
Name: Twilight Rose AWM-310 (Sniper)
Evolution: [0/1] Gunakan Item dengan Rank yang sama untuk melakukan Evolution
LV Req (Specialize): 80 (Gunner, Sniper)
Status Req: STR +620, AGI +700, DEX +640
DPS: 45000/Second
Durability: 6859
Extra Attribute: STR (+400), AGI (+540), DEX (+430)
Rank Item: Unique
Passive Ability:
[Vital Lock I
Memberikan Critical Damage akan memberikan Damage Tambahan yang setara dengan 40% Total Damage sebelumnya yang akan dihasilkan pada serangan berikutnya.]
[Twilight Rose Bullet I
Mendapatkan seluruh Unique Series Skill dari Twilight Rose Bullet, Critical Damage yang akan dihasilkan meningkat 30%.]
Active Ability:
[Shadow Step I
Menghilangkan keberadaan selama 5 detik, meningkatkan Agility sebesar 140%. Pada serangan berikutnya, akan mengabaikan Physical Defence lawan dan akan memberikan 20000+(100% DPS*Level Ability+Total Crit. Chance). Menggunakannya akan mengkonsumsi 8000 Mana, Cooldown 15 detik.]
[Twilight Bullet I
Memberikan 200% Extra Damage Tambahan. Menggunakannya akan mengkonsumsi 2000 Mana, Cooldown 5 detik.]
Name: Magilla Dreiga Magnum (Handgun)
Evolution: [1/2] Gunakan Item dengan Rank yang sama untuk melakukan Evolution
LV Req (Specialize): 100 (Gunner, Sniper, Magic Ranger)
Status Req: STR +420, AGI +640, DEX +840, INT +920
DPS: 30000/Second
Magic Point: 14000
Durability: 8210
Extra Attribute: STR (+350), AGI (+420), DEX (+400), INT (+480)
Rank Item: Unique
Passive Ability:
[Rune of Wind I
Mendapatkan seluruh Unique Series Skill dari Magilla Dreiga Magnum, setiap kali menggunakan sihir bertipe Aero, meningkatkan 20% Magic Damage dari Total Magic Damage yang akan dihasilkan.]
[Rune Burst I
Setiap kali menembakkan Magic Rune, Damage berikutnya meningkat sebesar 32% berlaku selama 20 detik.]
Active Ability:
[Aero Blast I
Menembakkan sebuah angina bertekanan tinggi yang setara dengan 24000+((20% DPS+60% Magic Point)*Level Ability) Magic Damage. Menggunakannya akan mengkonsumsi 30000 Mana, Cooldown 20 detik.]
[Aero Hurricane I
Menembakkan sebuah peluru kearah tanah yang akan memunculkan Magic Rune berukuran besar, serta menciptakan sebuah badai yang akan memberikan 2000+(30% Magic Point*Level Ability) secara terus menerus selama 20 detik. Menggunakannya akan mengkonsumsi 100000 Mana, Cooldown 120 detik.]
“Tadinya aku ingin menggunakannya sebagai Evolution Material, tapi aku melihat potensimu jadi--" Belum sempat selesai, perkataannya dipotong oleh Sylvia
“Blood ini terlalu berlebihan! Aku tidak bisa menerima semua ini!”
“Jadi, kau tidak mau?”
“Tidak, bukannya begitu… tapi kalau kau memaksa, akan ku terima.” Sylvia pun mengambil senjata yang diberikan oleh Blood dan memasukkannya kedalam Inventory miliknya.
Blood yang melihatnya hanya tersenyum canggung sembari berkata, “Tsundere ‘kah?” Sylvia yang mendengarnya bingung dan mengulangi perkataan Blood sambil memiringkan kepalanya.
“Bukankah kau menyukai perempuan seperti itu, Blood?” goda Zrag yang kemudian mendapatkan sebuah ketukan pelan dikepalanya dari Blood.
