu ingin mengumumkannya secara oral atau dari tulisan saja?” Tanya Evelyn.


"Emm.. aku butuh mencari massa secepatnya, jadi sepertinya secara oral akan lebih cepat, tapi aku tetap ingin mengumumkannya secara tertulis, apakah bisa? Ungkap Fred.


“Hah.. kamu orang yang cukup ribet ternyata, ya sudah, mari kita umumkan itu sekarang!” Setelah mengucapkan itu, Evelyn dan Fred segera menuju ke pintu di ruangan itu.


“Oh ya, aku hanya bisa membantu mengumpulkan perhatian saja. Sisanya tergantung karismamu..” ucap Evelyn sebelum membuka pintu.


Kemudian..


Gubrak (sfx: memukul meja)


“Perhatian! semuanya diam! Dengarkan aku!” Teriak Evelyn.


Kerumunan petualang yang berisik segera hening.


“Temanku akan menyampaikan sebuah misi! Harap dengarkan!” Teriak Evelyn lagi.


‘e-eh? Jadi ini maksudnya menarik perhatian? Huff.. semua orang tampak brutal, tapi tetap saja, aku harus segera menemukan Julie!’ Pikir Fred.


“Para petualang, aku tahu kalian semua sedang sibuk dengan urusan kalian masing-masing, aku hanya meminta waktu sebentar” ucap Fred.


Buzz buzz (sfx: orang-orang saling mengobrol)


‘Hmm? Apakah gaya yang satu ini terlalu formal?’ Pikirnya.


“Fred, orang-orang disini tidak suka formalitas,” bisik Evelyn disamping Fred.


‘oh? Begitu, kalau begitu mari gunakan gaya berikutnya..’


Tap tap tap (sfx: langkah kaki)


Fred berjalan mendekat ke salah satu kerumunan.


“Bung, apakah kamu punya adik? Orang tua? Atau seseorang yang kamu sayangi?!” Ucap Fred lembut.


Belum sempat pria yang ditanyai Fred menjawab, Fred bertanya pada orang lain.


“Bagaimana denganmu? Aku yakin istri dan anak-anak mu menunggu kepulanganmu!” Nada suara Fred meninggi, emosinya campur aduk.


“Teman, aku juga memiliki seorang adik perempuan yang cantik, namun tahukah kalian.. seseorang telah memisahkan kami berdua, dan sekarang.. aku tidak tahu dimana dia berada.” Suara Fred kembali lembut.


Suasananya hikmat saat Fred berbicara, semua orang memerhatikannya.


Kemudian…


Gubrak! (Sfx: kayu hancur)


Fred memukul ke sebuah meja, dan meja itu hancur!


‘eh? Meja disini cukup rapuh rupanya..’ Pikir Fred merasa tak bersalah.


Lalu,


“Bayangkan seorang wanita cantik sendirian di kota sebesar ini! Apa yang akan terjadi dengannya! Aku tak kuat membayangkannya!.. Namun apalah daya, aku juga hanya seorang diri di sini, mustahil bisa menemukannya. Jadi aku butuh bantuan kalian! Siapa saja yang memiliki informasi layak tentang seorang wanita yang memiliki rambut merah dan paras asing akan aku hargai informasinya sebanyak 50 koin tembaga! Dan barang siapa yang pertama kali menemukannya aku akan beri kalian 50 koin perak! Siapa yang mau membantuku!?” Perlahan emosi Fred memuncak ketika mengucapkan pidatonya.


“A-apa?! 50 koin tembaga untuk sebuah informasi? Terlebih.. 50 koin perak?! Bahkan aku belum pernah melihat 1 koin perak!” Ucap salah seorang petualang.


“Benar! Terlebih.. aku tidak bisa tinggal diam melihat kakak beradik ini dipisahkan oleh orang lain!” Petualang lain disebelahnya menyaut.


“His.. his.. (menangis) iya.. ceritanya sangat menyentuh! Aku sampai terharu.. his.. his..” salah seorang petualang terharu-haru.


“Sobat! Aku pasti akan menyelamatkan adikmu tenang saja.. aku juga memiliki seorang adik perempuan di kota lain, kamu harus menemuinya, dia sangat imut!” pria berotot dengan pedang besar di belakangnya merangkul Fred.


“Kamu memang seorang pria! Aku percaya kamu bisa membantuku!” Ucap Fred.


“Wow, hebat sekali kamu Fred! Bahkan tidak hanya keterampilan bertarung.. kamu juga pandai berbicara, hihi.. kamu sangat menarik!” Evelyn memuji Fred.


“Terima kasih, tapi mohon maaf karena sudah merusak properti serikat” balas Fred.


“Tenang saja, bukannya kamu punya banyak uang? 50 perak?! Tahukah kamu bahwa itu adalah pendapatan tahunan rata-rata petualang. Bahkan dalam sebulan belum tentu mereka memiliki 1 koin perak. Ternyata penampilanmu yg seperti seorang pengemis hanya tipu muslihat. Hahaha!” Evelyn tertawa terbahak-bahak.


