
“Sari!” Mereka berlari menghampiri diriku, namun saat ini aku sedang terpaku dengan apa yang terjadi dihadapan ku.
“Mustahil, dia... sama sekali tidak terpengaruh Freeze?” ucapku mmembuat mereka semua menatap heran dan memeriksa status Aquaios, yang berakhir dengan ekspresi sama denganku.
Aquaios: Water of Sage Dragon (Dungeon Boss)
LV: 200
HP: 60000000/60000000
MP: 43500000/43500000
Phy. Defence: 60000
Mag. Defence: 60000
“Kalau begitu, kita maju sekarang! Jangan biarkan dia menyerang!” ThunDer dengan segera maju melesat menuju Aquaios yang diikuti oleh aku dengan VerHaz.
Tidak lama dia pun membuka matanya dan memanggil sekumpulan air yang dipadatkan menjadi sebuah tombak lalu dilepaskan. Kami pun menghindarinya, tapi tombak tersebut malah menuju kearah ChroNoze, Liza dan Adel.
“ChroNoze! Jangan tahan serangan itu dengan perisai biasa!” Merasakan mana yang cukup kuat sesaat ketika melewati kami bertiga, aku pun memperingati ChroNoze dengan segera.
Terlihat dia mengganti perisai miliknya menjadi Mana Eater Shield, sebuah perisai yang berbentuk topeng menyeramkan. Saat tombak air tersebut sampai kearah mereka, ChroNoze pun dengan segera menahan serangan tersebut dan menyerapnya.
“Sial! Mana ini terlalu besar!”
“Mana Channeling!” Menyadari hal tersebut Adel pun menggunakan skill miliknya dan menyalurkan mana milik ChroNoze kepada dirinya.
“VerHaz! Kita gunakan itu!” perintah ThunDer.
VerHaz pun mengangguk dan angkat bicara, “Tapi aku membutuhkan waktu kau tahu.”
“Kami akan menahannya, karena itu lakukan apa yang harus kau lakukan mengerti,” sahutku yang langsung berlari kearah Aquaios disusul oleh ThunDer.
Kami berdua pun menyerang Aquaios yang sedang terfokus dengan Aqua Javelin miliknya yang sedang ditahan oleh ChroNoze. VerHaz kini sedang terfokus untuk mengumpulkan mana sebanyak-banyaknya agar bisa menggunakan skill miliknya, itulah kenapa aku dan ThunDer akan mengulur waktu untuknya.
“Spirit Skill-Teria, Rock Sword!” Seketika pedang milikku dipenuhi oleh tumpukan batu dan menyerang Aquaios dengan cepat.
[Teria, Rock Sword (Spirit Skill)
Skill LV: I (Skill ini tidak bisa ditingkatkan!)
Cost: 50 Spirit Power/detik
Cooldown: 90 detik
Melapisi pedang dengan batu spirit yang akan menghasilkan Magic Damage setara 10% Magic Point selama 60 detik.]
[Memberikan 5348 Magic Damage, Title Master of Servant aktif! Saat memanggil ataupun meminjam kekuatan Spirit yang telah melakukan kontrak, meningkatkan 10% seluruh Status. Title Elementary Master aktif! Penggunaan terhadap unsur Element meningkat 30%! Damage X2 karena perbedaan Element!]
[Memberikan 15168 Magic Damage!]
[Player ThunDer memberikan 9827 Damage!]
[Memberikan 15168 Magic Damage!]
[Player ThunDer memberikan 9827 Damage!]
[Memberikan 15168 Magic Damage!]
[Player ThunDer memberikan 9827 Damage!]
[…]
Kami terus menerus menyerang Aquaios tanpa jeda, tapi damage yang kami berikan sangat sedikit sehingga hanya mengurangi 1% HP miliknya saja. Kami berdua pun berdecak kesal karena tidak bisa memberikan Damage yang cukup besar, sementara itu aku memeriksa MP milik VerHaz. Aku terkejut, MP miliknya sama sekali tidak berkurang.
“Mungkinkah?” Aku langsung melirik kearah Adel, dugaan ku ternyata benar. Adel mengarahkan tangannya pada VerHaz sehingga MP yang dia serap melalui Mana Channeling ia berikan kepada VerHaz.
“Bodoh! Jangan diam disana!”
