
Melewati rintangan pertama, Fred dan Julie beranjak menuju lubang jalan masuk di depannya.
Baru saja mereka masuk, suasananya benar-benar berbeda dari perasaan yang bisa dirasakan di luar.
“Kakak, aku merasa berbeda setelah masuk, sebelumnya aku tidak merasakan sesuatu seperti ini” Julie khawatir.
“Tidak apa-apa Julie, tetaplah di belakanganku” Fred menyembunyikan Julie di punggungnya.
Perubahan suasana yang abnormal membuat Fred semakin waspada.
Pedangnya selalu ditangkupkan di depan tubuhnya, cengkramannya semakin kuat, dan matanya memindai tanpa henti.
Beberapa menit berjalan ditemani keheningan, tidak ada sesuatu yang mengganggu perjalan mereka.
Namun, tidak untuk menit berikutnya…
Sebuah cahaya merah datang dari kegelapan, itu tampak seperti sebuah lampu bohlam yang melayang-layang di udara.
Namun, jika ditelusuri lebih dekat, dekat, dan lebih dekat, sosoknya akan terlihat jelas.
Itu adalah mata seorang monster!
“Julie tetap di belakang dan bersembunyilah!” Fred berteriak khawatir.
Kemudian, sesuatu menjalar dari sosok monster dihadapan Fred.
Fred bisa menangkisnya, serangan itu terlalu lemah untuk bisa mendekati Fred.
Namun, dibalik serangannya yang lemah, ada keunggulan yang dimiliki sosok ini!
Dia bisa menjulurkan 10 serangan secara bersamaan!
Keadaan pertarungan seperti ini benar-benar di luar kemampuan Fred, dari 10 serangan, 4 diantaranya mampu ditangkis, sedangkan sisanya melukai Fred di sekujur tubuhnya yang tidak menggunakan armor atau pelindung lainnya.
‘Aku harus memikirkan sesuatu!’ Pikir Fred
Lalu, terbesit ide di benaknya.
Melihat ketidakmampuan mahluk monster untuk menembus armor Fred, akhirnya Fred memutuskan untuk melepas pelindung dada.
Kemudian ia memegang pelindung dada di depan tubuhnya layaknya perisai.
Dengan begitu, 10 serangan datang lagi.
Namun kali ini, hanya 1 serangan yang berhasil melukai Fred.
Melihat keberhasilan pemikirannya, tanpa pikir panjang, Fred berlari kedepan dengan pedangnya terhunus ke depan.
Seperti badak dengan culanya, pedang itu menerima momentum yang hebat dari kekokohan kuda-kuda Fred ditambah dorongan yang diterima dari gerakan lari Fred.
Jleb (sfx: tikaman)
Fred, dengan seluruh kekuatannya, menancapkan bilah pedang yang memliki momentum hebat, tepat di sasarannya, yaitu di mata merah sang mahluk misterius.
Namun, nampaknya serangan itu tidak serta merta berhasil membunuhnya.
Monster itu hanya kesakitan dan mundur dari tempatnya berada.
Meski begitu, Fred tidak kehilangan akal.
Kini serangan kedua bukan lagi serangan menikam, ini adalah tebasan!
Sress!
Tubuhnya terbelah dua.
Sungguh rapi.
Dan dengan suara.. bukk! Pertempuran yang terlalu biasa ini berakhir.
“Julie, kamu masih di sana kan?” Fred takut kalau-kalau ada mahluk lain di luar cakupan penglihatannya.
“Iya kak, ayo kita harus lebih cepat kak!” Julie terburu-buru.
“Baiklah”
Keduanya mulai menyusuri kegelapan itu lagi.
Di sepanjang perjalanan, sosok monster yang sama muncuk dalam frekuensi jarang.
Meski begitu, semua gangguan ini sudah cukup membuat Fred kehilangan kontrol terhadap pernapasannya.
Monster-monster yang datang bergantian ini mengikis energinya sedikit demi sedikit.
Dengan demikian, mereka berhenti sejenak tidak melanjutkan dahulu, sebab Fred takut akan melakukan kesalahan jika fokusnya hilang karena keletihan.
“Kak, kamu tidak apa-apa?” Tanya Julie khawatir.
“Haa.. huff.. aku tidak apa-apa, hanya kecapekan saja” Jawab Fred.
“Kakak, bolehkah aku bertanya? Sebenarnya, sekarang dimanakah kita berada? Aku yakin bahwa ini tidaklah tempat dimanapun di bumi, bukan? Dan ini juga bukan mimpi kan? Seluruh kejadian yang aku lewati terlalu nyata untuk ‘dimimpikan’, darah dan tangisan terlalu menyakitkan untuk dipalsukan. Apakah ada kesempatan untuk kita kembali ke tempat kita berasal?” Di akhir kata Julie kehilangan sedikit harapan.
“Tenang saja Julie, aku memiliki cara untuk keluar dari sini. Sejujurnya aku sudah pernah ke dunia ini sekali sebelunnya hanya untuk berakhir menjadi tahanan seorang psikopat di kemudian hari. Namun, darisana aku menemukan cara untuk kembali. Jadi setelah semua ini berakhir, mari kembali ke dunia kita, bukankah seharusnya kamu masih ada di sekolah?” Fred berbicara dengan penuh kepastian akan keyakinannya terhadap situasi.
