Dragon Hunter's Online

Dragon Hunter's Online
Game XIII: Raid Sukses!!



“HP miliknya terisi kembali!?” ucap salah seorang player yang memeriksa Status milik Tregoise.


“Cih, Blood!!” Zrag berdecak kesal dan langsung berteriak memanggil Blood, mengetahui maksud dari Zrag, dia pun menggunakan salah satu skill miliknya yaitu Future Sight.


“Ini…” Blood terkejut dengan apa yang dia lihat melalui Future Sight. “Semuanya segera mundur dari sana!!” perintah Blood pada mereka, Zrag pun segera mundur kebelakang saat mendengar tersebut. Tapi entah mengapa para player tidak mendengarkan dirinya dan malah terus menerjang Tregiose, Client yang menyadari ada sebuah kejanggalan segera memberi perintah untuk mundur, namun tetap saja ada yang tidak mendengarkannya juga.


Zrag yang sudah sampai disebelah Blood segera bertanya apa yang telah dia lihat tadi, “Apa yang kau lihat barusan?”


“Dia akan menggunakan Ultimatenya,” jawab Blood, Sylvia yang ada dibelakangnya diam membeku dan mengingat kejadian saat melawan Drantis sebelumnya.


“Tunggu sebentar, bukankah itu berbahaya? Kenapa mereka malah tetap maju kedepan?” tanya Sylvia bingung melihat perbuatan player lain.


“Tuan Blood apa maksudmu tadi? Ultimate?” Client yang tidak berada terlalu jauh dari tempat Blood berdiri, segera bertanya.


“Itu bukan lah Ultimate yang bisa ditahan langsung oleh para Tank maupun pejuang lini depan lainnya, Grünes Drachengebrüll bukanlah Ultimate Wild Boss atau Dungeon Boss biasa. Serangan AoE dengan jangkauan yang luas serta Damage yang besar, itu adalah Ultimate dengan tipe pemusnah massal!!“ jawab Blood yang seketika membuat mereka semua terkejut, para Mage, Support, dan Hunter yang mendengarnya dengan segera memberi tahu rekan party mereka. Namun terlambat, mereka semua yang berada didepan segera menjadi partikel cahaya. Seketika banyak notifikasi yang diterima oleh mereka yang berada didalam sana.


[Player Creaos telah mati, dia akan segera dikirim kedepan pintu Dungeon!]


[Player Orazu telah mati, dia akan segera dikirim kedepan pintu Dungeon!]


[Player Drell telah mati, dia akan segera dikirim kedepan pintu Dungeon!]


[Player NighTz telah mati, dia akan segera dikirim kedepan pintu Dungeon!]


[Player Rize telah mati, dia akan segera dikirim kedepan pintu Dungeon!]


[...]


“Ini gawat!! Kita kehilangan banyak pla--“ Sebuah tusukan dialami oleh Client, perlahan dia pun mulai menjadi partikel cahaya.


[Player Client telah mati, dia akan segera dikirim kedepan pintu Dungeon!]


“Zrag!!” Blood berteriak dan menggendong Sylvia layaknya seperti tuan putri membuat wajahnya sedikit memerah. Mengerti maksud dari Blood, Zrag pun segera melompat kearah berlawanan dari Blood.


“Cih! Dia menggunakannya ‘kah? Sharp Wind?” ucap Zrag berdecak kesal.


Blood memperhatikan area sekitar dan mengetahui jika hanya mereka yang tersisa, “Sepertinya hanya kita saja yang tersisa yah?”


“Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanya Sylvia.


“Zrag, akan lebih baik jika kita melawannya dengan kekuatan penuh. Sylvia kami mengandalkanmu dengan Last Hit, mengerti!” ucap Blood pada Zrag dan Sylvia, mendengar hal tersebut Zrag menyunggingkan senyumnya.


“Jika kau mengatakan hal tersebut, baiklah! Ayo kita kerahkan seluruh kemampuan kita, Blood Gun!!” Zrag menonaktifkan ‘Practice Mode’ miliknya dan segera mengganti kedua senjatanya. “Ini giliran kalian lho Caliburn, Gram!!” lanjutnya dengan pedang berwarna emas dan juga abu-abu dipunggungnya, serta menariknya dengan cepat.


“Ayo maju, Zrag!!” Blood segera berlari yang diikuti oleh Zrag dibelakangnya dan perlahan mulai melesat lebih cepat dari Blood.