Aku mendengar suara teriakan dan mencoba menoleh, tapi aku lengah dan malah terkena damage.
[Menerima 989570 Magic Damage!]
“AAARGH!!” Aku mengerang karena damage yang diberikan oleh Aquaios, selain itu aku juga terpental jauh dari tempatku berdiri sebelumnya.
Liza yang melihatku terkena serangan pun dengan segera menggunakan skill miliknya untuk memulihkan HP milik ku. Perlahan HP milik ku kembali pulih, aku pun segera bangkit dan menyiapkan serangan sembari berlari mengitari Aquaios dengan cepat.
‘Satu serangannya bisa mengurangi tiga puluh persen HP milik ku, mungkin dalam beberapa serangan lagi akan membuatku mati,’ batinku, setelah mengetahui damage yang dia berikan. ThunDer menanyakan keadaanku, aku pun segera menjawabnya dan berkata, “ThunDer, kita akan melakukan kombo. Kau siap?”
“Kapan saja kau siap!” jawabnya yang langsung menghentikan langkah kakinya dan mengangkat pedangnya setinggi-tingginya. Aku pun segera berhenti juga dan mengangkat pedang sejajar dengan bahu, serta menggunakan spirit skill milik Aerial, Aero Blade yang disambung dengan Hurricane Thrust.
[Hurricane Thrust (Spirit Skill)
Skill LV: I (Skill ini tidak bisa ditingkatkan!)
Cost: 8000 Spirit Power
Cooldown: 160 detik
Mengumpulkan angin disekitar yang perlahan semakin membesar dan membentuk sebuah tornado yang mengelilingi pedang, serta memberikan 200% Magic Point, damage meningkat seiring banyaknya angin yang ada disekitar.]
Aku mengalirkan Mana pada pedang milik ku dan perlahan angin tersebut semakin membesar. Aku segera melesat saat merasa sudah cukup, begitu pula dengan ThunDer, dia pun melepaskan serangannya.
“Unique Series Skill-Storm Dragon!”
“Hurricane Thrust!”
Serangan kami berhasil mengenainya dan memberikan damage yang cukup besar kepadanya. Aku beruntung sepertinya seluruh buff Passive milik ku terpicu hampir semuanya.
[Player ThunDer memberikan 2678292 Critical Damage!]
[Memberikan 34787 Magic Damage, Title Master of Servant aktif! Saat memanggil ataupun meminjam kekuatan Spirit yang telah melakukan kontrak, meningkatkan 10% seluruh Status. Title Elementary Master aktif! Penggunaan terhadap unsur Element meningkat 30%! Passive Lend Spirit Power terpicu! Damage meningkat 200%! Passive Spirit Burst terpicu! Kemungkinan 70% meningkatkan damage sebesar 300%! Passive Vortex Mastery terpicu! Saat menggunakan Element Aero, kemungkinan 30% meningkatkan damage hingga 500%! Menyerang titik lemah, Damage meningkat 150%!]
[Memberikan 2035485 Magic Damage!]
Setelah melancarkan serangan tersebut, aku pun segera melakukan rolling kearah depan dan berlari agar tidak terkena serangan balasan darinya. Saat yang sama sepertinya VerHaz juga telah siap melancarkan serangan tersebut, aku dan ThunDer dengan segera berlari menghampiri ChroNoze yang terjongkok lemas dengan pedang sebagai penopang badannya.
“Rasakan ini, Unique Skill-Thunder, Thunder, Burst!!” Dalam sekejap dia melepaskan tinju kearah langit gua hingga membentuk awan hitam, 5 detik setelahnya sebuah petir menyambar Aquaios.
[Player VerHaz memberikan Debuff: Stun 5 detik!]
“Kita serang dia!” perintah ThunDer. Aku dan VerHaz segera mengikuti ThunDer yang sudah melakukan penyerangan lebih dulu, perlahan kami berhasil menguras HP miliknya jauh lebih banyak dari sebelumnya berkat debuff yang diberikan oleh Adel pada Aquaios. 5 detik berlalu, kini HP miliknya tersisa 20% dan dia sepertinya mulai memasuki mode berserk.
