
“Woaah! Naik ke Legendary? Selain itu Namanya lagi-lagi berubah saat berevolusi?” ucap Keita yang terkejut saat melihat Status Senjatanya tersebut. Hendak menutup Status Senjata miliknya, seseorang mengejutkannya dari belakang.
“Keita! Woaah… Senjata mu berevolusi lagi? Selain itu, Rank Legendary?” kejut Harris yang dilanjut dengan keterkejutan ketika melihat isi Hanphone milik Keita.
“Harris! Bisakah kau tidak mengejutkan ku! Selain itu suaramu sedikit besar, bagaimana jika ada yang mendengarnya?” bentak Keita, saat mendengar ucapan Harris.
“Ah, maafkan aku. Aku hanya sedikit terkejut, saat melihat Bloodra Magnum milikmu,” sahut Harris. “Tapi, aku tidak tahu kalau Evolution Item bisa berubah Rank-nya?” lanjutnya yang masih terkejut.
“Yah, begitulah. Aku sendiri juga terkejut mengetahuinya. Bicara tentang itu, apa kau bisa nanti?” tanya Keita menagih janji yang telah mereka buat kemarin.
“Oh, itu yah. Sepertinya aku tidak bisa melakukannya, orangtua ku pergi siang ini dan akan kembali saat malam tiba. Sekali lagi, maaf,” jawab Harris meminta maaf, karena dia tidak bisa menepati janjinya. “By the way, hari ini apa hadiah login hariannya?” lanjut Harris bertanya.
“Oh, begitu. Tidak apa-apa aku mengerti. Kalo untuk hadiah login…” jawab Keita yang langsung menghela nafas saat mengetahui hadiah apa yang akan didapatkan.
“Ada apa?” tanya Harris.
“Random Box. Sepertinya akan ada keluhan yang akan diberikan oleh seluruh player, karena akan mendapatkan Gacha yang ampas!” sahut Keita.
Yah, itu memang benar. Para player akan langsung mengucapkan keluhan mereka di Forum karena Gacha mereka yang ampas. Tidak, mungkin keluhan itu sudah ada di Forum. Sebagai seorang Player, mereka pasti akan mengeluh ketika mendapatkan Item yang tidak terlalu berguna. Sama seperti mereka, Keita juga akan kesal ketika mendapatkan Gacha yang ampas. Namun, dia tidak akan mngucapkannye di Forum. Karena menurutnya dia hanya kurang beruntung saja. Tanpa mereka sadari, mereka kini suda berada di depan sekolah. Keita mngambil sepeda miliknya, dan mendorongnya hingga ke depan gerbang sambil mengobrol dengan Harris.
“Oh, iya Keita. Bagaimana dengan siswi pindahan itu? Apa dia terlihat manis?” tanya Harris.
‘BUAGH!’ Tanpa sadar ada sebuah pukulan melayang ke perut Harris, pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah Catherine yang dari tadi sudah berada didepan gerbang.
“Cathy, untuk apa itu tadi!” tanya Harris pada Catherine yang tiba-tiba memukulnya.
“Hmph! Pikir saja sendiri!” sahutnya dengan memalingkan wajahnya yang cemberut. Sementara Keita, dia hanya terdiam melihat semua itu ‘Haha… haha… mereka mulai lagi’ pikirnya.
“Kalau begitu, aku pulang duluan yah, sampai jumpa besok!” pamit Keita dan segera mengayuh sepedanya. Tidak membutuhkan waktu lama, Keita sekarang sudah sampai didepan rumahnya.
“Aku pulang!!” ucap Keita membuka pintu rumah, dan membuka sepatu miliknya.
“Oh, Keita kau terakhir yah kali ini?” sahut Marry menghampiri Keita.
“Tunggu, terakhir? Maksudmu, Reina sudah pulang lebih dulu?” tanya Keita.
“Tuh, dia sedang tiduran diatas sofa. Reina satu jam lebih dulu sampainya dari mu!” jawab Marry yang kemudian disambut oleh Reina.
“Hahaha… Kak Kei, kali ini sepertinya kau yang kalah,” sahut Reina bangun dari posisi tidurnya.
“Cih! Lain kali aku yang akan menang!” balas Keita dengan rasa kesal.
Hal ini sudah biasa terjadi pada Keita dan Reina. Mereka telah berjanji satu sama lain, kalau mereka yang pulang terakhir akan memberikan sisa uang saku miliknya kepada Marry. Lalu karena Keita pulang terakhir, maka ia harus menyerahkan uang sakunya dan itulah yang membuatnya kesal.
“Kak Kei, tolong bawakan minum dong!” pinta Reina saat melihat Keita membuka kulkas, Keita pun dengan segera mengambil yang Reina minta dan pergi menuju kamarnya. Saat sudah berada dikamar, Keita langsung mengambil Ether Maxy miliknya dan segera mengenakannya dikepala.
“Ether Maxy, ON!”
[MEMULAI SYNCHRONIZATION…]
[SELURUH DATA DIKONFIRMASI HARAP TUNGGU…]
[SELAMAT DATANG, Tuan Keita Amano!]
“Hubungkan menuju Virtual World!”
[MEMULAI MENGHUBUNGKAN KE VIRTUAL WORLD…]
[PROSES SELESAI! SILAHKAN PEJAMKAN MATA!]
