
Semuanya tampak kabur..
Aku merasa agak pusing dan aku merasakan vertigo, apakah ada gempa?
Emm.. ada sebuah suara, suara yang aku kenal..
"K.."
"Kaka.. un.."
"Kakak! Bangun!" suara yang samar itu tiba-tiba terdengar jelas.
Itu adalah suara Julie.
Fred mulai sadar dan bangun dari tidur nyenyaknya.
"Juli? Ada apa?" Tanya Fred agak linglung.
"Ini sudah siang, aku terlambat. Cepat antar aku."
Melihat ke arah jam dinding
6.45
"Ha?! Sudah siang, aku harus bergegas!"
Fred segera menyingkap selimut dan berlari menuju kamar mandi.
Namun, ketika sampai di depan pintu..
~Tunggu.. ini tidak benar. Aku hampir lupa! bukankah aku sedang bersembunyi dari seseorang?
Yap, benar, aku sedang kejar-kejaran dengan seseorang yang tampak seperti prajurit dengan armor besi lengkap.
Lalu, mengapa aku disini?
Apa yang terjadi sebenarnya?
Sebaiknya aku kembali ke tempat tidur du-
"Kak, cepetan! Gak perlu mandi, *raup* aja!" Teriak Julie, terdengar dari luar rumah.
"Ah, iya, maaf maaf" hampir saja Fred teralihkan.
Sepeda motor butut di ruang tamu adalah kendaraan mereka.
Fred masih menggunakannya dan tidak pernah sedetik pun terlintas pemikiran untuk menjual kenang-kenangan terakhir ayahnya ini.
Meski penampilannya jelek, namun di dalamnya menyimpan ribuan kisah kasih bersama pahlawan kesayangannya.
"Kak, tumben banget kakak bangun kesiangan? Kakak enggak apa apa kan?" Tanya Julie, pelukannya semakin erat pada Fred.
"Kamu ini, kayak enggak kenal kakakmu sendiri, aku ini orang terkuat di dunia, penyakit mana yang berani nempel di tubuhku!" Jawab Fred dengan lelucon.
"Hahaha, kamu konyol kak. Kalau kakak enggak apa-apa aku bahagia, kak" semakin lama, pelukan sang adik makin erat.
Fred merasa sedikit tidak enak dengan hal ini, semenjak insiden penusukan itu, entah apa karena adiknya memang memendam rasa, atau entah karena dia sekadar merasa bersalah, Julie berubah seperti saat ini.
Dia mencintai kakaknya, cinta yang berlebihan.
"Ehh, Jul, ini.. ini nggak bener jul, kita kan-" Fred merasa terbebani dengan kejadian ini.
"Emangnya kenapa kak? Ini kan demi keselamatan. Lagipula aku sebenarnya sudah tau kalau kita tidak lahir dari rahim yang sama." Julie sedikit menuangkan emosi dalam kalimatnya.
"Eh? Sudah berapa lama kamu tau?" Mendengar ucapan Julie, Fred sedikit terkejut.
"Sejak.. insiden itu.. waktu kakak dirawat di RS, ibu meluapkan kekhawatirannya padaku dan menyalahkanku atas insiden itu, dan saat itu juga ibu menceritakan semuanya.. Jadi aku hanya anak buangan ya kak?" Matanya mulai berkaca-kaca, rasa sedih bercampur kecewa, terlebih sudah lama ia memendam rasa ini.
"Julie.. aku tau kamu akan sedih jika mendengar itu, itu sebabnya aku masih mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya. Tapi.. nasi sudah menjadi bubur, karena kamu sudah tau, sebenarnya aku lega. Tapi kamu salah dalam satu hal, kamu bukanlah anak buangan, kamu adalah saudara manusia terkuat, jadi kamu pastilah manusia terkuat nomor 2 di dunia. Jangan menjelekkan dirimu sendiri. Kamu harus kuat! Kakak akan selalu mensupportmu, tenang saja." Fred menanggapinya dengan sedikit lelucon.
"Hah... kakak ini, konyol" meski agak kaget atas jawaban konyol kakaknya itu, tetap saja, hati Julie sedikit lega medengarnya.
Bahkan ia mulai tersenyum kembali, menerangi kecantikannya yang sudah menawan menjadi lebih dan lebih rupawan.
Sayangnya masih ada satu hal yang mengganjal di hati Julie..
'Coba saja kalau kakak melihatku lebih dari sekadar seorang adik.....'
