Dragon Hunter's Online

Dragon Hunter's Online
Game III: Putri Sapphire



Setelah selesai, mereka pun berjalan kembali menuju kelas sambil berbincang tentang hal-hal lainnya. Akhirnya, mereka sampai dikelas beberapa menit berjalan. Namun, ada yang membuat mereka terkejut saat sampai dikelas.


“Selamat pagi!” sapa Keita dan Catherine bersama-sama.


“Oh, selamat pagi!” sahut mereka yang ada dikelas, setelah membalas sapaan mereka pun langsung melanjutkan perbincangan tadi.


“Hei, apa itu benar? Kelas kita mendapatkan murid baru?”


“Yah, itu benar. Ku dengar murid pindahannya itu seorang perempuan lho!”


“Wah, aku tidak sabar untuk melihatnya!” Itulah yang Keita dengar saat ingin duduk ditempatnya. Sedangkan Catherine, dia sudah bergabung dengan murid perempuan lainnya.


“Baiklah, semuanya! Segera duduk ditempatnya masing-masing! Ada yang ingin bapak sampaikan pada kalian,” perintah seorang guru yang masuk kedalam kelas, dia adalah wali kelas Keita yang bernama Rudy Sofyan. Semua murid tadi pun segera pergi ketempat duduknya masing-masing.


“Pertama, tempat duduk akan ditukar setiap tiga bulan sekali! Itu adalah hasil keputusan rapat guru tempo hari yang lalu,” jelas Pak Rudy, para murid yang mendengarnya langsung menunjukkan ekspresi lesu. Namun tidak dengan Keita, dia sama sekali tidak terlalu memikirkan tempat duduknya.


“Kedua, tentang festival sekolah semester awal, festival itu akan diundur setelah ujian semester awal berakhir!” lanjutnya yang kemudian disambut dengan keluhan para siswa.


“Terakhir, kelas kita mendapatkan murid baru. Natasha! Silahkan masuk!” panggilnya yang disambut dengan langkah kaki seseorang dan kemudian masuk kedalam kelas tersebut. Terlihat siluet seorang gadis dengan tinggi sekitar 162 cm, dengan rambut berwarna biru seperti safir (Sapphire) dengan mata berwarna putih seperti salju.


“Perkenalkan dirimu!” perintah Pak Rudy kepada gadis yang baru saja masuk kedalam kelasnya.


“Baik, kalau begitu saya mulai. Perkenalkan, nama saya adalah Natasha Sylvia. Kalian bisa memanggil saya Natasha, dan untuk umur saya sendiri adalah enambelas tahun. Senang berkenalan dengan kalian semua!” ucap gadis tersebut memperkenalkan dirinya bernama Natasha. Setelah selesai memperkenalkan dirinya, seisi kelas pun ramai dengan teriakkan para siswa didalam kelas. Sampai pada akhirnya, salah satu dari mereka terkena lemparan spidol dari Pak Rudy yang membuat keadaan kelas kembali kondusif.


“Natasha ini memiliki darah campuran antara Inggris dengan Indonesia, dia dibesarkan di Indonesia itulah mengapa dia lumayan fasih dengan bahasa kita. Natasha, kau bisa duduk disebelah sana, disebelah tempat duduknya Keita,” perintah Pak Rudy sambil menunjuk ketempat duduk yang ada disebelah Keita. Keita yang sedang menatap langit dari jendela langsung menoleh, namun dia merasakan hawa pembunuh dari semua siswa dikelasnya. Keita pun hanya tertawa pelan melihatnya, tidak lama kemudian Keita mendapati seorang gadis sudah berdiri dihadapannya dan memperkenalkan dirinya.


“Nama kamu, Keita yah. Nama saya Natasha, mulai sekarang mohon kerjasamanya yah!” ucap Natasha pada Keita, Keita pun hanya mengangguk tanda mengerti. Natasha pun duduk ditempat yang kosong disebelah Keita.