Setelah beberapa perbincangan, mereka pun memutuskan untuk melakukan Log Out karena urusan masing-masing. Kini Keita telah membuka matanya, dan segera menuju kamar mandi untuk menyegarkan badannya. Setelah mandi dia pun keluar dan menuju lantai satu, disana dia melihat Marry sedang memasak sesuatu beserta Reina yang duduk disalah satu bangku meja makan yang terlihat menunggu makanan datang.
“Oh Keita, kau sudah bangun?” sapa Marry ketika melihat Keita turun dari tangga yang kemudian melanjutkan kegiatan memasaknya.
“Aku baru selesai bermain game, kenapa kau berpikir jika aku habis tertidur?” sahut Keita, Marry yang mendengarnya hanya tertawa canggung.
Setelah makan malam, mereka hanya berkumpul dan bercerita saja. Menyadari telah larut malam, Marry pun memutuskan untuk bersiap pergi karena shift miliknya akan segera dimulai. Keita dan Reina pun memutuskan untuk kembali kedalam kamar mereka, dan segera tidur agar tidak terlambat kesekolah. Pada keesokan paginya, mereka berdua pun melakukan aktivitas biasa. Kali ini Keita lah yang memasak sarapan, setelah sarapan mereka pun segera meninggalkan rumah dan segera berangkat kesekolah.
Siang hari disekolah, Keita saat ini sedang memeriksa Item yang dia dapatkan dari Raid kemarin. Dia berniat untuk meningkatkan Bloodragonic Magnum miliknya ke Rank berikutnya, “Hmm… aku bisa saja membeli Legendary Weapon Box, tapi jika aku membelinya maka Diamond milikku akan habis langsung. Selain itu, aku hanya akan mendapatkan tiga box saja.”
“Anu… Keita!” panggil seseorang yang ternyata adalah Natasha. Keita pun menoleh dan menanyakan apa yang dia inginkan.
“Saya ingin mengembalikan buku keperpustakaan, tapi…”
“Kau lupa dimana perpusnya berada?” tebak Keita, dan ternyata tebakannya benar. Hal itu terlihat dari wajah Natasha, “Baiklah, aku akan mengantarmu.” Keita mengambil tumpukkan buku tersebut setelah memasukkan Handphone miliknya kedalam saku.
“Tunggu, kenapa kamu malah membawa buku-buku tersebut? Saya lah yang seharusnya membawa buku-buku itu!” ucap Natasha merasa bersalah ketika melihat Keita membawa buku-buku yang dia pinjam.
“Oh, tidak masalah. Lagian mana mungkin aku membiarkan seorang gadis mengangkat tumpukkan buku ini sendiri,” sahut Keita. Mendengar perkataan tersebut, wajah Natasha memerah dan dia pun memalingkan wajahnya kebawah agar wajahnya yang memerah tidak terlihat.
“Bawalah dua buku itu dan jika kau masih memaksa, ambil lah sendiri dari tanganku.” Keita pun meninggalkan Natasha yang masih berdiri dengan membawa dua buku.
Tapi saat mendengar perkataan itu keluar dari Keita, Natasha pun berlari dan mengambi 4 buku yang dibawa oleh Keita sembari tersenyum dan berkata, “Baiklah, ayo kita keperpustakaan sekarang.”
Keita yang melihat senyuman itu terdiam membeku, entah mengapa dadanya berdebar dengan sangat cepat saat melihat senyuman dari Natasha. Hal ini membuat Natasha bingung dan memiringkan kepalanya, “Keita? Apa kamu baik-baik saja?”
Keita pun segera tersadar, dengan wajah sedikit memerah dia pun menjawabnya dan segera berjalan yang kemudian disusul oleh Natasha dibelakangnya. Setelah urusan perpustakaan selesai, kini mereka dalam perjalanan kembali menuju kelas. Namun secara tiba-tiba ada seseorang yang memeluk Keita dari belakang, dia merasakan sensasi lembut dipunggungnya dan menebak kalau yang melakukan hal tersebut adalah seorang perempuan.
“Senior, sampai kapan kau terus melakukan hal ini setiap kali melihat diriku?” tanya Keita pada orang yang sdang memeluk dirinya saat ini. Natasha yang tadinya sempat mengobrol dengan Keita terkejut saat melihat seorang gadis memeluk Keita dari belakang.