Perjalan mereka berdua, menunggangi motor tua bak cerita romantis yang terkenal.
***
Setelah mengantar Julie, Fred bergegas kembali ke rumah.
Motor tua bukan alasan baginya untuk melambat.
Beberapa kendaraan yang tampak keren dan gagah di jalan, kalah cepat dengan motor butut milik Fred.
Ia sangat penasaran dengan kejadian semalam, terlalu banyak kejanggalan.
Serta.., apakah bisa aku berbicara dengan 'System' di dunia nyata sekarang?
[Bisa dong!]
"Hei, akhirnya kamu datang juga! Jelaskan semuanya secara detil! Dasar system tidak berguna!" Teriak Fred.
[Iya iya, kamu ini tidak sabaran ternyata.]
[Tapi sebelum itu, naikkan kecepatanmu jadi lebih dari 80km/jam sekarang juga! Ada pengganggu di depan]
"Hah" Fred sungguh terkejut, apa ada sesuatu di depan?
Ternyata, ada seorang pria berseragam rapi, dengan beberapa tulisan "POLICE" di beberapa bagian pakaiannya.
"Sial, dewi kesialan mengutukku lagi, aku akan tambah kecepatan hingga seratus" Fred mulai mempercepat kendaraan tua ini.
"Woii berhenti!" Teriak pria berseragam yang sepertinya hendak menghentikan Fred.
"Minggir kau polisi korup!" Jawab Fred ketika kendaraannya berpacu semakin cepat.
Melihat kekeraskepalaan Fred, pria yang awalnya hendak menghadang Fred segera menghindar.
"Hahh.. ilang lagi dah duit"
***
Tidak lama kemudian, Fred sampai di rumah.
Dia bergegas ke lantai 2, menuju kamarnya.
Mengunci pintu, menutup jendela dan gorden.
"Sekarang beritahu aku detailnya System!"
[Ya ya, terserahmu]
[Baiklah.. perkenankan diriku memperkenalkan diri kembali, aku adalah "System" jadi apa yang ingin kamu tahu?]
"Jadi, apa sebenarnya SLUMBERLAND itu?"
[Ha ha ha! Bukankah kamu pernah menyimpulkan itu sendiri? Jadi kamu benar-benar tidak memiliki kepercayaan diri?]
"Jadi itu benar? Dunia mimpi, lalu kamu apa? Mengapa kamu muncul di kenyataan?"
[Aku adalah sang pemandu, tugasku tentu saja untuk menjawab pertanyaanmu, tapi bukan itu saja, aku juga menjadi tas antar dimensi yang bisa membawa barang-barang dari dunia lain ke dunia ini, namun tidak sebaliknya. Bukan karena aku tidak bisa, namun belum saatnya]
"Jadi begitu, kamu bisa membawa barang-barang dari dunia lain? Hahaha! Kalau begitu aku akan kaya!"
[Silahkan saja kumpulkan uang sebanyak-banyaknya, hehe, dan bila kau meminta saranku, cara tercepat menjadi kaya adalah menjadi yang terkuat di dunia itu. Baiklah, sesi tanya jawab sudah berakhir. Kamu hanya bisa memanggilku 4 jam sehari, tapi untuk tas antar dimensi bisa digunakan 24 jam penuh. Jadi selamat tinggal!]
"Haah... jadi semuanya seperti itu, meski aku tidak bertanya pada system tentang bagaimana cara kembali ke dunia ku dan menuju dunia lain, aku yakin dari percakapan tadi bahwa cara masuk dan keluar dari SLUMBERLAND adalah cara ke-3 dari kesimpulanku malam itu, yaitu aku perlu kehilangan kesadaran untuk memasukinya seperti tidur dan... pingsan" begitulah kesimpulan Fred.
Semua ini begitu rumit dan masih saja ada banyak tanda tanya besar yang belum terjawab.
Seperti dari mana ini semua berasal? Siapa yang membuatnya?
Dan mungkin banyak lagi..
Tapi satu hal yang pasti, dunia ini adalah harta karun.
"Aku harus menyusun rencanaku untuk memanfaatkan dunia ini sebaik-baiknya, dan untuk dia yang menyerangku secara diam-diam, aku akan membalasmu!"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terima kasih sudah membaca! Maaf kalau di bab ini kalian susah memahaminya, tapi inilah keseruan 'mistery'..
6 Maret 2020