
***
Ruang peristirahatan Istana Kota Jordan.
“Nona, silahkan beristirahat di ruang ini” kata pelayan yang mengantar Julie.
“Terima kasih.. emm.. bibi, bolehkah aku tahu apa yang sebenarnya terjadi? Aku tahu kalau B4b1 busuk itu memang cabul, tapi mengapa seorang pangeran sampai turun tangan?” Tanya Julie sopan.
“Maaf nona, pengetahuan saya tidak sejauh itu, tapi yang saya tahu.. B4b1— maksud saya Tuan Poque memang tidak disukai oleh kebanyakan penduduk. Dan.. saya pun begitu” jawab pelayan itu.
“Bagaimana bisa?” Julie bertanya lagi.
“Sebenarnya, di kota ini ada kebijakan yang mengharuskan wanita yang akan menikah berc1nt4 dengannya sebelum menikah. Dan bagi rakyat yang melawan akan disiksa dan dicap sebagai pengkhianat” pelayan itu tampak sedih ketika menceritakannya.
“Apa?! Dia memang b4j1ng4an sesat! Dia seharusnya tidak pantas hidup!” Ucap Julie marah.
“Baiklah, kamu boleh melanjutkan pekerjaanmu, terima kasih sudah mengantarku bibi,” tambah Julie.
Pelayan tadi pun meninggalkan Julie sendirian di ruang peristirahatan.
‘Oke, sekarang aku harus mencari cara untuk keluar dari sini..’ pikir Julie.
Julie menyusuri seluruh ruang peristirahatan dan menemukan sebuah tangga yang menuju lantai 2.
Tangga itu lebar melingkar dengan banyak anak tangga.
Bahkan belum sampai, kaki Julie terasa berat dan nyeri.
“Ha.. huff.. ha.. huff, capek sekali..” Julie tertatih-tatif menaikinya.
Kurang beberapa anak tangga lagi Julie sampai di lantai 2.
5 anak tangga lagi..
4 lagi..
3 …
Dan akhirnya sampai.
Namun, sekilas ia tahu bahwa tidak ada jalan keluar juga disini.
“Hah.. haruskah aku turun dan mencoba kabur melalui lorong? Tapi penjagaan saat ini terlalu ketat” nafasnya berat ketika berucap.
Di tengah keputusasaanya.. Julie mendengar sebuah langkah kaki di sana.
Suaranya berasal dari balik rak buku yang menjulang tinggi.
Kemudian sesosok pria tampan dengan kacamata dan rambut diikatnya muncul dari balik rak buku itu.
‘Untunglah bukan hantu.. huff..’ Julie lega.
“Em? Nona, apakah Anda tersesat?” Tanya sosok pria berkacamata itu.
Pakainnya hitam layaknya bangsawan, dengan celana putih dan sepatu boot yang cukup tinggi, ia sangat modis.
Kacamata yang ia pakai membuat pupil birunya semakin jelas.
Rambutnya yang di ikat tampak alami dengan gaya pakaiannya.
‘Hah.. ada cogan lainnya.. tapi kakak masih yang terbaik!’ Puji Julie dalam hati.
“Nona, apakah kamu baik-baik saja?” Pria itu bertanya lagi.
“E, eh? Aku baik baik saja!” Julie terbangun dari lamunannya.
Julie segera berdiri dan merapikan pakaiannya.
“Maaf sebelumnya, apakah Anda pelayan baru disini? Wajah Anda kurang familiar bagiku.” Tambah si kacamata.
“Oh maaf, aku bukan pelayan disini, kebetulan aku.. (‘bisa bahaya kalau aku bilang sedang kabur’) .. suka berpakaian seperti pelayan, hehe” Julie beralasan.
“Oh, baiklah, lalu apa yang kamu lakukan disini?” Pria kacamata itu terus-terusan bertanya.
“Emm.. Prince Fernando menyuruhku beriatirahat disini. Jadi..” Julie bingung mau berkata apa.
Di depan pria cool ini, Julie ngeblank.
“Oh, begitu, lalu perkenalkan, namaku Kelvin, aku berasal dari keluarga Redmoon Knight, jadi nama lengkapku Kelvin kiht Redmoon. Siapa nama Anda, Nona?” Jelas Kelvin si kacamata.
“Aku Julie, ngomong-ngomong apa yang kamu lakukan disini?” Tanya Julie penasaran.
