
Teman, pernahkah kalian bermimpi atau bahkan sekedar terketuk oleh pemikiran untuk pergi ke dunia yang berbeda?
Atau mungkin pernahkah kita terkadang berharap tidak hidup di dunia ini?
Bukan karena ingin mati atau tidak ingin hidup lagi, hanya saja dunia ini terasa terlalu berat untuk dijalani, atau mungkin terasa kotor, penuh tipu daya dan keburukan.
Jika pemikiran ini pernah terlintas di benak kalian..
.. sudah pasti kalian hanya terlalu stress, kalian kurang gizi, atau mungkin nutrisi pada makanan kalian tidak lebih hanya sekadar zat yang melewati pencernaan kalian lalu menjadi feses..
Bukan lagi menjadi 'nutrisi' yang sesungguhnya, yang membuat otak kalian menjadi cerdas...
Ketahuilah bahwa hidup di dunia baru bukan berarti selalu hal yang lebih baik.
Tapi jangan salah.. hidup di dunia yang baru juga tidak selalu hal buruk.
Pada akhirnya, bagaimana cara kita menyikapi dan bagaimana cara kita bersikap, bisa merubah detail-detail kecil di kehidupan kita, baik di dunia yang baru atau dunia yang ada saat ini
...
Fredi masih duduk dan termenung ditemani derasnya suara air mancur yang tak henti-hentinya mengalir.
Dia mencoba memilah, memproses, semua ini dari awal hingga saat ini.
Untungnya dia tidak sebodoh para "Pencari Dunia Baru" untuk memahami situasi dan tenang.
Fred adalah pekerja keras dalam mengejar mimpi, dia tentu tidak buruk untuk memeroses situasi, terlebih setelah insiden di kampus itu..
"Baiklah, setelah banyak pemikiran, aku sampai pada beberapa kesimpulan.." masa lalu membuat Fred memiliki sikap tenang.
Dia tidak ingin bergerak tidak terarah dan berjalan kesana sini.
"Pertama, kondisi dunia ini belum tentu sama halnya dengan yang ada di dalam buku itu, kecuali aku menemukan mahluk yang disebut undead itu, teka-teki ini bisa terjawab.
Kedua, setelah aku mencubit tubuhku aku merasakan sakit, namun tidak sesakit seperti di dunia nyata, seakan akan seperti perasaan menyentuh menggunakan bagian kulit yang 'kapalan', jadi belum pasti juga ini adalah dunia mimpi.
Dan ketiga.. tanpa disadari, beberapa hal di dunia SLUMBERLAND ini kurang lebih memiliki kesamaan dengan dunia abad pertengah eropa dimana budayaannya adalah gaya kerajaan, terlebih aku merasa akrab dengan bahasa disini meskipun ini tampak seperti dunia lain.
Jadi, hal pertama yang perlu aku lakukan saat ini tentu mencari jalan kembali ke dunia nyata" pikir Fred.
Apakah aku harus mengucapkan "Logout!" Seperti di beberapa cerita fantasi klasik itu?
Ataukah ada beberapa aksi manual seperti menekan icon pintu keluar untuk kembali ke dunia nyata?
Atau, lebih ekstrem lagi... apakah aku harus mati terlebih dahulu untuk keluar dari sini?
Meskipun hal terakhir adalah hipotesis yg cukup masuk akal jika dibanding beberapa yg lain, tetap saja... mati itu... aku belum ingin mati, dan membayangkan perasaan sakit mati saja rasanya agak mengerikan.
Haahh.. tiba-tiba perutku terasa agak ngilu, dan aku teringat lagi insiden penusukan di tahun kedua sehabis kelulusanku.
Yahh, bukan cerita yang terlalu dramatis sebenarnya...
Aku hanya tidak suka salah satu pria yang pernah terlihat membuntuti adik perempuanku.
Perlu kalian ketahui saja, perilaku pria yang membuntuti adiku kala itu sangat mencurigakan dan menyeramkan di mataku.
Aku tidak ingin adik lucuku itu tertarik dalam buaian iblis.. jangan sampai!
Jadi waktu itu aku pun mencoba memperingatkannya untuk tidak membuntuti adikku lagi.
Ehhh.. entah mengapa dia malah terkekut dan sontak menusukku dengan sebuah silet.
Aku memang refleks menghindar, namun tetap saja, tubuh yang kurang berolah raga saat itu, tidak sama dengan fisiku yang sedikit mendingan sekarang ini.
Untungnya adikku tidak di apa-apakan, dan aku segera ditolong oleh orang sekitar, dan nampaknya pria kala itu sudah masuk ke sel penjara anak-anak.
Hmm.. sudahlah.. tidak perlu mengingat masa lalu terlalu detail, kalian akan merugi.
Aku harus segera mencari cara untuk kembali, mari mulai dari satu hal kesukaanku...
Yap, membaca buku.
Tapi aku tidak tahu dimana aku bisa mencari refrensi, apakah ada perpustakaan di dunia ini? Belum tentu juga kan meski tampilannya gaya pertengahan eropa kebudayaannya maju.
Bisa saja beberapa orang masih buta huruf dan mengerikannya lagi belum ada kebudayaan menulis, meski agak mustahil sihh...
Baiklah, apakah aku harus bertanya pada orang-orang di sekitar?