“Iya, aku seharusnya sedang tidur di UKS, namun mengingat lama kita berada di dunia ini, mungkin sekarang sudah sepi di sekolah” Kata Julie.
“Tidak apa-apa, setelah kita menyelesaikan utang kita pada penduduk dan kembali ke dunia nyata, aku akan pergi menjemputmu, oke? Kita bisa kembali kok, tenang saja oke”
Setelah percakapan yang tak terlalu lama itu, keduanya beranjak dari istirahat singkat.
Fred mengumpulkan fokus dan kewaspadaanya lagi.
Kali ini, semakin ia dekat kepada tujuannya, semakin sedikit monster yang datang.
Namun, Fred tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran dengan perubahan frekuensi kedatangan musuh yang lebih jarang ini.
Firasatnya mengatakan ada bahaya lain yang menunggu.
“Kak, kita sudah melewati persinpangan, dan selanjutnya aku tidak benar-benar mengerti jalan ini, yang dilalui Kelvin karena aku tidak melewatinya, maafkan aku”
“Tidak apa-apa kita hanya harus lebih berhati-hati, dan tetaplah berlindung di belakangku atau bersembunyi” pinta Fred.
“Apakah tidak ada yang bisa aku lakukan untuk membantumu, kakak? Aku tidak suka perasaan tidak berdaya ini…” Julie merasa tidak enak selalu dilindungi.
“Tidak, biarkan kakak yang melindungimu, kamu belum cukup kuat. Kakak tidak keberatan menjagamu kok” Fred kemudian tersenyum.
Melihat senyum kakaknya, Julie yang sebenarnya akan keras kepala untuk membantu kakak, kehilangan itu.
Senyum kakaknya sangat jarang ia lihat, sekarang ketika ia diberi kesempatan itu, semua pemikiran negatif, kekhawatiran dan ketakutan luntur seakan-akan diserap oleh senyum yang setulus sinar mentari pagi.
Sungguh indah, bahkan sampai-sampai Julie senyam-senyum sendiri dibuatnya.
"A-ada apa Julie? Kenapa malah senyam-senyum sendiri? Fred keheranan.
“Aku hanya senang karena ada sosok kuat dan tampan yang berani berjuang demi wanita pengecut seperti aku, jika tidak ada dia, entah bagaimana aku sekarang” ucap Julie.
“Bergantunglah padaku kapan saja, aku adalah yang terkuat di dunia! Hehe” Fred bercanda.
Suasana serius yang menekan mereka berdua hilang sementara kewaspadaan masih terus dijaga.
Kemudian, sebuah pintu besi telah menghalangi kedua ‘couple’ kakak-beradik ini menuju jalan di terowongan.
Namun, keberadaan pintu besi ini tidaklah sendirian.
Sebab, disekitarnya telah dijaga ketas oleh mahluk-mahluk busuk yang sebelumnya bertarung melawan Fred.
Namun kali ini, tidak hanya satu atau dua yang hadir, melainkan selusin!
24 mata merah menghadang jalan di depan!
Tingkat kuantitas serangan sudah pasti akan berubah, terlebih diantara mahluk-mahluk ini, diataranya ada sosok dengan mata yang lebih merah daripada lainnya.
Gerakannya lebih cepat daripada mahluk lain di sekitarnya.
Buk! Buk! Buk!
Dengan armor dada sebagai perisai dan pengalaman tempur sebelumnya, serangan mahluk yang lebih normal bukanlah apa-apa lagi bagi Fred.
Namun serangan dari satu mahluk yang lebih berbahaya itu sangat mengerikan.
Tubuh Fred terpental selangkah mundur, dan armornya penyok dibuatnya.
Sungguh kekuatan yang mengerikan!
Ditambah kecepatan yang sangat lihai pula!
“Julie, kita harus kembali, ruang sempit ini untuk pertarungan melawan banyak musuh terlalu sempit. Ayo lari keluar!” Fred memegang tangan Julie dan berlari berlawanan arah dari sebelumnya ia datang.
Di belakangnya, selusin mahluk mengikutinya.
Memang, di dalam kegelapan ini, sosok mereka tak nampak jelas.
Namun rona mata yang merah berjumlah 24 sinar merah, memberi kengerian yang berbeda dari hanya 2 mata merah.
Dengan demikian, Fred dan Julie terus berlari hendak keluar dari terowongan.
Dan sinar mentari sudah ada di depan mata mereka.
“Sudah dekat Julie, bertahanlah, kuatlah!” Fred berusaha menguatakan Julie.
“Hah.. huff.. aku capek sekali” kata Julie.
“Terus lari, sedetik saja kita melambat, kita akan dalam bahaya!” Fred mamaksa.
Akhirnya mereka mencapai mulut ruang tersembunyi.
Namun tak disangka, sebuah batu sialan mengganggu jalan mereka.
Fred pun jatuh terguling ke depan, sedangkan Julie jatuh di tempatnya.
Lusinan monster yang ternyata berwujud layaknya tikus terlihat.
Semuanya hendak menyerang Julie!
“Tidak! Julie!”
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Support terus yaaa!
17 Maret 2020