
Blizzard Mamoth (Wild Boss) (Break Armor, Confused)
LV: 100
HP: 4811588/8500000
MP: 2950000/3000000
Phy. Defence: 28800
Mag. Defence: 38400
Blizzard Mamoth sepertinya mendapatkan Debuff Break Armor dan Confused yang membuatnya mendapatkan pengurangan Physical dan Magical Defence sampai 40% serta terlihat bingung. Hal ini membuat senyuman terias jelas di wajahku, aku pun menggunakan Skill terkuat milikku dan langsung melesat ke arah Blizzard Mamoth, “Unique Series Skill-Pentagram!”
[Pentagram (Unique Series Skill)
Skill LV : XV (Max LV XV)
Cost : 1000000 Mana
Cooldown : 7200 detik
Melakukan serangan maksimal jumlah Spirit saat ini, dan meminjam kekuatan mereka dan sebagai gantinya mengorbankan 1000000 Mana. Setiap Spirit memberikan Damage dan Debuff sesuai Element mereka. Fire memberikan 120% Magic Point sebagai Magic Damage dan Debuff Burn sebesar 3% dari Max HP Target selama 10 detik, Ice akan memberikan 40% Magic Point sebagai Magic Damage dan Debuff Freeze selama 3 detik, Terra memberikan 50% Magic Point dan Debuff Stun selama 3 detik, Aero memberikan 75% Magic Point sebagai Magic Damage dan Debuff Slow sebesar 70% selama 5 detik, Shine memberikan 60% Magic Point sebagai Magic Damage dan Debuff Blind selama 5 detik, ataupun Shadow memberikan 90% Magic Point sebagai Magic Damage dan Debuff Confused selama 5 detik.]
“Ayo kita akhiri ini, semuanya!”
“Ya!!” teriak semua Spirit ku bersama, aku pun melesat dengan cepat ke arah Blizzard Mamoth setelah menyiapkan kuda-kuda milikku.
“Teria!”
“Hammer Strike!”
[Memberikan 93070 Magic Damage, Title Master of Servant aktif! Saat memanggil ataupun meminjam kekuatan Spirit yang telah melakukan kontrak, meningkatkan 10% seluruh Status. Title Elementary Master aktif! Penggunaan terhadap unsur Element meningkat 30%! Passive Lend Spirit Power telah terpicu! Magic Damage meningkat 200% saat menggunakan kekuatan Spirit!]
[Memberikan 241982 Magic Damage!]
[Memberikan Debuff: Stun 3 detik!]
“Frostier giliranmu!”
“Baik, Master! Frostbite!”
[Memberikan 73688 Magic Damage, Title Master of Servant aktif! Saat memanggil ataupun meminjam kekuatan Spirit yang telah melakukan kontrak, meningkatkan 10% seluruh Status. Title Elementary Master aktif! Penggunaan terhadap unsur Element meningkat 30%! Passive Lend Spirit Power telah terpicu! Magic Damage meningkat 200% saat menggunakan kekuatan Spirit!]
[Memberikan 191589 Magic Damage!]
[Memberikan Debuff: Freeze 3 detik!]
“Ramuh!”
“Laksanakan! Thunderbolt!”
[Memberikan 112452 Magic Damage, Title Master of Servant aktif! Saat memanggil ataupun meminjam kekuatan Spirit yang telah melakukan kontrak, meningkatkan 10% seluruh Status. Title Elementary Master aktif! Penggunaan terhadap unsur Element meningkat 30%! Passive Lend Spirit Power telah terpicu! Magic Damage meningkat 200% saat menggunakan kekuatan Spirit!]
[Memberikan 293275 Magic Damage!]
[Memberikan Debuff: Blind 5 detik!]
“Aerial, bersiaplah!”
“Aero Burst!”
[Memberikan 141525 Magic Damage, Title Master of Servant aktif! Saat memanggil ataupun meminjam kekuatan Spirit yang telah melakukan kontrak, meningkatkan 10% seluruh Status. Title Elementary Master aktif! Penggunaan terhadap unsur Element meningkat 30%! Passive Lend Spirit Power telah terpicu! Magic Damage meningkat 200% saat menggunakan kekuatan Spirit! Knock Back terpicu, menggandakan Damage!]
[Memberikan 735930 Magic Damage!]
[Memberikan Debuff: Slow 70% selama 5 detik!]
“Venom!”
“Okay, Shadow Executor!”
[Memberikan 170598 Magic Damage, Title Master of Servant aktif! Saat memanggil ataupun meminjam kekuatan Spirit yang telah melakukan kontrak, meningkatkan 10% seluruh Status. Title Elementary Master aktif! Penggunaan terhadap unsur Element meningkat 30%! Passive Lend Spirit Power telah terpicu! Magic Damage meningkat 200% saat menggunakan kekuatan Spirit! Menyerang titik lemah, Damage meningkat 150%!]
