
Berantakan, suram, kotor, begitulah keadaan ruangan yang tampak disini.
Banyak buku-buku berserakan, dari buku fiksi hingga non fiksi, bahkan beberapa 'majalah dewasa' bercampur di dalamnya.
Semua ini adalah ulah Fred, ia sedang mencari buku yang baru saja ia beli.
Yap benar.. buku 'Empire' yang baru kemarin dibelinya, kini hilang entah kemana.
Sudah 6 jam ia mencari hingga ke seluruh sudut ruangan, namun hasilnya masih nihil.
"Dimana sebenarnya buku itu? Aku sangat yakin meninggalkannya di lantai.. apakah Julie menyimpannya, tapi.. biasanya dia selalu menaruhnya di meja, dimana sih sebenarnya, ayolah system bantu aku.."
[Huaaaamm, novice, mengapa kamu memanggilku terus, aku harus menghentikan tidur nyenyakku karena kamu memanggilku sebanyak 10x, apakah ada sesuatu yang darurat?]
"Hey! Buku itu hilang, aku sudah mencarinya di seluruh ruangan," Fred berucap agak kesal.
[Hah? Hanya karena hal sepele seperti itu kamu memanggilku? Tenang sajalah, selama tidak ada yang menyentuhnya, tidak akan ada apa-apa. Ingatlah, panggilan darurat ini hanya bisa berfungsi 1 kali setiap hari, dan setiap panggilan darurat akan mengurangi rentang hidupku juga, jadi gunakan dengan hati-hati!]
"Ahh? Jadi begitu, maaf.. ini kesalahanku. Tidak, tidak, ini tetap hal penting, bagaimana jika adikku menyentuhnya? Bukankah berarti 'hal buruk' yang kamu katakan akan terjadi?"
[Eh? Kalo begitu itu berbahaya sebab orang yang menyentuhnya juga akan masuk ke dunia itu disaat tidur, seperti kamu. Tapi jangan khawatir, buku itu masih di dalam rumah, di sekitar lantai satu, di sebuah meja rias]
"Hah? Meja rias!? Satu-satunya yang punya meja rias di rumah ini hanya adikku! Jadi apakah berarti dia akan memiliki kekuatan sepertiku? Hey yang benar saja! Dia adalah wanita biasa, bagaimana jika ada om om m**um yang mengejarnya! Apakah dia sekarang masuk di dunia itu?"
[Hmm.. sebentar, maaf sebelumnya, perkataan kamu benar, ada 1 orang yang sedang berada di dunia itu, itu sekitar 2 jam yang lalu, jadi sekitar 4 jam di dunia itu]
"Apa?! Yang benar saja! Kenapa harus Julie, bagaimana-"
[Hei! Sudahlah! Jangan banyak bicara dan berpikirlah positif, kalau kamu memang takut dia kenapa-napa, hampiri saja dia!]
"Hah? Baik, aku harus cepat tidur!"
5 menit kemudian...
10 menit kemudian...
15 menit kemudian...
"Aku tidak bisa tidur!"
[Hah.. bagaimana kamu bisa menyelamatkan adikmu bila begini]
"Bentar, aku ada cara.."
Fred mengambil sebuah buku berjudul "Sleepy Queen" lalu membalik beberapa halaman dan mulai membacanya.. dan seketika, bahkan belum 1 menit, ia sudah tidur terlelap.
***
Di tempat lain, seorang wanita dengan rambut kecoklatan, sedang berada di ruangan besar yang tampak seperti kamar bangsawan.
Ada ranjang besar di sana, semuanya tampak mewah, megah, dan mencolok.
Di dinding ada lukisan seorang lelaki yang merusak pemandangan megah di dalam ruangan itu.
Seseorang di lukisan itu bak seekor **** hanya saja memakai pakaian manusia.
Di pundak kanannya terdapat banyak bintang, melambangkan statusnya di kerajaan tempatnya tinggal.
Nama pria di lukisan itu adalah Poque, namun julukannya adalah Mr.Pog, diambil dari namanya dan **** (pig).
Sifatnya memang layaknya ****, rakus dan tidak bermartabat, bahkan di menetapkan kebijakan keji di wilayah kekuasaanya, Jordan City.
Semua wanita yang akan menikah harus disucikan dulu oleh bangsawan tertinggi kota.
Berkat kebijakan ini, hampir 100% warga di kota Jordan telah kehilangan kesuciannya bahkan sebelum mereka menikah.
Dan sayang sekali, wanita dengan pakaian yang tidak sesuai dengan standar di dunia ini tidak beruntung.
Dia di cap sebagai penjahat kota karena tidak memiliki kartu identitas, ketika ditanyai beberapa penjaga.
Dan ia pun berakhir di ruangan ini.
Dia adalah Julie, saudara tiri Fred.
Sekarang dia amat ketakutan, bahkan meski ia tidak begitu pintar di kelasnya, ia tahu apa yang akan terjadi padanya beberapa saat lagi.
Dia bisa mengetahuinya dari aroma busuk di ruangan itu, baunya sangat menjijikan.
Ia begitu ketakutan, bergerak kesana-sini demi mencari jalan kabur.
