Dragon Hunter's Online

Dragon Hunter's Online
Game XX: Sari VS Gizzele!



[Kedua Ranker diharapkan segera memasuki Arena!]


[Sekali lagi, kedua Ranker diharapkan segera memasuki Arena!]


Sepertinya sudah giliranku untuk bertanding, aku pun segera memasuki Arena dari sisi selatan sedangkan lawanku dari sisi utara. Kami pun sempat berhadapan satu sama lain untuk memberikan salam, “Perkenalkan, namaku Sari. Class Support dan Specialize ku adalah Summoner.” Aku memperkenalkan diri dengan senyum diwajahku, terdengar suara komentator dan para laki-laki berteriak keras saat melihatku tersenyum.


“Huagh, menjijikkan! Tidak ku sangka aku akan bertarung melawan seorang Summoner, lagipula apa-apaan dengan senjatamu itu? Kenapa kau malah menggunakan pedang dan bukannya tongkat atau Grimore?” balasnya dengan pandangan menghina padaku. Aku pun kesal mendengar perkataannya, bukannya memperkenalkan diri tapi malah menghinaku. Yah, walaupun aku sudah tahu namanya sih.


“Kalau begitu, bagaimana kalau kita bertaruh? Kalau kau kalah, minta maaflah padaku! Tapi jika kau yang menang, terserah apa yang kau inginkan akan aku kabulkan,” ucapku dengan nada sedikit dingin. Terlihat sebuah senyuman pada wajahnya.


“Heh, baiklah. Akan kubuat kau menyesal karena telah bertaruh denganku!”


[Pertandingan akan dimulai dalam, 5…]


Aku mencabut pedangku dari sarungnya.


[4…]


Kali ini giliran dia yang mengeluarkan sebuah pedang dari dalam Inventory miliknya, sepertinya lawanku kali ini adalah seorang Striker.


[3… 2… 1…]


Pada hitungan ke satu, aku pun dengan segera menerjangnya setelah mengaktifkan skill, “Spirit Skill-Ramuh, Shining Blade!”


[Ramuh, Shining Blade (Spirit Skill)


Skill LV: I (Skill ini tidak bisa ditingkatkan!)


Cost: 50 Spirit Power/detik


Cooldown: 90 detik


Melapisi pedang dengan cahaya spirit yang akan menghasilkan Magic Damage setara 10% Magic Point selama 60 detik.]


Sebuah cahaya terang menyelimuti pedangku, dia sama sekali tidak terkejut dan malah bersiap untuk menangkisnya. Akibatnya kedua pedang kami pun beradu satu sama lain dan menciptakan sebuah percikan api. Serangan demi serangan ku lancarkan guna menguras HP miliknya sedikit demi sedikit, tapi karena kurang hati-hati akupun terkena pedangnya.


[Menerima 52838 Damage!]


[Karena berada didalam Arena, Damage telah dikurangi menjadi 40%! Menerima 21135 Damage!]


Aku pun melompat mundur untuk menjaga jarak dan memuji dirinya, “Heh~ boleh juga.”


“Tentu saja, itu karena aku adalah pengguna pedang terkuat disini!” sahutnya sombong.


“Kalau begitu, aku tidak perlu menahan diri bukan?” balasku menonaktifkan Spirit Skill yang kugunakan barusan. Setelah menarik nafas panjang aku pun mengaktifkan Unique Series Skill dan Active Ability, “Unique Series Skill-Spirit Aura! Active Ability-Spirit Executor!” Sebuah Aura keluar dari pedangku dan dala sekejap aku sudah berada dibelakangnya.


[Spirit Aura (Unique Series Skill)


Skill LV: V (Max LV X)


Cost: 5000 Mana/detik


Cooldown: 120 detik


Mengeluarkan sebuah Aura dari pedang untuk meningkatkan Magic Damage sebesar 250% selama 10 detik.]


[Spirit Executor V


Melakukan tusukan tajam yang akan memberikan 10000+((35% DPS + 60% Magic Point)*Level Ability) Magic Damage. Menggunakannya akan mengkonsumsi 120000 Mana, Cooldown 270 detik.]


[Memberikan 677100 Magic Damage, Spirit Aura telah meningkatkan Magic Damage sebesar 250%! Title Master of Servant aktif! Saat memanggil ataupun meminjam kekuatan Spirit yang telah melakukan kontrak, meningkatkan 10% seluruh Status. Title Elementary Master aktif! Penggunaan terhadap unsur Element meningkat 30%! Spirit Dance Art’s, kemungkinan 60% Magic Damage yang akan dihasilkan meningkat 60%!]


[Memberikan 3520920 Magic Damage!]


[Memberikan Debuff: Break Armor!]


Dia terlihat terkejut saat aku memberikan damage yang menyentuh 1 juta lebih. Tapi karena dia menaikkan Vitality miliknya kurasa HP miliknya masih cukup banyak.


“Ada apa dengan wajahmu itu? Apa sebegitu mengejutkannya ‘kah bagimu?” tanyaku menyadarkannya dalam lamunannya.


“Cih! Jangan sombong dulu kau! Skill-Despair Strike!” Mencoba melakukan tebasan vertikal kepadaku namun aku masih bisa menghindarinya dengan mudah.