Keita dengan segera menutup matanya dan kesadarannya sedikit demi sedikit mulai menghilang. Setelah beberapa saat, Keita pun tiba di Virtual World dan mulai mengakses Website dari Forum Ethernity Company. Itu disebabkan Keita ingin memeriksa Forum untuk melihat hasil penjualan dari Halibard Wings dan Halibard Horn, yang telah dia pasang dengan harga 1450 Diamond untuk Halibard Wings dan 2500 Diamond untuk Halibard Horn. Keita sengaja memasang harga yang lebih mahal untuk Halibard Horn, karena ia tahu banyak para Striker, Soulmaster dan Monk yang memiliki Level diatas 100 sedang membutuhkan senjata dengan Level yang setara untuk mereka. Mereka tidak peduli apakah senjata itu mahal, apakah senjata itu memiliki Rank yang rendah, mereka tidak akan peduli. Walaupun Striker bisa menggunakan semua senjata berkat Passive milik mereka, tetapi tidak jarang mereka lebih memilih senjata dngan Type Gauntlet. Lalu saat Keita memeriksanya, benar saja kedua Item yang ia pasang telah laku. Keita pun segera melirik jumlah Bronze, Silver, Gold, dan Diamond miliknya.
Name: Blood Gun
Bronze: 500k
Silver: 124T 781B 920M 021K
Gold: 25B 125M
Diamond: 325K
Benar saja, Diamond miliknya telah bertambah dan itu membuatnya sangat senang. Keita dengan segera menutup Website tersebut dan melakukan Command Voice.
“Hubungkan ke Dragon Hunter’s Online!!”
[MEMULAI MENGHUBUNGKAN KE DRAGON HUNTER’S ONLINE, HARAP TUNGGU…]
[TELAH ADA AKUN DALAM GAME INI, INGIN MEMUATNYA?]
[MEMUAT AKUN?]
[YES/NO]
[YES]
Dengan segera dia menekan tombol ‘YES’ dengan cepat Keita telah berubah menjadi Blood Gun Character dalam game miliknya.
Name: Blood Gun
HP: 4928000/4928000
MP: 2080000/2080000
LV: 148 [489027/5000000000]
Class: Hunter
Specialize: Gunner
Tittle: Blood Dragon’s
Squad: -
Arena Rank: -
Global Rank: Global Arena Rank-, Global Squad Rank-, Global LV Rank 4
Magic Point: 0 (0)
Phy. Defense: 14900 (+9400)
Mag. Defense: 10720 (+5100)
Crit. Chance: 32% (+18%)
Attack Speed: 40% (+20%)
Movement Spd: 16660 (+10%)
Attribute Point : 0
STR: 2520 (+990)
VIT: 2080 (+1860)
AGI: 2640 (+1750)
DEX: 1360 (+700)
INT: 780 (+640)
[APA ANDA YAKIN?]
[YES/NO]
[YES]
Dengan cepat Keita menekan tombol ‘YES’ dan segera telah dikirm ke Raylight City. Kota terakhir yang ia datangi sebelum pergi ke Halibard Dungeon.
“Hmm… entah kenapa, aku ingin sekali mengunjungi kota awal Lostroom City. Sepertinya aka nada sesuatu yang menarik disana.” ucap Keita yang memikirkan apa yang harus ia lakukan selanjutnya, janji dengan Harris telah dibatalkan. Kemudian dia sudah memutuskan untuk pergi ke Lostroom City. Namun sebelum dia pergi ke Teleport Gate, Keita mengaktifkan Practice Mode.
[APA ANDA YAKIN INGIN MENGGUNAKAN PRACTICE MODE?]
[YES/NO]
[YES]
Keita pun menekan tombol ‘YES’ tersebut, lalu muncul opsi yang lain.
[Level dan Status akan diturunkan Sesuai Pilihan]
[2X] Ket: LV dan Status akan diturunkan 2x Lipat dari Total LV dan Status Saat ini.
[4X] Ket: LV dan Status akan diturunkan 4x Lipat dari Total LV dan Status Saat ini.
[LOCKED] Ket: Terbuka Saat Lv Mencapai 150
[LOCKED] Ket: Terbuka Saat LV Mencapai 200
Keita memilih ‘[4X]’ penurunan LV dan Status, dalam sekejap seluruh LV dan Statusnya turun 4X lipat dari LV dan Status miliknya saat ini.
Name : Blood Gun
HP : 1232000/1232000
MP : 520000/520000
LV: 37 [PRACTICE MODE]
Class: Hunter
Specialize: Gunner
Tittle: Blood Dragon’s
Squad : -
Arena Rank: -
Global Rank: Global Arena Rank-, Global Squad Rank-, Global LV Rank 4
DPS: 59200 (+50000)/Second
Magic Point: 0 (0)
Phy. Defense: 3725 (+9400)
Mag. Defense: 2680 (+3400)
Crit. Chance: 8% (+18%)
Attack Speed: 10% (+20%)
Movement Spd: 4165 (+10%)
Attribute Point s: 0
STR: 630 (+990)
VIT: 520 (+1860)
AGI: 660 (+1750)
DEX: 340 (+700)
INT: 195 (+640)
Ketika semua persiapan selesai, dia pun segera pergi menuju Teleport Gate. Dia pun membayar 100 Gold untuk melewati Teleport Gate tersebut. Saat keluar dari Teleport Gate, Keita diberikan pemandangan nostalgia. Setelah puas, dia pun segera menuju ke Lostroom Forest.