Setelah beberapa waktu, jam makan siang pun tiba tanpa disadari seluruh murid kelas XI dan XII yang sedang asik bermain game pada Handphone mereka, membuka SosMed, mengobrol, bahkan ada yang melakukan Live didalam kelas. Sedangkan Keita, dia sejak tadi hanya melihat para murid ajaran baru yang saat ini sedang melakukan MOS dilapangan. Inilah yang membuat para murid kelas XI dan XII sangat senang dengan tahun ajaran baru, karena selama satu minggu penuh mereka tidak belajar. Walaupun begitu, mereka tetap akan menerima pengurangan nilai jika tidak masuk sekolah atau Absen tanpa keterangan.


Keita mengeluarkan kotak makanan yang telah disiapkan oleh Reina sebelumnya, Natasha yang sedari tadi hanya memainkan Hanphonenya mulai melakukan hal yang sama dan berdiri mendekati Keita.


“Apa saya bisa makan bersama kamu?” tanya Natasha meminta izin.


“Tentu, aku tidak keberatan.” jawab Keita. Setelah menjawabnya Natasha dengan segera menggabungkan meja miliknya dengan milik Keita, dan mulai mengeluarkan beberapa benda. Seperti botol minum, sendok, dan sebuah buku.


‘Orang ini niatnya mau makan atau apa?’ itulah yang terlintas dipikiran Keita, lalu lagi-lagi dia dikejutkan saat Natasha membuka kotak makannya. ‘Nasi semua!!’ Batinnya terkejut, Keita pun mulai memberanikan diri untuk bertanya. “Apakah kau hanya memakan nasi itu saja? Dimana lauk mu?” tanya Keita.


“Oh, tunggu sebentar,” sahut Natasha sambil mencari sesuatu ditasnya, namun dia tidak mendapatkannya. Hingga akhirnya dia mengingat sesuatu. “Ah, sepertinya saya meninggalkannya di rumah,” ucapnya dengan murung.


‘Yang benar saja!!’ Lagi-lagi batin Keita menjerit saat mendengar pernyataan dari Natasha. Keita yang melihatnya pun jadi tidak tega dan berniat memberi Natasha lauk yang dibuat oleh Reina pagi tadi. “Ambil lah, ini terlalu banyak untukku,” ucap Keita menunjukkan kotak makannya.


“Benarkah? Kamu tidak keberatan?” tanya Natasha memastikan, Keita pun hanya mengangguk pelan. Dengan segera Natasha pun mengambil setengah dari mie yang ada di kotak Keita, Keita tidak terlalu memikirkannya. Namun saat Keita ingin memakannya, Keita menaruh telur mata sapi dari kotak makannya ke kotak makan Natasha.


“Kau tidak perlu khawatir, aku masiih bisa memakan sayur ini kok!” sahut Keita mengangkat sayuran yang ada dikotak makannya dengan sumpit. Mendengar pernyataan Keita barusan, Natasha menjadi sedikit tenang mengetahuinya.


“Selamat makan!!” ucap Natasha memakan makanannya, yang disusul oleh ucapan yang sama dari Keita namun sedikit pelan. Saat makan, Natasha pun membuka buku yang ia keluarkan barusan dan membacanya.


“Itu… buku panduan Ether Maxy? Apa kau mempunyai Ether Maxy, Natasha?” tanya Keita.


“Oh, sebenarnya saya baru memesannya tadi pagi. Barangnya akan datang nanti saat saya berada dirumah, mungkin? Oh, tentang buku ini. Saya membelinya saat diperjalanan menuju sekolah,” ucap Natasha.


“Oh, begitu. Apa game yang kau ingin mainkan?” tanya Keita.


“Hmm, mungkin Dragon Hunter’s Online?” jawab Natasha.


“Oh, kalau itu aku juga memainkannya,” balas Keita.


“Benarkah?! Kalau begitu, maukah kamu membantu saya?” tanya Natasha dengan mata terbinar-binar.


“Ehh, kalau itu… aku minta maaf. Itu karena aku sudah berjanji dengan salah satu teman ku, sekali lagi maaf,” tolak Keita, yah yang dikatakan Keita memang benar. Karena kemarin dia sudah berjanji dengan Harris untuk menaklukkan sebuah Five Star Dungeon dengan tingkat kesulitan Expert.


Bicara tentang Dungeon, di Dragon Hunter’s Online sebuah Dungeon diukur dengan sebuah system yang disebut dengan Starwork. Starwork ini adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur berapa minimal level yang dibutuhkan oleh seorang player untuk masuk kedalam Dungeon. Jika levelnya belum mencukupi, mereka masih bisa masuk kedalam dan akan menerima buff Status yang digandakan, serta buff yang dibutuhkan sesuai dengan Class mereka.


