Empire

Empire
Semangat Hidup



“Hahaha! Fred! Sekarang aku semakin yakin bahwa ini memang akhir dunia! Pertama kemunculan Undead Queen! Lalu seorang rakyat jelata berani meninju seorang pangeran hingga mukanya bonyok!? Aku yakin ini memang kiamat! Dunia sudah gila, hahahah” Evelyn semakin menggila.


“Evelyn, sadarlah! Apa aku perlu menyentil dahimu lagi? Kita belum berakhir, kita akan berkumpul lagi dengan yang lainnya kemudian merencanakan penyerangan. Semua pasti ada jalan keluarnya!” Fred berusaha percaya diri.


Kemudian, gerbang utara yang sebelumnya ramai mulai terlihat.


Beberapa mayat tergeletak disana dan sesuai perkiraan Fred, bentrokan dimenangkan oleh para penduduk.


Tentu saja para penjaga memang memiliki perlengkapan bagus dan beberapa teknik pertarungan.


Namun di depan kekuatan jumlah yang mencakup seluruh kekuatan kota, para tentara sombong tidak bisa berkutik.


“Hei sobat! Apakah itu adikmu? Jadi kamu juga berhasil disana?” Pria berotot yang masih belum diketahui namanya dari dulu menyapa Fred.


“Iya, aku berhasil, dan bagaimana dengan situasi kalian disini?” Fred bertanya.


“Seperti yang kamu lihat, kita menang disini, namun tentu saja korban di pihak kita juga terlampau besar. Dan, aku merasa bahwa sesuatu yang buruk sudah menanti kita lagi, apakah aku benar?” Tanya pria berotot itu khawatir.


“Hah.. kematian mereka tidak akan sia-sia, aku yakin kelak dari titik ini, anak dan cucu, bahkan cicit mereka akan hidup lebih baik. Dan tentang firasatmu itu, mungkin kamu benar, wanita ini lebih tahu daripada aku” Fred menunjuk pada Evelyn.


“Semuanya dengarkan!” Evelyn berteriak mengumpulkan perhatian.


Segera seluruh penduduk dan petualang menoleh padanya.


“Aku punya sesuatu untuk dikatakan kepada kalian... Undead Queen, telah mencul!”


Segera semua orang berubah ekspresi.


Beberapa bahkan kehilangan kemampuan berdiri dan berlutut di tanah.


Beberapa kehilangan pemikiran, dan kebanyakan dari mereka menatap kosong ke arah sosok hitam lekat di kejauhan.


’Ada apa dengan semua orang disini? Apakah yang disebut ‘Undead Queen’ ini begitu mengerikan? Dan juga.. undead? Berarti bisa aku pastikan bahwa aku memang benar-benar berada di cerita dalam buku itu. Lalu bagaimana mengatasi ‘Undead Queen’ ini? Aku tidak bisa meninggalkan semuanya seperti ini, bagaimanapun aku merasa bahwa semua kejadian yang baru-baru ini terjadi tidak lain disebabkan oleh kedatanganku dan Julie ke dunia ini. Aku harus mengakhirinya disini dan selamanya!" Fred bertekad.


‘System bangunlah! Kita harus menyingkirkan Undead Queen ini! Bantu aku!’ Sekali lagi, Fred percaya bahwa system bisa melakukan segalanya.


[Benar, ini adalah sesuatu yang penting, jadi aku akan serius! Jadi dengarkan aku dan lakukanlah dengan baik.


Perintahku cukup simpel, pertama dengarkanlah bagaimana perjalanan adikmu selama ini. Kemudian simpulkanlah.


Dan terakhir, aku akan memberi sesuatu yang bisa menjadi kunci penyelesaian dari semua ini.]


[Selamat Novice! Kamu mendapatkan sebotol Essence of Purity (Esensi Kemurnian) x1]


[Sekarang semuanya terserahmu!]


‘H-hei, sial! Bahkan disaat darurat ia masih saja bercanda?! Hanya sebotol air mineral memang bisa berbuat apa?! Kau tahu kan bahwa mahluk itu bahkan lebih tinggi daripada rata-rata gedung perusahaan besar. Meski manjur pun, lalu apa? Air sesedikit ini bahkan tak akan membuatnya gatal! Ah, sudahlah, mari dengarkan Julie dulu’ Fred kesal.


“Kak, apa itu? Air mineral? Kebetulan aku memang agak haus” Julie hendak mengambil botol di tangan Fred.


“Eits, ini adalah kunci kemenangan kita, namun kunci lainnya ada di dalam dirimu, apakah kamu bisa menceritakan apa saja yang kamu lakukan sebelum bertemu denganku?” Tanya Fred, kemudian mengamankan botol itu di dalam jubahnya yang sebenarnya ia kirim ke dalam ‘penyimpanan spasial’.