“Kita mulai, Unique Passive Skill-Dark Light Sword Dance! Passive Synchro Ability-Holy Gram Dance! Unique Skill-Holy Storm, Curse Srike!” Lagi-lagi tubuh Zrag mengeluarkan Aura berwarna hitam pekat, namun menghangatkan. Hanya saja kali ini kedua pedangnya mengeluarkan Aura yang berbeda yaitu, kuning terang dan satu lagi berwarna ungu pekat.


[Holy Gram Dance VII (Passive Synchro Ability)


Ketika Holy Caliburn Sword dan Curse Gram Sword digunakan dikedua tangan, sebuah Synchro Ability akan tercipta ketika Passive Dual Wielding of Swords aktif. Damage akan dikurangi 50% namun Attack Speed akan meningkat sebesar 140% selama Passive Dual Wielding of Swords aktif.]


[Holy Storm, Curse Strike (Unique Acive Skill)


Skill LV: X (Max LV X)


Cost: 7500 Mana/Slash


Cooldown: 360 detik


Memberikan tebasan beruntun secara terus menerus yang setiap tebasan akan memberikan 10000+(40% DPS*LV Skill) setiap tebasan tidak akan menghasilkan Critical Damage.]


Sylvia masih terkejut melihat Damage yang dihasilkan oleh Zrag, tapi yang paling dia kejutkan adalah saat ini Blood maupun Zrag telah menunjukkan level milik mereka yang sebenarnya.


Party Member


Blood Gun LV 148 (Party Leader)


Zrag LV 124 (Party Member)


Sylvia LV 48 (Party Member)


Tidak ada kata ‘Practice Mode’ lagi disebelah level milik mereka, perbandingan level yang dimiliki olehnya dengan mereka begitu jauh.


“Hebat… inikah, kekuatan asli mereka?” kagum Sylvia saat melihat Zrag maupun Blood menyerang dengan kerjasama yang sangat baik. “Tapi, bukan berarti aku tidak bisa melampaui mereka!! Violet Star AWM-041, tolong pinjamkan kekuatanmu!!” Sylvia membidik tepat kearah kepala dari Tregoise dan menunggu perintah Blood untuk menembak.


“Blood Shot!”


[Anda memberikan 492163 Damage!]


“Sylvia sekarang!!” perintah Blood pada Sylvia, merasa telah mendapatkan perintah, Sylvia pun menembakkan serangannya kearah Tregoise. Zrag dan juga Blood pun segera menjauh agar tidak menutupi jarak pandang Sylvia.


Tregoise: Wind of Dragon Sage (Dungeon Boss)


LV: 120


HP: 492842/4500000


MP: 112300/3250000


Phy. Defense: 80000


Mag. Defense: 80000


[Melakukan serangan dari jarak jauh, Passive Hunting Terpicu! Memberikan Critical Damage! Lock terpicu, Damage digandakan! Memberikan 371310 Critical Damage]


[Menggunakan Scope, Passive Snipe terpicu!]


[Memberikan 297048 Extra Critical Damage]


Setelah menerima serangan terakhir dari Sylvia, akhirnya Tregoise berubah mejadi partikel cahaya dan menjatuhkan Drop Item disana.


[Selamat! Party Anda telah berhasil mengalahkan Tregoise: Wind of Dragon Sage dengan kesulitan Expert (Raid)! Menghadiahkan 2487190 EXP, 2901680 Silver, 391782 Gold, Wind Bracelete (Accesoris), Aerial Dragon Winder (Great Jagged Sword), Windblow Sword (One handed Sword), Windblow Crusher (Gauntlet), 120 Dragons Blood (Material, Rank B), 75 Dragons Crystal (Fragment Item), 60 Wind Crystal (Material, Rank A), 40 Wind Essence (Material, Rank A), 20 Dragon Fangs.]


[Exp akan dibagi merata kepada Party yang berhasil mengalahkan Boss, untuk Drop Item, Silver, dan Gold silahkan tentukan sendiri!]


[Player Sylvia mendapatkan 1234395 Exp, Player Blood Gun mendapatkan 621798 Exp, Player Zrag mendapatkan 621798 Exp.]


Sylvia naik 6 level, sedangkan Zrag dan Blood sama sekali tidak naik level. Mereka sebenarnya sudah menduga hal tersebut, dan sebuah notifikasi lain muncul dihadapan mereka, tapi kali ini bukan hanya mereka bertiga saja yang mendapatkannya, melainkan seluruh player yang mengikuti Raid ini.


[Selamat! Raid Anda berhasil menyelesaikan Wreisend Dungeon dengan kesulitan Expert (Raid)! Menghadiahkan 892014 EXP, 2891849 Silver, 582020 Gold, 5 Ticket Premium Spin, 1 Unique Box kepada seluruh Raid Player!]