[Memberikan 665332 Magic Damage!]
[Memberikan Debuff: Confused 5 detik!]
‘Itukah? Titik lemah miliknya?’ pikirku saat mengetahui titik lemah Blizzard Mamoth, “Ignite, ini yang terakhir!” Aku kembali melesat dan menyerang titik lemah dari Blizzard Mamoth, yaitu belalainya.
“Serahkan pada saya, Master! Burning Spiral!”
[Memberikan 228784 Magic Damage, Title Master of Servant aktif! Saat memanggil ataupun meminjam kekuatan Spirit yang telah melakukan kontrak, meningkatkan 10% seluruh Status. Title Elementary Master aktif! Penggunaan terhadap unsur Element meningkat 30%! Passive Lend Spirit Power telah terpicu! Magic Damage meningkat 200% saat menggunakan kekuatan Spirit! Menyerang titik lemah, Damage meningkat 150%!]
[Memberikan 892102 Magic Damage!]
[Memberikan Debuff: Burn 10 detik!]
Blizzard Mamoth (Wild Boss) (Blind, Slow, Confused, Burn)
LV: 100
HP: 1792278/8500000
MP: 2950000/3000000
Phy. Defence: 48000
Mag. Defence: 64000
“Cih! Dia masih bertahan?” ucapku berdecak kesal karena HP miliknya masih tersisa 1 juta, tapi Ignite segera memberitahu padaku untuk mengulur waktu. Aku pun menyadari jika Blizzard Mamoth tersebut terkena Debuff Burn yang akan mengurangi 3% dari Max HP miliknya selama 10 detik.
Setelah 10 detik, Blizzard Mamoth tersebut berubah menjadi cahaya dan menghilang bersamaan dengan panel notifikasi dihadapanku.
[Selamat! Anda telah mengalahkan Wild Boss, Blizzard Mamoth! Mendapatkan 1289268 Exp, 781989 Silver, 80169 Gold, Blizzard Glove (Gauntlet), Blizzard Blade (Blade), Blizzard Pin (Accesoris), 120 Ice Shards (Spirit Material), 100 Meat’s (Cooking Material, Rank B), 72 Soft Fur (Material, Rank S), 45 Frozen Blood (Material, Rank A+), 2 Ivory Mamoth (Material, Rank A)!]
Name: Sari
HP: 3057000/3057000
MP: 5500000/5500000
Spirit Power: 600000/600000
LV: 110 [2113322/2250000]
Class: Support
Tittle: Master of Servant!, Sword Master, Elementary Master, Mana Solution, Carry Team to Victory!
Squad: -
Arena Rank: 82
Global Rank: Global Arena Rank 3219, Global Squad Rank-, Global LV Rank 98
DPS: 155600 (+25000)/Second
Magic Point: 148200 (28000)
Phy. Defence: 10460 (+1000)
Mag. Defense: 16420 (+4200)
Crit. Chance: 8% (+0%)
Attack Speed: 40% (+5%)
Movement Spd: 10740 (+30%)
Attribute Point s: 0
STR: 720 (+1690)
VIT: 1120 (+1700)
AGI: 820 (+1730)
DEX: 670 (+1350)
INT: 1970 (+3240)
“Walaupun sudah mengalahkan Wild Boss, tetap saja tidak naik level ‘kah?” ucapku menghela nafas saat melihat status yang ku miliki saat ini.
[Spirit Quest!
Frostier Request
Description : Frostier membutuhkan bantuanmu untuk mengumpulkan Ice Shards, agar level miliknya meningkat.
Syarat : 158/100 Ice Shards
Hukuman : -
Hadiah : Frostier naik ke level 2!
Quest Selesai!]
Spirit : Ignite (Fire) LV 2, Frostier (Ice) LV 2, Aerial (Aero) LV 2,
Teria (Terra) LV 2, Ramuh (Shine) LV 2, Venom (Shadow) LV 2
“Tapi dengan begini semuanya selesai! Baiklah, sepertinya sudah waktunya kembali!” ucapku menggunakan salah satu item dari dalam Inventory milikku.
Name: Teleportal Crystal (Usage Item)
Durrability: 1/1
Usability: Melakukan teleportasi ke Kota/Desa/Kerajaan yang telah dikunjungi sebelumnya.
Aku membanting item tersebut dan seketika sebuah Portal muncul dihadapanku. Aku pun dengan segera masuk kesana, dalam sekejap kini aku telah berada dikota sebelum aku pergi menuju Blizzard Maze, Snowflaz City.
“Oh, sudah jam segini?” ucapku melihat waktu menunjukkan pukul 19:21 WIB, artinya sudah 1 jam aku memainkan Dragon Hunter’s Online. Aku pun segera mencari penginapan dan segera melakukan Log Out, dalam sekejap kesadaranku mulai kembali.