Oke mari kita mulai dari pria yang tampak bijaksana di seberangku.
"Permisi pak," sambil berucap sopan, aku tidak lupa menawarkan salam padanya.
Awalnya dia tersenyum saat aku berucap sopan, tapi ketika aku menyodorkan tangan-
"Tidak, tidak, jangan serang aku, aku akan beri uang, i, ini, ambil, jangan serang aku..!" Pria itu tiba-tiba menjadi ketakutan ketika melihat sodoran tangan Fred.
"Maaf pak, bukan itu maksud-" Fred hendak meminta maaf, tapi dihentikan oleh sebuah teriakan.
"Hei! Kamu, berhenti! Jangan membuat onar!" Pria yang berteriak itu tampak seperti prajurit kerajaan dari armor dan pedang yang disarungkannya itu."
Ada apa lagi ini? Apakah dewi kesialan mengilhamiku lagi?
****, kenapa harus sekarang? Haruskah aku lari atau memberi penjelasan?
Baik mari beri penjelasan dulu.
"Pak prajurit, saya hanya ingin bertanya sesuatu padanya, saya tidak berniat me-" belum selesai Fred berbicara, prajurit beramor itu menghunuskan pedang padanya.
"Aku melihat kejadiannya, kau akan menggunakan mantra untuk menyerangnya kan? Aku melihatmu menyodorkan tangan. Sebaiknya kamu tetap diam sementara aku meringkusmu." Jelas prajurit beramor.
Penjelasan prajurit beramor itu semakin memojokan Fred yang sebenarnya tidak bersalah.
Ha? Sihir? Ada sihir di dunia ini?!
Tidak, tidak, bukan itu masalahnya.
Tuduhan mereka terlalu spekulatif, sia**n, inilah berbahayanya budaya di suatu tempat baru bila kita tidak bisa menyesuaikan diri.
Lalu.. apakah sekarang saatnya kabur?
Tapi bukankah aku akan menjadi seorang buronan bila begini?
Maka gagasanku untuk kembali ke dunia nyata akan terlalu susah untuk diraih.
Sialan, akankah hukuman yang mereka berikan sakit?
Memikirnya saja sudah membuat perutku ngilu lagi, aku sudah cukup dengan rasa sakit, aku akan lari saja!
"Perse**n" Fred pun lari secepat badak.
Dia mendorong orang-orang di sekelilingnya, dan di tengah kejar-kejaran ini suara yang tidak diharapkannya berseru.
[Novice, Anda memasuki kondisi bermusuhan dengan Rod, Prajurit Kerajaan Opal. Diperbolehkan membela diri]
[Fungsi combat terbuka]
[Mendapatkan hadiah random dari fungsi combat yang baru dibuka]
[Selamat! Anda mendapatkan senjata "Villain Dagger"]
"****, apakah ini lelucon! Sekarang aku tampak seperti penjahat sungguhan! Bukankah di gaya zaman ini hukumanku sudah pasti hukuman mati! Dasar kamu suara sialan!" Geram Fred.
[Novice, silahkan panggil saya "System", selera nama Anda terlalu buruk!]
"Berhenti bicara dan tolong berikan sesuatu yang berguna, bukankah system seharusnya memberi kemudahan!"
[Dasar Novice banyak mau, untuk kesempatan ini saja aku akan membantumu]
[Setelah 26 langkah berbeloklah ke kiri, lalu masuklah ke sebuah pintu, itu adalah tempat tersembunyi dari-]
"Bagus! Seperti itulah harusnya system! Sekarang diamlah dan jangan bersuara di otakku! Kamu berisik, aku tidak bisa berpikir jernih!"
Sesuai dengan perintah "system" itu, dia pun berbelok ke kiri dan kemudian memasuki sebuah pintu kayu.
Setelah itu, dia pun semakin yakin bahwa ini memang tempat bersembunyi yang bagus jika mendegar kata-kata Prajurit Rod yang kebingungan dibalik pintu.
"Hah! Dia menggunakan mantra teleportasi? dia ternyata cukup mahir. Aku harus melaporkan ini untuk segera menyisir wilayah disekitar. Penyihir buronan 'White Mustache' ini selalu kabur dengan berhasil di saat-saat terakhir. Awas saja kalau dia aku tangkap, aku akan mengarak mayatnya di seluruh kerajaan!"
Kata-kata prajurit Rod ini cukup menenangkannya awalnya, namun kata kata terakhir itu menyesakkan tenggorokan Fred.
Tapi...
'Yang benar saja! Dia mengiraku sebagai buronan yang disebut White Mustache itu !? Hei, yang benar saja, bahkan aku tidak memiliki kumis, apalagi kumis putih?! Aku tidak setua itu! Apakah matanya sudah rabun? Tapi untunglah, pilahanku untuk kabur cukup tepat. Kalau aku tidak kabur... hiihh, merinding aku memikirkannya.'
Di saat ia bergumam sendiri, sebuah kilatan mata bergerak mendekati Fred dari belakang..
Dan tiba-tiba-
Buk! Suara benda tumpul menabrak tubuh Fred.
Fred pun linglung tak sadarkan diri...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Halo!! Terima kasih comment dan like nya.
Apresiasi kalian adalah bayaran yang tidak ternilai, terima kasih.
4 Maret 2020