“Eh… kau sudah mengetahuinya?” sahut gadis tersebut yagn ternyata adalah Dea Chyntia, dia adalah senior Keita dan juga seorang Game Master (GM) Dragon Hunter’s Online.
“Tentu saja aku mengetahuinya! Siapa yang tidak tahu tentang dada milik senior yang terlalu besar itu? Apalagi senior memelukku dari belakang, tentu saja aku bisa menebaknya bukan!” balas Keita yang kemudian berbalik dan menghadap kearah seniornya.
“Ke-Keita, siapa dia?” tanya Natasha melihat kearah gadis yang ada dihadapannya saat ini.
“Oh, ya? Apa kau teman sekelasnya Keita, atau mungkin Pacarnya?” sahut Dea dengan menyikut pelan Natasha beberapa kali.
“Oh, dia hanya teman sekelas. Senior tahu bukan kalau kelasku kedatangan murid baru? Dia lah orangnya, namanya Natasha Sylvia,” balas Keita mengenalkan Natasha pada Dea.
“Dea Cynthia, aku adalah senior kesayangannya Keita.” Dea menjabat tangan Natasha dan memperkenalkan dirinya, begituoun dengan Natasha melakukan hal yang sama.
“Yah, lagipula kau sudah memiliki diriku bukan? Mana mungkin kau punya pacar,” ucap Dea menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Natasha yang mendengarnya langsung terdiam seperti membatu.
“Tunggu, tunggu, jangan membuat orang lain salah paham dong Senior!” bantah Keita.
“Heh? Habisnya, bukankah kita sudah ciuman?” balas Dea dengan menaruh salah satu jarinya dimulut.
“Ci-ci-ci-ci,” kata Natasha dengan terbata-bata serta raut wajah yang terlihat seperti baru bermimpi buruk.
“Tidak, tidak, bukankah senior sendiri yang mengambil botol minum milikku dan meminumnya tanpa seizin dariku?” jelas Keita.
“Eh? Jadi kau selama ini tidak mengizinkanku!?” balas Dea dengan wajah yang terkejut.
‘Kenapa kau baru menyadarinya?’ pikir Keita saat mendengar perkataan dari Dea.
“Kalau itu, kami juga pernah” ucap Natasha pelan dengan wajah sedikit malu.
“Tunggu, Natasha!” sahut Keita saat mendengar perkataan dari Natasha, seketika dia merasakan kalau akan terjadi sesuatu. Benar saja, saat ini Dea sedang menahan tangis.
“Keita tukang selingkuh, jahat, jahat! Huwaa!” ucap Dea memukul Keita pelan terus menerus sehingga membuat Keita kerepotan.
“Senior hentikan, sakit tahu, Natasha tolong aku!” pinta Keita tapi Natasha malah memalingkan wajahnya dengan menggembungkan pipinya, ‘Eh? Mungkinkah dia marah?’
“Hmph! Lupakan saja, ngomong-ngomong bagaimana dengan fitur barunya?” tanya Dea yang menghentikan serangannya.
“Oh, itu sangat bagus. Terimakasih senior, untung saja ada senior. Jika tidak, mungkin aku tidak akan bisa menggunakan Title lain.” jawab Keita berterimakasih, Natasha bingung dengan pembincangan tersebut dan memutuskan untuk bertanya.
Keita pun menjelaskan kalau Dea ini adalah seorang Game Master dari Dagon Hunter’s Online, jika bukan karena Dea maka Keita tidak akan bisa menggunakan Title selain Blood’s Dragon. Karena itulah Keita meminta tolong pada Dea untuk membuatkan sebuah fitur Title Type, dan sebagai gantinya Keita harus berkencan dengan Dea minggu lalu.
“Hehe, benar sekali aku ini adalah seorang Game Mast--“
‘PLAAK!’ Sebuah pukulan mengenai kepala Dea membuatnya meringis kesakitan sebelum dia selesai berbicara, seorang pria saat ini sudah berada dibelakang Dea dengan tatapan mengintimidasi. Dia adalah Ketua Osis, Zainal Risky Akbar.