“Aku harus menyiapkan makan malam, hari ini tugasku bukan?” gumamku dan langsung segera pergi menuju kelantai bawah untuk memasak.
“Aku harus menyiapkan makan malam, hari ini tugasku bukan?” gumamku dan langsung segera pergi menuju kelantai bawah untuk memasak.
Saat berada dibawah, aku melihat pemilik kos sedang memotong sayuran. Aku pun menghampirinya dan segera membantunya, “Biar saya bantu bu!” seru ku.
Ibu kos pun segera menoleh kebelakang dan melihatku yang sedang memasang celemek dan berkata, “Maaf karena selalu merepotkanmu yah, Risa!”
Aku pun hanya menggelengkan kepala, tanda kalau aku sama sekali tidak keberatan. Sepuluh menit berselang, makanan pun kini telah disajikan. Aroma dari masakan membuat para anak kos lainnya segera menuju keruang makan dan duduk ditempatnya masing-masing.
“Wah~ aromanya sangat enak!” sahut salah seorang dari mereka dan mencoba mengambil paha ayam goreng disalah satu piring.
“Senior Daniel! Berapa kali aku harus memukul tanganmu agar berhenti mengambil makanan lebih dulu?” kesal ku memukul tangannya dengan centong sayur, dia pun mengerang pelan karena kesakitan. Dia pun meminta maaf karena merasa bersalah padaku, hal ini malah mengundang gelak tawa bagi seluruh anak kos lainnya.
Setelah kami selesai dengan urusan makan malam, Ibu kos pun mengatakan kalau persediaan makanan telah habis dan sudah waktunya untuk mengisinya kembali. Aku pun menawarkan diri untuk melakukannya, senior Daniel yang melihatku menawarkan diri sepertinya membuat dirinya untuk menemani ku. Namun salah satu teman kos ku mengatakan, “Ditolak! Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Dek Risa nantinya jika bersama dirimu.”
“Apa yang kau maksud, Fana?”
“Seperti yang kukatakan tadi, aku menolak ide tersebut. Karena itulah, biar aku saja yang menemani Dek Risa,”
“Baiklah, sudah ada dua orang yang menawarkan diri untuk menemanimu. Jadi, siapa yang kamu pilih?” lerai Ibu kos yang bertanya padaku.
Pada akhirnya aku pun pergi sendiri dan menolak tawaran mereka berdua. Itu karena aku mengetahui sifat mereka berdua yang sebenarnya. “Senior Daniel hanya ingin mendekatiku saja, padahal aku sudah menolaknya berapa kali. Sedangkan Kak Fana, aku yakin pasti dia akan meminta yang aneh-aneh dariku,” ucapku menghela nafas dan terus berjalan menuju Mini Market.
Saat di Mini Market, aku pun segera mencari bahan-bahan yang telah ditulis oleh Ibu kos. Tapi ada satu hal yang tidak aku sukai, “Bagaimana ini, aku sama sekali tidak bisa mencapainya,” ucapku menghela nafas.
Aku mencoba untuk menggapainya dengan berjinjit, tapi tidak mencapainya. Karena itulah aku mencoba untuk melompat agar bisa menjangkaunya, tapi tetap tidak bisa.
‘Sama sekali tidak sampai,’ pikirku. Tapi pada saat aku melompat kembali, entah mengapa aku bisa menggapainya. Merasa bingung dengan apa yang terjadi, aku pun segera menoleh ke arah orang yang membantuku sebelumnya. Namun saat hendak berterimakasih, dia sudah menjauh dan menuju kasir.
Pulangnya, aku mencba memikirkan siapa yang membantuku tadi. Setelah membandingkannya dengan seseorang, aku pun mengambil kesimpulan kalau yang membantuku adalah senior Keita. Ah! Memikirkannya saja membuat hatiku berdegup kencang! Entah sejak kapan, tapi sepertinya hatiku telah dicuri olehnya, hehe.
“Aku pulang!”
“Oh, kau sudah pulang yah? Kemarikan bahan-bahannya, biarkan aku yang menaruhnya ke dalam kulkas!” pinta seseorang yang ternyata adalah teman sekamarku, Tania.
“Tania! Kemana saja kamu?”
“Ah, soal itu yah. Aku baru saja pulang dari kerja paruh waktu tadi,”
“Begitu yah.” Kami pun melanjutkan obrolan setelah menaruh bahan-bahan kedalam kulkas, aku pun menceritakan semuanya pada Tania tentang kejadian tadi pagi sampai kejadian di Mini Market.
————————————————————
Mulai sekarang Dragon Hunter's Online akan update satu episode setiap hari Minggu! Nantikan saja yah!
Sampai Jumpa Minggu Depan :v
————————————————————