Dan di tengah-tengah pencariannya, sebuah suara pintu terbuka
~Kreeet (Sfx: pintu)
"Hahaha, bidadari ku, kenapa kamu tidak menyambutku.." seru pria gemuk yang baru saja masuk.
"Hih, jijik. Memangnya siapa kamu?!" Julie berkata sinis.
"Aku? Aku akan menjadi pangeranmu hari ini, jadi merasalah senang" si gemuk itu menujukan senyum m**umnya.
Perlahan, pria itu berjalan menuju Julie.
Tangannya bergerak-gerak m**um, sungguh menjijikan.
"Pergi! Jangan mendekat! Jangan mendekat!"
"Mwehehehe, ayolah, tidak perlu takut cantik, aku tidak akan kasar kok" tanpa menghiraukan teriakan Julie, pria menjijikan itu berjalan semakin dekat, dan semakin dekat.
"Happ, hehehe aku mendapatkanmu manis" **** itu memegangi Julie dengan erat, tak hendak melepaskannya.
Tangannya menyentuh tempat-tempat pribadi Julie.
Meski begitu, Julie tak menyerah, dia terus memberontak.
Tetapi..
"Aaaaaaaaa! Gadis si***n! Beraninya kamu mengigit tanganku!"
Julie menggigit tangan m**um si ****, dan segera, ketika kekuatan **** mengendur, ia melepaskan cengkramannya.
Kemudian, dia mengambil sebuah lampu tidur, dan memukulkannya pada si **** busuk!
Buak! Pyarr!
Suara pukulan dan pecahan kaca tercampur.
Kepala **** busuk berdarah, kemudian mukanya memerah, ia begitu marah!
"Dasar ja**ng tidak tahu terima kasih! Berani-beraninya kamu melukai bangsawan kota Jordan, meski tak biaa menikmatimu hidup-hidup, mati pun kamu akan tetap aku cicipi, rasakan sihirku! FIRE BALL!"
Seberkas cahaya, sedikit demi sedikit terkumpul di telapak tangan **** busuk, semakin banyak, semakin terang, dan kemudian menjadi bola api.
Ini adalah sihir!
Tak pernah terlintas bahkan sebentar, akan begini jadinya.
Julie begitu ketakutan, seluruh tubuhnya berkontraksi memperingatkan bahaya.
Dia tidak berkutik, namun ingatan tentang kakaknya, rasa cinta terhadap kakaknya, menjernihkan pikirannya.
"Aku tidak akan mati sebelum kakak mengakui perasaanku!"
Dalam gerakan seefisien mungkin, Julie mengambil bantal untuk menggantikan dirinya mengambil damage serangan sihir itu.
Tubuhnya bergerak bahkan sebelum otaknya selesai memikirkanny.
Kemudian ia bersembunyi dibawah kasur dengan memanfaatkan efek ledakan, yang mengaburkan pandangan di sekitar Julie.
"Hahaha, sayang sekali tubuhmu begitu rapuh untuk menjadi santapan sihir hebatku... Hahahahaha!" **** itu tertawa menjadi-jadi.
Dia meninggalkan ruangan itu setelahnya.
Sementara itu, Julie masih ketakutan dan gemetar ketika bersembunyi di bawah kasur.
Sungguh beruntung baginya bisa terpikirkan ide brilian itu.
Dan melihat pria gemuk itu keluar dari kamarnya tanpa mengunci pintu, Julie berangsur-angsur merasa lega.
"Syukurlah, dia tidak tahu aku bersembunyi disini... tapi tetap saja, aku bingung sekarang. Bagaimana caraku keluar, tidak mungkin aku bisa menyelinap pergi jika lewat jalan utama, disana terlalu ramai.."
Tiba-tiba
Kreeet (sfx: suara buka pintu)
"A, apa itu si gendut? Huff.. ternyata bukan, itu hanya pelayan miliknya.. tunggu, pelayan? Aku dapat ide!"
Seorang pelayan perempuam baru saja masuk membawa beberapa selimut, sepertinya hendak mengganti selimut di kamar ini.
Dan ketika pelayan itu semakin dekat..
Sebuah tangan keluar dari bawah kasur memegangi kakinya.
Kemudian, seakan gravitasi menghilang, tubuhnya tidak seimbang dan ia pun terjatuh cukup keras di tanah, akibat dari tarikan tangan yg memegangi kakinya.
Belum sempat pelayan itu berteriak, ia pun pingsan.
Julie keluar dari bawah kasur, lalu bernafas lega.
"Mohon maaf! Aku terpaksa melakukan ini"
Julie melepas seluruh pakaian 'maid' yang dikenakan pelayan perempuan yang pingsan.
Meski agak kekecilan, mau bagaimana lagi, mau tidak mau Julie harus menyamar dengan pakaian ini.
Setelah semuanya terlihat cukup aman, Julie bergegas keluar beserta troli yang dibawa pelayan sebelumnya.
Kreeet (sfx: membuka pintu)
"Baiklah.. tenangkan diri, bersikap senormal mungkin" Julie mencoba menenangkan diri sendiri.
Tak lama, ia akhirnya kurang beberapa langkah lagi menuju ruang tamu, kemudian menuju pintu, dan akhirnya bebas...
Namun-
"Hei! Tunggu!"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo! jangan lupa like, comment and share yaaa!
6 Maret 2020