“Aku tinggal di lantai 2 yang tertinggal ini.. meski sebenarnya ini bagian dari ruang peristirahatan, Tuan Poque memiliki banyak musuh, jadi ruang peristirahatan sering digunakan untuk merencanakan niat buruk mereka” jawab Kelvin sembari membenarkan kacamatanya.
“Eh? Jadi kamu pelindung Po-Tuan Poque? Maaf sebelumnya, tapi tahukah kamu dia memiliki sifat tercela?” Julie terkejut mengetahui identitas Kelvin yang sebenarnya.
"Yah.. aku tahu sifatnya memang sangat tercela, aku bahkan dipandang sebelah mata olehnya hingga ditinggalkan di ruang seperti ini, namun aku berutang budi padanya…
…dahulu kala, jauh di barat kerajaan ini ada suatu wilayah yang dikenal dengan nama ‘Lembah Hydra’.
Sesuai namanya, itu adalah rumah bagi para hydra, namun bukan sembarang hydra.
Hydra disana telah bermutasi akibat kekuatan ‘Undead’ sehingga tanpa air dan makanan mereka tumbuh subur di sepanjang lembah tersebut.
Kebetulan sekali, aku adalah salah satu pengungsi dari sebuah kerajaan yang kalah perang.
Aku dan segerombolan pengungsi lainnya harus melewati lembah Hydra yang mengerikan itu.
Mulanya kami aman sepanjang jalan, namun ketika jalan sudah di pelupuk mata, sebuah Hydra raksasa yang diyakini sebagai Ratu Hydra menyerang segerombolan pengungsi.
Aku mengira aku pasti akan mati ketika melihat semua mayat terbujur kaku di hadapan mataku.
Namun ada sebuah keajaiban.
Tuan Poque dan gerombolannya datang menyerbu Ratu Hydra.
Serangan mereka dibuka oleh sihir pamungkas milik Tuan Poque.
INFERNO RAINFALL (HUJAN API NERAKA)
semuanya mendadak berwarna merah cerah.
Langit tak lagi gelap dan biru, namun merah kekuningan.
Hujan tak lagi jatuh bergantian, mereka jatuh bersamaan.
Memang Ratu Hydra itu tak langsung mati, namun dengan kalahnya jumlah, serangan Tuan Poque menjadi momentum.
Entah kebetulan atau tidak, aku sangat menghormati Tuan Poque sebagai sosok penyelamat dan penyihir hebat.
Dan aku masih selalu berharap bahwa suatu hari ia bisa berubah…" Kelvin bercerita panjang lebar.
Julie merasakan ketulusan dalam emosi Kelvin, sosok B4B1 Poqur yang digambarkannya, memang tampak layaknya pahlawan di dalam cerita.
Namun jika membandingkan perilakunya dengan pencapaiannya, keduanya tidaklah kontras.
Di sisi lain Poque adalah pahlawan, namun di sisi lainnya ia juga Iblis Cabul.
Sungguh malang nasib Kelvin harus berutang budi pada orang seperti b4b1 itu..
“Lalu.. apakah kamu sudah tahu situasi baru-baru ini?” Tanya Julie ingin memastikan.
"Situasi baru-baru ini? Memangnya ada apa dengan ‘situasi baru-baru ini’? Kelvin penasaran dan bertanya balik.
“Hah, sungguh malang bahwa kamu tidak tahu. Baru saja seorang bangsawan, Prince Fernando, akan menangkap Poque, namun di tengah proses, Poque melarikan diri entah kemana.” Jawab Julie.
“Apa?! Aku harus mencari Tuan Poque!” Teriak Kelvin.
“Apakah kamu tuli, penangkapan ini diwakili oleh keluarga raja sendiri bukan? Kamu akan dieksekusi!” Jelas Julie sok tahu.
“Bukan itu masalahnya, Tuan Poque sudah menyiapkan rangkaian sihir terlarang bila situasi semacam ini terjadi, entah semengerikan apa tingkatan sihir semacam itu. Bahkan, mungkin bagi ‘sihir terlarang’ untuk menghancurkan sebuah kerajaan. Teori kemunculan Undead pun diyakini adalah dampak dari ‘sihir terlarang’” Kelvin berubah ekspresi dari yang sebelumnya tenang.