“Hmm… biar ku tebak sedikit, HP milikmu saat ini sekitar sembilan juta lagi bukan?” ucapku dengan sedikit tawa dan bersiap untuk menggunakan Skill terkuat yang aku miliki yaitu Pentagram.


Komentator yang mengetahuinya langsung mengomentari kuda-kuda milikku, “Oh! Sepertinya Sari ingin mengakhiri ini dengan secepat mungkin! Sepertinya dia akan menggunakan Unique Series Skill miliknya, Pentagram! Sampai saat ini belum ada yang berhasil bertahan sampai lima tebasan! Semuanya berakhir dengan tiga sampai empat tebasan saja!”


“Tebakan, kau hanya bisa bertahan dari empat tebasan saja!” ucapku memperingati dirinya. Aku pun dengan segera menggunakan Pentagram dan menyerangnya.


“Bakar dia Ignite!”


[Memberikan 122438 Magic Damage, Spirit Aura telah meningkatkan Magic Damage sebesar 250%! Title Master of Servant aktif! Saat memanggil ataupun meminjam kekuatan Spirit yang telah melakukan kontrak, meningkatkan 10% seluruh Status. Title Elementary Master aktif! Penggunaan terhadap unsur Element meningkat 30%! Passive Lend Spirit Power telah terpicu! Magic Damage meningkat 200% saat menggunakan kekuatan Spirit! Spirit Dance Art’s, kemungkinan 60% Magic Damage yang akan dihasilkan meningkat 60%!]


[Memberikan 1273357 Magic Damage!]


[Karena berada didalam Arena, Damage telah dikurangi menjadi 40%! Memberikan 509343 Magic Damage!]


[Memberikan Debuff: Burn 10 detik!]


“Tusuk dia Venom!” Dalam sekejap aku sudah berada dibelakangnya dan memberikan tusukan lurus, HP miliknya juga terus berkurang karena Debuff Burn yang akan mengurangi HP miliknya yang setara 3% dari Max HP selama 10 detik.


[Memberikan 66146 Magic Damage, Spirit Aura telah meningkatkan Magic Damage sebesar 250%! Title Master of Servant aktif! Saat memanggil ataupun meminjam kekuatan Spirit yang telah melakukan kontrak, meningkatkan 10% seluruh Status. Title Elementary Master aktif! Penggunaan terhadap unsur Element meningkat 30%! Passive Lend Spirit Power telah terpicu! Magic Damage meningkat 200% saat menggunakan kekuatan Spirit! Menyerang titik lemah lawan, Damage meningkat 150%! Spirit Dance Art’s, kemungkinan 60% Magic Damage yang akan dihasilkan meningkat 60%!]


[Memberikan 687344 Magic Damage!]


[Karena berada didalam Arena, Damage telah dikurangi menjadi 40%! Memberikan 343762 Magic Damage!]


[Memberikan Debuff: Confuse 5 detik!]


“Hempaskan dia, Aerial!” Sebuah hembusan angin yang kuat menghempaskannya hingga menabrak dinding Arena, hal ini membuatnya mendapatkan Extra Damage dari menabrak dinding tersebut.


[Memberikan 38000 Magic Damage, Spirit Aura telah meningkatkan Magic Damage sebesar 250%! Title Master of Servant aktif! Saat memanggil ataupun meminjam kekuatan Spirit yang telah melakukan kontrak, meningkatkan 10% seluruh Status. Title Elementary Master aktif! Penggunaan terhadap unsur Element meningkat 30%! Passive Lend Spirit Power telah terpicu! Magic Damage meningkat 200% saat menggunakan kekuatan Spirit! Spirit Dance Art’s, kemungkinan 60% Magic Damage yang akan dihasilkan meningkat 60%! Knock Back terpicu, menggandakan Damage!]


[Memberikan 790400 Magic Damage!]


[Karena berada didalam Arena, Damage telah dikurangi menjadi 40%! Memberikan 316160 Magic Damage!]


[Memberikan Debuff: Slow 70% selama 10 detik!]


“Hantam dia, Teri--”


‘TEET!!’


[Pertandingan telah berakhir, dilarang melanjutkan serangan!]


[HP milik Gizzele dibawah 40%!]


[Pemenangnya, Sari!]


Sebuah pemberitahuan dari system membuatku menghentikan serangan, aku pun menyarungkan kembali pedang milikku. “Ara~ sepertinya perkiraanku salah tentang empat tebasan,” ucapku menutup mulut dengan salah satu tanganku dan secara tidak sadar karakter Wibu akut yang ku miliki keluar. Yah, terkadang selain bermain game aku juga suka menonton Animasi Jepang atau Anime dan dari sana lah karakterku yang lain tercipta. Hana dan Nica sudah mengetahuinya, jadi aku tidak perlu terlalu menutupi hal ini dari mereka. Lagipula berkat itu juga aku bisa berkomunikasi dengan teman laki-laki disekolah ku dulu.


“Jadi, bukankah ada yang ingin kau katakan?” ucapku dengan tatapan merendahkan kepada player bernama Gizzele tersebut.


“Aku minta maaf,” balasnya sebelum kehilangan kesadarannya, aku pun menghela nafas sejenak sebelum meninggalkan Arena.