Aquaios: Water of Sage Dragon (Dungeon Boss)
LV: 200
HP: 12672984/60000000
Mp: 29718500/43500000
Phy. Defence: 24000
Mag. Defence: 24000
Aquaios mengerang kesakitan, dia pun memunculkan air untuk mengililingi dirinya. Perlahan HP miliknya mulai pulih, membuat kami terkejut. ThunDer pun langsung menggunakan skill miliknya untuk menggagalkan pemulihan diri milik Aquaios, aku dan VerHaz pun melakukan hal yang sama. Kami berhasil membuatnya gagal memulihkan HP miliknya, tapi selanjutnya Aquaios mencoba menenggelamkan kami didalam air yang ia keluarkan.
“Cih, apa dia mencoba membuat kita kehilangan HP karena tenggelam?” keluh ThunDer.
“Aku… sudah ti… dak kuat… la… gi…” Liza sudah tidak sanggup bertahan lagi, aku pun segera memutar otak bagaimana cara kami bisa terlepas dari hal ini.
“Summon: Aerial!” Akhirnya aku pun memutuskan untuk melakukan pemanggilan servant, yaitu Aerial. Aerial pun muncul dan aku segera memerintahnya untuk membuat bola angin agar kami bisa bertahan didalam air.
“Tertolong,” ucap kami semua bersamaan.
“Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Adel.
“Hei, kita saat ini berada didalam air bukan? Dan air itu penghantar listrik bukan?” sahut ThunDer.
“Bodoh yah kau ini, tentu saja air adalah penghantar lis--" Aku langsung menghentikan perkataanku dan mulai berpikir sejenak, sekilas terlihat senyuman diwajah ThunDer.
“Itu dia!!” Kami mengatakan hal tersebut serempak, seolah kami memiliki pikiran yang sama.
“Tapi, bagaimana caranya kita mengalirkan listrik disini?” sahut Liza yang membuat kami kembali berpikir.
“Itu sangat mudah. Sari, angin ini bisa melindungi kita dari segala serangan bukan?”
“Yah, itu memang benar sih. Tunggu apa yang ingin kau lakukan, ThunDer?” sahutku saat melihat ThunDer mencoba untuk menusuk pusaran angin dengan pedangnya. Aku sama sekali tidak mengerti apa yang dia rencanakan, tapi setelah dia mengalirkan listrik dari pedangnya membuatku mengerti apa yang ia rencanakan.
Aku pun memanggil Ramuh dan menyuruhnya untuk pergi ke langit ruangan. “Dengar, tugasmu hanya satu. Kumpulkan energi spirit milikmu sebanyak mungkin, aku akan memberikan Mana yang ku miliki. Setelah merasa cukup, segera lepaskan sihir yang memiliki aliran listrik, kau mengerti?”
“Serahkan padaku, Master!” sahutnya yang langsung melakukan tugasnya. Setelah mengetahui Ramuh telah mencapai tujuan dan mulai mengumpulkan energi miliknya, aku pun langsung memberikan Mana padanya melalui Mana Transfer. Tapi sayang, itu semua belum cukup.
‘Gawat, Mana milik ku tidak akan cukup,’ gumamku dalam hati. Tapi entah mengapa MP milik ku mulai bertambah, aku pun menoleh dan menyadari kalau Adel menggunakan Mana Channeling pada Liza, ChroNoze dan VerHaz. Dia memberikannya padaku dan ThunDer.
“Kalau sudah seperti ini. Kita hanya perlu mengerahkan semuanya, ayo Ramuh!” perintahku pada Ramuh.
“Baik Master! Thunder Jolnier!” Sebuah petir menyambar dengan sangat besar kedalam air.
[Memberikan 14892602 Magic Damage!]
[Selamat! Party anda telah mengalahkan Dungeon Boss, Aquaios: Water of Sage Dragon! Mendapatkan 29718976 Exp, 87190890 Silver, 918090 Gold, Aquaros Blade (Blade), Aqua Grimore (Grimore), Aquatic Cresio (Magic Staff), Aqua Shield (Shield), Aquatic Sword (Long Sword), 1200 Aqua Shards (Material, Rank S+), 1080 Aqua Crystal (Material, Rank S), 720 Dragon Blood’s (Material, Rank A), 600 Tears (Material, Rank B+)!]
[Exp akan dibagi merata kepada Party yang berhasil mengalahkan Boss, untuk Drop Item, Silver, dan Gold silahkan tentukan sendiri!]