“Begitukah?”…


…‘Bukankah 10 tembaga sebanding dengan harga sebungkus rokok? Ternyata tingkat hidup disini cukup rendah.. jadi uangku… tidak, tidak, demi Julie aku harus habis-habisan, tapi mengapa belum ada yang memberi informasi?’ Pikir Fred


Tiba-tiba..


“Sobat! Aku memiliki sebuah petunjuk!” Salah seorang pria dengan zirah kulit dan pedang panjang mengangkat tangan.


Sontak, semua pandangan beralih ke pria itu.


“E.. e..” menerima semua pandangan, pemuda tadi kehilangan percaya diri.


“Petunjuk apa yang kamu miliki? Ini.. terima koin ini, aku belum menukar koinku, jadi terima saja.” Ucap Fred, tidak peduli lagi tentang untung dan rugi.


“Gila! Pria itu mengeluarkan koin perak bahkan tanpa berpikir panjang” bisik seorang petualang.


“Itu.. aku pernah melihat seseorang yang sesuai di sekitar alun-alun kota, dia ditangkap oleh beberapa penjaga” pria muda sebelumnya, menjelaskan.


“Apa?!” Fred heran sekaligus marah.


“Tenang Fred, aku memiliki koneksi dengan beberapa penjaga, kita bisa mencari tahu lewat mereka” Evelyn tampak bisa diandalkan.


“Saudaraku.. kamu tidak perlu mengubungi para penjaga” seorang pria dengan janggut tipis dan kepala botaknya ikut dalam pembicaraan.


“Beberapa waktu lalu aku melihat sebuah kereta kuda yang membawa wanita berambut merah, kereta itu berhenti di halaman istana kota milik Poque cab*l. Aku rasa kita harus segera kesana, sebab.. beberapa wanita tidak beruntung setelah ditawarkan ke cab*l itu..” jelas pria botak yang ikut bicara.


“Apa?! Malang sekali nasib wanita itu! Kita harus bergegas kesana! Jangan mentang-mentang seorang bangsawan dia bisa berbuat apa saja.” Teriak seorang petualang.


“Iya! Istriku juga diambil dia!”


“Kekasihku juga, dia memang b4b1 cabul!”


Petualang lainnya ikut-ikutan marah.


“Fred, meski begitu, dia masihlah seorang bangsawan, tidak mungkin seseorang seperti kita mampu melawannya, apakah kamu berani?” Tanya Evelyn.


“Aku tidak akan takut demi adikku! Namun aku takut nasib para petualang ini tidak beruntung..” jawab Fred.


“Jangan remehkan kami! Kami selalu siap untuk mati sejak menjadi seorang petualang! Lagipula, seluruh kota memang tidak suka dengan b4b1 Poque itu!” Kata pria berotot yang sebelumnya merangkul Fred.


“Iyaa!” “benar!” “ayoo!” yang lain ikut memanas-manasi argumen pria berotot itu.


'Ahh.. jadi situasinya begitu..' sebuah ide terlintas di benak Fred.


“Tunggu semuanya! Jika situasinya memang begitu, aku punya rencana yang lebih baik!” Teriak Fred.


Lalu Fred membisikan sesuatu kepada Evelyn, kemudian..


“Hahaha! Kamu ternyata memiliki pemikiran yang luar biasa juga! Itu adalah hal mudah bagiku!” Evelyn senang dan terkejut mendengar ide Fred.


“Baiklah, semuanya, ayo berangkat!” Suara Fred begitu semangat


“Fred tunggu, apakah kamu bisa menggunakan senjata? Atau sihir?” Tanya Evelyn.


“Aku pernah kursus anggar sebelumnya dan ikut bela diri yang ada seni berpedangnya.. memangnya kenapa?” Jawab Fred.


“Anggar? Ah sudahlah.. pokoknya bawa pedang ini bersamamu untuk jaga-jaga. Meski tinjumu hebat, musuhmu pasti menggunakan beberapa sihir atau senjata” Evelyn menawarkan sebuah senjata dengan corak elegan dan warna dasar ungu.


“Sungguh? Baiklah, aku akan menjaganya dengan baik!” Ucap Fred.


Bangunan serikat petualang yang sebelumnya ramai mendadak sepi seketika.


Romansa pria benar-benar menggerakan semangat para petualang.


Beberapa petualang wanita berpikir lebih realistis terhadap situasi ini, mereka tidak berpikiran pendek seperti para lelaki itu sehingga memilih untuk menonton.


“Hah.. sepertinya, sesuatu yang besar akan terjadi dalam waktu dekat!” Evelyn menatap langit ketika menghela nafas…


Akhirnya perjuangan yang penuh kesalahpahaman akan segera dimulai!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Terima kasih semuanya! Akhirnya novel ini bisa sampai bab ke-10 setelah banyak kebimbangan:v


Jangan lupa like, comment, and share yaaa!


9 Maret 2020