Hal ini tentu membuat mereka terkejut, selang beberapa detik tiga orang yang tersisa keluar dari Dungeon tadi. Mereka adalah Blood Gun, Zrag, dan Sylvia yang berjalan santai dan berhenti karena dihadapan mereka saat ini para Raid Player mengerumuni mereka dan menanyakan berbagai hal seperti,


“Apa kalian Pro Player?”


“Kumohon jadikan aku muridmu!” dan hal lainnya yang segera dibalas oleh mereka dengan cepat. Setelah para Raid Player tersebut mulai memberi ruang untuk mereka pergi, Blood pun melemparkan sebuah senjata kepada Client. Client pun dengan sigap mengambil senjata tersebut. Dia terkejut dengan senjata yang diberikan oleh Blood barusan dan ketika dia hendak menanyakannya, Blood pun segera bicara, “Anggap saja hadiah dariku, sampai jumpa. Ayo Zrag, Sylvia.” Blood pun meninggalkan Client dan juga Raid Player bersama Zrag dan Sylvia.


Mereka pun berada didalam Lostroom City, tentu saja Blood dan Zrag segera mengaktifkan ‘Practice Mode’ mereka agar dapat masuk kedalam kota. Mereka saat ini berada disebuah taman dan sedang beristirahat sembari memeriksa status masing-masing.


Name: Blood Gun


HP: 2814000/2814000


MP: 1340000/1340000


LV: 74 [PRACTICE MODE]


Class: Hunter


Specialize: Gunner


Tittle: Magnum User, As I Have a Blood, I Will Fight!, Your Speed as Speed of Dragon, Blood Fight, Dragon Enchant, Blood Dragon’s


Squad: -


Arena Rank: -


Global Rank: Global Arena Rank-, Global Squad Rank-, Global LV Rank 4


DPS: 152900 (+50000)/Second


Magic Point: 0 (0)


Phy. Defense: 9250 (+9400)


Mag. Defense: 6660 (+3400)


Crit. Chance: 8% (+18%)


Attack Speed: 10% (+20%)


Movement Spd: 10680 (+10%)


Attribute Point s: 0


STR: 1260 (+2090)


VIT: 1040 (+2560)


AGI: 1320 (+3400)


DEX: 680 (+1400)


INT: 390 (+1240)


“Sepertinya fitur ini benar-benar bagus untukku, hahaha,” tawa Blood puas, Zrag dan Sylvia yang mendengarnya pun segera bertanya pada Blood.


“Apa yang membuatmu tertawa seperti itu, Blood?”


“Iya, kami sedikit penasaran lho?”


“Ah, tidak apa-apa. Oh yah, benar! Sylvia, berapa level mu saat ini?” tanya Blood, Sylvia pun segera membuka menu untuk melihat status miliknya saat ini.


Name: Sylvia


HP: 1705000/1705000


MP: 2070200/2070200


LV: 54 [6295/542500]


Class: Hunter


Specialize: Sniper


Tittle: Don’t Run! Just Calm Yourself!, Scope Power!, Level Solution!, Just One Shot!


Squad: -


Arena Rank: -


Global Rank: Global Arena Rank-, Global Squad Rank-, Global LV Rank -


DPS: 114000 (+7500)/Second


Magic Point: 0 (0)


Phy. Defense: 7180 (+390)


Mag. Defense: 7340 (+750)


Crit. Chance: 28% (+9%)


Attack Speed: 21% (+10%)


Movement Spd: 7520 (+15%)


Attribute Point s: 120


STR: 1220 (+480)


VIT: 1130 (+520)


AGI: 1230 (+520)


DEX: 1060 (+910)


INT: 1510 (+510)


“Level lima puluh empat, memangnya kenapa?” tanya Sylvia setelah melihat statusnya. Mendengarnya, Blood pun mengakses Inventory miliknya dan menyerahkan sebuah Sniper, dan Magnum kepada Sylvia.


“Ambillah, dan gunakan dengan baik. Mungkin level milikmu saat ini belum mencukupi untuk menggunakannya, tapi aku yakin kau pasti akan menggunakannya jika levelmu telah mencukupinya,” kata Blood dengan senyum diwajahnya. Wajah Sylvia sempat memerah saat melihat senyuman Blood, tapi batuk pelan yang dilakukan oleh Zrag membuatnya tersadar dan segera memeriksa Status dari Sniper serta Magnum tersebut, yang membuat dirinya terkejut.