“Apa? Tapi tenang saja Tuan Kelvin, Prince Fernando sudah mengerahkan prajuritnya untuk menyusuri seluruh istana kota.” Kata Julie.
“Aku yakin itu tidak berguna! tempat persembunyiannya benar-benar rumit, aku rasa hanya aku dan Tuan Poque yang tahu.. aku tidak ingin beliau membuat dosa-dosa lainnya lagi, aku..”
‘..ingin, dia tetap menjadi pahlawanku.’
Kata-kata terakhir itu hanya terucap di benaknya Kelvin.
‘Hah.. kasihan sekali Kelvin, penyelamatnya bukan malaikat. Julie merasa iba melihat Kelvin.
“Kalau begitu, bolehkah aku ikut, aku ingin keluar dari istana ini, aku tidak betah dengan suasana gaya kerajaan ini” pinta Julie.
“Baiklah, aku tahu jalan keluar tersembunyi, jalan ini juga mengarah ke tempat persembunyian Tuan Poque” jawab Kelvin.
“Benarkah!? Baguss!” Julie senang.
Segera, mereka berdua menuruni 'tangga neraka'…
***
Drap! Drap! Drap! (sfx: banyak langkah kaki)
Suara langkah kaki kian terdengar semakin keras dari gerbang Istana Kota Jordan.
Salah satu prajurit kemudian melapor kepada salah seorang komandan yang menjaga istana kota.
“Kapten Ash! Prajurit penjaga utara melapor!” Kata salah seorang penjaga seraya menberi hormat kepada salah seorang komandan, Ash.
“Ada apa?” Jawab komandan berperawakan gagah itu.
“Ada sesuatu yang mencurigakan, segerombolan petualan bergerak bersama menuju istana kota.” Lapor prajurit penjaga utara.
Belum sempat Ash berpikir, ada prajurit yang datang lagi.
“Kapten, para petualang mengangkat senjata mereka kepada para penjaga!” Lapor prajurit yang baru datang.
“Apa?! Cepat laporkan kepada pusat komando, tingkatkan pertahanan ke menengah!” Teriak Ash pada prajurit penjaga utara.
“Siap kapten!” Jawabnya.
“Dan kamu, antar aku ke posisi!”
Tak lama, kedua orang sebelumnya sampai di dekat gerbang utara.
Terdengar seruan-seruan yang memicu semangat para petualang.
“Apakah kalian takut mati!” Teriak seorang pria yang mengenakan topeng macan.
“Apakah b4b1 Poque pantas menjadi pemimpin kita?!” Teriak si topeng macan lagi.
Pria yang memakai topeng ini tidak lain adalah Fred.
“Hari ini kita akan merebut milik kita, dan menegakkan keadilan kita! Semuanya, persiapkan senjata terbaik kalian!”
Di lain sisi, salah seorang penjaga yang berdiri di balik gerbang mencibir.
“Hahaha! Bodohnya mereka! Hanya dengan 60 pendekar dengan keterampilan kasar berani menyerang penjagaan istana kota?” Cibir salah seorang penjaga gerbang utara.
“Hahaha, iya, bodoh!” Prajurit lain ikut tertawa.
Namun…
Apa yang tak disangka sangka terjadi.
Segerombolan warga kota datang dari jalan barat kota.
“Hah? Mereka membawa petani sebagai bala bantuan? Meski mereka banyak, apa yang bisa diperbuat para petani itu? Menanam padi? Hahaha!” Cibiran para penjaga semakin menjadi-jadi.
Dan tak disangka lagi, segerombolan penduduk dengan berbagai senjata dan alat pertanian datang dari jalan timur.
Kemudian disusul oleh segerombolan penduduk lagi dari jalan utara yang tepat lurus dengan gerbang.
“E-eh? Mereka semakin banyak? Ini bahaya!” Prajurit yang sebelumnya berani, sekarang menciut melihat jumlah massa.
Fred melanjutkan pidatonya.
"Teman-teman dan saudara senasibku, yang kehilangan hak mereka, yang dibuat semena mena, yang hidup dengan sengsara, sekarang adalah saatnya kita mengubah kebusukan kota ini! Semuanya, serangg!"
Wwaaaaaa! Ooraaaa oraaaa!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terima kasih yang sudah support!
Jangan lupa like comment & share yaaa!
10 Maret 2020