“Oh, Ketua Osis. Selamat siang,” sapa Keita dengan hormat.
“Keita ‘kah? Maaf yah, tapi saat ini aku harus membawanya kembali. Pekerjaannya di Osis sama sekali belum selesai,” sahut Zainal yang kemudian melirik kearah Natasha. Menyadari dirinya diperhatikan, Natasha pun memperkenalkan diri dengan hormat.
“Kalau begitu maafkan aku dan juga permisi.” Zainal pun menarik kerah baju milik Dea dan membuatnya terseret.
“Keita selamatkan aku!!” pinta Dea sesaat setelah diseret oleh Zainal. Keita dan Natasha hanya tersenyum canggung melihat kejadian tersebut.
“Ketemu! Senior~” panggil seseorang dari belakang mereka, saat mereka berdua berbalik, terlihat seorang gadis berlari menuju kearah mereka dengan membawa sebuah kotak makan.
“Arisa, apa kabar?”
“Aku baik, senior sendiri?”
“Yah, seperti yang kau lihat. Tapi apa yang kau lakukan?”
“Oh, ini aku membuakan biskuit untukmu senior. Ucapan terimakasih,” ucap Arisa memberikan kotak yang berisikan biskuit pada Keita, Keita pun menerimannya.
“Terimakasih, tapi apa aku pernah membantumu sebelumnya?” tanya Keita bingung.
Arisa yang mendengarnya langsung menggembungkan pipinya dan berkata dengan nada kesal, “Apa yang senior katakan! Bukankah senior lah yang membantuku pada saat disupermarket kemarin lusa?”
Mendengar hal tersebut mebuat Keita mencoba mengingat kejadian tersebut dan akhirnya mengingatnya, “Oh! Mungkinkah kau anak kecil yang aku angkat waktu itu? Yah, aku benar-benar tidak tahu itu adalah kau Arisa, hehe.”
“Senior Jahat! Aku bukan anak kecil tahu!” ucap Arisa memukul-mukul Keita.
“Tunggu, Arisa. Kenapa kau malah memukulku? Hentikan, itu sakit!” sahut Keita.
“Biarkan saja, hmph!” balas Arisa menghentikan untuk memukul Keita dan memalingkan wajahnya yang kesal.
“Oh, senior dia siapa?” tanya Arisa saat melihat Natasha hanya memperhatikan mereka dan sama sekali tidak berbicara. Keita pun memperkenalkan Natasha pada Arisa, mereka pun menjabat tangan.
“Keita aku tidak tahu kalau kau seorang Lolicon akut,” ucap Natasha melirik Keita dengan tatapan menjijikan.
“Tunggu sebentar, apa yang kau pikirkan? Dan lagi karakter aslimu keluar lho!” ucap Keita memperingati Natasha.
“Oh, maafkan aku. Tapi aku harus segera pergi dari sini, jika tidak teman-temanku akan menunggu lama. Sekali lagi aku minta maaf,” pamit Arisa meninggalkan Keita dan Natasha dan segera berlari kearah teman-temannya yang sedang menunggu dirinya.
“Kita kembali sekarang?” ajak Keita dan berjalan menuju kelas, tapi dia berhenti saat tahu kalau Natasha sama sekali tidak bergerak dari tempatnya.
“Keita, apa kamu memiliki waktu kosong akhir pekan ini?” tanya Natasha sedikit gugup.
Mendengarnya dari mulut Natasha membuatnya tersenyum dan berkata, “Apa kau mau mengajakku kencan?”
“Tidak boleh?” tanya Natasha sekali lagi, tapi kali ini dengan nada pelan.
“Tentu saja, untuk tempat bertemunya bagaimana jika kau yang mengaturnya?”
“Oke aku mengerti!” jawab Natasha yang berjalan dan merangkul tangan Keita, dan membuat Keita menjadi salah tingkah. Pada akhirnya mereka pun kembali kekelas seperti itu, tentu saja hal ini membuat para murid laki-laki menjadi iri. Sedangkan murid perempuan hanya memuji mereka, kalau mereka merupakan pasangan yang sangat cocok.