[Anda mendapatkan 14859488 Exp, Player ThunDer mendapatkan 297198 Exp, Player VerHaz mendapatkan 297198 Exp, Player Liza mendapatkan 297198 Exp, Player ChroNoze mendapatkan 297198 Exp, Player Adel mendapatkan 297198 Exp.]
[Selamat! Party anda telah menyelesaikan Five Star Dungeon! Mendapatkan 2907982 Exp, 910278 Silver, 87289 Gold yang akan dibagi kepada seluruh member! Bonus X6 Unique Box!]
[Selamat anda naik ke Level 114! Menghadiahkan Unique Box, Silver Chest Random (10000-250000000)!]
“Kupikir kita tidak akan selamat tadi!” keluh ku menghela nafas lega. Akhirnya setelah perjuangan keras, kami pun berhasil mengalahkan Aquaios yang levelnya jauh melebihi kami.
“Tak kusangka, Aquaios akan sangat kuat pada tingkat Normal!” Satu orang lagi yang berpikiran sama denganku, dia adalah ThunDer.
“Untuk sementara mungkin aku tidak akan memainkan DHO,” ucap ChroNoze. Kami pun setuju dengan pendapatnya, yang kemudian dilanjut dengan tawa kami.
“Kalau begitu, kita Logout kah?” Aku pun berdiri dan menanyakan apa mereka akan logout atau tidak, mereka pun menjawabnya dengan anggukan. Perlahan masing-masing dari kami menghilang menjadi partikel cahaya.
Kesadaranku mulai kembali, aku pun membuka mata dan mencoba untuk bangun daari tempat tidurku. Aku pun melihat kearah jam weker yang ada disebelahku menunjukkan kalau sekarang sudah jam 19:48.
“Ah, sudah jam segini kah? Mungkin mereka sudah makan malam sekarang.” Aku berdiri dan mulai melakukan peregangan badan. Setelahnya aku berjalan dan membuka pintu kamar, aku terkejut dengan lampu yang sekarang masih belum dihidupkan sama sekali. Membuatku meraih Handphone milikku dan menghidupkan senter sebagai penerangan. Perlahan tapi pasti, aku pun mulai menuruni tangga dan pada saat aku mencapai dapur aku pun memanggil nama semua orang yang kos disini. Tapi sama sekali tidak ada jawaban.
“Senior Daniel! Senior Fana! Tania! Ibu Kos! Dimana kalian? Teman-teman?”
‘DUAR!’ Suara ledakan balon mengejutkanku dan disambung dengan lampu yang menyala.
“Selamat Ulang Tahun, Arisa!!” Terkejut? Terharu? Sedih? Bahagia? Entahlah, semua perasaan itu tercampur menjadi satu. Sekarang adalah hari ulang tahunku, bagaimana mungkin aku bisa lupa?
“Terimakasih, kalian benar-benar mengingatnya yah?” ucapku dengan bahagia.
“Tidak, ini semua karena Tania. Jika bukan karena dirinya yang memberitahu ulang tahunmu, kami pasti sudah melupakannya,” sahut Ibu kos mengelus kepalaku dengan pelan. Mendengar hal itu, aku pun lantas melirik kearah Tania.
Dia pun berkata, “Salahmu sendiri menandai calendar dengan lambing bunga, hehe.”
“Sudah ributnya, sekarang waktunya makan!”
‘PLAK!’ Aku sontak memukul kepala orang tersebut yang tidak lain adalah Senior Daniel, tapi aku bingung sepertinya dia juga mendapatkan 2 pukulan lain.
“Kenapa aku selalu seperti ini,” keluh Senior Daniel yang membuat seluruh orang yang ada disan tertawa terbahak-bahak, tidak terkecuali aku. Dengan begitu, cerita ini berakhir dengan akhir bahagia!
—————————————————————
*Author: *Menggulung tumpukan kertas dan menuju kearah seorang gadis, lalu memukul kepalanya**
Gadis tersebut: Aw! Sakit tahu, apa yang kau laku-- *Terkejut* kenapa kau ada disini?
*Author: Apa maksudmu cerita ini sudah berakhir, Risa? *Menatap tajam dengan penuh amarah**
Hari itu, suara Risa sudah tidak terdengar lagi untuk selamanya.
"Jahat!!" ucap Arisa menggembungkan pipinya
Sampai jumpa~ :v