“E-eh? Tidak banyak, aku menyamar jadi pelayan, kemudian bertemu pangeran itu, kemudian bertemu orang aneh yang menjadi penggemar b4b1 Poque, dan kami menelusuri sebuah labirin, dan ada genangan darah yang menjijikan di dalamnya, namun aku masih berhasil keluar, sedangkan orang aneh itu, Kelvin, aku tidak yakin apakah dia selamat, meski aku berharap dia setidaknya hidup..” Julie agak khawatir.


“Sebentar.. labirin? Orang aneh? Ceritakan aku tentang itu lebih banyak!” Fred memegang kedua pundak Julie sambil agak mengguncangnya.


‘E-eh? Sejak kapan kakak begitu berani? A-aku belum siap kak!’ Julie berimajinasi.


“Julie?” Fred bingung.


“E-eh.. yaa.. kami melewati labirin itu, namun di akhir jalan, kita berpisah. Dia memutuskan untuk menghentikan sihir terlarang milik Poque karena baginya itu sangat berbahaya” jelas Julie singkat.


“Em? Itu sepertinya akan susah, sebab mahluk sebelumnya menghalangi jalan kita, mungkin akan berbahaya juga” Julie khawatir.


“Baiklah.. kalau begitu aku punya rencana, Evelyn bisakah kamu membantuku? Percayalah padaku, aku akan menghabisi Queen apalah itu. Percayalah!” Fred berusaha tampak meyakinkan.


“Hah? Bahkan belum pernah ada kisah pahlawan mengalahkan invasi Undead Queen. Jika bukan karena segel 12 orang suci, mungkin kita tidak akan hidup. Dan.. kamu sendirian ingin menghentikannya? Kamu terlalu berlebihan tentang kekuatanmu sendiri, Fred. Padahal aku mengiramu sebagai orang yang logis.” Kata Evelyn, ia tampak suram.


“Evelyn, kalau begitu aku ganti pertanyaanku, sekarang jawablah! Kamu ingin mati tanpa perjuangan atau mati karena mati-matian berjuang untuk hidup?! Pilihlah!” Fred meneriaki Evelyn.


“Kakak.. seharusnya kamu tidak meneriakinya..” meski agak tidak suka dengan Evelyn, sejenak Julie tampak kasihan melihatnya diteriaki Fred.


“Biarlah Julie, kita harus membuka pikiran sempitnya itu! Sudah baik aku hanya meneriakinya!” Jawab Fred.


“Sekarang jawablah Evelyn!” Fred memaksa.


“A-akuu… aku ingin… aku ingin berjuang mati-matian untuk hidupku! Aku tidak ingin merelakkan hidupku direngut orang lain! Aku akan berjuang!” Evelyn kembali bersemangat.


“Bagus! Sekarang bantu aku mengumpulkan perhatian orang-orang!” Fred masih tetap tenang di situasi yang kata orang-orang di kota ini sebagai peristiwa hidup dan mati.


“Baiklah Fred, terima kasih sudah menyadarkanku. Semuanya! Hei sialan! Dengarkan akuu! Temanku akan berbicara! Dia punya solusi, jangan putus asa!” Evelyn segera meneriaki kerumunan yang dipenuhi rasa putus asa itu.


“Baiklah terima kasih Evelyn..” ucap Fred.


Dan pidato Fred pun dimulai


“Semuanya, hanya karena satu nama, Undead Queen, kita tahu sudah tidak ada harapan lagi untuk hidup!”


Semuanya semakin murung mendengar ucapan Fred yang satu ini.


“Namun! Kapan pun kita mati, baik besok, hari ini, atau kemarin itu tidak adak bedanya!”


Semuanya semakin penasaran tentang maksud Fred.


“Satu-satunya perbedaan, diantara kematian yang satu dengan lainnya adalah penyesalan yang mereka bawa!”


Fred berusaha sebijaksana mungkin.


“Oleh karena itu! Jika kalian akan mati disini, hari ini! Maka berjuanglah mati-matian sebelum kalian mati! Berjuanglah seperti tidak ada lagi hari esok! Keluarkan semuanya yang tersisa, aku yakin kita pasti bisa!”


Semuanya sedikit memiliki harapan.


Kemudian..


“Yakinlah kita semua bisa melawan mahluk sesat itu! Karena aku punya sesuatu yang bisa menandinginya! ESSENCE OF PURITY!”


‘Apakah mereka mengerti tentang barang ini? Aku mohon! Semoga mereka mengertii’ Fred sebenarnya agak kahwatir di dalam hati.


Dan ternyata, wajah putus asa setiap orang berubah cerah kemudian.


“A-apa? Kamu benar-benar memilikinya, kan?” Evelyn tak percaya.


“Iya, aku memilikinya! Oleh karena itu, demi hidup kita semua, ayo kita lawan para Undead buatan itu sementara aku mengalahkan Undead Queen! Semuanya, ayo berjuang hingga mati!”


Uwwwaaaaa! Oryaaaaa! (Sfx: teriakan bersemangat)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ditunggu yaa kejutannya! Semoga kalian suka!


13 Maret 2020