Warrior Class akan mendapatkan buff berupa peningkatan DPS sebesar 75%, HP tambahan sebesar 100%, Physical Defence sebesar 45% dari Total Physical Defence, dan Skill mereka akan memberikan Damage tambahan sebesar 60% dari Total Damage yang diberikan dari Skill tersebut.


Tank Class akan mendapatkan buff berupa Damage yang dihasilkan akan dikali 4, HP tambahan Sebesar 200%, Physical dan Magical Defense tambahan sebesar 80% dari Total Physical dan Magical Defense, dan Skill yang memberikan efek Crowd Control akan dilipat gandakan.


Assassin Class akan mendapatkan buff berupa Agility yang dilipat gandakan (setelah mendapatkan buff Status), Cooldown Reduction seluruh Skill sebesar 45%, penggunaan Mana yang dibutuhkan akan berkurang sebesar 30%, Critical Chance tambahan sebesar 25%, Attack Speed tambahan sebesar 25%, dan Skill Stealth yang dimiliki para Assassin akan lebih lama penggunaanya.


Mage Class akan mendapatkan buff berupa Magic Point dikali 3, Mana tambahan sebesar 100%, Cooldown Reduction seluruh Skill sebesar 60%, Penggunaan Mana yang dibutuhkan akan berkurang sebesar 50%, Physical dan Magical Defense sebesar 40% dari Total Physical dan Magical Defence, serta Skill AoE/Area of Effect akan memberikan 125% Extra Magic Damage dan Area yang lebih luas.


Hunter Class akan mendapatkan buff berupa DPS dikali 2, Critical Chance tambahan sebesar 75%, Attack Speed tambahan sebesar 60%, serta Range yang lebih luas saat menggunakan Skill maupun Attack.


Support Class akan mendapatkan HP dan MP tambahan sebesar 100%, Cooldown Reduction seluruh Skill sebesar 80%, Physical dan Magical Defense sebesar 60% dari Total Physical dan Magical Defence, serta Skill yang memulihkan HP akan memulihkan HP tambahan sebesar 20% HP yang telah hilang.


Kembali ke Starwork system, untuk One Star Dungeon adalah Dungeon dengan LV Req terendah yaitu LV 20 dengan Boss Dungeon LV 40. Two Star Dungeon dengan LV Req terendah 30 dengan Boss Dungeon LV 50. Three Star Dungeon dengan LV Req terendah 40 dengan Boss Dungeon LV 75. Four Star Dungeon dengan LV Req terendah 50 dengan Boss Dungeon LV 100. Terakhir, Five Star Dungeon dengan LV Req terendah 100 dengan Boss Dungeon LV 200.


Halibard Cave yang ditantang oleh Keita adalah Three Star Dungeon dengan tingkat kesulitan Expert. Tingkat kesulitan dibagi menjadi 3 yaitu Normal, Hard, dan Expert. Untuk Normal para monster didalam Dungeon memiliki status yang normal dengan LV yang sama dengan LV Req, begitu pula dengan Boss Dungeon. Hard para monster didalam memiliki status yang dikali dua dengan LV yang masih sama, begitu pula dengan Boss Dungeon. Expert para monster didalam memiliki status yang dikali dua dengan LV yang dikali dua, begitu pula dengan Boss Dungeon.


Setelah Keita mengatakan hal tersebut, Natasha merasa sedikit kecewa. Namun dia mengerti kalau Keita tidak bisa membantunya sekarang. Disisi lain, seluruh siswa melirik tajam pada Keita sehingga membuatnya tersedak. Natasha yang melihat hal tersebut panik dan secara tidak sadar memberi botol minum miliknya, Keita tidak menyadarinya dan mengetahui jika botol tersebut bukan miliknya setelah mengucapkan terimakasih. Namun dia kembali tersedak untuk kedua kalinya saat mengetahui tatapan para siswa menatap lebih tajam dari sebelumnya.


“Yah, aku baik-baik saja. Jangan khawatir.” tenang Keita setelah meminum air dari botol minum miliknya sendiri.